Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Aleysa Arkana


__ADS_3

Arkana terus mencium punggung tangan istrinya dan sedikit mengusap disana...Ana masih belum sadar dan ia mulai sedikit cemas, mengapa Ana masih belum sadar sementara dokter memberi waktu hingga besok pagi jika Ana masih belum sadar maka mereka akan melakukan langkah pengobatan selanjutnya...


Mata Arkana menjadi panas,....


''Ana....ayolah sayang...apa kau tidak kasihan padaku dan anak kita, dia terus menangis sayang...aku mohon bangunlah....'' pinta Arkana dengan sedikit menekan di nada suaranya..


Arkana hampir putus asa..ia membutuhkan istrinya, ketika anaknya menangis hatinya begitu sakit karna tak bisa berbuat apapun....


Pria itu menundukan kepalanya, berulang kali ia berbisik dan menciumi Ana...hingga tak lama kemudian, terdengar erangan lemah Ana...yang membuatnya terkejut....


Arkana mengangkat wajahnya dan menemukan mata Ana berkedip-kedip disana....


''Ana......ka..kau sadar...Ana....''


Ana mengerutkan kening ketika berusaha mengumpulkan ingatanya...rasa perih di bagian perutnya membuatnya sadar jika ia mungkin telah melahirkan anaknya...wanita itu langsung menoleh dan menemukan wajah Arkana yang menatapnya dengan senyuman haru yang menguar..


Mata Ana memanas.....menemukan suaminya sedang menatapnya dengan tatapan rindu,...


Arkana berdiri dan segera menahan Ana agar jangan bergerak...


''Aku akan memanggil dokter sayang jadi..jangan bicara apapun..'' ucap Arkana lalu segera menelfon dokter...


*********************************************


Arkana tersenyum lega ketika dokter bilang Ana sudah melewati masa kritis...


''Sayang...kau sudah sadar...terimakasih..terimakasih kau sudah kembali untuk diriku dan anak kita..''


''Arkana...'' desah Ana dengan penuh haru...


''Aku mencintaimu sayang...kau telah memberikanku anak yang sangat cantik dan sehat..terimakasih Ana..''


''Aku mencintaimu sayang........''ucap Ana dengan sungguh-sungguh,...


Melihat raut wajah Arkana yang cerah membuat Ana menjadi lega..suaminya pasti sangat senang dengan kelahiran anaknya yang selama ini di tungguinya...


Ana bahagia...bisa memberikan seorang anak yang begitu dirindukan Arkana..


''Apa kau baik-baik saja sayang...apakah kau tidak merasakan nyeri atau....''


Arkana tak bisa menahan diri untuk mencium seluruh wajah istrinya


Ana tersenyum mengangkat jemarinya dan menyentuh wajah Arkana yang basah oleh airmata,..


''Akku..ba..baik-baik saja sayang, jangan kawatir..'' bisik Ana berusaha menenangkan suaminya.''


Arkana mengannguk lega...


''Sayang....anak kita...dimana dia..sayang..''

__ADS_1


Arkana mengecup tangan Ana pelan,..


''Dia akan di bawa kesini sebentar lagi...kau tenang saja Ana...''


Ana mengangguk patuh, hatinya berdebar cemas ketika menunggu bayinya dengan tak sabar..ini perjumpaan mereka yang pertama dan ia sangat gugup..


Hingga tak berapa lama kemudian...seorang petugas mendorong kereta bayi menuju ke kamar...hati Ana berbunga-bunga seperti sedang jatuh cinta....menatap sosok bayi mungil yang tertidur lelap...''


Arkana mengangkat tubuh kecil itu hati-hati sehingga Ana terpukau..lihatlah..Arkana sudah sangat lihai menggendong anaknya...


Arkana menangkap tatapan itu dan mengangkat bahu...


''Sejak kau belum sadar aku dan Alex menggendongnya bergantian.....aku bahkan melupakan tidurku demi bisa menggedongnya dengan benar....''


Ana benar-benar terpana mendengar cerita Arkana...betapa ia bersyukur bisa menerima cinta yang tulus dari kedua pria ini..meski sebentar lagi Alex dan Maya akan menikah..Ana cukup puas Alex selalu ada disisihnya selama ini...


''Kau menggendongnya dengan baik sayang.....''


Arkana tersenyum bangga..lalu mendekatkan putri kecilnya dan menyerahkannya kepada Ana..untuk di berikan asi, pada saat bayi itu sampai di pelukan Ana..sontak dia terbangun dan mulai menangis...


Ana terkejut dan menatap Arkana...


''Dia sangat merindukanmu sayang..percayalah..''


Airmatanya menetes........


''Kau merindukan ibu nak...maaf..ibu tidak segera bangun untuk memelukmu...maafkan ibu...''bisik Ana menciumi wajah kecil itu dan segera paham jika anaknya mulai haus....Ana lalu memberikan bayi kecilnya asi..dan ia mulai tenang kembali...


Arkana bersedekap...


''Entahlah..Alex dan aku memilih beberapa nama..dan mendapatkannya..''


''Lalu...siapa namanya...''


''Entah kau menyukainya atau tidak..kami akan mendiskusikannya denganmu....''


''Aku akan setuju jika itu pilihan kalian berdua....ini akan menjadi anak gadis kalian berdua nanti....'' goda Ana mengedipkan matanya


Arkana tersenyum puas,....


''Jadi kami menamainya....Aleysa Arkana yang berarti hadiah dari Tuhan..''ucap Arkana menatap Ana...


''Aleysa...'' ulang Ana mengerutkan kening....


''Aku sangat menyukai artinya sayang....anakku ini adalah hadiah dari Tuhan kepadaku...'' ucap Arkana dengan bangga.


Ana akhinya menyerah...Aleysa nama yang bagus, semoga dia bisa memberi aura positif bagi sekelilingnya....


''Nama yang indah...''

__ADS_1


Ana menurunkan pandangan ke arah bayi cantik ini..dan ia baru menyadari wajah Aleysa sangat mirip dengan Arkana..sangat mirip sehingga mereka akan menjadi sepasang kembar jika berjalan bersama ketika besar nanti...


''Aleysa....hey..itu adalah namamu sayang, pemberian ayah Arkana dan papa Alex..apa kau menyukainya sayang...'' bisik Ana mencium dengan gemas pipi baby Aleysa dengan gemas,...


Aleysa kemudian tersenyum...tanda ia menyukai nama itu...


Ana lalu mengerutkan kening...


''Sayang..aku tak melihat Maya dan juga Hani...'' tanya Ana penasaran...


''Kalu Hani dia sedang mengurus penundaan pernikahan sampai kau dinyatakan sehat dan bayi kita cukup umur untuk berada di tengah pesta..''


''Astaga Hani...ada apa dengan anak itu...selalu saja dia mengalah...lalu bagaimana dengaan Maya...''


Arkana menghela nafas....


''Dia sedang sibuk dengan ujiannya bahkan Maya sampai harus menginap dirumah temannya..tapi dia menelfonku dan berkata akan datang lagi jika kau sudah sadar...''


Ana pun mengerti...Maya harus menyelesaikan semuanya sebelum di sibukan dengan rencana pernikahan Maya dan Alex..


''Yah...baby Aleysa...mengapa kau mengambil semuanya dari ayahmu...mengapa tidak menyisakan sedikit untuk ibu...? paling tidak ada bagian dari diri ibu yang menempel kepadamu...''


Arkana tertawa puas...


''Itu karna..cinta pertamanya adalah aku sayang..jangan iri..'' bisik Arkana membujuk....


''Astaga..kasian sekali ibumu nak...'' bisik Ana tersenyum..


Keduanya tertawa renyah penuh kebahagiaan......


***************************************


Alex membuka pintu ruangan Ana, wanita itu sedang menggedong bayinya yang sangat cantik.


Pria itu baru saja kembali dari lokasi proyek dan langsung menemui Ana disini, ia juga telah menerima informasi terkait siapa Dave Morgan pria yang ingin menghancurkan mereka, kabarnya dia mempunyai mata-mata yang dikirim ke keluarga mereka namun Alex belum tau siapa yang telah menjadi penghianat itu, para anak buahnya, pekerja rumah tangga sudah ia selidiki dan tak ada satupun yang bisa di curigai sebagai pelakunya..


Alex tak akan mengampuninya.............


Langkah pria itu perlahan mendekat dan akhirnya duduk di kursi depan ranjang tempat Ana duduk......ia tersenyum,....


''Aleysa...anak papa...''bisik Alex dengan gemas..seraya mencium pipi Aleysa...


Ana mencibir......


''Menikahlah sana...dan beri Alesya adik..''sindirnya sambil tertawa...


''Ibumu sangat jahat....'' ucap Alex tersenyum...


Ana lalu mencubit lengan Alex, namun pandangannya berubah menjadi serius..ia sudah hampir pulang dari rumah sakit namun Maya tidak sekalipun mengunjunginya...

__ADS_1


''Dimana Maya....mengapa kalian tidak datang bersama Alex.'' tanya Ana sedikit khawatir...


Alex membeku............


__ADS_2