
Aley keluar dari lift menggunakan kacamata hitamnya untuk menyembunyikan airmatanya, ia melangkah sangat cepat hingga menimbulkan sejuta pertanyaan di benak mereka. apa yang terjadi...? apalagi setelah itu Damian sang boss juga turun dengan tatapan beku...
Semua menunduk takut ketika sang tuan melangkah keluar dari kantor..Damian mengejar Aley sampai ke mobil dan mengetuk kaca jendelanya namun ia sudah tau semua sia-sia, Aley terlanjur marah.......
Mobil milik Aley bergerak meninggalkan parkiran kantor lalu di susul mobil Damian yang mengejarnya....
Aley hanya meneteskan airmatanya sepanjang perjalanan...beraninya Damian berselingkuh..beraninya Damian menghianatinya, apa kekurangannya...??
Apa........??
''Aku benci kepadamu...dan aku tak akan memaafkanmu kali ini Damian...oh...mengapa ini sakit sekali.......''
Karna tidak tahan Aley menghentikan laju mobilnya dan berhenti di pinggir jalan, ia pun menangis kencang dan menundukan kepalanya di stir mobil, bayangan mereka berciuman tadi sungguh menyakitinya,...inikah yang selama ini di lakukan Damian di belakangnya..inikah...??
''Mengapa ini terjadi kepadaku....mengapa.......'' desah Aley sungguh frustasi..
Tiba-tiba kaca mobilnya di ketuk dan membuat Aley menoleh..ia sedikit terkejut melihat Damian berada di luar mobil, jemarinya terkepal....
Aley segera membuka pintu dengan kasar lalu menatap tajam ke arah Damian yang sungguh merasa bersalah.......
''Aley......''
''Jangan coba menyentuhku........'' ucap Aley dengan tegas,....
''Aku mohon kepadamu Aley...aku dan Seila tidak ada hubungan apapun..percayalah, dia hanya mantan kekasihku memang dia datang untuk memintaku kembali namun..........''
''Dari kapan dia mulai mengunjungimu di kantor, dari mana...sejak kapan kalian bertemu lagi, mengapa kau tidak memberitahuku Damian.......''
Damian mengangguk dengan mata yang basah aku hanya tak ingin semuanya membuat Aleysa marah...dia akan menyelesaikan sendiri dan hari ini dia bicara dengan Seila dan memintanya berhenti mengejarnya namun Seila malah menciumnya dan di saat yang tepat..Aley melihatnya...
Damian sungguh menyesal..mengapa tidak bicara saja dengan Seila di telp, mengapa harus bertemu langsung, melihat Aley yang begitu marah membuatnya merasa sakit...ia mencintai Aley dengan segala kelebihan dan kekurangannya...ia tak pernah berpikir untuk berselingkuh..karna Aley punya paket lengkap di samping sifatnya yang sedikit kekanakan...
''Kami baru sekali bertemu Aley, aku selalu menolaknya namun dia mencaritau alamatku dan ingin bertemu langsung..aku.......''
Aley menggeleng...pria jika sudah tertangkap basah maka akan melakukan segalanya untuk menutupinya bukan....??
''Kenyataan kalau kalian berciuman tak bisa ku maafkan.......aku sangat membecimu.....''
Aley berbalik dan hendak melangkah namun Damian kemudian memeluknya dari belakang...
''Aleysa aku mohon, maafkan aku.....maaf...aku tidak pernah ingin sekalipun menyakitimu..aku.....''
__ADS_1
Namun Aleysa tidak memberi ampun, ia lantas mendorong tubuh Damian hingga pelukan mereka terlepas...
Aley mengangkat wajahnya dengan tatapan menajam.....lalu mengambil ponselnya dan membuat Damian melemah.....
''Papa.......'' tangis Aleysa langsung pecah saat itu juga......
Damian mengepalkan tangannya...
**************
Hening!!!!!!!
Rapat keluarga kembali di gelar kali ini Aley menangis di pelukan Alex sementara Ana dan Aira hanya membeku sembari bergantian menggendong Aura...
Arkana juga merasa bingung....
Damian duduk sendiri seperti seorang terdakwa kali ini..dan semua mata tertuju kepadanya..
''Aku berani bersumpah di depan kalian semua orangtua yang aku hormati, aku tidak prnah ingin berselingkuh dari Aley...aku mencintainya...''ucap Damian dengan suara serak...
''Bohong......aku tau kau selalu mengekang aku agar supaya kau bebas bertemu dengannya di luar bukan...aku tidak akan memaafkanmu....tidak, mereka bahkan berciuman di depanku papa,.....'' tangis Aley pecah memenuhi ruangan..
Mata Damian menjadi basah..........
''Kau tidak ingin menghindar karna kau menikmatinya....aku benci kau....aku ingin kalian semua tak aku tidak perduli apapun...aku ingin bercerai darinya,.....'' ucap Aley dengan ketegasan yang sempurna di matanya...
Hening lagi...
Alex bangkit dari kursi mendekati Damian dengan murka..sungguh ia tak menyangka..putra kebanggaanya malah menyakiti putri kesayangannya..Alex kehilangan kesabaran hingga membuat semuanya menatap takut kepadanya...
''Bangun Damian.....'' ucap Alex mengepalkan tangannya...
Damian pun bangun....dan menatap Alex dengan kebekuan,..ia tau benar Alex tampak sangat marah..dan Damian memilih mengalah meski ia tau ia akan di pukul beberapa detik kemudian...
''Papa........'' suara Damian tercekat di tenggorokannya..
''Bukankah papa sudah mengatakan berulangkali kepadamu jangan pernah menyakiti Aley....jangan pernah membuat airmatanya mengalir....''
Hening.....
Aley menghentikan tangisnya ketika ia menyadari kalau situasi ini sangat serius....lalu ia pun menatap kedua ibunya yang menatapnya tajam...juga ayahnya yang tak kalah menatapnya dengan tatapan menuduh...
__ADS_1
Jantung Aley berdegup kencang.......menatap Damian yang berdiri dengan tatapan pasrah dan penuh rasa bersalah...hatinya menjadi nyeri...
Damian menganggguk...
''Papa......aku sungguh minta maaf, aku tidak pernah menyangka semuanya akan seperti ini...namun..aku berani bersumpah aku hanya mencintai Aleysa..aku sangat mencintainya papa....aku bahkan tidak bisa memikirkan wanita lain selain dirinya..itu sebabnya aku..tak ingin perceraian..bukan hanya papa..bukan hanya ayah yang mencintai Aley namun aku juga..aku sungguh mencintainya.......''
Alex tertawa dengan rasa kesal.....
''Cinta.....jika kau mencintainya kau harus memastikan tak ada cela bagi wanita lain bahkan wanita itu datang dari masa lalumu..jika kau mencintainya maka kau akan menghindari kemungkinan itu dan menjadikan dirimu bodoh,..tapi Damian..kau malah membiarkan cela itu terbuka tanpa ingin menutupnya..kau pikir papa akan membiarkanmu......''
''Aku tak ingin bercerai darinya....papa......''
Alex sudah terlalu marah, pria matang itu mendekat dan sedetik kemudian mengarahkan tangannya..
Bugggghhh!!!!
Semua terkejut ketika Alex memukul wajah Damian hingga tubuh pria itu terdorong ke belakang namun tidak terjatuh...Damian masih bisa menahan pukulan...
''Beraninya kau melakukannya Damian...dengan alasan apapun kau tidak boleh menyakitinya..kau dengar itu Damian...''
''Aku mengerti papa.......''
Namun Alex masih terbawa emosi dan kembali melayangkan pukulan kerasnya pada wajah Damian....
Buggghh!!!!!
Kali ini Damian tersungkur akibat kerasnya pukulan Alex kepadanya..
tubuhnya jatuh membentur lantai...dar*h segar menetes dari mulutnya...dan Aleysa menatap pemandangan itu dengan gemetar..meski dia marah, namun..hatinya tidak tega melihat Damian jatuh penuh darah....di saat yang sama Aura menangis dengan kencang seolah tau sang ayah tersakiti...
Aley bangkit meraih Aura dari gendongan sang ibu dan menatap Damian dengan tajam...
Saat itu juga Alex mengeluarkan pistol dan mengarahkan kepada Damian....dan tentu saja Ana dan Arkana juga Aira tidak membiarkannya..
''Alex apa kau sudah gila...jangan melakukan hal bodoh...'' ucap Arkana dengan tajam sembari menahan tangan Alex...
''Anak tidak berguna...aku tak akan mengijinkan mereka bercerai jadi lebih baik aku kehilangannya.......lepaskan aku..'' teriak Alex murka...
Saat itulah Aleysa berdiri sambil menggendong anaknya, ia menghalangi pistol yang di arahkan sang papa...
''Aku mohon papa.....jangan menyakitinya lagi....bagaimana denganku dan Aura...'' isak Aley menundukan kepalanya dan mulai menangis....
__ADS_1
Deg!!!!
Damian mengangkat wajahnya menatap Aleysa dan Aura dengan penuh rasa bersalah....