
Malam resepsi pernikahan Mike dan Divara begitu meriah, semua berbahagia, malam itu menjadi malam penyatuan para mafia yang akan menjadi sejarah...
Mereka berkumpul dan berpesta dengan meriah, Arkana dan Ana, lalu pasangan Alex dan Aira, Danar dan Hani, Dave dan Maya berdansa bersama...mereka tertawa lepas, bersyukur untuk kebersamaan, persahabatan dan cinta kasih yang masih terjaga sampai ke anak dan cucu,...dan mereka memastikan kalau persaudaraan ini akan terjalin selamanya...
Arkana memeluk sang istri Ana, dan mencium bibirnya dengan penuh cinta....
''Aku bahagia sayang, kita masih seperti saat ini saling mencintai...terimakasih Anastasya Arkana atas segalanya..atas cinta tanpa batas dan...pengorbananmu...'' bisik Arkana posesif..
Ana tersenyum...dengan mata berkaca-kaca....
''Aku beruntung mendapatkan cinta yang besar dari seorang James Arkana...aku mencintaimu suamiku..''
Mereka kemudian saling memeluk...
Hal yang sama juga di rasakan Alex, sambil membawa Aira dalam pesta dansa yang indah mereka saling menatap...
''Kau adalah penyelamatku sayang..trimakasih untuk segalanya...'' bisik Alex lembut di telinga Aira...
''Dan kau adalah pelindungku sayang, bersamamu aku bahagia...'' bisik Aira bersandar di pelukan Alex dengan mesra...
Di tempat lain Dave dan Maya juga saling memeluk, sambil menatap kebersamaan Denis dan Kiara....
''Aku pikir dalam satu dua tahun, kita akan mendapatkan menantu lagi sayang...'' bisik Dave kepad Maya...wanita itu menoleh dan tersenyum..
''Kiara gadis yang manis....aku akan senang sekali...'' balas Maya lalu membiarkan Dave melum** bibirnya...
Dan pasangan terakhir adalah Danar dan Hani...mereka sangat bahagia melihat Divara dan Mike saling berbisik dengan mesra...
''Semoga Dilan bahagia disana Sayang...'' bisik Danar sedih...
Namun....Hani tersenyum..
''Kita sudah punya Dilan kecil sayang jadi....kita akan merawatnya dengan baik...''
''Tentu saja...'' bisik Danar patuh..
Sementara pasangan anak-anak sedang bertengkar...
''Aku juga ingin berdansa astaga Damian, kau sangat aneh....''
''Tapi kau sedang hamil Aley...jadi jangan coba membujukku karna itu tak berhasil...'' ucap Damian sedang menggedong Aura yang sudah mulai lincah....
__ADS_1
Dayse hanya melirik Aley dengan tawa yang pecah......
''Aku sudah bebas dan bisa berdansa..karna aku sudah melahirkan beberapa bulan lalu jadi.....''
Will menggeleng....
''Sayang...bukankah kau sudah telat datang bulan, bagaimana kalau kau juga sedang hamil...'' suara Will mengandung penekanan..
Aley yang mendengar hal itu langsung tertawa...
''Dayse nasibmu sama denganku....''
Dayse memejamkan matanya dengan kesal...
''Oh...Will...awas kau,....'' ada ancaman di balik tatapan Dayse...
Dan Will langsung membeku dan terdiam..
Dan saat ini giliran Diza..dialah yang paling bebas, sudah melahirkan seorang putri yang wajahnya persis seperti Mark, dia tidak sedang hamil namun Mark sangat posesif terhadapnya....dan sebagai informasi tambahan, Diza melahirkan seorang putri yang telah berusia 2 tahun bernama Miley..dan Mark sangat memujanya, seperti kutukan kini Mark dan Miley tidak terpisahkan, Milley tak pernah mau jauh dari ayahnya,...
''Bagaimana kalau aku...''
''Jangan bermimpi sayang, kau tidak akan turun ke lantai dansa bersama orang lain...''
''Dasar kau dokter yang kaku...'' tatap Diza tajam..
Damian yang tersenyum melihat pertengkaran adik kembarnya..
''Bagaiman kalau kita berdua berdansa Diza..itu akan lebih aman...'' ucap Damian..
''Ow..kakak kembarku, aku mencintaimu...''
Diza langsung melompat dan Mark hanya mampu menatap pasrah....tentu saja dia tak bisa melarang kedua saudara itu, sementara Aley hanya tersenyum..
''Biarkan saudara kembar itu bersenang-senang...dan bagaimana kalau kita makan saja...''
Will dan Mark saling menatap...
''Ibu hamil yang sehat...'' ucap keduanya bersamaan....
Mereka pun tertawa lepas malam itu....
__ADS_1
Dan yang paling di nantikan adalah pasangan Mike dan Divara yang masih berdansa...
''Aku mencintaimu sayang......'' bisik Mike dengan senyuman puas..
''Aku juga akan mencoba Mike, aku rasa aku juga telah jatuh Cinta kepadamu....terimakasih kau sudah menungguku..'' bisik Divara lembut di telinga Mike..
Pria itu tak tahan untuk segera melum** bibi Divara dengan lembut, sementara tubuh mereka merapat..
''Aku tidak sabar lagi untuk malam pertama...'' bisik Mike dan tanpa di duga...Dilan kecil menatapnya dengan tajam dan tersenyum...
Mike mengedipkan matanya...dan Dilan semakin tertawa...
''Kita masih punya banyak waktu...''
''Aku ingin segera memberi Dilan adik...''
''Dasar...''
Divara mencubit perut Mike hinggg pria itu menarik tubuhnya....
''Kau berani mencubit Mafia Kejam....apakah kau tidak takut Divara...''
Divara tersenyum..
''Aku sudah pernah berada Dibawah Ancaman Mafia Kejam, jadi aku tidak takut lagi....'' balas Divara yang lansung di sambut tawa Mike...
Keduanya berpelukan erat, malam yang indah malam yang sempurna...
Tamat...
Haii....semua readersku yang tercinta...jadi cerita tentang para Mafia sudah selesai yah...terimakasih karna kalian sudah setia dengan cerita ini...
Cerita para mafia sudah selesai yah....tapi jangan khawatir..ada cerita pengganti tentang Mafia di novel baru tapi masih ngetik yah...
Jangan lupa dukung karya Author yang masih On Going....Love u All dan terimakasih banyak sudah setia,.....
__ADS_1