
Mereka masih berdiri saling menatap dengan tajam di pinggir jalan besar,
''Aleysa ayo masuk....''
''Tidak aku tidak mau Damian....'' tatap Aley dengan tajam..
Sementara itu Damian mengepalkan tangannya...
''Aku sudah cukup bersabar Aleysa..bukankah itu cukup..''
Aleysa tersenyum kesal...
''Apakah kau mau menjadi korban saat ini..bukankah kau keterlaluan Damian...kau yang membohongiku...'' jerit Aleysa dengan keras...
Damian lalu mendekat menunduk dan mengangkat tubuh Aley seperti karung beras dan membawanya masuk ke dalam mobil sekaligus memakaikan sabuk pengaman...
Damian lalu mengitari mobil dan menyusul masuk...
Aley memalingkan wajahnya airmatanya menetes di wajahnya..sementara Damian menghidupkan mesin mobil...
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja di dalam keheningan...Aley bahkan tidak melihat ke arah Damian sedikitpun..
Damian menghela nafas sesekali menatap mata Aley yang memerah...
''Aku akan membuktikan semuanya Aley..aku tidak bersalah sedikitpun...''
Aley memejamkan matanya memilih tak menjawab perkataan Damian kepadanya....mobil itu akhirnya sampai di halaman rumah mereka dan Aley turun lebih dahulu di ikuti Damian di belakangnya...
Hening....
Para pelayan bahkan hanya ketakutan dan memilih menghindar dari langkah keduanya...
''Aley...Aley...''
''Aku lelah........''
Aley menaiki tangga sementara Damian tak lelah mengikutinya dari belakang, Aley membuka pintu kamar dan meleparkan tasnya sembarangan sementara Damian melepas dasinya dan membuka jassnya...
''Aley.....''
''Sejak kapan kau menjalin hubungan dengannya aku bahkan tidak di perbolehkan pacaran sedangkan dirimu.......kau..bukankah kau sudah berbohong padaku....''
''Itu hanya perasaan suka biasa lagi pula, waktu itu kami mengenal waktu SMP kau ingat dulu aku di pindahkan sekolah karna memukul salah satu siswa sampai sekarat....papa memindahkan sekolahku selama dua tahun,.....setlah itu kami bertemu lagi baru-baru ini dalam sebuah makan malam dengan beberapa teman bisnis dan dia ada disana..aku tak menyangka dia masih mengharapkan kisah dulu terulang kembali...tapi Aley..aku sama sekali tak bisa menolak ketika waktu itu dia datang bersama salah satu rekan bisnisku ke kantor lalu meminta waktu bicara..dan saat itulah kau datang Aleysa....''
Aley membalikan tubuhnya kepalanya terasa pusing,...
''Aku tak tau lagi Damian kau bahkan merahasiakan Seila dariku...pria tadi..dia adalah mantan kekasih Seila..mereka hampir bertunangan, dan dia melepaskan tunangannya demi kau.......''
__ADS_1
Damian mendekat...
''Apakah itu menjadi kesalahanku...aku akan membuat perhitungan dengan Seila lalu bagaimana denganmu tadi...kau sangat menikmati pestanya Aley....kau..berdansa mesra dengannya...jika aku terpaksa menerima ciuman itu maka kau berbeda,..dengan sadarmu kau sengaja menerima ajakannya..''
''Dia temanku lagi pula tak ada yang terjadi, kami tidak berselingkuh...''
Damian tersenyum..
''Jadi kau tetap menganggapku berselingkuh Aley...''
''Yah...aku masih belum percaya sedikitpun kepadamu...''
Damian mendekat mencekal kedua tangan Aley dengan erat...lalu menatap Aley dengan tajam..
''Aku terlalu melunak kepadamu Aley hingga kau mulai besar kepala, meski seluruh orangtua kita membelamu tapi ingat baik-baik kau adalah istriku, dan artinya kau...adalah milikku dan di dalam kekuasaanku Aleysa Rulle..''
''Lepas Damian...aku akan.......''
''Akan apa...melaporkanku kepada orangtua kita lagi...dengarkan aku baik-baik Aley..ku anggap apa yang telah kita lakukan sudah seri...dan kita akan kembali ke pengaturan awal dimana kau harus menerimaku dengan utuh..''
''Tidak akan Damian,....aku tidak akan pernah..''
''Mulai sekarang, kau tidak akan bisa keluar dari pintu rumah kita tanpa ijin dariku jika kau mengadu pada orangtua kita maka aku akan menunjukan pada mereka bahwa kau berdansa dengan sangat mesra dengan pria lain yang bukan suamimu dengan tujuan balas dendam padaku..dan mari kita liat apa yang akan terjadi kepadamu...''
''Kau memata-mataiku...''
Damian melepaskan cengkramannya namun matanya tetap tajam menatap Aley yang mulai ketakutan...
''Buka gaunmu aku ingin kita mandi bersama..''
Aley melonggarkan tenggorokannya, sikap Damian yang seperti ini, tatapan matanya yang terlalu tajam..membuat Aleysa menjadi takut dia terlihat berbeda dengan sisi gelapnya yang menakutkan..
''Aaa...aku tidak mau...''
''Kau adalah istriku aku sangat berhak menyentuhmu lalu kau menoba menolakku begitu...kau mengelak dari kewajibanmu...''
''Damian.....''
''Aleysa Rulle....aku tidak sesabar itu.....''
''Yah...baiklah tapi jangan begitu Damian..kau membuatku takut...'' rengek Aleysa sekali lagi..
Namun Damian sama sekali tidak tersentuh...ia mendekat, meraih tubuh Aleysa ke dalam toilet dengan sedikit kasar....
Sampai di dalam sana,
Damian menyalakan shower dan dalam sekejap, tubuh mereka berdua basah...nafas Aley mulai tak teratur ketika jemari Damian menyentuh ujung gaun Aley dan seketika...
__ADS_1
Srraaakkk!!!!
Gaun itu terlepas dari tubuh Aleysa dengan paksa...
''Kau membiarkan dia memeluk tubuhmu begitu, kau membiarkan dia memelukkmu..''
Sraakkk
Gaun itu sepenuhnya terlepas dari tubuh Aleysa dan jatuh ke lantai yang basah menyisakan bra berwarna senada dengan gaunnya...
Mata Damian terbakar,....di raihnya sabun, sambil menanggalkan tubuh Aley hingga polos di depannya...
Seluruh tubuh Aley di penuhi busa sabun...dan Damian mulai menyentuhnya jemari besarnya mulai turun dan menyentuh pa yu da ra Aley yang berisi, meremasnya pelan sembari memainkan put*ng pa yu da ra Aleysa dengan lembut,..
''Aku pastikan ini terakhir kalinya kau pergi ke pesta sendiriaan tanpaku...'' desah Damian dengan suaranya yang parau..
Sementara itu.....
Tubuh Aleysa di benturkan di kaca, keduanya bertatapan.....tubuh Aley sudah bersih dari bekas make up dan lipstik, tubuhnya putih bersih di bawah cahaya lampu dan kenyataan itu membuat Damian terbakar....
''Kau adalah milikku Aley.....jangan pernah berpikir untuk menggantiku dengan orang lain apa kau mengerti.......''
Aleysa menghela nafas....ia tak bersuara masih terkejut dengan perubahan sikap Damian yang mendadak...
''Arrrgghhhh..''
Aley membeku menyadari bibir Damian mendekat dalam sekejap melum** bibir Aley yang basah dan menggilasnya tanpa ampun...
Suara ******* di kamar mandi terdengar serak, kedua pa yu da ra Aley yang menegang di remas pelan oleh Damian sementara Kej*ntanannya mulai mendesak di sela paha Aley....
Bibir Damian melepaskan ciumannya sementara ia menatap Aley yang pasrah...
*******
Tubuh basah Aley di hempaskan di ranjang sementara itu Damian bergerak menaikinya...bibir pria itu mulai bergerak turun menjilat* put*ng pa yu da ra Aley yang kenyal...
Sementara itu kejantanan-nya yang sudah mengeras siap memasuki Aley yang sudah basah..
Ketika kej*ntanannya hampir masuk...sebuah bunyi telp masuk di ponsel milik Aley membuat mereka saling menatap tajam.....
Wajah Aley memucat...sementara Damian mengepalkan tangannya menatap Aley dengan tajam..
''Aku akan membunuhnya...'' desis Damian tajam...
+++++++
Visual Arden di group yah...
__ADS_1