
Ana memejamkan matanya ketika bibir pria itu hampir menyentuh bibirnya, matanya berkaca-kaca dengan rasa nyeri di dadanya..ia sungguh tak bisa,..
Ana menghindar dan bibir itu lolos menyentuh bibirnya...airmata Ana menetes..
''Hentikan....''bisiknya dengan mata yang basah...
Alex berdiri disana dan menatap Ana dengan pandangan sakit hati, menyadari Ana menolak ciumannya.
''Mengapa...''
''Bukankah aku sudah menikah...''
Ana memperlihatkan cincin berlian yang melingkar di jarinya..Alex tak menyerah, memegang kedua bahu Ana dan menatapnya tajam,....
''Dia menculikmu, tak taukah kau jika Arkana menikahimu hanya untuk menyakitiku, dia mafia yang kejam dia....akan membunuhmu jika misinya menghancurkan aku lewat dirimu sudah tercapai....''
Alex tentu sangat marah menyadari betapa keras kepalanya Ana saat ini ia tak habis pikir ketika menyadari Ana sama sekali tidak terkejut dengan ucapannya, sebaliknya Ana malah diam saja seolah sudah mengetahui segalanya...
''Aku tau....''
''Kau tau dan kau masih mau bersamanya...''
Alex sama sekali tidak bisa mentoleril sikap Ana yang sangat aneh, ia sudah bertemu Ana sekarang dan ini saatnya membawa Ana pergi dari Arkana, bahkan jika harus bertaruh nyawa Alex sudah tidak perduli...
''Ikut aku sekarang Ana....aku akan membawamu pergi jauh sampai ia tak akan menemukanmu, dan aku akan menghancurkan seorang Arkana saat ini juga...''
Alex meraih jemari Ana dan hendak membawanya keluar namun ia begitu terkejut ketika Ana menghempaskan pegangan Alex dan menatapnya dengan senyuman sinis...
''Aku sama sekali tidak tertarik kepadamu lagi ALex, kau tau benar kalau kau membohongiku, kau juga menyakitiku dengan kejam...''
''Aku punya alasan...''
''Bukankah itu hanya alasanmu....? kau hanya ingin memanfaatkan aku...''
''Tidak....''
''Aku berkata benar Alex akuilah....''jerit Ana tak terkendali..
Alex menghela nafas dan menatap Ana..
''Aku mencintaimu namun kau sudah lebih dahulu di culik olehnya, bahkan kalian menikah dan aku sama sekali tak di beri kesempatan Ana....mengapa kau begitu tak adil..''
''Kalau begitu apa maumu..''
__ADS_1
''Aku ingin kau.......''
''Benarkah....bagaimana jika aku akan melihat perjuanganmu selama sebulan, jika kau memang mencintaiku maka tunjukanlah....setelah sebulan aku akan memutuskan bersamamu atau bersama Arkana.......''
Ana menubruk tubuh Alex dan melangkah meninggalkan pria itu yang mengerutkan keningnya...
Ana...apa maksudnya sebenarnya, perjuangan seperti apa...yang ingin ia lihat?? Alex menyandarkan tubuhnya di dinding dan memejamkan matanya, ia tak bisa merelakan Ana begitu saja...tidak bisa...baiklah...Alex akan membuktikan apapun yang di minta Ana....
Segalanya akan dia berikan kepada Ana..........
***************************************************
Ana membeku ketika keluar dari pintu Mall dan Aksana sudah berada dalam mobil yang lain, pria itu menatapnya dengan tajam.....
''Masuk...''
Ana menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam mobil yang di kendarai Aksana dengan kencang, pria itu membawa mobil itu melaju dengan sangat kencang....
hingga Ana berdehem........
''Aksana.......''
''Kau bertemu Alex.....''
''Ya.......''
Hening........
''Kau mengabaikan peringatanku..apa kau sedang mencobaiku Ana....aku akan membunbuh siapapun yang menghianatiku..''teriak Arkana dengan sangat murka...
Ana menoleh, menguatkan diri meski pistol itu sama sekali tak mau turun dari kepalanya..ia menatap Arkana dengan tajam.....
''Bukankah kau mengijinkan aku untuk melakukannya, bukankah kita sudah sepakat...''
''Kalian berdua bersama di dalam toilet dalam waktu yang lama, apa yang kalian lakukan hah....kalian bercinta? dia menciummu...katakan padaku.....'' mata Aksana membara dengan kemarahan yang tak mampu di bendungnya.
Ana tertawa dengan mata berkaca-kaca.......
''Kau bisa memeriksa tubuhku kau bisa mencium jejak orang lain jika benar aku berkhianat....'' tantang Ana tanpa takut...
Aksana terdiam..........meski ia sudah setuju namun tetap saja rasa cemburu membakarnya dengan tidak terkendali..
''Aku melakukan ini semua demi balas dendam kita, aku.....sangat bahagia karna hari ini aku bisa membalas wanita yang pernah menghinaku dengan kejam, dan aku pikir aku akan membuatmu bangga tapi....apa yang aku liat ini kau sama sekali tidak percaya kepadaku Aksana......''mata Ana berubah menjadi panas.....otaknya di tuntut berputar dengan cepat..dan Ana hanya berharap keajaiban saat ini..
__ADS_1
Aksana menurunkan pistol dan mengangguk.......
''Aku akan mencoba percaya kepadamu Ana..namun jangan pernah mencoba mempermainkan aku atau menipuku, juga melakukan kontak fisik dengannya atau aku akan menembak kepala Alex saat itu juga,...aku tidak punya kesabaran Ana.......''ancam Arkana dengan ketegasan...
Ana mengangguk dengan cepat, suhu tubuhnya kembali normal setelah pistol itu di turunkan dari kepalanya, hampir saja, jika ia salah bicara maka ia akan mati...Ana melonggarkan tenggorokannya...
''Kita akan menghadiri sebuah acara besok dan aku ingin mengenalkanmu sebagai istriku, jadi persiapkan dirimu Ana...''
Suara Aksana menjadi datar dan tenang, dan itu cukup membuat Ana lega...ia pun mengangguk lalu trsenyum...
''Aku akan terlihat cantik di pesta nanti..'' Ana berusaha bersikap tenang...
Aksana pun menoleh kepada Ana, baru beberapa saat mereka berpisah dan ia merasa akan gila dengan rasa cemburunya...pria itu mengambil tangan Ana dan mengecupnya..ia lalu menarik Ana di dalam pelukannya sekaligus untuk meyakinkan perasaannya bahwa tak ada bau lain di tubuh Ana seperti yang ia kira...Ana tidak berhianat seperti tuduhannya...
''Aku tak sabar lagi...untuk sampai di rumah..''
''Yah...sepanjang hari ini aku juga merindukanmu suamiku, mungkin aku tak akan keluar sendiri lagi dan membuatmu cemburu.....''
''Maaf....''bisik Arkana membuat Ana terkekeh........
''Kau tidak bersalah sayang......aku mencintaimu...'' Ana menyunggingkan senyum manisnya..
*******************************************
''Pesta besok akan di hadiri musuh anda tuan, yaitu tuan Arkana dan istrinya...''ucap Asisten Alex sembari menyerahkan sebuah undangan peresmian sebuah Hotel teman bisnis mereka...yang juga teman bisnis Arkana.
Alex menerima undangan itu dan menatapnya, senyumnya terbit di wajahnya dan membuatnya salah tingkah........
''Aku tak sabar lagi untuk datang ke pesta itu...siapkan jassku yang paling mahal..aku harus membuat Ana melihatku...''
Asisten Alex menatap sang tuan dan berniat menggodanya..
"Lalu...apakah tuan Alex sudah punya pasangan untuk datang ke pesta itu."
Alex melemparkan tatapan membunuh kepada sang Asisten dan tatapan itu cukup membuatnya bungkam walau masih tersisa sedikit senyum...
"Bicara sekali lagi dan aku akan menjual organmu pada Arkana dengan harga murah..."
Sang Asisten menjadi pucat...ia lalu buru-buru menggelengkan kepalanya...
"Aku mungkin akan menyiapkan pakaian tuan Alex sekarang...."
Alex terkekeh ketika Asistennya melangkah dengan terburu-buru....
__ADS_1
Alex kembali termenung, membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah foto dari dalam laci dan memandangnya dengan tajam...itu adalah fotonya berdua bersama Ana..
"Anastasya...aku akan merebutmu kembali.." desis Alex dengan tekat yang kuat..