
Damian meninggalkan Aley begitu saja tnpa bicara sepatah katapun hingga ALeysa hanya bisa terpaku di tempatnya...jemarinya terkepal melihat Damian mulai besar kepala. mengapa sekarang Damian malah bersikap dingin kepadanya...??
Aley sungguh binggung harus memulai semuanya dari mana...yah..memang dia melakukan kesalahan besar namun bukan berarti Damian juga harus membalasnya bukan..?
Aley melangkah menaiki tangga dan akhirnya sampai ke kamar mereka Damian sedang membuka jassnya, ego Aley terlalu besar jadi ia merasa bingung, apakah dia harus membantu Damian membuka jassnya, namun bagaimana kalau Damian menolaknya, ia akan sangat malu...tidak...pake cara lain saja,...mungkin dengan menyiapkan airmandi untuk suaminya..??
Aley mengangkat wajahnya namun..ia terlambat karna Damian sudah masuk ke dalam kamar mandi...'Aleysa menghela nafas...
Rasanya berat sekali mengakui kesalahannya, rasanya ia ingin sekali Damian memaafkannya dan menganggap semuanya baik-baik saja...lupakan kesalahannya gampang kan...??
Aleysa masih berpikir terus dengan pikirannya sendiri sehingga tanpa sadar Damian sudah menyelesaikan mandinya pria itu menatap Aley yang sedang melamun dan tidak menyadari kehadirannya..Damian hanya menggeleng, susah sekali mengubah kebiasaan apalagi menurunkan ego seorang Aleysa...Damian tak ingin hatinya melunak lebih dahulu...sebelum Aley menyadari kesalahannya..
Damian lalu masuk ke ruang ganti...dan memakai piyama tidurnya dan akhirnya keluar dari sana,....dan yang membuat Damian bingung adalah Aley masih melamun dengan pikirannya dan tidak sedikitpun melihat ke arahnya, sial sekali...Damian mengepalkan tangannya lalu melangkah ke arah ranjang dan menarik selimut dengan kasar dan membuat Aley terkejut karna memang dia bersandar di ranjang,...
Aley menoleh dan terkejut melihat Damian sudah menarik selimut menutupi tubuhnya...
Astaga...terlalu banyak rencana di kepala Aley hingga ia melupakan kehadiran Damian di sini, dia pasti sangat kesal sekarang...Aley hanya terdiam di tempatnya..Damian pasti akan semakin marah...
Aleysa lalu melangkah ke arah sofa santai di kamar sambil mendekati labtob di kamar...dan mulai mengetik pencarian di internet..
Cara menyenangkan suami..
Dan Aley di buat bingung oleh banyaknya cara, ada yang menyenangkan suami di tempat tidur..
Tapi itu tidak mungkin Damian tak akan pernah menyentuhnya bukan...??
Aley menggeleng.....
Lalu ada yang memberi solusi kepadanya kalau ia harus mengurus keperluan suami seperti menyiapkan jass, menyetrika, memakaikan Dasi..Aley bahkan tidak tau cara menyentrika pakaian seumur hidupnya jadi ia tidak tau..termasuk dasi itu mungkin akan ia pelajari nanti..
Lalu ada solusi membuat makanan atau sarapan untuk suami yang enak,...pasti dia akan senang sekali....
Mata Aley berbinar senang.....ketika ia mulai mendapatkan ide di kepalanya...bagus ia akan memastikan kalau Damian akan senang dengan semua makanannya...
Aley menyandarkan tubuhnya.....ia bisa tidur dengan nyenyak malam ini...karna besok pagi..Damian pasti akan memaafkan dirinya....
Aleysa menyandarkan tubuhnya di sofa....dan tersenyum..walau tanpa di ketahui Aley jika Damian sedang menatapnya dengan penuh arti...
__ADS_1
Apa yang akan di lakukann oleh Aleysa kali ini...??
++++++++++
Pagi sekali Damian tidak menemukan Aley di tempat tidur,...Aley sudah menghilang...biasanya jam segini Aley masih bermalas-malasan sehabis berpesta...
Namun kali ini apa yang dia lakukan...??
Damian lalu turun dari ranjang dan bersiap untuk mandi karna hari ini ada meting penting...dan sedikit penasaran dengan Aleysa...diamankah istrinya sekarang...??
**********
Damian membeku melihat meja makan yang penuh dengan masakan yang terlihat enak...Damian mengangkat wajahnya...dan menatap Aley....
''Dimana kau membelinya...''
Aleysa melebarkan matanya dengan wajah yang tersinggung..
''Damian..kau lihat wajahku...bahkan aku sangat lelah kali ini mengapa kau malah menuduhku membeli semua ini...astaga aku sangat tersinggung...''
Damian lalu duduk dan mulai makan dan mengakui kalau makanan ini terasa enak,....dan membuatnya mengingat masakan sang mama Aira...Damian menatap wajah Aley yang terlihat lelah..apakah selama ini Mama sudah mengajarkan cara masak yang benar kepada Aley hingga ia bisa masak seenak ini...?
Damian menyelesaikan makanannya dalam diam, itu tandanya ia puas...dan Aley bisa bernafas lega,....ketika Damian berdiri ia mendekat...
''Bagaimana masakanku Damian...aku sudah berubah lebih baik bukan, yah...aku berjanji akan menjadi istri yang baik bagimu...''
Aleysa mencoba ingin menyentguh Damian namun lengannya di tahan oleh pria itu...Damian menatapnya dingin.......
''Masih terlalu awal Aley, kau bahkan memuji dirimu sendiri...lihatlah kau memuji dirimu sendiri....
Damian lalu melangkah melewati Aley begitu saja, hingga Aleysa sungguh kesal...
''Baik...aku akan buktikan padamu kalau aku sudah berubah Damian.....tapi aku ingin kita menjemput Aura....aku merindukannya Damian...'' suara Aley menjadi serak...
Damian menoleh dan sedikit iba,...bagaimanapun Aura juga pasti merindukan Aleysa...ini saatnya ia melihat bagaimana Aleysa mengurus putrinya...
Damian melangkah mendekat dan menatap Aley....
__ADS_1
''Baiklah...nanti siang kita jemput Aura,...aku memberimu peringatan Aley..jika kau tidak mampu mengurusnya maka kali ini kau benar-benar akan kehilangannya....''ucap Damian dengan nada ancaman...
Damian lalu melangkah meninggalkan Aley yang menatapnya tajam...
''Awas kau Damian...lihat saja jika aku berhasil mendapatkan maafmu maka aku akan menghukummu lagi....''
Tanpa di duga Aley, Damian melangkah dan menatapnya...
''Apa kau sedang mengumpatku...''
Aleysa terkejut sampai ia melompat...
''Tidak Damian...mana mungkin aku berani...'' jawab Aleysa lalu melangkah ke arah dapur...
Damian hanya tersenyum....beraninya kau ingin menyiksaku...?? desahnya merasa lucu..
Mobil Damian akhirnya pergi...dan Aley merasa bebas....
Aleysa lalu duduk dan tak berapa lama kemudian, bunyi telp di rumah itu berdering dan Aley melompat dengan senyuman...
Aleysa : Halo..Mama...
Mama Aira : Bagaimana.....apakah suamimu suka dengan masakannya..?
Aleysa : Dia sedikit curiga tapi aku lebih pintar mama...mungkin suatu saat aku harus bisa belajar masak dari mama
Mama Aira : Tentu saja...kau menantu kesayanga mama jadi...mama akan mengajarkanmu tapi nanti saja...setelah kalian berbaikan, jadi sayang besok kau mau menu apa lagi untuk makan siang dan malam...mama akan membuatnya...
Aleysa : Mama aku sangat mencintaimu, untung saja aku memikirkan mama ketika Damian marah padaku, jika aku menelfon ibuku maka dia akan membela Damian dan menyalahkan aku....''
Mama Aira : ( Tertawa ) Kau punya dua ibu sayang, jadi jangan khawatir....Mama akan selalu membantumu...Mama juga mencintaimu sayang..
Aleysa : ( Berkaca-kaca ) Aku beruntung ibu....
Mama Aira : Tentu saja....mengertilah Damian, dia sangat mencintaimu sayang dan kau harus mulai belajar menjadi dewasa...kami semua sangat mencintai kalian bertiga....
Hening...
__ADS_1
Ketika airmata Aley menetes lagi......ia sungguh terharu dengan kata-kata mama Aira kepadanya....