Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hati Yang Hancur


__ADS_3

Arkana terlalu marah sehingga menarik tubuh Ana dengan kasar tak perduli walau Ana memohon dan meronta meminta kesempatan namun Arkana tetap tidak mendengarkannya, pria itu membawa Ana sampai di depan pintu dan mendorong tubuh Ana hingga tubuh Ana membentur sofa...airmatanya menetes...


''Dengarkan aku Ana...kau pikir siapa dirimu, kau terlalu beranggapan kau terlalu istimewa bukan, kau pikir aku akan menderita karnamu begitu...''


Ana menutup wajahnya dengan tangan, terlalu sakit mendengar kata-kata Arkana namun ia mencoba mengingatkan hatinya jika Arkana pantas mengatakan hal kejam ini kepadanya...


''Arkana...setidaknya beri aku kesempatan padaku untuk menjelaskan..ya...aku memang mengakuinya aku pernah ingin pergi darimu....tapi itu sebelum,...''


Kata-kata Ana terputus ketika Arkana tertawa...pria itu berkaca-kaca seketika menyadari ia begitu mencintai Ana sedalam ini...hatinya amat terluka menyadari selama ini Ana hanya mempermainkannya hanya mempermainkannya, betapa bodohnya Arkana mempercayai dan memberikan hatinya kepada Ana...dan wanita ini malah menghancurkannya...


''Bagiku kau hanya seperti pelacur di tempat tidurku Ana, aku bisa menggantimu kapan saja...aku bisa menggantimu kapan saja jika aku mau...''


''Tidak Arkana aku mohon padamu, setidaknya kau harus mendengarkan aku Arkana...aku memohon kali ini saja hm....kali ini saja....dengarkan aku...''


''Tidak....aku tak akan percaya wanita sepertimu lagi Ana tidak.....''


''Tapi aku mencintaimu...''


''Cih....cinta seperti apa,....cinta yang mana Ana....mengapa kau harus terus dan terus berbohong...'' teriak Arkana...


''AKu tidak berbohong Arkana...aku mohon dengar.....''


''Tidak...pergilah jauh aku pintu rumahku akan tertutup bagimu...''


Ana menggeleng tak ingin menyerah, ini adalah kesalahannya jadi ia akan mencoba membujuk Arkana apalagi ada anak mereka di dalam rahimnya...


Ketika Arkana ingin meninggalkan tempat itu, Arkana membeku ketika Ana meraih jemarinya dengan gemetar....


''Aku mohon......aku mohon Arkana...yah...aku memang merencanakan aku pergi tapi aku sadar kalau aku tidak bisa meninggalkanmu.....aku mencintaimu dan sebentar lagi kita.....''


Arkana menoleh dengan tatapan membunuh, melihat airmata Ana yang menetes mau tak mau membuat hatinya bergetar, Ana terlihat sangat rapuh saat ini, setidaknya itu yang di lihat Arkana saat ini...namun setelah semua yang terjadi..apakah dia masih bisa percaya...?? tidak...Arkana tak bisa mempercayai Ana lagi.....


Alex benar lebih baik melepaskan dari pada bersama dengan mayat hidup....


Arkana menurunkan pandangan pada genggaman mereka,.....

__ADS_1


''Apa kau pikir aku sebodoh itu untuk memaafkanmu Ana...''


Isakan Ana tertahan......hatinya semakin hancur ketika Arkana menghempaskan pegangan mereka....


''Arkana....tolong...''


''Pergilah jauh dari hidupku Ana sebelum aku membunuhmu....''


''Hoh...Tuhan......''desah Ana begitu sedih, ia sungguh kehilangan harapan sekarang...


''Aku akan menceraikanmu Ana....saat ini juga.''


Ana menggeleng enggan...


''Tidak..jangan melakukan itu Arkana tidak....jangan pernah menceraikan aku aku mohon...''


Arkana tertawa mencemooh.....


''Apakah kau takut aku ceraikan dan kehilangan semua hartaku...''


Ana membeku......tak percaya jika Arkana mampu mengatakan hal sekejam ini kepadanya...


''Baiklah....kau tidak akan kuceraikan namun setiap hari aku akan membawa para wanitaku untuk naik ke ranjang yang sama denganmu..bagaimana.....''


Deg..........


Airmata sakit hati Ana menetes untuk yang terakhir kalinya, sungguh ini lebih menyakitkan dari yang pernah ia rasakan sebelumnya...ini sangat menyakitkan....hingga airmatanya seakan mengering...


Ana pasrah.......


Ia memejamkan matanya sekali lagi memeohon kekuatan pada Tuhannya...kemudian mencopba menatap wajah Arkana mungkin untuk yang terakhir kalinya....sungguh ia tak pernah membayangkan semua akan menjadi seperti ini. jika saja dia mendengarkan kata Dokter Erik, kalau saja ia mendengarkan kata-kata hatinya mungkin hal ini tak akan pernah terjadi....


Seandainya saja...ia bisa melepaskan masa lalunya...seandainya....kini hanya kata seandainya yang begitu menuduhnya dan memberi rasa sakit tak terkira.....


Ana mendekat dan menundukan kepalanya.....ia pasrah, setelah ini bahkan Ana tak tau akan pergi kemana, tentu saja ia tak akan pernah menemui ALex...

__ADS_1


''Maaf.....maafkan aku...yah...aku tidak akan membela diriku Arkana, aku wanita seperti itu,..aku jahat aku kejam dan licik, yah...aku tak ingin merelakanmu karna aku takut jatuh miskin....aku minta maaf....''isak Ana sembari mengigit bibirnya agar menahan rasa sakitnya sendiri....


Arkana menoleh....jemarinya terangkat dan mendekati kepala Ana namun....tangan itu tertahan disana tidak...Ana hanya berakting.,...bukankah dia telah berhasil menipunya dengan wajah polosnya...


''Minta ALex membawamu pergi jauh karna ketika kita bertemu lagi aku mungkin akan melampiaskan kemarahanku kepadamu...''


Ana tidak menanggapi, kata-kata Arkana yang tajam....


''Semoga kau baik-baik saja Arkana, kau bisa tenang sekarang.....aku akan pergi jauh dan aku berjanji kita tak pernah akan bertemu lagi....''


Deg..........


Arkana merasa sesuatu yang berat memukul telah di dadanya, rasanya begitu nyeri...


''Tentu sja...aku pasti akan bersenang-senang, jangan pernah berkata seolah kau perduli kepadaku Ana....kau semakin membuatku muak.....''


Ana tersenyum...dan mengangkat wajahnya...


Menatap wajah Arkana yang tampak masih di liputi kemarahan yang besar...wajah itu yang selama ini di pandangi Ana.,..yang selama ini membuat Ana selalu rindu dan jatuh cinta...


Yah......Ana akan menyimpan semua dalam hatinya dan membawa pergi bersama luka di hatinya.....


''Baguslah,...aku menjadi tenang sekarang....''


Keduanya saling menatap untuk beberapa saat...rasa rindu dan sakit bercampur lewat tatapan keduanya, Arkana tiba-tiba saja ingin mendekat...namun Ana sudah lebih dahulu memutuskan pandangan dan menunduk sekali lagi....


''Berbahagialah dan aku mohon...maafkanlah kesalahanku...maafkan aku....tuan James Arkana....aku mohon...maafkan aku...''isak Ana sekali lagi...


Airmatanya untuk kesekian kalinya menetes......kemudian ia pun mencoba tersenyum, sesaat menatap Mansion tempat tinggalnya bersama Arkana, ia sungguh akan merindukan tempat ini, namun...ia akan menyimpannya sebagai kenangan terindah.... Ana kembali tersenyum walau ironis karna wajahnya penuh airmata.. ia lalu membalikan tubuhnya....dan melangkah pelan...satu demi satu langkahnya seakan berat seperti sedang menginjak duri....


Sakit dan berdarah............


Arkana membeku ketika airmatanya menetes melihat tubuh Ana yang melangkah menjauh..tampak sangat lemah...ingin rasanya ia berlari dan memaksa Ana seperti dulu namun Arkana sadar, dengan melepaskan Ana semua akan jauh lebih baik....Arkana tersungkur duduk di sofanya ketika tubuhnya terlalu lemah bahkan untuk berdiri..


''Yah...Alex pasti akan membahagiakannya lebih dariku...'' ucap Arkana menenangkan hatinya...

__ADS_1


Ana sungguh merasa hancur ketika ia melangkah menjauhi rumah besar itu sembari sebelah tangannya memeluk perutnya dengan sayang. membayangkan hidup sendirian membuat Ana seakan tak punya pegangan..bagaimana hidupnya nanti...bagaimana..?


''Maafkan ibu anakku...maafkan ibu......''isak Ana dengan airmata yang menetes untuk kesekian kalinya....


__ADS_2