Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kemenangan Will


__ADS_3

Keduanya masih berdiri di atas tebing dengan saling menatap tajam...


''Day...kau hamil..''


Day merebut tespek itu lalu melemparnya ke dalam jurang hingga Will meradang..


''Apa perdulimu, bukankah kau sedang bersama dengan kekasihmu...mengapa kau malah datang padaku mengapa...''


''Dayse.....''


''Yah...kau membuatku gila Will aku tak bisa mengerti mengapa kau...terus saja mengikutiku padahal ada banyak wanita di samping kiri kananmu..kemarin Luna lalu hari ini Santi entah besok siapa lagi......''


''Apakah itu artinya kau sedang cemburu...''tatap Will tak sabar...


Day memijit dahinya yang terasa sakit...


''Kau sudah gila...minggir dari jalanku...''


Day melangkah cepat menuju mobilnya...


''Aku tak akan menceraikanmu jika kau benar-benar sedang hamil..''


Day berbalik...


''Kita akan bertemu di pengadilan sekarang juga...aku akan beritahu pada ayahku...''


Will meraih lengan Day dan keduanya saling menatap tajam....


''Aku sangat heran kepadamu Day, kau jelas-jelas sedang cemburu namun kau masih menyangkalnya..kau benar-benar membuatku pusing...apa maumu, kau sedang hamil anakku lalu kau mau tetap bercerai apa kau sudah gila....aku tak ingin kehilangan anakku...''


''Aku akan bicara pada ayahku bahwa kau sudah memaksaku dan membuatku hamil...kita liat ayah akan berpihak kepada anaknya atau kepada orang asing...''


''Aku bukanlah orang asing Dayse aku adalah suamimu, itu berarti kau adalah istriku...''


''Lepas....kau menduakan aku........''


Deg!!!


Will membeku....Day juga sama, ia tak menyangka bisa mengatakan hal itu kepada Will....


''Kau bilang apa...''


''Aiisss lepaskan aku, aku mau pulang...''


Day membuka pintu mobil namun Will kembali menutupnya hingga gadis itu menjadi gusar...


Will malah membawanya ke dalam mobil pria itu dan memasukan tubuh Day ke dalam sana....lalu pria itu melangkah mengitari mobil dan masuk ke dalam stir mobil..


''Will....aku mau pulang..''

__ADS_1


''Aku pasti akan membawamu pulang Day namun kita harus memastikan kehamilanmu lalu kita akan kerumah ayahmu aku akan mengaku...''


Day tentu saja menolak..ayah akan membunuhnya dalam sekejap jika dia membawa dua kabar penting sekaligus, menikah dan hamil...? tidak..Day tak berani mengambil resiko itu,....


''Will...jangan menemui ayahku apa kau benar-benar sudah gila....''


''Mengapa aku tak boleh menenmuia ayahmu,...meski dia akan membunuhku aku sama sekali tidak takut...''


''Will...aku belum siap menemuinya aku takut...'' wajah Day begitu ketakutan hingga nafasnya mulai tidak teratur.. dan Will pun menjadi iba...


Mobil berhenti di tengan jalan dan membuat keduanya hening...


''Apa kau akan merasa malu mengakui bahwa aku suamimu...''


''Tidak....''


''Lalu mengapa kau ragu...''


''Willl kau sungguh tak tau siapa aku sebenarnya, aku gadis yang jahat dan bermasalah..,.ayah dan ibu pasti akan marah lagi, kau tau mengapa aku berada di kapalmu waktu itu...'' tanya Day..


''Aku tak tau...''


''Aku mencelakai istri Damian yaitu Aley karna cemburu, aku wanita yang buruk hingga membuat malu ayah dan ibu..jadi Will...aku tak bisa membuat mereka marah lagi padaku aku........''


Kata-kata Day menguap ketika Will meraihnya di dalam pelukan...dan airmata Day pun menetes di wajahnya...isakan sedih terdengar di sela pelukan...


''Aku mencintaimu Day....bagaimanapun ke adaanmu aku juga bukan pria yang baik, namun kita berdua akan bahagia kalau bersama...aku tak pernah ingin menceraikanmu Day...aku sangat mencintaimu,.,....''


''Aku juga mencintaimu Will..


Will menjauhkan tubuhnya, mereka saling menatap tajam..


''Apa aku tidak salah dengar mungkikah aku sedang bermimpi...''


''Tidak...ini kebenaran Will...aku minta maaf, aku terus menyakitimu selama ini dan tidak menjadi dewasa..padahal aku juga mencintaimu...aku....''


Kata-kata Day menguap ketika Will melum** bibirnya dengan lembut, ciuman mesra itu berubah menjadi panas dalam sekejap di dalam mobil yang menjadi saksi luapan cinta dua anak manusia yang sedang jatuh cinta setelah menikah...


Will sungguh bahagia karna ia memenangkan pertandingan cinta yang begitu menguras pikiran dan emosinya...namun semua seolah terbayar lunas dengan jawaban cintanya dan kehamilan Day yang begitu ia rindukan..


**********


Will tak berhenti memandangi hasil foto usg yang ia pegang, ternyata Day sudah hamil 3 bulan, itu artinya pembuahan itu terjadi setelah Day turun dari kapal hanya saja istrinya tidak menyadari kehamilannya..


Janin yang masih sangat kecil itu begitu menggetarkan hati Will sehingga seolah tak lelah ia memandanginya...sedangkan Day hanya tersenyum lega..andaikan dia mau jujur dari dulu mungkin mereka tidak akan tersiksa karna perasaan yang begitu menyesakan dada...


''Sudah cukup Will, kau bahkan memandanginya sejak 30 menit yang lalu...'' Day menatapnya tajam..


Will tersenyum minta maaf...

__ADS_1


''Aku jatuh cinta padanya sayang..maaf..''ucap Will sembari mengecup punggung tangan Day dengan lembut...


''Jadi bagaimana hubunganmu dengan Derrek, kau sudah memutuskannya...''


''Yah.....hubungan kami sudah berakhir aku sadar aku cemburu melihatmu tadi...tapi bagaimana dengan Santi...''


Will tersenyum...


''Dia hanyalah seorang teman yang membantuku membuatmu cemburu.''


Day melebarkan matany dengan ekpresi marah, namun Will segera mendekapnya dengan erat hingga Day tak mampu melakukan apapun....


''Kau benar-benar....''


''Maafkan aku istriku aku sungguh minta maaf....'' bisik Will dengan suara yang lembut dan Day menjadi tertawa..


''Kau benar-benar hebat yah....''


''Tentu saja aku adalah Will. si penguasa lautan yang cerdik..''


Dayse memutar bola matanya menyerah...


''Lalu kemana kita sekarang sayang....''bisik Will tak henti-hentinya mengecup jemari Dayse...


''Aku ingin makan sesuatu, kita pergi kesana sekarang..''


Will mengangguk, jemarinya membelai perut Day dengan sayang...


''Papa akan melakukan apapun untukmu sayang...''


''Terimakasih papa..'' suara Day menjawab hingga keduanya saling menatap dengan senyuman bahagia...


*********


Malam ini Day tertidur sangat lama, karna seharian penuh ia berjalan-jalan bersama dengan Willl yang memenuhi kebutuhan ngidamnya...


Dayse lalu membersihkan dirinya dan melangkah keluar kamar...lalu menuruni tangga di kehamilannya Day sudah merasakan lelah dan malas...namun ia ingin terus bersama dengan Will suaminya, sayang sekali mereka belum jujur kepada sang ayah tentang pernikahan mereka dan juga kehamilannya...


Dayse masih merasa takut.....


Dayse menuruni tangga dengan hati-hati namun ketika sampai di ujung tangga, ia membeku melihat Will sedang duduk di hadapan kedua orangtuanya...


Tatapan Day seakan ingin menangis saja...ia sungguh ketakutan, mengapa Will berani datnag menemui orang tuanya...?


Sang ibu Maya yang lebih dahulu menyadari kehadiran Day...


''Dayse....''


Semua mata kini tertuju kepadanya dan membuat Day merasa gugup sekali...

__ADS_1


''Ayah..ibu.....dan Will,.....mengapa kau datang..'' desah Dayse gemetar...


Will mengeraskan wajahnya sementara sang ayah hanya menatapnya dengan kebekuan yang kentara....


__ADS_2