
Diza pulang ke rumah dengan wajah yang di liputi ketakutan, gadis itu segera masuk ke dalam rumah lalu menuju dapur, mengambil pis*u dapur dan gunting lalu menyimpannya, bahkan para pelayan menatapnya penuh tanya ketika Diza mengambil itu semua...namun mereka tidak berani brtanya apa yang terjadi dan mengapa sang nyonya mengambil benda taj*m untuk di bawa ke kamar..
Diza menaiki lantai atas kamarnya lalu mengarahkan langkahnya ke arah kamar, dengan gemetar Diza masuk dan mengunci pintu dari dalam...Diza membeku di tengah ruangan, jantungnya berdebar takut sementara kedua tangannya memeluk perutnya dengan erat dengan gerakan melindungi,
Airmatanya menetes ketika ia naik ke ranjang dan duduk disana, ia tau benar kalau Mark tak akan melepasnya, pria itu benar-benar sudah gila karna ingin membunuh anak kandungnya sendiri...namun tentu saja Diza tak akan membiarkannya..
Selama ini dia sendirian dan kesepian, dan ketika Tuhan yang memberinya anugrah maka Diza akan mempertahankan anaknya dengan segala kekuatannya, meski harus melawan suaminya sendiri...
Diza memejamkan matanya berusaha kuat untuk menahan perasaan sedihnya, airmatanya menetes, ketika anaknya bahkan tidak di inginkan oleh ayah kandungnya...Diza merasa hancur, yah....ia mulai mengelus perutnya dengan lembut..
''Anakku maafkan Mommy nak, bahkan Daddymu tidak menginginkanmu namun jangan sedih,...Mommy akan mempertahankanmu dengan seluruh jiwa Mommy nak...Mommy tidak akan pernah melepasmu...tidak akan...jadi kau harus kuat dan bertahan demi Mommy, kita akan bertemu....'' isak Diza dengan mata yang basah...
Diza memejamkan matanya, sekali lagi ia harus merahasiakan semuanya dari orangtuanya karna bagi Diza ia tak akan pernah menyulitkan orang lain...di mata orangtuanya dia harus terlihat bahagia tanpa tekanan...
Diza memejamkan matanya, tubuhnya merinding ketika mendengar suara mesin mobil memasuki garasi rumah, itu mobil Mark..ya ampun, dia sudah kembali..
Diza berdiri...dan menjadi ketakutan, pis*u dan gunting di sembunyikan di belakang tubuhnya dan Diza berdiri dengan gemetar menatap ke arah pintu...
Deg!!!!
Deg!!!!!!!
Deg!!!!!!!!
Jantung Diza berdegup dengan kencang ketika ia mendengar suara pintu kamar yang terbuka....
Deg!!!!!!!
Di saat yang sama, pintu terbuka dan sosok Mark berdiri di tengah ruangan...
Mereka bertatapan dengan tajam......
''Diza..........'' desis Mark lalu melangkah mendekatinya........
******************
Dayse menjadi lega setelah pulang dari rumah Keluarga James Arkana, ia lalu melangkah mendekati kakaknya dan orangtuanya...
''Kau mau kemana lagi sayang...''ucap Dave membelai rambut Dayse...
Dayse tersenyum...
''Aku ingin menemui temanku bunda, ayah...aku harus bertemu dengannya...''ucaop Dayse dengan senyuman lembut,..
''Kakak akan mengantar...''ucap Denis masih khawatir namun sekali lagi Dayse menolak...
__ADS_1
''Aku akan baik-baik saja kakak, lagipula ini di kota kelahirannku dan aku menghafal jalan..''
Mereka akhirnya menyerah dan mengangguk, sekali lagi memberi kepercayaan kepada Day...
''Baiklah sayang, jangan lupa memberi kabar pada kami..''
''Baiklah......'' balas Dayse...
Setelah orangtuanya pergi, Dayse lalu masuk kedalam mobilnya, ia sudah menghubungi Mr. Derrek dan mereka akan bicara, ia akan melepaskan semuanya dan hidup baru, jadi sebelum itu ia harus bisa menyelesaikan masa lalu gelapnya..
Sebuah Restoran privat...
Dayse melangkah menuju meja yang telah di pesan oleh Mr. Derrek, dari jauh tampak pria itu menatapnya dengan tajam...
ketika mereka sudah saling berhadapan Derrek tersenyum dan menatap Day...
''Day...lama tidak bertemu......''
''Mr. Derrek....''
''Panggil aku Derrek saja, silahkan duduk...''ucap Derrek mempersilahkan Day untuk duduk..
Hening di antara mereka ketika mererka hanya saling menatap dalam kecanggungan..
''Day...sudah lama kita tidak bertemu dan kau tampak berbeda..''ucap Derrek tersenyum..
''Aku membayar mahal atas dosaku kepada Aley...dan aku sangat berdosa kepadanya...''
Derrek membeku, lalu menatap Day....
''Day....''
''Aku pikir aku bisa mendapatkan segalanya dengan merampas kebahagiaan Aley, namun Tuhan mengijinkan aku mengalami hal yang lebih buruk dan aku benar-benar menyesal.......''
''Aku mengerti Day, aku ingin kau tau...aku juga sudah menyerah..'' ucap Derrek menatap Day dengan tajam..
Day menoleh dengan hati-hati berusaha menemukan kebohongan di wajah pria ini dan ia tersenyum, ketika sadar Derrek benar-benar menyerah..
''Bagus Derrek, aku rasa ini saatnya kita mulai berhenti mencuri kebahagiaan orang lain dan fokus mencaeri kebahagiaan kita masing-masing tanpa harus merebut...''
Derrek mengangguk dan tersenyum jauh di dalam hatinya dia merasa bangga dengan cara berpikir Day yang semakin dewasa, entah apa yang telah di alami Day namun Derrek yakin, peristiwa yang di alami Day adalah titik balik dalam kehidupannya sehingga ia menjadi semakin terlihat sabar dan manis...
Sesuatu di hati Derrek menghangat..
''Kau semakin dewasa Day...''
__ADS_1
Day menundukan kepalanya dengan senyuman...
''Aku menganggapnya adalah pujian...''
Keduanya tertawa seketika, suasana berubah menjadi santai dan akrab, mereka saling bertukar cerita selama perpisahan...
''Jadi kau melewati kecan buta beberapa kali dan semuanya gagal..'' ucap Day melebarkan matanya dengan tak percaya...
''Mereka bilang aku terlalu kaku...menurutmu bagaimana Day... mengapa para wanita menghindariku..aku sangat putus asa...''
Day memutar bola matanya sambil berpikir,
''Hmm...Dosen identik dengan seseorang yang pintar dan beberapa wanita memang tidak suka jika berkencan dengan seseorang yang terlalu pintar dan cenderung tau segalanya..kami butuh di puji,...jadi aku sarankan bila wanita bertanya sesuatu kepadamu lebih baik kau pura-pura ragu atau tak tau,....paling tidak kau menjaga ego mereka karna pada dasarnya wanita suka di puji dan suka terlihat pintar........''
Derrek membeku sembari memijit pelipisnya selama ini ketika ia berkecan maka ia akan menceritakan segala pengetahuan yang dia tau dan berharap wanita itu akan memujinya namun di luar dugaan, mereka malah ilfil dan menjauh....
''Day aku benar-benar, putus asa...''
''Kau hanya belum mencobanya Derrek, tapi bisakah aku memberimu saran.......''
''Katakan,...'' Derrek bersedekap...
''Aku pikir dari pada kau membuang waktu berkeliling demi kencan buta, bagaimana jika kau mulai mencari cinta sejatimu Derrek, aku lebih bahagia ketika bisa menghabiskan waktuku bersama orang yan g aku cintai.....''
''Bagaimana denganmu Day.......''
''Hah........''
Derrek tampak gugup namun menahan sesuatu..
''Bagaimana jika kita berdua memulai sebuah hubungan..bagaimana kalau...kau dan aku...kita menjalin hubungan seperti sepasang kekasih,...Day aku pikir kau tau aku dan aku tau siapa kau...kita cocok.......''
Dayse menjadi gugup...ia pun berdiri dengan wajah beku..
''Aku harus pergi Derrek, maafkan aku.......''
Day menunduk hormat lalu melangkah keluar dari Restoran, sementara Derrek berlari mengikuti langkah cepat Day...
Ketika Day menuruni tangga Derrek menangkap jemarinya dan menariknya mendekat hingga Day jatuh di dalam pelukannya..
Mata mereka bertemu,....dan saling menatap.....
''Day.....kurasa aku menyukaimu sejak pertemuan kita tadi...'' ucap Derrek tegas...
''Apa....'' desah Day membeku...
__ADS_1
Demi menyegarkan ingatan visual Dayse, Derrek dan Will silahkan liat di grup chat author ya
❤️❤️❤️