
Dilan tersenyum ketika Dark menatap tajam kepadanya, mereka berdua sedang berada di sebuah ruangan khusus, saat ini Dilan mendapat kunjungan dari musuh besar Mark...
''Jadi kau akan menghancurkannya malam ini Dark..''
''Yah...aku tak akan menundanya sedikitpun Dilan, sudah lama aku menantikan ini...aku tak sabar lagi untuk melihat kekalahan seorang Mark Wiley...''
Dark mengerutkan kening menatap sorot mata Dilan yang penuh dendam dan tak tahan untuk bertanya...
''Apakah kau punya alasan yang kuat untuk membantuku Dilan, yang aku tau kalian bersaudara...''
Dilan tersenyum dingin, saudara....bagaimana bisa dia menganggap Mark saudara ketika dia merebut Diza darinya, bagaimana mungkin Mark bisa rela menyadari kalau Mark menjebak Diza dalam pernikahan tanpa cinta..Dilan tak akan pernah membiarkan Mark hidup dengan tenang...pria itu akan merasakan bagaimana rasanya di khianati oleh orang terdekat...
''Aku hanya ingin menyadarkannya bahwa dunia tak selamanya berada di dalam genggamannya dan aku pastikan Mark akan belajar banyak hal..''
Dark menganggukkan kepalanya....mereka akan mengahancurkan gudang terbesar milik Mark yang tersembunyi, disana terdapat gudang senjata yang sangat mahal dan bernilai ratusan juta dolar, dan hampir kekayaan Mark bersumber dari sana..jika gudang itu di hancurkan maka...Mark akan jatuh miskin dan bukan itu saja, identitas Mark sebagai Mafia akan terbongkar, ia akan jatuh tanpa mampu bangkit lagi..
Dark sudah membayangkan kekalahan Mark di depan matanya, dia akan menangis darah dan tidak mungkin selamat...
''Jadi kapan kau akan melaksanakan penghancuran itu Dark..'' tanya Dilan tidak sabar...
Dark tersenyum dingin, jemarinya terkepal...
''Aku akan menghancurkanya pada waktu yang tepat dan kau Dilan, kau tinggal menunggu kabar baik...''
Dilan tertawa dengan kencang, sinar matanya membara menahan berjuta perasaan, ia tak sabar lagi melihat Mark hancur dan merebut kembali Diza darinya...
sungguh Dilan menunggu dengan harapan yang besar...
*********************
Siang ini Dilan mengamati Diza yang sedang berada di perpustakaan, pria itu melangkah dan mendekati Diza yang sedang serius menatap buku di hadapannya..
Dilan mendekat.....
''Ehm.,...''
Diza mengangkat muka dan menemukan Dilan tersenyum kepadanya, sontak Diza juga tersenyum...dan membuat suasana mencair.. hati Dilan menghangat lalu mendekati Diza dan duduk di hadapannya...
''Kau tidak marah kalau aku duduk disini kan..''
''Lakukan sesukamu Dilan, kita berada di perpustakaan....''
__ADS_1
Dilan menganggukan kepala...lalu meletakan sebuah buku di atas meja dan menatap Diza...
''Kau tau jika kekuranganku adalah pengetahuan sejarah....bisakah kau membantuku seperti biasanya Diza.....''tatap Dilan memasang wajah memelas..
Diza menatap buk itu dan tertawa kecil, mau tau mau ia ingat dengan kebersamaan mereka dulu...
''Aku akan menerima pernikahanmu Diza...namun bisakah kita menjadi teman seperti dahulu, kau tau jika aku...tak pernah bisa jauh darimu....''
Deg!!!!!
Diza menatap mata Dilan yang terlihat redup dan sedih, matanya juga berkaca-kaca bagaimanapun dia tidak boleh egois..dan melupakan temannya apalagi Dilan bukanlah orang lain dalam kehidupannya...mereka saling mengenal sejak kecil...
''Dilan..kau tau bagaimana sikap Mark, aku...tak ingin bertengkar karna kecemburuannya....bisakah kita berteman seperti dulu namun tanpa menunjukannya pada Mark...aku sungguh tak ingin membuatnya marah...''
Sinar mata Dilan menyala.....ia kemudian mengangguk,
''Aku tak akan pernah membuatmu menderita karna diriku Diza....baiklah kita akan mesra di belakang Mark, yang penting adalah aku mendapatkan kembali temanku yang hilang..''
Diza tersenyum di wajah cerahnya....ia lega karna Dilan mengerti bagaimanapun ia sudah menikah dan selalu ada batasan dalam sebuah hubungan...
''Jadi manakah yang kau tidak tau, aku akan membantu...''
Diza menurunkan pandangan dan menatap buku di hadapannya...sementara Dilan menatap wajah Diza yang semakin cantik dan dewasa dari hari ke hari...
Sementara...
Diza memperhatikan jemari Diza yang sedang membahas mata kuliah yang ia ingin tau..
''Disini Diza.aku tak mengerti soal ini..''
Diza menyipitkan matanya tajam..
''Bagaimana kalau kau menghentikan petualanganmu dengan para wanita itu Dilan...kau benar-benar harus serius belajar....'' desis Diza mengomel namun Dilan hanya tertawa senang melihat sikap Diza kembali seprti dulu...
***********
Siang hari,...
Seperti yang sudah di prediksi Dilan hari ini dia keluar lebih dahulu menuju mobil dan menunggu seseorang yaitu Mark....dan seperti yang ia duga..
Mark datang untuk menjemput Diza di kampus, dan bagi Dilan inilah kesempatan untuk memprovokasi Mark...
__ADS_1
Mobil Mark sampai di parkiran kampus dan ia pun keluar dari dalam mobil, begitu melihat Dilan otomatis jemarinya terkepal dengan kuat,...ia mendekati Dilan dan menatapnya tajam...
''Apa kabar kakakku Mark...''
Mark tersenyum dingin....
''Aku merasa iba kepadamu, kau terusir dari rumah dan....malah sekarang hidupmu seperti layangan putus, sayang sekali aku turut prihatin....'' Mark terlihat sedih..
Dilan tertawa.....
''Bukankah kaulah yang harus prihatin kakak, aaah...Diza sama sekali tidak tau jika suaminya adalah seorang Mafia kejam...bagaimana kalau dia tau kalau kau hanyalah seorang Mafia yang bersembunyi di jubah doktermu.. bagaimana kalau dia akhirnya tau jika kau....menipunya...'' ucap Dilan dengan sikap yang tenang...
Mark terpancing, ia segera menarik kemeja Dilan mendekat dan menatapnya tajam...
''Aku masih menahan diri untuk tidak melukaimu demi memandang hubungan kita....tapi rupanya kau benar-benar ingin menguji kesabaranku Dilan aku...tak akan pernah membiarkanmu melakukan sesukamu.....''
''Apakah kau takut Mark,..dengarkan aku baik-baik kau akan kuhancurkan dan Diza akan kembali menjadi milikku...''
Mark sungguh tak mampu lagi menahan emosi...sekuat tenaga ia menghantam wajah Dilan hingga pria itu terjatuh ke tanah...hidungnya mengeluarkan darah..
Dan tepat di saat yang sama DIza melangkah mendekat dengan tak percaya...melihat Dilan mengerang di tanah, wajahnya berdarah sementara Mark berdiri dan siap memukul Dilan lagi....
Namun Diza menahan tangan Mark sekuat tenaga,....hingga keduanya saling berhadapan..Diza benar-benar marah karna Mark memukul Dilan...
''Aku sama sekali tidak mengerti Mark, kecemburuanmu tidak masuk akal...Dilan saudaramu, mengapa kau harus memukulnya,...mengapa.....''
Mark menatap Diza dengan tajam..
''Masuk ke dalam mobil Diza....masuk sekarang...''
''Tidak....aku pikir kau sudah keterlaluan dengan memukulnya dan aku tidak terima Mark, mungkin aku harus kembali ke rumah orangtuaku..'' desis Diza melangkah meninggalkan Mark yang meradang...
Sementara Dilan tersenyum menang ke arah Mark, ingin rasanya Mark menghabisi Dilan saat ini juga namun ia pikir belum saatnya. Diza lebih penting dari apapun..
Mark melangkah mengejar Diza yang berjalan di sisi jalan....mencekal tangannya hingga Diza terpaksa berbalik...
''Mark lepas.,......''
''Kau adalah istriku Diza...aku tidak menginjinkanmu kemanapun, sekarang masuk ke mobil...''
''Tidak...aku tiak mau, kesalahan bagiku ketika aku mengalah Mark, tapi hari ini dengan kau memukul Dilan aku sadar kau sakit....kau dokter yang sakit..''
__ADS_1
Tatapan Mark berubah dingin...
''Apa katamu....''