Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Emosi


__ADS_3

Ana membuka mata di pagi hari dengan tubuhnya yang lelah, akibat hukuman Arkana yang melelahkan Ana bahkan tak mampu melarikan diri ketika suaminya dengan garang berkali-kali membawanya dalam gairah yang seakan tak pernah habis...


Ana mengeluh...Arkana benar-benar seolah kehausan di padang gurun dan baru menemukan mata air..


Ana kemudian bangkit dari sana perlahan untuk membersihkan diri..walau tubuhnya lelah tapi ada rasa lega karna ia bisa memuaskan suaminya..hubungan mereka membaik sejak semalam dan Arkan sudah memaafkannya...


Rencananya benar-benar ampuh..Ana tersenyum menang,.....


**********************************************


Siang harinya.....


Ana sedang duduk bersantai di lantai bawah dengan Alex yang menunggu Arkana sejak tadi..


sambil menggendong baby Aleysa, Alex begitu bahagia hingga Ana yang menatapnya dengan senyuman...


Ia ikut sedih karna ternyata Maya tidak bisa bersama Alex, harus mencari dimana lagi...? Alex begitu dingin...


''Apakah menurutmu jass yang aku coba kemarin baik untukku..''ucap Alex bertanya....


Ana mengangguk dengan cepat.....


''Kau sangat tampan...aku berharap kau menemukan seseorang yang baik Alex...atau kau mau ke kenalkan dengan....''


''Tidak...cukup...jika sudah waktunya maka aku akan menemukan sendiri Ana terimakasih...''ucap Alex dengan senyuman dingin...


Ana hanya terkekeh dengan menahan geli...


''Dimana Arkana...mengapa dia lama sekali....bagaimana kalian..apakah sudah berbaikan...''tanya Alex ingin tau...


Ana tersenyum...


''Yah..mana bisa Arkana marah padaku dalam waktu yang lama...'' Ana menyombongkan diri hingga Alex hanya menggelengkan kepalanya...


''Baiklah kau memang tak terkalahkan....''


Ana tersenyum...


Sementara Arkana turun dari tangga dengan wajahnya yang segar setelah habis mandi, menatap Alex dengan senyuman...


''Kau sudah menunggu lama Alex...''


''Cukup lama sampai baby Aleysa tertidur lagi..''


Arkana terkekeh...lalu mendekati Alex...tak luput pandangan matanya menatap Ana dengan senyuman, lalu pria itu mengedipkan matanya dengan penuh senyum...


Ana tersenyum malu.....


''Bagaimana kalau kita pergi sekarang.....''

__ADS_1


ALex setuju lalu menyerahkan baby Alesya ke tangan Ana, lalu keduanya pun pamit.....


Sementara Ana menggendong sang anak sambil bersenandung....dan ponselnya berdering dengan kencang...Ana menurunkan pandangan dan menyadari jika ada nomor yang baru menelfonnya...


''Siapa....'' desahnya mengerutkan kening....


Ana segera mengangkatnya telp dengan kerutan di dahinya,......


*******************************************************


Arkana dan Alex memasuki Hotel dan mencari sosok Dave, keduanya sungguh tak sabar memberi pelajaran kepada pria itu yang beraninya memakai cara kotor untuk menyerangnya...


Resepsionis begitu terkjut sekaligus terpana melihat kedua pria tampan itu memasuki loby Hotel..ada beberapa ansk buah berbadan tegap yang mengikuti langkah mereka di belakang...


Seorang pertugas membungkuk seraya menghalangi langkah mereka..


''Tuan-tuan...maaf tapi anda sedang mencari siapa...''


Arkana mendekat dengan tatapan tajam....


''Dimana Dave...kami ingin menemuinya...''


''Maaf.....tapi apakah tuan sudah membuat janji...''


Alex kehilangan kesabaran, ia mendekati pria itu dan mengeluarkan pistolnya...menempelkannya di kepala petugas itu...


''Tu...tuan...''


''Cukup katakan dimana ruangannya dan kami akan naik sendiri dan jangan coba menjadi pahlawan atau aku akan menembakmu...''desis Alex sungguh-sungguh...


''Baa..baik tu..tuan...di lantai 20..''ucap petugas itu dengan ketakautan...


Semua yang ada disana menjadi ketakutan ketika aura membunuh kentara di wajah kedua mafia itu...Alex dan Arkana kemudian melangkah menuju lift dan...masuk ke dalamnya...


Sementara petugas yang ada disana lalu menginformasikan kedatangan kedua pria asing ini dengan suara yang tercekat...


*************************************************


Arkana menatap Alex ketika mereka sampai di lift,.....


''Aku tak akan mengampuninya Arkana....'' desisnya penuh dendam..


''Kau harus tenang Alex...aku tau kau sangat marah karna Dave telah memperalat Maya namun..kita datang untuk memperingatkannya,...membunuhnya di Hotelnya sendiri itu sama saja kita bunuh diri..ada banyak cctv disini dan para anak buahnya tidak akanmelepaskan kita....''ucap Arkana dengan pertimbangannya...


Jika dulu Arkana bahkan tidak segan-segan untuk menghancurkan musuhnya namun sekarang...ia melakukan apapun dengan berbagai pertimbangan karna ada istri dan anaknya disini yang harus menjadi prioritasnya..Alex sungguh tak ingin terjadi sesuatu dengan keluarganya...bahkan ia mampu mengorbankan apapun demi menjaga mereka...


Dan Alex akhirnya mengangguk mengerti...tentu saja perkataan Arkana benar...ia juga menyayangi Ana dan anak mereka...pria itu mengerti perasaan Arkana saat ini...ia pun melirik Arkana...betapa Arkana sudah sangat berubah saat ini...dan Ana benar-benar wanita istimewa hingga mampu mengubah Arkana...


''Baiklah aku minta maaf Arkana..aku hanya sedikit tak sabar menghadapinya..''

__ADS_1


''Kita akan membalasnya Alex...tapi bukan sekarang...mata-mata kita sudah di tempatkan di sisi pria ini dan biarkan mereka bekerja..kita berdua akan memberinya pelajaran yang akan membuatnya mengingat luka itu.........


Ting!!!


Pintu lift terbuka dan keduanya melangkah keluar...Alex menganggukan kepala...


''Aku percaya padamu Arkana.....''


Arkana tersenyum mengangguk dan merekapun terus melangkah hingga seorang wanita menunduk ke arah mereka..


''Tuan....''


''Kami ingin bertemu bossmu...dimana ruangannya...''tatap Alex tak ramah...


''Tuan Dave sudah menunggu anda berdua di dalam...mari..aku akan mengantar tuan kesana..''ucap Dian dengan senyum yang...beku...


Arkana dan Alex saling menatap dan langsung mengikuti wanita itu menuju sebuah pintu besar yang menghubungkan dengan ruangan Dave...


Wanita itu menempelkan jemarinya sebagai sidik jari dan membawa masuk kedua tamu yang sudah di tunggu sang tuan...


Ceklek!!!!


Pintu terbuka dan keduanya masuk, mendapat Dave sedang duduk di sofa dengan senyuman tajam...


''Apa kabar tuan-tuan Mafia yang terhormat..'' sapa Dave dengan sopan..


''Kau masih bisa bersatai setelah apa yang lakukan...? setelah kau...mengacaukan keluarga kami...'' Arkana mengeraskan tatapannya..


Mendengar tuduhan itu membuat sosok Dave bangkit dari kursi ternyamannya dan mendekati kedua sahabat itu...ia bersedekap dengan senyum menjengkelkan..


''Aaah...jangan bilang kalau kalian berdua datang untuk menyerangku...hmm..itu tidak adil..'' lirik Dave berdiri dari tempatnya duduk...


Arkana berdiri dengan kemarahan yang tertahan....sementara Alex tidak bisa menunggu lagi...melihat pria ini semakin membuat darahnya mendidih,..Alex tak dapat menahan amarahnya..sekejap saja ia mendekati Dave dan sesaat kemudian...


Bugghhh!!!!!!


Kepalan tangan Alex yang kuat menghantam wajah Dave dengan sangat keras, hingga tubuh pria itu terhuyung jatuh ke lantai di ruangannya...


Karna kerasnya pukulan Alex sampai mulut Dave mengeluarkan darah segar..


Sementara Arkana hanya menggeleng...Alex sungguh tak bisa mengontrol emosinya...Arkana memlilih membiarkan Alex melampiaskan kemarahannya....sampai ia puas...hanya saja jangan sampai dia mati....


Alex kembali meraih ujung Jas Dave dengan mudah,...hingga keduanya saling menatap tajam....


''Siapa yang tak adil disini...? kau sangat pengecut hingga beraninya memanfaatkan Maya untuk menghancurkan keluarga kami.....apa kau tidak mampu menghadapi kami secara langsung...''


Dave mengerang......


''Perang belum di mulai Alex..bukankah itu bagian dari strategiku karna aku begitu pintar...'' Dave tertawa dengan suara kemenangan yang nyata hingga Alex kembali mengangkat tangannya ke udara....

__ADS_1


__ADS_2