Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hukuman


__ADS_3

Hening......


Ketika suara lantang Derrek menggema di ruangan yang luas itu dan menggetarkan hati Aleysa. gadis itu terpaku di tempatnya berdiri..pandangannya lurus menatap mata Derrek yang sangat tajam..


Hening lagi...


Para mahasiswa diam seribu bahasa seperti bisu, Aleysa menghela nafas...


''Mr. Derrek, maafkan saya...''


Tanpa di duga Aleysa..sang Dosen lalu turun dari podium dan melangkah lurus ke arahnya, sementara Damian yang duduk di belakang tampak mengepalkan tangannya..


Derrek terus melangkah...mendekati Aleysa sampi keduanya berdiri saling menatap tajam...


''Siapa namamu...''


Aleysa berdehem, memalingkan wajahnya dengan sangat gugup lalu kembali menatap Derrek dengan matanya yang takut-takut.


''Nama saya...Aleysa...Aleysa Arkana...''


Derrek tersenyum sinis, melihat tampilan Aleysa yang tak bercacat, gadis ini adalah gadis manja yang berlindung di balik kekayaan orangtuanya, meski tak bisa di pungkiri kalau dia sangat cantik.


''Baik...jadi kau Aleysa...setelah ini maka kau harus menungguku di ruangan..jika kau tidak melakukannya maka...kau tidak lulus...'' titah Derrek dengan tatapan tajam.


Hening.....semua mahasiswa/i tampak takut kecuali Damian yang tampak tidak terima menyadari Derrek menatap Aleysa dengan pandangan penuh arti,....


''Baik Mr. Derrek...'' ucap Aleysa menunduk hormat.


Derrek lalu membalikan tubuhnya dan melangkah ke podium kembali dan melanjutkan pidatonya, Aleysa duduk kembali dan di tenangkan oleh Jesika dan Disa. sementara dari sudut bibirnya Dayse tersenyum....ia senang jika Aleysa di bentak di hadapan banyak orang, dia adalah gadis manja dan tak bisa di pungkiri kalau ini pertama kalinya Aleysa mendapatkan suara kasar, dan itu merupakan pukulan telak baginya. biarlah..biar dia tau rasa bagaimana rasanya tidak di anggap, dia pikir semua orang akan memujanya.. Dayse melirik sinis..


Aleysa hampir menangis ketika ia di bentak di depan semua orang.hingga matanya berkaca-kaca namun berusaha menahan agar airmatanya tidak jatuh.


ketika gadis itu mengangkat wajahnya, Derrek sedang menatapnya dengan sangat tajam hingga Aleysa memalingkan wajahnya..


*******************************


Aleysa melangkah ke arah ruangan Mr. Derrek dengan langkah gontai, apakah dia akan mendapatkan hukuman..? tentu saja...mana mungkin Mr. Derrek akan membiarkannya..


''Aley.....''


Suara Dilan mengejutkannya dan ia berbalik...


''Dilan..''


Dilan mengeraskan tatapan,


''Pria tua itu...ingin sekali aku menghajarnya...katakan jika dia memberi hukuman berat, aku akan membantumu...'' ucap Dilan menaikan alisnya..


Aleysa tersenyum...

__ADS_1


''Jangan berubah pikiran yah, jika dia menyuruhku mengerjakan pekerjaan yang berat apalagi jorok jangan melarikan diri...''ucap Aleysa.


Dilan mengangguk...


''Aku akan selalu setia menjadi penggemar sejatimu Aley...meski aku tau benar jika Damian akan membunuhku kalau tau aku mengatakan ini kepadamu...''


Aleysa memutar bola matanya kesal..


''Si beruang kutub itu mana pernah perduli kepadaku...dia hanya bisa bersikap dingin...dia sama sekali tidak punya hati..'' ucap Aleysa dengan malas..


''Tapi Aley dia,.....''


''Ssst....aku kesal sekali ketika Dilan, bisakah kau meninggalkan aku saja...'' ucap Aleysa dengan tatapan jengkel..


Gadis itu lalu melangkah meninggalkan Dilan yang hanya menggeleng...


''Kapan mereka bisa akur...''desis Dilan menggelengkan kepalanya dengan binggung..


***********


Aleysa berdiri di depan pintu ruangan Derrek dengan sangat gugup, jemari lentiknya bergerak untuk mengetuk pintu sebanyak tiga kali lalu membukanya dan masuk..


Hening...


Aley berdiri di belakang pintu dan langsung di hadapakan dengan sosok Derrek yang sedang menunggunya duduk di sofa. keduanya saling menatap dengan tajam..


''Mr. Derrek....''


''Yah baiklah...''


Aleysa menundukan kepalanya dengan penuh hormat lalu melangkah mendekati sofa dan duduk disana, di hadapan Derrek.


''Jadi kau mahasiswi jurusan Sejarah...''


''Yah.....''


''Tapi penampilanmu jauh dari jurusan yang kau pilih...apakah kau pikir ini adalah panggung bagimu...''


Aleysa mengerutkan kening sedikit tak mengerti dengan maksud sang dosen...


''Aku tidak mengerrti mengapa ini menjadi masalah...Mr.Derrek, apakah kau pengamat mode..''


''Aku benci mahasiswi tak ber otak Aleysa, melihat dari penampilanmu aku yakin kau tidak memiliki kemampuan di bidang akademik dan hanya datang ke kampus untuk memamerkan tubuhmu dan uangmu....apakah aku berkata benar...''


Aleysa di ambang batas kesabaran...


''Maaf Mr. Derrek tapi menurutku anda keterlaluan, kau bukan orangtuaku, pamanku....kau bahkan bukan kekasihku, kau bahkan tidak punya hak menjatuhkan vonis tak ber otak kepadaku...apakah kau punya bukti...''


''Aku belum punya waktu untuk menyelidikimu Alesya tapi....''

__ADS_1


''Maka selidikilah..maka kau akan tau tentang aku, dan berhentilah mengatakan sesuatu seolah kau tau segalanya...melihat cara berpikirmu kau seperti sebuah kaktus yang tumbuh sendiri di padang pasir yang panas dan tandus...'' ucap Aleysa dengan tajam..


''Apa maksudmu kau sedang menyindirku Aleysa...''


''Aku senang kau merasa....kau cukup pintar bukan..'' cerca Aleysa dengan tajam.


Aleysa sudah berdiri dan hendak meninggalkan ruangan namun,...Derrek tak bisa melepaskannya begitu saja bukan..


''Berhenti....''


Aleysa berbalik dan menatap Derrek dengan tajam...


''Kau di hukum untuk mengatur semua buku di perpustakaan sekarang juga sesuai dengan urutannya aku akan mengawasimu...tanpa bantuan...'' Derrek bersedekap..


Aleysa menoleh dan ingin protes.....


''Mr Derrek.....''


Derrek tersenyum dengan sangat dingin....ia mendekati Aleysa...dan menatap kedua mata indah nan sayu itu dengan terpesona...


''Aku akan memeriksanya dan awas saja jika kau tidak mampu menyelesaikan tugasmu dengan baik...''


Aleysa mengerang......


''Baiklah...aku akan melakukannya tapi..kau harus meminta maaf kepadaku setelah kau menyelidiki semua tentang aku Mr. Derrek....''


''Baik....tapi jika kutemukan kebenaran kau harus rela aku tambahkan hukuman bagaimana..''


''Baik....'' desis Aleysa tanpa takut...


Aleysa membalikan tubuhnya dan keluar dari sana. tak lupa dengan kebiasaannya membanting pintu ketika sedang kesal. sementara Derrek memegang dadanya,..pria itu menghela nafas, gila...ini gila...berada di dekat gadis ini membuat jantungnya berdebar kencang, hal yang tak pernah di alami Derrek selama ini..bagaimana mungkin ia merasakannya pada gadis muda ini.. sial..pesona Aleysa terlalu kuat dan seakan menghancurkan pertahanan Derrek..


Aleysa adalah kesempurnaan dari seorang gadis....dan membuat siapapun yang melihatnya akan sulit menolak pesona Aleysa yang terlalu kuat dan dominan.


Derrek menundukan kepala sebentar sebelum ia menatap ke arah pintu yang tertutup..lambat-lambat Derrek tersenyum...


Pria itu membalikan tubuhnya bermaksud untuk kembali ke tempat duduk ketika pintu kembali terbuka kali ini dengan kasar...


Derrek berbalik dan menemukan Aleysa kembali, namun tidak sendiri ia bersama seorang pria muda seusianya..mata Derrek turun dan mengarah kepada genggaman tangan keduanya....


''Siapa kau...'' desis Derrek dengan tajam sambil mendekat...


Damian menaikan sudut bibirnya yang tak kalah dingin....


''Aku Damian Rule, hubunganku dengan Alesya Arkana adalah ku tunangannya, kami akan segera menikah...aku kemari karna aku tidak terima anda menghukum tunanganku, bukankah anda keterlaluan..''ucapnya dengan lantang..


Deg!!


Hal itu membuat Aleysa terkejut dan menoleh menatap si beruang kutub dengan kerutan di dahinya..ini pertama kalinya Damian mengakui hubungan mereka,....tanpa sadar Aleysa tersenyum..

__ADS_1


''Tunangan....'' ulang Derrek mengepalkan tangan....


__ADS_2