Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Bertemu Dave


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Ana merasa tubuhnya telah pulih..pasca melahirkan dan saatnya ia harus melakukan sesuatu, Ana sudah tau jika Dave Morgan adalah musuh suaminya dan Alex...jadi Ana akan menemui Dave dan merevisi perjanjian kerjasama mereka...tentu saja dia tak ingin berada di tengah konflik masa lalu mereka, dia punya anak sekarang dan Ana akan melakukan apapun demi melindungi keluarganya..


Wanita cantik itu menuruni tangga dan langsung di hadang Hani,....


''Kakak mau kemana...''


''Kakak ingin ke Hotel Hani, dan merevisi perjanjian kerjasama kita dengan tuan Dave Hugo...''


Hani menggeleng...


''Aku ikut..''


''Tidak..bagaimana mungkin kau ikut Hani, kau akan menikah dan aku tidak mengijinkan kau bekerja...''ucap Ana meraih kunci mobil..


Namun Hani mengikuti langkah Ana lagi..


''Kakak..bagaimana jika kak Arkana atau kak Alex ikut denganmu..''


''Dan mereka akan saling membunuh disana..begitu..? Ana menggeleng enggan, kau tau benar jika mereka sampai bertemu....berikan kakak satu undanganmu..kakak akan sekaligus mengundang tuan Dave untuk datang di pesta...''


''Jika tuan Dave datang ke pesta bagaimana dengan kak Arkana dan Alex..'bukankah mereka akan saling membunuh disana..'' Hani tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya..


Ana menghentikan langkahnya dan menyentuh bahu Hani sekaligus menenangkan calon pengantin itu..


''Pesta pernikahanmu itu akan ada banyak orang disana Hani..mereka tidak akan saling membunuh, disana ada banyak tamu..lagi pula tidak mungkin jika kita tidak mengundang tuan Dave bukan..''


Hani membenarkan...tapi ia masih saja khawatir...


''Semua akan baik-baik saja Hani percayalah....'' bisik Ana menenangkan Hani..


Wanita itu melangkah menuju mobil dan Hani masih saja mengikutinya hingga Ana merasa gemas..sembari memutar bola matanya dengan sedikit guratan lelah...


''Ada apa lagi Hani..''


Hani tersenyum...bahkan ketika ia masih menikah.,..kebiasaan mengikuti langkah Ana masih saja belum hilang...


''Jika pria itu macam-macam maka..hubungi aku..'' pinta Hani tersipu..


Ana lalu meraih tubuh Hani dan memeluknya...


''Bisakah kau bersantai tanpa mengkhawatirkan aku...? semua akan baik-baik saja..keluarga kita akan bahagia..''


''Oh,...maafkan aku kak Ana...jangan kesal...aku hanya terbiasa...''


''Kau akan punya keluarga baru jadi..bersantailah...lebih fokuslah dengan keluargamu Hani,....dan itu mulai dari sekarang...''


''Aku akan berusaha kak..''balas Hani pelan..

__ADS_1


Ana tersenyum lalu menjauhkan tubuh Hani..


''Tinggal kau adikku satu-satunya Hani...aku selalu mendoakanmu agar bahagia...''


''Terimakasih kak..''


Ana mengangguk lalu pamit pada Hani, ia pun membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya..


Sementara Hani hanya menghela nafas,....semoga semua akan baik-baik saja...batin Hani memohon..


Sedang Ana masih melirik dari spionnya...dan tersenyum....


3 hari lagi adalah hari pernikahan Hani, segala persiapan telah di lakukan, keluarga Hani sudah datang berikut dengan keluarga Danar...


Maya tinggal di sebuah Hotel dan berada di dalam pengawasan anak buah Arkana dan Alex hingga dia tidak bisa kemanapun lagi, Ana juga memutuskan untuk mengabulkan keinginan Maya yang ingin mendapatkan foto keluarga terakhir keluarga mereka...kebetulan ada Steve dan rasanya terlalu kejam jika ia tidak membiarkan Maya bertemu dengan Steve sebelum pergi..


Ana tak ingin membiarkan Steve tau segalanya..yah...sudah cukup baginya jika ia menghukum Maya dengan membiarkannya pergi jauh dan tidak kembali sampai ia sadar akan segala kesalahannya..


Ana hanya berharap semua baik-baik saja...semoga keputusannya adalah benar,...


Mobil segera meluncur ke Hotel A milik Dave..ia sudah menunggu Ana disana...


**********************************************


Dave duduk di dalam ruangannya dengan sangat gugup, berulang kali ia selalu meminta pegawainya memindahkan pajangan yang salah posisi di matanya,...lalu ia berdiri melangkah dan duduk kembali..hingga Dave pusing sendiri..


Dian sekertarisnya yang merangkap asistennya masuk ke dalam ruangan, ia hanya menggeleng melihat sosok Dave yang terlihat sedang tenggelam dengan pikirannya sendiri..


Dave mengangkat wajahnya dan menatap Dian dengan tajam..


''Yah.....Dian...''


''Nyonya Ana sudah menunggu di luar ruangan..'' ucap Dian menunduk hormat..


Dave menganggukan kepalanya dengan senyuman yang misterius...


''Silahkan...biarkan nyonya Ana masuk dan aku tak ingin ada siapapun yang mengganggu pembicaraan kami..apa kau mengerti Dian..''


''Yah...tentu saja tuan Dave..''


Dave menganggukan kepala, ia tersenyum ke arah pintu, lalu tak berapa lama kemudian....sosok Ana muncul di balik pintu dan membuatnya membeku...


Sungguh Ana sangat cantik dan anggun hingga rasanya Dave sedang berdiri menghadapi seorang gadis yang begitu percaya diri...


''Selamat siang tuan Dave...''


''Nyonya Ana...apa kabarmu...'' sapa Dave dengan ramah....


Lalu mempersilahkan Ana duduk...

__ADS_1


''Aku baik-baik saja tuan Dave...bagaimana kabarmu juga..''


''Aku sangat baik nyonya Ana...bagaimana kabar si cantik Alesya...''


Ana tersipu ketika membayangkan bayio mungilnya yang manis...


''Dia sedang bersama tantenya Hani...''


Ana meletakan berkas di atas meja dan berdehem dengan gugup seraya tersenyum canggung...jika Arkana atau Alex tau ia menemui Dave sendiri maka mereka akan sangat marah. namun sekali lagi ia juga ingin menghadapi Dave..biar bagaimanapun mereka berdua yang terikat perjanjian jadi Ana harus turun langsung, tak perlu kekerasan untuk menyelesaikan masalahnya bukan..?


Dave menurunkan pandangan ke arah berkas kerjasama yang di bawa Ana lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan tatapan beku.....


ketika menyadari arti kedatangan Ana sebenarnya...


''Jadi nyonya Ana...apa yang ingin kau bicarakan...'' lirik Dave tajam...


Ana menghela nafas....


''Tuan Dave...maafkan aku tapi kedatanganku kesini..aku ingin merevisi kerjasama kita..''


''Merefisi seperti apa...aku sangat ingin tau.''


Ana tertegun sebentar...


''Ehm...aku rasa aku tak bisa hadir di Hotel ini setiap saat sebagai gantinya mungkin aku akan mengutus orangku...''


''Mengapa...''


Kali ini Dave memajukan tubuhnya menjebak Ana dalam tatapannya...


''Yah...tuan Dave..seperti yang kau tau jika hubungan kau dan suamiku sangat buruk...jadi aku tak bisa memihak egoku dalam pekerjaan ini tuan Dave......termasuk bekerjasama secara langsung denganmu..''


''Baiklah..bagaimana kalau aku akan menjawabnya nanti..''


Ana menghela nafas pasrah,......


Sementara.............


Dave tertawa walau sungguh ironis karna tawanya tidak sampai di matanya...pria itu mengepalkan tangannya.....


''Jadi kau...datang kesini hanya untuk mengatakan hal ini nyonya Ana...''


Ana tersenyum dan menggelengkan kepalanya, sebenarnya tidak juga tuan Dave...aku datang dan ingin mengundangmu ke acara pernikahan Hani adikku...''ucap Ana meletakan undangan di atas meja...


Dave memungutnya dan terkekeh, sembari memijit pelipisnya...


''Nona Hani sudah akan menikah saja......'' ucap Dave sambil memandang ke arah Ana yang sedang membuka berkasnya.....


''Pastikan kau datang"..goda Ana sambil tersenyum..

__ADS_1


Dave membeku dengan sinar mata tajam sambil membawa Ana.....


Bagaimana jika aku hanya menginginkanmu Ana...?? gumam Dave dalam hatinya sembari tersenyum....


__ADS_2