
Mengandung Haredang yah.....
Skip...bagi yang puasa.....
๐
1
2
3
4
5
Aleysa menggeleng gemetar ketika tubuhnya di turunkan di bawah shower, guyuran air yang jatuh langsung membasahi tubuhnya sekaligus membuatnya kedinginan, Aleysa ingin keluar dari sana namun sekali lagi tidak semudah itu. Damian bahkan menekannya lewat tatapan mata.
Sekejap saja......
Damian melepaskan kemeja berwarna creamnya berikut dasinya dan melemparkan ke lantai yang basah.
Deg!!!
Ini pertama kalinya Aleysa melihat tubuh polos Damian yang tidak berbaju, tubuh Damian begitu indah seperti seorang model di majalah, tentu saja..selama ini Damian selalu bersikap dingin dan nyaris tak pernah menunjukan lengannya...Damian mendekat hingga Aleysa sontak bergerak mundur untuk menghindarinya.....
Aleysa terkejut ketika Damian menyentuh atasannya sekaligus menariknya mendekat tanpa jarak kepadanya...
''Arrggghhh...Damian...''
''Saatnya kita membersihkan diri sayang...aku ingin kita saling mengenal tubuh kita, bagaimana...''
Airmata Aleysa menetes, ia masih mencoba memohon agar Damian menghentikan niatnya toh..mereka akan menikah...Aley tetap akan menjadi miliknya tapi nanti..setelah pernikahan dan bukan sekarang...apalagi Damian mau melakukannya hanya karna rasa cemburu...
Ketika Damian menyentuh atasannya....seketika itu juga Aleysa menahan tangan Damian.
''Aku mohon jangan begini Damian....aku takut, aku...''
''Ssst...kau adalah milikku Aley, jadi berhentilah menahanku karna percuma...aku menginginkan kau..maka itu yang harus terjadi..."
Srraakkk!!!
Entah bagaimana caranya, dengan sekali hentakan...atasan Aleysa robek saat itu juga, seiring isakan Aley yang pecah..tubuh atasnya nyaris polos dan hanya menyisakan bra berenda warna pink yang menggemaskan...
Mata Damian berbinar, pria itu tampak tak sabar membuka penutup dada Aleysa dengan segera...
Sekejap saja,....penutup dadanya jatuh dan membuat Aleysa mengelak dan menghalangi pandangaan mata Damian yang terlanjur terbakar,..
''Damian.....'' rintih Aley menangis.....
''Singkirkan tanganmu Aleysa......'' suara Damian sangat menakutkan dan bahkan tidak sanggup untuk menunggu...
Damian menekan tubuh Aleysa hingga gadis itu membentur dinding tangannya spontan menjauh dari dadanya karna ia terkejut...
Damian tidak menyia-nyiakan waktu...wajahnya mendekat...bibirnya langsung mendarat mulus di bibir Aleysa yang basah dan dingin di bawah guyuran air...tubuh mereka basah namun tidak dengan wajah...karna itu Damian dengan cepat menguasai keadaan...
Bibir Damian mengecup bibir Aleysa, sementara lidahnya bergerak masuk menjelajah sisi bibir Aley yang terbuka...
Gadis itu mengerang...namun tak punya kekuatan untuk melawan..
Jemari Damian bergerak naik dan menyentuh pa yu da ra Aleysa di bawah air dan menyentuhnya dengan lembut, sekaligus mengirim sinyal aneh pada Aleysa.
__ADS_1
Gadis itu memekik..ia meronta...Ketika jemari Damian bermain di p*ting pa yu da ra nya yang menegang, ini pertama kalinya seseorang menjamahnya dengan intim..
Aleysa menggeleng berusaha melepaskan ciuman Damian yang terlalu menekan dan menuntut....
Damian sungguh merasa gila, ketika bibir mereka saling menyentuh dengan sensasi aneh yang membuatnya gila sendiri,...mereka baru berciuman dan itu sanggup membuat gairahnya bangkit dengan cepat...
Damian melepaskan ciuman mereka, tak melewatkan untuk menatap wajah Aleysa yang berkabut...bibir Aleysa memerah dan meninggalkan jejak bengkak.....Damian tersenyum..
''Kita akan melakukannya...namun tidak disini sayang.....''
Damian lalu kembali menarik tubuh Alea ke bawah Air dan mengambil busa sabun ia memakaiฤทan tubuh Aleysa sekaligus membersihkkannya dengan gerakan yang menggetarkan...
Pria itu lantas menanggalkan tubuh bawah Aleysa hingga gadis ini benar-benar polos dan ia pun melakukan hal yang sama....
Aleysa hanya bisa menangis ketakutan, ia sudah memohon berkali-kali agar Damian berhenti namun Damian bahkan tidak menjawab perkataannya...
Tubuh mereka selesai di bersihkan, Aleysa hanya memejamkan matanya ketika tubuh Damian polos di hadapannya...yah...Aleysa sangat malu karna ini pertama kalinya ia melihat tubuh seorang pria walau pria itu adalah Damian sendiri yang menjadi calon suaminya...
Damian melilitkan handuk di pinggangnya ia akan menunjukan bukti gairahnya di akhir...karna ia tau Aley akan ketakutan...
Tubuh polos Aley di angkatnya dengan gaya bridal style dan membawanya keluar dari sana..jantung Aleysa berdebar kencang ketika ia merasakan tubuhnya di turunkan dalam posisi berdiri di depan ranjang....
''Aley...'' desah Damian mendekatkan wajahnya...
Aley membuka mata dan menatap Damian dengan matanya yang basah...
''Ayo...kita bicara dulu Damian....aku takut sekali, mengapa harus melakukan ini di saat aku belum siap..'' isak Aleysa yang semakin membuat wajahnya manis....
Damian mendekatkan wajahnya menikmati airmata Aleysa yang justru membuat gairahnya semakin naik...
''Kau sendiri yang telah mengikis kepercayaanku kepadamu Aley...maaf aku tak bisa mundur lagi....''
Damian tersenyum...lalu segera melum** bibir Aleysa dan...terbakarlah pria itu, airmata Aleysa tak cukup menahannya, penolakannya justru bagai percikan api yang semakin membakar Damian..
Lidahnya bergerak masuk mengklaim bibir Aleysa menjadi miliknya, Alesya mengerang ketika sensasi penyatuan bibir mereka membuatnya pusing dan tak bisa mengendalikan dirinya...
lidah mereka saling beradu, bibir Damian menyesap, membelai dan mengulum** bibir Aleysa yang hangat dan manis, Damian menciumnya dengan sangat ahli, hingga Damian seketika melepaskan pagutan bibir mereka dan saling menatap tajam...
Damian lalu mendorong pelan tubuh Aleysa hingga jatuh membentur ranjang di belakangnya dan menaikinya dengan posesif...
''Damian....cukup...'' desah Aleysa bergerak mundur, namun Damian justru mendekatinya bagai singa yang mendekati mangsanya yang tak berdaya...
''Malam ini kau akan menjadi milikku Aleysa...''
Damian lalu menudukan tubuhnya, menciumi leher jenjang Aleysa dan tidak lupa meninggalkan tanda disana...lalu ciuman itu bergerak turun namun tak mudah karna Aleysa menutup dadanya melindunginya dari tatapan liar Damian....
Damian menurunkan pandangan dan menyadari tatapan polos itu seakan memintanya berhenti namun...ia tak bisa berhenti...
Dengan sebelah tangannya dengan mudah, Damian membawa kedua tangan Aleysa berpindah ke atas membuat gadis itu tak berdaya.....
Pa yu da ra Alea menggantung ranum dengan p*ting pa yu da ra yang merah muda, seolah menantangnya...
Damian tersenyum...
''Damian tidak...jangan...aku mohon...'' Aleysa begitu malu dengan pandangan Damian pada tubuhnya.
Tubuh Aleysa menegang ketika bibir panas Damian mendarat mulus di ujung p*ting pa yu da ra Aleysa dan menjil*tnya, memainkannya dengan lid*hnya meninggalkan jejak hangat dan basah...
Aleysa sekuat tenaga meronta ketika tubuhnya menerima reaksi nikmat yang aneh...ketika bibir Damian tak henti-hentinya melum** p*ting pa yu da ra Aleysa dengan panas....
''Ini milikku...'' desah Damian ketika kedua tangannya meremas lembut kedua pa yu da ra Alesya dan menghis*pnya secara bergantian..
__ADS_1
Aleysa seakan gila ketika otaknya mulai membeku dengan sentuhan Damian yang terlalu kasar namun nikmat....
''Aarrghhh...Damian...''
Erangan Aleysa lolos entah bagaimana Damian menyentuh pa yu da ra nya hingga Aleysa menjadi gemetar..terlalu nikmat dan panas hingga ia tak bisa mengontrol tubuhnya..
Damian tersenyum menyadari Aleysa mulai menikmati...pria itu semakin menundukan kepalanya melum** habis p*ting pa yu da ra Aleysa, mencecapnya dan mengilasnya tanpa ampun...tak ketinggalan lidahnya yang terus bermain disana...sebentar membelai put*ng pa yu da ra Alea, lalu menghis*pnya lagi, kemudian mengul**nya lagi seolah tak bosan Damian mencumbu pa yu da ra Aleysa yang mulai membuatnya candu.....
Sementara bibirnya masih mengh*sap p*ting pa yu da ra Alesya yang ranum, jemari Damian bergerak turun dan menyentuh inti Aleysa yang polos dan menekannya dengan gerakan memutar, setelah itu jemarinya bergerak masuk dan menjelajah kenikmatan disana yang seolah siap untuknya...
Ketika miliknya di sentuh Aleysa bereaksi ia mulai meronta, sengatan gairah itu sanggup membuat tubuh Aleysa bergetar... walau itu sulit, Damian masih melum** pa yu da ra nya dengan ahli...
''Oh...sayangku..kau sudah basah dan siap untukku...''
Damian menjauhkan tubuhnya dan membuat Aleysa sedikit lega...menyadari Damian mungkin sudah selesai namun...pria itu kembali membaringkan tubuhnya ke bawah dan kembali menekannya.
''Kau belum melihat tubuhku sayang...''
Damian melepaskan lilitan handuk dan memperlihatkan kej*ntanannya yang membesar dan menegang di bawah sana...
Aleysa menggeleng.....mengerang takut melihat bukti gairah Damian yang kokoh...
''Damian.....lepas...''
Kesadaran Aleysa seperti kembali, membayangkan kej*ntanan Damian yang begitu besar membuatnya gemetar...
Aleysa hendak melepaskan diri namun sekali lagi itu tak mudah...Damian segera menariknya dan membuatnya jatuh terlentang di bawahnya...
''Tubuh kita akan menyatu kau akan menerimaku Aleysa...''
''Tidak...aku tidak mau...lepas Damian...''
Terlambat bagi Aleysa, seketika itu juga Damian membuka pahanya dan menempatkan kej*ntanan Damian di antara tubuh Aleysa....gadis itu mulai merintih ketika sesuatu yang keras dan besar itu mendesak pada miliknya.
''Damian....aku takut, aku mohon jangan...''
Damian tersenyum kembali mendekatkan wajahnya bibirnya kembali melum** bibir Aleysa dengan lembut membuat gadis itu mulai tidak fokus...sementara kedua tangannya menyentuh pa yu da ra Aleysa dan meremasnya dengan lembut sementara Damian bersiap memasuki tubuh Aleysa..
''Sayangku aku mencintaimu...'' bisik Damian dengan suara parau di sela cumbuannya..
Disaat yang sama....
Damian menggertakan giginya, menghentak tubuhnya dalam-dalam sekaligus menembus kesucian Aleysa yang sempit dan hangat...
''Aarrgghh...''
Alesya menjerit ketika benda asing itu menerobos miliknya hingga menimbulkan rasa nyeri yang kuat,menghantam kesadarannya...airmatanya menetes seakan tubuhnya terbelah....
Hal yang berbeda di rasakan Damian, penghalang itu sangat kuat melindungi milik Aleysa dan hal itu membuat Damian harus sedikit kuat menghentakan tubuhnya..dan yang di rasakannya saat ini adalah..
''Wow....''
Miliknya terasa penuh dan sesak di dalam milik Aleysa yang sempit, menciptakan keniknatan yang luar biasa menghempas Damian...Aleysa di bawahnya tampak merintih menahan sakit dan Damian mengerti itu, ada rasa bangga dan bahagia ketika menyadari ia telah menjadi pemilik pertama dan satu-satunya atas tubuh Aleysa saat ini,....
Damian tak henti memberi ciuman hangat yang menenangkan di sudut mata Aleysa yang basah oleh airmata...
''Sakit.....'' desah Aleysa yang langsung di bungkam Damian dengan sebuah ciuman......
Damian menatap mata Aleysa yang hancur...
''Aku akan bergerak....akan sedikit menyakitkan namun...aku tidak bisa berhenti Aley..tubuhmu akan menerima tubuhku sayang dan setelah ini..kau sudah menjadi milik seorang Damian Rule...aku sungguh tak ingin kehilanganmu Aley...'' suara Damian rendah merayu...
__ADS_1
Damian lalu menggerakan tubuhnya bersiap membawa Aley bersamanya menuju puncak kepuasan...bersama......
๐๐๐๐