Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Membawa Pulang Aira


__ADS_3

Aira merasakan mobil itu mulai melaju pelan meninggalkan kawasan pusat perbelanjaan itu, sementara ia mulai lega namun cemas, untunglah yang membawa mobil adalah seorang wanita jadi dia tidak terlalu khawatir, ia bisa melihat sosok wanita yang menolongnya tampak cantik dan anggun, yah..ia berharap wajahnya secantik hatinya karna Aira berencana meminta tolong untuk menginap malam ini..


Ketika akan memasuki tikungan yang sedikit sepi Aira memutuskan akan mengejutkan wanita ini, ia sangat lelah jika harus bersembunyi dalam posisi tak nyaman...di bawah bangku..


''Kakak..........''sapa Aira tiba-tiba...


Dan sapaan Aira mengejutkan wanita di depannya, alangkah terkejutnya Ana mendengar suara di mobil penumpang, wanita itu sotak mengerm mobilnya tiba-tiba.....


''Aaaarrrggghh....'' jerit Ana menghela nafas panjang, jemarinya bergetar memegang stir mobil sementara sebelah tangannya yang lain memegang dadanya, jantungnya berdebar kencang karna terkejut.....


Aira sungguh merasa bersalah....ia muncul dan duduk dengan wajah yang tertunduk...


''Maaf...'' ucap Aira menunduk menyesal.


''Maaf...siapa kau ya ampun..kau seperti hantu saja kau sangat mengejutkan aku...'' jerit Ana kesal....


Ia melihat dari kaca mobil dan mendapati seorang gadis muda dengan wajah seperti boneka, yah....mengapa gadis ini sangat cantik...??rambutnya lurus dan panjang...ia terlihat takut...namun, seperti familiar, dimana ia pernah melihat wajah ini yah....


''Yah...aku minta maaf kakak, tapi aku sangat terpaksa masuk ke mobilmu atau mereka akan membunuhku...''jawab Aira berusaha jujur, walau ia tau wanita ini pasti tidak percaya kepadanya...


Jaman sekarang mana ada orang baik, buktinya saja ibu tirinya sangat jahat, karna itu Aira sangat tau diri, jika wanita ini mengusirnya maka ia akan turun begitu sampai di kawasan yang sedikit terang...


''Siapa namamu, berapa usiamu, kau....darimana...''tanya Ana penasaran,...gadis ini seperti jatuh dari langit saja..


Terlalu cantik dan sempurna sebagai seorang gadis, apakah dia bukan manusia...? ataukah dia hantu.....??


Aira seperti bisa membaca wajah pucat wanita ini...


''Kakak...aku bukan hantu....''


''Hah....'' Ana masih terdiam....


''Namaku Aira, usiaku 18 tahun, aku berasal dari kota ini namun aku kabur dari rumah karna ibu tiriku...ingin membunuhku..'' suara Aira tertelan....


Ana terkejut dan seperti biasa, Ana selalu saja lemah dengan cerita sedih, ia menatap Aira....


''Kau bukan bernama Yuni..'' ulang Ana menebak, ia baru ingat seperti melihat foto Aira di ponsel Alex, seklias mereka mirip namun...namanya berbeda,...aaah...Ana semakin pusing saja...


''Tidak...namaku Aira dan bukan Yuni...astaga...'' Air atertawa, ia tak pernah mengingat memakai nama itu...


Ana mengangguk menyerah, mungkin mereka cuma mirip...meski ia tadi berharap gadis ini yang sedang di cari Alex..


''Ayo...pindah dan duduk di sampingku, leherku akan patah jika terlalu lama menoleh kepadamu...''ucap Ana lembut...


Aira tersenyum, Tuhan..terimakasih kau menolongku lewat kakak cantik ini..

__ADS_1


Aira segera melompat turun dari bangku penumpang dan duduk di bagian depan..mobilpun melaju pelan...


************************************************


Ana menatap penuh senyum ke arah gadis di depannya yang sedang makan dengan lahap, gadis ini kelaparan seakan batu saja menghadapi perang...


entah mengapa Ana merasa senang pada gadis ini, dia gadis yang lucu, cantik dan anggun di waktu yang tepat, padahal mereka baru saja bertemu namun Ana merasa cemistry mereka bisa menyatu, searah, sepemikiran dan juga...mereka punya hobi yang sama yaitu suka membuat kue....mata Ana berbinar senang...


Hani sudah hidup bahagia dengan pernikahannya, sementara dia kesepian dirumah dan tak ada yang seorangpun yang bisa di ajak bercanda...


''Apakah ibu tirimu sangat kejam..''


''Jika aku tidak pintar untuk melarikan diri maka aku mungkin sudah mati...''ucap Aira dengan mata berkaca-kaca...


Ia menggeleng dengan sedih, mengapa orang jahat justru berada sangat dekat dengan dirinya...


Ana ikut sedih mendengar kisah Aira ia menghela nafas,...


''Lalu bagaimana dengan ayahmu, apa dia tidak bisa berbuat apapun...''


Aira memincingkan matanya...


''Satu-satunya hal terbaik yang pernag di lakukan ayah adalah dia sudah memasukan namaku sebagai satu-satunya ahli waris semua kekayaannya namun untuik kasih sayang...dia sama sekali tidak punya waktu,..wanita licik itu sudah mempengaruhinya...''


Ana mengangguk berusaha mengerti, Aira terlihat polos dan jujur...gadis ini bahkan tidak curiga dengan menceritakan hal pribadinya...


''Ehm...aku yakin kau akan menjadi Aira yang kuat setelah ini..''ucap Ana yang entah mengapa menyentuh hatinya...


Aira seperti mendapat sosok kakak perempuan yang selama ini dia cari...


''Aku tau kita baru bertemu namun, aku ingin kau tau jika aku...sangat menyukaimu kak Ana...''


Ana tersenyum lega...


''Aku juga sangat menyukai pembawaanmu yang manis, dan jujur....kau tau benar jika di jaman sekarang kejujuran itu sangat sulit di temukan..''ucap Ana lembut sambil menerawang...


''Aku tau benar rasanya di hianati kak Ana..dulu..ibu tiriku dan saudara tiriku bahkan tidak pernah bernada kasar namun..ketika mereka mulai serakah...mereka berubah dengan menjebak pernikahan untukku dengan tanpa perasaan..aku begitu sakit...''


Ana tersenyum.....


''Di hianati oleh orang terdekat adalah hal yang paling menyakitkan...'' Ana membenarkan..


Keduanya lalu saling melemparkan senyuman...


''Jadi...setelah ini kau mau kemana Aira....biar aku antarkan...''

__ADS_1


Aira membeku sesaat, ia bahkan tak tau arah hidupnya kemana...


''Aku sama sekali tidak tau kak...''


''Hah....''


''Mungkin aku akan mencari pekerjaan....yang bisa memungkinkan aku tinggal di dalam...aku masih takut ibu tiriku akan menemukanku lagi, apalagi setelah dia tau kalau aku tidak menyerahkan warisan kepada mereka..hidupku dalam bahaya...''


Sementara Ana berpikir cepat, bagaimanapun dia terlajur menyukai Aira dan tentu tak ingin sesuatu terjadi kepadanya bukan...?


''Ehm...Aira,..karna kau tadi mengatakan kau suka membuat kue, bagaimana kalau untuk sementara kau tinggal bersama denganku dan kita bisa membuat beberapa cake yang baru, aku yakin kau punya bakat...''


Aira seakan tidak percaya mendengarkan ucapan Ana, gadis itu langsung menggenggam tangan Ana dengan lembut...


''Tuhan terlalu baik padaku hingga mengirim malaikan cantik sepertimu kakak.....aku sangat senang...''


''Yah...kau cerewet juga..'' ucap Ana tak kuasa untuk tidak tertawa...


''Aku sedang bahagia...aku tak akan mengecewakanmu kakak...''ucap Aira penuh janji...


''Baiklah ayo kita pulang..'' ajak Ana antusias...


***************************************************************


''Bodoh...kalian berdua, mengikuti Aira saja tidak becus...rasanya aku ingin menembak kalian berdua saja...'' jerit Rosi tidak terkendali..


Wanita itu sangat murka dan tak bisa menerima kegagalan.....


''Ibu jangan marah dulu, semua ini gara-gara pembantu ibu Ramon ini...dia sengaja melambatkan mobil..'' tuduh Nela kesal...


Ramon mengangkat wajahnya ia tidak bisa menerima jika Nela sangat membencinya, Ramon sudah melakukan segalanya ia bahkan rela menjadi pembantu mereka namun, mereka berdua sama sekali tidak menghargainya...


Rosi melangkah dengan cepat mendekati Ramon yang berdiri dengan pasrah...mencengkram ujung baju pria itu dengan kuat, Rosi menggertakan giginya..


''Kau pria paling bodoh yang pernah ku kenal Ramon, tak bisakah kau sedikit saja berguna untukku dan Nela...''


''Rosi....''


''Cari Aira sampai ketemu...bunuh dia dan jadikan Nela sebagai pewaris dan setelah itu kau akan dapat pengakuan dari Nela...bagaimana Ramon..'' sinar mata Rosi membara...


Mata Ramon berkaca-kaca,....mendapat pengakuan dari Nela adalah hal yang paling ia tunggu, mendengar gadis yang sudah bertumbuh cantik ini memanggilnya Ayah begitu ia rindukan sampai kapanpun...


Ramon akhirnya menganggukan kepala dengan tangan yang terkepal....


''Aku akan melakukannya Rosi....aku akan membunuh gadis itu...'' desis Ramon penuh janji...

__ADS_1


__ADS_2