Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Maaf Yang Terlambat


__ADS_3

Pagi yang menegangkan itulah yang di rasakan Aira saat ini. Alex duduk bersamanya di ruang tamu..mereka tidak duduk bersama namun malah duduk saling berhadapan dengan Alex menjebak matanya dengan sangat tajam..


''Jadi....Alex aku ingin minta maaf atas segalanya, aku bersalah dengan mencurigaimu dan aku.....''


''Bagaimana jika sebelum kau minta maaf kepadaku, bisakah kau mengatakan apa yang terjadi...setelah malam itu, mengapa kau lantas berpikir bisa jalan bersama pria lain..? apakah kau benar-benar berpikir hubungan kita harus berakhir...haruskah seperti itu...''


Deg!!!!


Terlalu banyak pertanyaan dan membuat Aira seketika pusing, sembari memijit dahinya gadis berusia 18 tahun itu menatap wajah Alex dengan tatapan minta maaf...ia akan mengatakan sejujurnya karna rasanya begitu berat mendaapatkan tatapan tajam seperti ini...


''Malam itu aku pulang ke rumah dalam ke adaan cemburu dan aku bertemu Nela...''ucap Aira hati-hati..


Pandangan Alex mengeras......


''Lalu.....''


''Aku tak tahan untuk bercerita semua yang aku rasakan dan dia....dia mengusulkan aku agar aku membalas dengan membuatmu cemburu agar kau bisa merasakan apa yang aku rasakan...''


Alex membeku....


''Lalu....''


Aira berdehem beberapa kali untuk menetralisir kegugupannya bicara di hadapan Alex, rasanya tegang seperti dia sedang berada di ruang sidang, Aira sama sekali tidak bisa menemukan senyum Alex seperti biasa....


''Lalu....Nela mengenalkan aku pada pria itu, aku sama sekali tak tau jika pria itu adalah kekasihnya yang sengaja mengajakku padahal ingin membunuhku....''


Mata Aira menjadi panas menyadari ini semua karna harta warisan dan lagi-lagi...ini semua ini adalah ide dari sang ibu tiri yaitu ibu Rosi..


Alex menghela nafas,,....


''Baiklah..jadi jika malam itu, dia masih bersikap baik itu berarti kau telah berselingkuh dariku...''


''Apa...'' Aira tampak syok mendengar pernyataan Alex yang dingin...


Alex menatap Aira dengan tajam....


''Aku akan membantumu membongkar kejahatan ibu dan juga kakak tirimu Aira namun...setelah itu kita berpisah...''


Deg!!!!!

__ADS_1


Air mata Aira menetes dengan begitu sakit, perpisahan...? apakah ia tidak salah mendengar pernyataan menyakitkan dari Alex...


''Berpisah...'' ulang Aira dengan hati yang hancur...


Alex mengeraskan tatapannya...


''Bukankah aku telah menjelaskan semuanya kepadamu Aira...bukankah aku telah mengatakan bahwa aku hanya mencintaimu dan Maya hanya masa laluku namun,...alih-alih percaya kepadaku kau malah memilih percaya pada pikiranmu sendiri, dari pada mendengarkan pernyataan tunanganmu kau...lebih memilih mendengarkan perkataan kakak tirimu yang jelas-jelas sangat jahat, aku....terlalu kecewa..kepadamu Aira,...'' desis Alex dengan dingin..


''Tapi Alex...bukankah aku sudah minta maaf, tak bisakah kau melupakan semuanya tidak bisakah kau benar benar memaafkanku..'' rintih Aira dengan suara tercekat...


''Bagiku cinta tanpa kepercayaan adalah sia-sia Aira, hari ini kau percaya padaku apakah kau bisa menjamin kalau besok, kau masih akan percaya kepadaku....aku lelah jika harus terus meyakinkanmu kalau aku mencintaimu...jadi...berpisah lebih baik bukan...''


''Tapi Alex.....''


''Kau sudah menghianantiku Aira...bagiku aku tak pernah bisa memaafkan penghianatan...''


''Tapi aku tidak benar-benar berselingkuh...Alex...''


''Tapi kenyataannya kau pergi bersama pria itu tanpa memikirkan perasaanku Aira, kau sama sekali tidak membayangkan bagaimana jika aku melihatnya,...apakah aku akan tersakiti..kau sama sekali tidak perduli pada perasaanku Aira...''


''Oh...Alex...aku minta maaf...''


Deg!!!!


Aira menundukan kepalanya berusaha menahan airmatanya yang berguguran di wajah sendunya, tak pernah di pikirkannya bahwa Alex akan melepaskan dirinya bahwa Alex akan menyerah dengannya...Aira sungguh kehilangan kata, bagaimanapun ini adalah kesalahannya bukan...? semua sudah terlanjur terjadi...Alex sudah merasa terhianati....


Jika dengan berpisah Alex akan lebih lega dan tidak terbebani dengan sikapnya yang kekanakan maka Aira akan jauh lebih tenang...


Ara mengangkat wajahnya dan terseyum pasrah pada pria di hadapannya...


''Baiklah jika itu maumu Alex, tapi...bisakah kita merahasiakan ini dari semua keluarga kita...''


''Bukankah jujur lebih baik...Aira..''


Aira menggeleng menahan rasa sakit di dadanya, ia tak sanggup mengatakan jujur kepada sang ayah jika ia dan Alex membatalkan pernikahan yang sudah di depan mata...


''Aku akan mencari alasan, aku akan mengatakan semuanya kepada ayah nanti, karna sekarang aku sungguh tak ingin mengecewakan ayahku juga...jika ibu tiri dan kakakku tau mereka akan menertawakan aku...jadi Alex...bisakah kau.,....memberikan aku waktu..''


Alex menganggukan kepala...prria itu berdiri dan menatap Aira dengan tajam...

__ADS_1


''Baiklah...aku menyerahkan segalanya kepadamu Aira dan maafkan aku, karna ternyata aku bukan pria yang baik untuk dirimu..''ucap Alex menyesal..


Aira mengangguk berusaha menahan perasaannya..


''Yah....maafkan aku Alex..aku sungguh-sungguh minta maaf. semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik dariku..''


Alex sama sekali tidak menjawab kata-kata Aira, ia menatap Aira dengan dalam..


''Mari aku akan mengantarmu pulang...''ucap Alex sembari melangkah lebih dahulu dan meninggalkan Aira yang masih duduk di tempatnya, jemarinya yang gemetar naik dan menyentuh dadanya yang terasa nyeri....lama gadis itu disana sembari memejamkan mantanya.....jemarinya terkepal dengan kuat.....


Aira.....desahnya memejamkan matanya dengan rasa sakit yang begitu kuat..menyadari ini terakhir kalinya ia ada di apartemen Alex...


************************************


Alex memarkirkan mobilnya di halaman rumah Aira yang besar, mereka datang dengan beberapa mobil salah satunya mobil polisi dan mobil yang berisi pria yang menculik Aira atas perintah Rosi dan juga kakak tirinya...


Alex menatap ke arah Aira yang hanya menatap kosong...


''Apa kau baik-baik saja Aira..''


''Yah..aku baik-baik saja Alex, aku tak pernah merasa sebaik seperti saat ini...'' suara Aira masih tampak gemetar hingga Alex ingin menyentuhnya..


Namun...Aira sedikit menghindar...


Aira lalu membuka pintu mobil di susul Alex di belakangnya, mereka tampil mesra seperti pasangan yang jatuh cinta...padahal, hubungan itu baru saja kandas dan menimbulkan luka dalam...


Pintu terbuka lebar dan kedatangan Aira dan Alex juga beberapa polisi dan kekasih sang kakak tiri, mampu membuat seisi rumah geger....


Henry turun dari tangga dan mengerutkan kening melihat kedatangn sang putri bersama beberapa polisi...


Tak berapa lama kemudian tampak Rosi dan juga Nela turun dari tangga dan menjadi sangat ketakutan apalagi melihat para polisi dalam jumlah banyak,....


''Sayang...mengapa ada banyak polisi, apa yang trjadi...'' tanya sang ayah mendekati Aira...


Aira menatap sang ayah dengan kesedihan yang dalam....


''Ibu Rosi dan kak Nela...mereka merencanakan pembunuhan keji kepadaku...ayah,....''airmata Aira menetes di wajahnya...


Henry tampak terkejut....

__ADS_1


''A..apa maksudmu...mereka ingin membunuhmu putriku....''jermari Hery terkepal dengan kuat....


__ADS_2