Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menyangkal


__ADS_3

Pagi harinya Will terbangun dan mengusap wajahnya dengan kasar, rasa puas dan juga senyuman bahagia tergambar jelas di wajahnya. bagaimana tidak semalam adalah percintaan yang paling indah yang di lakukan Will selama ini...bersama istrinya...


Day benar-benar sanggup memuaskan dahaga bercintanya....


''Selamat pagi Will...''


Suara lembut itu menembus kesadaran Will ia menoleh dan menemukan Day sedang membawa ssarapan paginya dan ia tampak lebih segar...Day sangat cantik...


''Sejak kapan kau bangun Day.....''


''Belum lama Will, sekarang ayo cepat bangun..'' perintah Day..


Will tersenyum....sungguh ironis mereka talh menikah namun ia tak bisa menikmati waktu seperti suami dan istri yang sesungguhnya...Will hanya mampu menghela nafas...


lalu ia pun bangun berdiri dan melangkah ke kamar mandi sementara Day merapikan ranjang mereka...lalu menonton tv, dan bersantai sambil menunggu Will keluar dari kamar mandi...


Day menghampiri cermin dan mulai berdandan....


Tak lama kemudian Will selesai mandi masih memakai handuk melilit pinggangnya, dada kekarnya terlihat begitu berotot hingga Day hanya menghela nafas....


Will mendekati Day yang sedang asik di depan cermin sementara pria itu memeluknya dari belakang....


''Sayang....kau sangat cantik....''


Day menatap Will lewat cermin dan berdehem...


''Jangan lupa kita hanya bertemu jika kau sedang butuh aku Will...kita akan bercerai.''


''Aku tau....aku tau Day,....jangann terus mengulanginya...''bisik Will sedikit kesal.


''Bagaimana kalau kau sarapan dulu Will, sementara itu bisakah aku meminta ponselku..''


''Tidak...''


Will berdiri dan menegakan tubuhnya dia tak akan pernah mau mengembalikan ponsel milik Day...


''Kau sudah menghancurkan ponselku ingat,...aku akan memberikanmu ponsel yang baru disitu ada nomorku jadi kau...harus menyimpannya..''


Day bangkit berdiri dan mendekati Will....


''Ayolah Will.....aku benar-benar butuh ponsel itu kembali....'' Day mulai merengek..


Will melangkah untuk mengambil pakaiannya...Day masih mengikutinya, dan ketika pria itu melepaskan handuknya Day hanya berdehem sambil memalingkan wajahnya yang memerah...


Will merasa gemas dan menarik tubuh Day ke pelukannya dan menatapnya tajam...


''Aku menginginkanmu lagi sayang...apa yang harus kau lakukan...''


Alea menghela nafas...


''Will.....'' ulangnya dengan kesal...

__ADS_1


**************


Mobil berhenti dan Day pasrah ketika Will membawanya ke sebuah pusat perbelanjaan khusus ponsel, ia tak bisa mendapatkan ponsel milikknya lagi namun malah mendapat ponsel baru.


Will menggenggam jemarinya dengan begitu erat hingga Day hanya pasrah mengikutinya...setelah memilih beberapa yang terbaik, mereka pun keluar dari sana dengan senyuman bahagia....


Dan sedikit terkejut melihat Mark dan Diza yang kebetulan berada di dalam pusat perbelanjaan itu..wajah Day memucat ketika melihat Diza yang seolah tak percaya bertemu dengannya...


''Day......'' jerit Diza dengan mata yang melebar...


Sementara Mark dan juga Will saling melempar senyuman,...


''Apa kabar Will..'' ucap Mark memeluk tubuh Will dengan ramah...


Diza menatap Will dan Day bergantian..


''Kalian berdua adalah.....''


Will baru saja akan menjawab namun Day lebih dahulu menjawab..


''Kami hanyalah teman Diza...aku dan tuan Will hanya berteman...''


Deg!!!!


Will terdiam...sungguh ia tak menyangka jika Day menyangkal dirinya...ya memang dia tak mengharapkan juga namun, di depan Mark saat ini yang adalah teman sesama Mafianya Will ingin sekali mengatakan dengan jujur kalau Day adalah istrinya namun...apa yang terjadi ini sangat tidak masuk akall...mengapa Day menyangkalnya..


Day menoleh dan menyadari tatapan kecewa di mata Will dan buru-buru memalingkan wajahnya...sedikit nyeri melihat mata Will yang menderita...


Diza tersenyum..


Mark menatap Wili dan juga Day...


''Aku yakin pernah mendengarnya darimu tuan Will..apakah aku salah...''


Will tersenyum...


''Kami sudah berpisah Mark....kamu akan bercerai...''


Deg!!!


Kali ini giliran Day yang menoleh dengan mata berkaca-kaca...hatinya seperti di remas dengan kuat...Will benar-benar serius menceraikannya,..ia menduga Luna sudah memaksanya..


''Bagaimana kalau kita makan siang bersama Day.....aku lapar..'' ajak Diza dengan ramah...


Day akhirnya tak bisa untuk menolak..hal yang sama juga di alami Will...ia tak punya kekuatan untuk menolak ajakan Mark dan juga istrinya...


Akhirnya mereka makan di sebuah restoran, segala jenis makanan di pesan oleh Diza karna dia memang sedang hamil..sementara Mark terpaksa mengikuti kemauan Diza...tentu saja, siapa yang mampu melawan Diza dan segala keinginannya...


''Pelan-pelan makannya Diza...kau sedang hamil ingat...''


Diza tersenyum..

__ADS_1


''Baiklah sayang,....''


Mark menatap ramah pada Will dan Day,...sementara Diza benar-benar ingin tau segalanya...


''Aku penasaran dimana kalian bertemu...selama ini kau hidup di lautan luas bukan, bagaimana bisa menemukan Day..'' tanya Diza antusias..


Day dan Will saling menatap...


''Kami bertemu tidak sengaja Diza..disuatu tempat....''ucap Day tampak kaku..


''Apaka kalian mungkin.......''


''Kami benar-benar hanya teman Diza kau tau jika aku sedang menjalin hubungan dengan Mr. Derrek...''ucap Day tanpa malu...


Diza sungguh terkejut mendengar kata-kata Day kali ini sampai ia menghentikan makannya..


''Mr. Derrek yah...astaga Day...dia adalah pria single yang banyak di incar saat ini....selamat yah..kau benar-benar beruntung...''ucap Diza dengan polos..


Dan entah mengapa Mark malah tertarik dengan wajah Will saat ini...pria ini sepertinya tidak terima ketika tau Day punya kekasih...ada apa sebenarnya..??


''Bagaimana denganmu Will,....apakah kau akan kembali ke kapal...''


Will tersenyum....ia lalu menatap Mark yang menanti jawaban darinya..


''Aku akan menikahi kekasihku segera dan pergi dari kota ini..'' Will menyesap minumannya dengan senyuman dingin..


''Lalu apakah kau sudah menceraikannya..'' tanya Mark semakin penasaran..


Will memincingkan matanya...


''Jika kemarin aku sedikit ragu menceraikannya Mark, namun..kali ini perceraian kami akan cepat di selesaikan karna aku tak mau membiarkan kekasihku menunggu...''ucap Will sembari menatap tajam ke arah Day..


Day memalingkan wajahnya dan tersenyum canggung kepada Diza yang sedang menatapnya selidik..


pandangan Day turun di perut Diza yang sudah besar....


''Sudah berapa bulan kehamilanmu Diza....''


''Sekitar 4 bulan, kau tau aku merencanakan kehamilan ini diam-diam...dan Mark tak tau apapun..''


Will menatap Diza dengan serius...


''Kau benar-benar licik Diza..''


Merekapun tertawa...


''Kau harus pintar kalau tidak maka kau akan kalah..'' ucap Diza penuh arti...


Day hanya tersenyum tanpa sadar dia menyentuh perutnya ketika rasa mual itu muncul begitu saja....Day memejamkan matanya....berusaha menahan semua perasaan mualnya....


Diza menyadari apa yang tersjadi kepaa Day dan menyentuh lengannya...

__ADS_1


Day apakah kau baik-baik saja..........?


Will menoleh dengan tajam........


__ADS_2