Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menguji Rio


__ADS_3

''Mengapa harus membunuhnya jika dia masih berguna untuk dirimu tuan Dave...'' tanya Rio memberanikan diri..


Dave tertawa dengan keras....


''Aku hanya ingin membunuhnya itu saja, jadi tak ada alasan yang kuat, dan soal butuh...aku bisa mencari wanita lain untuk memuaskanku bukan..? bahkan di pulau ini ada banyak wanita yang bisa aku pakai..jadi Rio..lakukan saja perintahku....atau kau meragu...'' desis Dave dengan sinar mata tajam..


Rio memandangi pistol itu dan mengeraskan rahangnya, ia lalu mengangkat wajahnya,


''Baiklah tuan Dave..aku akan membunuhnya..sesuai perintahmu, aku sama sekali tak ragu jika kau yang memberi perintah...


''Hahahaha......kau memang kepercayaanku Rio, dan aku...bangga kepadamu...setelah kau berhasil menembak Maya...''


Rio menundukan kepalanya dalam-dalam, genggaman pada pistol itu semakin erat saja, terlalu erat sampai ia gemetar...


Maya......maafkan aku...


****************************************


Maya terkejut ketika tubuhnya di bersihkan dengan aroma bunga dan parfum dan susu, yang membuat tubuhnya sangat wangi dan cerah lalu di pakaikan gaun pengantin berwarna putih, gaun pengantin yang polos namun elegan, lalu wajah Maya di beri sentuhan make-up tipis yang membuat kecantikannya terpancar di wajahnya yang manis..


Maya hanya diam saja seperti robot, ia menurut ketika para pelayan itu mempercantik dirinya malam ini, yah...Dave bilang akan menikahinya namun, dalam hatinya Maya sama sekali tidak yakin, pria itu sangat jahat jadi lebih baik baginya jika memang Dave ingin membunuhnya..


Maya sudah mati rasa, bahkan dia sudah kehilangan segalanya dan juga kesempatan...setelah para pelayan selesai mengubahnya menjadi cantik maka Maya lalu di giring menuju sebuah taman di sekitar pulau yang sudah di di hias layaknya panggung pelaminan, namun sesuatu di hati Maya teriris, seperti ia terdampar di antara predator buas yang mengintai dan ingin memangsanya, para anak buah Dave yang tinggal di pulau ini menatapnya dengan tajam seakan mengulitinya sampai habis...dan tatapan mereka lebih tajam dari pisau..


Tubuh Maya dinaikan di atas panggung dan berdiri disana sendirian, tak lama kemudian sosok Dave juga Rio dan beberapa anak buah pria melangkah menuju taman sementara tatapan Dave sangat tajam seakan membelah isi hati Maya..


Maya menghela nafas ketika pandangan matanya beralih kepada sosok Rio yang menatapnya dengan penuh arti, sementara mereka sudah semakin dekat dan Maya hanya berusaha tegar menunggu apa yang akan terjadi kepadanya..


Dave terpana..itu kesan yang pertama di lihatnya ketika melihat Maya yang sedang berdiri memakai gaun putih, senada dengan warna kulitnya, rambutnya yang kuning keemasan terurai manis, Dave melonggarkan tenggorokannya, biasanya ia melihat Maya dalam balutan kaos yang casual karna Maya memang sedikit tomboy namun kali ini berbeda..gadis ini terlihat seperti seorang putri, kecantikannya yang natural terpancar di wajahnya yang polos tanpa polesan berlebihan..


untuk beberapa saat Dave menatap Maya dengan tatapan beku...


Semua penduduk pulau di kumpulkan di tengah taman, berdiri membentuk lingkaran dengan Maya berada di tengah-tengah, hingga sosok Rio mendekat sembari mengeluarkan pistol dari saku jasnya yang membuat semua mata terkejut dan menatapnya...


Maya membeku, sedikit terkejut namun ia sudah menyiapkan diri..Rio juga sudah memperingatkan dirinya untuk tidak memberi kepercayaan kepada siapapun...


Hening ketika Rio menatap dingin ke arah Maya...dan Dave mendekat ke arah mereka berdua...


''Kau tau mengapa kau di tempatkan di tengah lingkaran ini...'' ucap Dave menatap Maya...

__ADS_1


Maya tersenyum....


''Aku sama sekali tidak takut apapun Dave kalau itu maksudmu...''tatap Maya lurus seakan menembus ke dalam hati Dave, dan menimbulkan debaran pelan yang samar di dada pria itu,...


Dave mengangguk..


''Sebelum Rio menembakmu apakah kau punya pesan terakhir Maya...'' desis Dave menaikan alisnya...


Maya menatap Rio dan Dave berganti-ganti...


''Terimakasih telah membebaskan aku..''


Deg!!!!!


Kedua pria itu membeku untuk sesaat....setelah itu Rio mengangkat pistolnya mengarah lurus di kepala Maya hingga gadis itu memejamkan mata,


Hening........


Ketika dengan sedikit gemetar sembari memejamkan matanya Rio kemudian menembak kearah Maya, melepaskan peluru yang akan menghantarkan kematian untuk gadis itu...


Dan Maya sudah siap dengan segala resikonya ia mulai meneteskan airmata ketika Rio mengarahkan pistol itu tanpa keraguan.


Semua berdiri gemetar, gurat kecemasan tergambar jelas di mata mereka, hanya Dave seorang yang tampak tenang...


Rio menarik pelatuk namun, tak ada satupun peluru yang keluar dari sana, dan membuat ia terkejut dan membuka mata, begitu juga Maya dan penduduk seisi pulau...kemudian terdengar suara yang lantang tertawa dengan keras...


''Hahahaha........''Dave tertawa dan mendekati Rio yang masih berdiri dalam diam...ia menatap ke arah Dave yang masih tertawa..


''Tuan Dave,....''


''Aku sudah melihat bukti kesetiaanmu Rio, kau memang orang kepercayaanku yang setia...''


Rio menundukan kepalanya....


''Tuan Dave....apa maksud tuan, jadi..anda tidak ingin membunuh Maya..''


Dave tertawa dengan keras sekali lagi...


''Mana mungkin aku membunuh milikku Rio...Maya adalah milikku dan hanya dia yang membuatku puas...jadi tadi aku hanya ingin menguji kesetiaanmu saja Rio...dan ternyata kau benar-benar setia...'' ucap Dave menepuk bahu Rio dan membuat Rio menghela nafas lega...lalu menatap ke arah Maya yang memalingkan wajahnya...

__ADS_1


Wajah Rio merah padam.......


Dave lalu melangkah mendekati Maya, menatap keseluruhan Maya yang mengeluarkan aroma bunga dan susu yang harum dari tubuhnya...


Sinar mata Dave membara kemudian ia membalikan tubuhnya dan menatap seluruh anak buahnya....dengan senyum yang lepas...


''Azura...apakah pendetanya sudah siap...aku akan menikahi Maya saat ini juga...''ucap Dave di hadapan semua orang...


"Sesuai perintah tuan Dave." seru Azura patuh.


Maya membeku dengan gemetar ketika mendengar pernyataan Dave yang tegas...


Maya mendekat dan menarik jass Dave, keduanya bertatapan tajam....


''Apa maksudmu sebenarnya Dave...aku tidak akan pernah sudi menikah denganmu apalagi menjadi istrimu.. lebih baik kau membunuhku saja.'' desis Maya menantang..


Namun......


Dave tersenyum dengan sinar mata kemenangan yang nyata...menarik tubuh Maya di dalam pelukannya, keduanya bertatapan dengan tajam..


''Bukankah aku sudah pernah mengatakan kepadamu, jika kita akan hancur bersama...aku tidak segampang itu membunuhmu sayang, kau harus menderita bersamaku seumur hidupmu...apa kau mengerti Maya...'' sinar mata Dave membara.


''Bajingan..kau benar-benar kejam Dave..'' jerit Maya mengumpat..


''Seharusnya kau berpikir seribu kali sebelum menghancurkan aku Maya,..kini terimalah nasibmu harus hidup bersamaku selamanya...'' teriak Dave dengan murka.


''Tidak.....'' isak Maya berusaha meronta melepaskan diri dari rengkuhan kuat Dave namun sia-sia..


Dave dengan mudah mencengkram tubuhnya hingga gadis itu kehilangan kekuatannya...


''Kau adalah milikku selamanya Maya..''


Dave tertawa dengan puas lalu menatap mata Rio yang terlihat hancur, pria itu tersenyum....


Pendeta pun datang dan segera mengukuhkan pernikahan mereka...


Sementara Rio mengepalkan tangannya di dalam saku celananya...


Suatu saat aku akan merebut Maya darimu Dave...batin Rio berjanji.

__ADS_1


__ADS_2