Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Rasa Kesal Dayse


__ADS_3

Dayse meradang melihat seorang gadis mendekati Will dan menggodanya meski Day sudah berusaha mengabaikan namun tetap saja...rasa panas di hatinya tak bisa di hentikan begitu saja akibatnya ia tak bisa bernyanyi dengan baik dan konsentrasinya terganggu karna Day selalu memandang ke arah Will yang tampak akrab dengan gadis itu...entah mengapa kedekatan mereka membuat Dayse panas sendiri, anggaplah dia labil dia berdandan malam ini untuk Derrek namun malah setiap gerak tubuhnya ingin menunjukan sebaliknya ia ingin Will melihat kecantikannya...dia normal tentu saja Will suaminya...masih suaminya yang sah...


Day akhirnya mengalihkan permainan pianonya pada seorang tamu yang kebetulan ingin memainkan piano sambil Day bangkit berdiri dan mendekati keduanya dengan perasaan kesal yang membakarnya..


Dan disinilah dirinya ia merasa sudah gila dengan tingkahnya sendiri namun kenyataannya adalah dia menghentikan langkah Will dan berhasil...meski ia sedikit terkejut karna Will bersikap dingin dan menghempas pegangan tangannya...


Day merasa sedikit nyeri..ia memastikan hanya sedikit nyeri...


''Aku ingin berdansa denganmu...'' Day mengutuk kata-katanya..mengapa ia terdengar sangat genit,beberapa pria tampan bahkan menawarkan untuk memintanya berdansa, namun Day menolak...


Sedangkan Will hanya menatap sinis..ia membalikan tubuhnya dan menatap Day dengan tajam....mendekatinya dengan pandangan paling dingin...


''Mungkin selama ini aku terlalu buta dan bodoh karna menginginkanmu dengan begitu besar nona Morgan, tapi aku sadar sekarang jika...kau memang lebih baik bersama orang yang sepadan denganmu...kalau kau denganku perbedaan itu terlalu mencolok nona Dayse....aku tak berani berharap..aku tidak sepercaya diri itu...''


Deg!!!


Sesuatu di dalam dada Day bergetar, hatinya bergetar dengan begitu kencang...sakit sekali....mengapa ia baru merasakan perasaan ini jika ia mulai menerima Will...


Mata Day memanas ketika mendapat penolakan langsung dari Will hingga jemarinya terkepal...


''Sial sekali....baiklah, pergilah berdansa dengannya....yah...aku juga bisa mendapatkan pria yang lebih tampan darimu...aku cantik aku kaya aku.......'' suara Day tercekat ingin menangis.....


Ketika Will hanya menggeleng tidak menunjukan perasaannya ke permukaan, padahal dalam hatinya sungguh bahagia...Dayse sepertinya cemburu...dan Will memutuskan akan memberi istrinya pelajaran agar dia berhenti mempermainkan Will...tentu saja Will akan menggunakan Luna untuk membuat Day menyadari perasaannya kalau dia juga mencintai Will dan perasaan ini adalah cemburu...


Will mengangguk..


''Tentu saja Day...pergilah dan jangan mengganggu...''ucap Will dengan sangat dingin...


Di depan mata Day, Will kemudian mendekati Luna dan mengambil tangannya, membawanya ke lantai dansa hingga Day menjadi gusar...


Dayse memejamkan matanya ketika airmata bening itu menetes di wajah cantiknya dan ketika ia hendak melangkah Dayse membeku ketika ia menubruk tubuh Derrek dan terjatuh di dalam pelukan Derrek..


''Day.....'' bisik Derrek lembut...


''Derrek...'' ulang Day dengan rasa terkejut...


Mereka saling menatap......


''Mengapa kau menangis...''bisik Derrek dengan tajam..


Day menggeleng.....


''Derrek...aku tidak enak badan bisakah kau pulang saja,....kita akan bicara lagi nanti....''

__ADS_1


''Tapi aku bahkan baru saja datang.....''


Day berpura-pura memijit pelipisnya hingga Derrek akhirnya mengangguk...ia mebnyentuh bahu Day dengan senyuman...


''Aku akan pulang setelah mengucapkan selamat kepada orangtuamu...''


''Baiklah,....''


Day akhirnya merasa lega...ketika Derrek akhirnya meninggalkan rumahnya dan kini pandangannya tertuju kepada Will yang bahkan tidak menunjukan rasa cemburu padanya sedikitpun....


Day lalu melangkah menemui orangtuanya, Maya lalu memperkenalkan dirinya dengan beberapa anak teman bisnis sang ayah, namun entah mengapa...pandangan matanya tidak fokus dan merasa kesal dengan Luna yang seakan menggoda Will, beberapa kali wajah mereka dekat seperti saling berbisik, lalu kemudian tertawa dan berbisik lagi...hingga Day sudah tak tahan..ia menatap salah seorang kenalan teman sang ayah...


''Siapa namamu tadi....''


Pria itu terkejut...


''Aku Riko...''


Day menganggukan kepalanya


''Bagaimana kalau kita berdansa saja...'' ucap Day tersenyum...


Ketika pria itu menjawab, Dave berdehem..


''Yah...tuan Dave...''


Sementara Day memalingkan wajahnya tak ingin melihat Will ia kesal sekali menyadari Will bersikap sangat mesra kepada gadis itu..


''Putriku tidak bisa berdansa dan aku liat kau mahir berdansa..bagaimana kalau kau mengajaknya berdansa....''


Day seketika menoleh protes..


''Tidak ayah...aku tidak mau....''


Dave menoleh dan mengira Day menolak Will karna tampilannya yang garang, itulah mafia sebenarnya dan Dve menyukai seorang Will dan pribadinya..


''Day.....''


''Aku tidak mau ayah...jangan memaksaku...''ucap Day melirik Will dengan kesal...


Will bahkan melihat jemari Day mengepal...pria itu hanya tersenyum...


''Jika nona tidak nyaman maka jangan memaksa tuan Dave....lagipula tidak cocok jika aku dipasangkan sebagai pasangan dansanya.''

__ADS_1


''Baguslah jika kau sadar....aku lelah dan ingin tidur ayah, dan tuan Will nikmati pestanya dan jangan lupa stok wanita cantik kami masih ada...kalau kau kekurangan stok wanita yang akan berdansa denganmu maka...ada banyak pelayan disini...'' ucap Day penuh emosi..


Namun Will hanya diam saja tidak menanggapinya...


''Dayse kau bersikap kurang ajar pada tamu ayah, kau tidak punya sopan santun....''ucap Dave tegas...


Day memejamkan matanya sungguh dia di penuhi berbagai emosi di dalam dadanya...dengan penuh senyum ia menunduk di depan Will dan sang ayah..


''Aku minta maaf, aku sedang sangat ingin membunuh seseorang malam ini...sayang sekali aku tidak bisa melakukannya karna itu hanya di dalam mimpi....'' ucap Day sembari melirik pada Will yang menaikan alisnya...


Will hanya tersenyum pasrah...


''Nona Day punya selera humor yang tinggi'' sambung Will tersenyum.....


Day pun membalas dengan senyuman sinis...


''Selera humorku tiba-tiba muncul begitu saja ketika aku bertemu denganmu tuan Will....'' Day tak mau kalah..


Will menganggukan kepala....


''Bagus...aku senang sekali bisa berguna untuk dirimu nona Day..''


Dave yang melihat ucapan yang berbalas dengan putrinya dan Will mengerutkan kening, ia menyimpan sejuta pertanyaan di kepalanya...


mengapa mereka terlihat saling mengenal dan punya hubungan yang buruk..?


''Aku ingin tidur sekarang...selamat malam tuan Will dan Ayah..'' ucap Day sinis lalu melangkah meninggalkan Will yang menatapnya dengan dalam...


''Will..maafkan putriku...''


''Dia masih sangat muda tuan Dave, aku bahkan tidak marah atau tersinggung...''


Dave merasa lega.....


''Will...aku ingin bicara penting denganmu...bisakah kita bicara...'' ucap Dave dengan pandangan yang dalam dan senyuman ramah.....


Will menganggukan kepala....lalu menatap Dave.


''Apakah tuan Dave butuh bantuan dariku, aku ingin tuan tau jika...aku bisa maka aku akan melakukan semua untukmu tuan Dave...'' ucap Will penuh janji...


Dave merasa lega karna menemukan solusi...


''Aku ingin meminta sesuatu darimu Will...'' ucap Dave penuh teka teki...

__ADS_1


__ADS_2