
Aira keluar dari butik dengan wajah yang memerah, tak sengaja ia melangkah melewati cermin yang berada di dekat pintu butik dan melihat bayangan tubuhnya, Aira seketika menghentikan langkahnya dan mendekat ke arah cermin dan menatap tubuhnya sendiri...
Astaga pipinya mulai chuby, berikut lengannya dadanya dan perutnya...mengapa ia tidak memperhatikannya. Aira menghela nafas, menatap cemberut ke arah cermin, memang ia sudah tidak terlalu fokus pada cermin, sejak kematian sang Ayah, pola makan dan tidur Aira jadi berubah..sebagai pelarian dari rasa patah hati dan sedihnya karna di tinggal Aira lebih sering melampiaskan rasa frustasinya pada makanan. akibatnya ia terlihat lebih berisi...
Aira maih bengong di hadapan cermin sampai Alex mendatanginya dan menghalangi pandangannya dari cermin itu. aira mengangkat wajahnya menatap mata Alex yang tajam..
''Jangan terlalu fokus melihat diri sendiri di cermin Aira...menurutku kau cantik, tubuhmu lebih berisi sekarang dan aku menyukainya, itu lebih baik dari pada melihatmu hanya menyisakan tulang belulang saja,..jadi berhentilah menangisi diri sendiri Aira...''
Aira menjadi semakin kesal mendengar perkataan Alex, gadis itu bersedekap.
''Itu artinya secara tidak langsung kau mau mengataiku aku gendut...'' suara Aira menantang...
Alex mendekat menatap mata Aira hingga pria itu sedikit terdiam.
''Aku menyukai semua yang ada pada dirimu Aira, aku tak perduli kau mau seperti dulu dan seperti sekarang...aku bahkan tidak pernah memikirkannya..''
''Yah...karna kau bukan seorang wanita, bentuk tubuh itu sangat perlu Alex..''
''Tapi jangan menyiksa dirimu...''
Hening,.........
Aira menghela nafas sebentar, dan kembali menjebak Alex dalam tatapannya...
''Baiklah kalau begitu aku ingin makan lagi....''
''Hah.....makan lagi.'' ulang Alex terputus..
Alex tak sempat menyela karna Aira sudah mencekal tangannya dan membawanya pergi..mereka berdua kembali menyusuri pertokoan sambil melihat-lihat, Alex tertawa menggoda Aira untuk mencoba pakaian ketika mereka melewati butik namun Aira menolaknya mentah-mentah...ia lebih memilih mengunjungi toko camilan dan makanan yang akan memanjakan lidahnya...
''Aku mau itu Alex..'' ucap Aira menuju tempat penjualan salad buah yang terlihat segar bahkan pengunjungnya sampai antri,...
''Kau meminta aku yang mengantri Aira....''
''Tolonglah, kakiku seperti mau patah saja...aku bahkan tidak bisa berjalan lagi please....'' pinta Aira merintih..
Alex tak tega melihat tatapan Aira langsung menyanggupi, membimbing Aira untuk duduk sebentar, pria itu lalu melangkah dan mulai mengantri di antara pengunjung lainnya, sedangkan Aira hanya duduk dan menikmati minuman dinginnya...
''Astaga segar sekali...'' desah Aira menghirup minuman dingin itu dengan rasa haus.
Sembari menunggu tatapan Aira menajam ketika melihat seorang gadis menghampiri Alex dan tampak berbicara..mereka saling berbisik dan membuat Aira menjadi panas, namun ia kembali mencoba menahan perasaannya, gadis itu lalu memalingkan wajahnya....
Tak berapa lama kemudian....
Alex pun datang dan tidak sendiri namun bersama seorang wanita kenalannya yang Aira tak tau..mengapa para wanita senang sekali mendekati Alex..astaga...
''Aira ini pesananmu...'' ucap Alex lalu duduk di samping Aira, dan memperkenalkan seorang wanita di sampingnya..
__ADS_1
''Aira kenalkan dia adalah Sinta, dia teman satu proyek denganku, Aira pun tersenyum menyambut uluran tangan wanita itu kepadanya..wanita ini berusia sekitar 30 tahun terlihat sangat matang dalam bersikap..
''Hai...senang bertemu denganmu Sinta, namaku Aira...''
''Kau sangat cantik Aira...''
''Terimakasih, kau juga cantik...''
Sinta menoleh kepada Alex dan tersenyum...
''Mengapa menyembunyikan pernikahan...''
''Pernikahan.....''ulang Alex mengerutkan kening...
''Yah...bahkan istrimu sedang hamil sekarang, selamat yah,...akhirnya kau akan menjadi seorang ayah...''
Deg!!!!
Alex menoleh tajam kepada Aira yang tiba-tiba pucat, ia menatap ke arah Sinta dan protes..
''Yah..mengapa kau menyebutku sedang hamil...'' suara Aira meninggi, sehingga Alex kembali menyipitkan matanya kali ini semakin melihat Aira dengan teliti..
Sinta tersenyum menanggapi santai ucapan Aira yang mengelak dari ucapannya...
''Aku pernah hamil Aira...coba saja ke dokter kalau kau tidak percaya ucapanku...''
''Tidak aku tidak percaya...'' ucap Aira mengelak....
Sinta kembali tersenyum....
''Coba saja ke dokter Aira....dengan melihatmu saja...aku sudah tau kau sedang hamil, tapi maafkan jika aku salah...''ucap Sinta berusaha jujur..
Aira terlalu marah ia kemudian berdiri, dan tatapan Alex tertuju pada perutnya yang bulat walau masih berupa gundukan kecil..hatinya berdebar....
''Aku ingin pulang saja...aku tidak ingin makan lagi...'' ucap Aira dengan suara tercekat lalu melangkah lebih dahulu meninggalkan Aklex dan Sinta yang madsih berdiri saling menatap....
''Sinta aku tau kalau kau......''
''Aku perempuan yang sudah menikah, entah mengapa kau tidak bisa melihat jika memang Aira sedang hamil, percayalah kepadaku Alex..pergi saja kerumah sakit demi kebaikan kalian berdua..jika dia tidak hamil ya sudah,..berarti dugaanku salah tapi jika aku benar maka...jangan lupa mentraktir kami semua...''ucap Sinta lalu melangkah pergi meninggalkan Alex yang terdiam di tempat duduknya....
''Aira Hamil....'' ulang Alex dengan senyuman di wajahnya..
*********************************************
''Tidak...aku tidak mau ke dokter Alex...'' desah Aira mulai merintih...
''Hanya mengecek saja Aira...agar aku juga tenang...'' ucap Alex membujuk.
__ADS_1
''Tidak mau...lihat wajahku sekarang...dokter kan menertawaiku dan berpikir aku perempuan apa...''
''Bukankah jika kau hamil maka aku adalah ayah bayimu...''
''Alex...mengapa kau mendengar temanmu sih.....''
''Ayo kita harus pergi...''
Alex tetap keras kepala dan menarik tangan Aira...
''Aku malu Alex....'' jerit Aira memohon...
Alex lalu menghentikan langkahnya dan menarik Air menuju satu toko, ia pun membeli topi, masker dan kacamata berwarna gelap kepada Aira lalu ia pun mendatangi Aira...dengan hati-hati menggulung rambut panjang Aira dan memasangkan masker an kacamata....pria itu tersenyum...
''Aku tidak mengenal dirimu...''
''Bohong....''
''Liat aja sendiri...''
Alex menggunakan ponsel untuk memperlihatkan penampilan Aira..
''Ayo kita pergi sekarang Aira...''
''Eit..kita berjanji dulu...''
''Tentang apa....'' ucap Alex tak sabar...
''Jika hasilnya aku tidak hamil maka kau akan melakukan apapun yang aku mau,...kau di bawah perintahku.''
''Baik..aku setuju..'' Alex mendekat...meraih punggung Aira merapat....
''Jika kau hamil maka...kita akan segera menikah, entah kau suka atau tidak...tak ada penolakan Aira....''
Aira melonggarkan tenggorokannya....
''Bagaimana kalau aku menolak....'' Aira menatang..
Alex tersenyum dan mendekatkan wajahnya..
''Gampang...aku akan selalu tidur denganmu setiap malam dan ketika anak itu lahir aku akan mengambilnya darimu dan pergi jauh...''
''Kau kejam sekali...''
''Yah aku kejam karna itu kau harus menurut....''
Aira berdecak kesal...ia tak bisa lari dari keinginan aneh Alex...
__ADS_1
Hamil...mana mungkin...?
Alex meraih jemari Aira dan menggenggamnya, menuntunnya hati-hati menuju mobil....