
Henry tersenyum lebar ketika mendengar putrinya telah pulang, tanpa melirik kearah Rosi pria itu lalu melangkah cepat ke ruang tamu menyambut sang putri..
Sementara........
Rosi masih terdiam di tempatnya, jemarinya terkepal dengan sangat kuat, apa yang harus ia lakukan sekarang, bagaimana jika Aira mengatakan segalanya bagaimana jika Aira membocorkan rahasianya kalau ia merencanakan pembunuhan kepadanya bahwa ia telah memaksa Aira untuk menyerahkan semua harta warisan untuk putrinya Nela...
Hoh....apakah ini adalah akhir dari segalanya...apakah benar ia akan terusir bahkan di penjara, sungguh Rosi mulai kehilangan kepercayaan dirinya..
''Nyonya Rosi..'' sapa sang pelayan membuat Rosi melompat dari tempat duduknya.pandangannya lurus terarah pada sosok pelayan...
''Apa kau ingin membuatku terkena serangan jantung...'' jerit Rosi dengan pandangan murka.
Sang pelayan menundukan kepalanya ketakutan,
''Maafkan saya nyonya, hanya saja tuan memanggil nyonya ke ruang tamu untuk ikut menyambut kedatangan nona muda.''ucap sang pelayan gemetar..
''Aku akan turun, kau pikir aku tak akan menyambut anak itu...'' suara Rosi meninggi di tengah ruangan..
Pelayan pun menundukan kepalanya dan segera meninggalkan Rosi sendirian.
Rosi mengerang...aaaccchh..bagaimana harus bersikap sekarang...?
****************************************************
Aira dan Alex saling menggenggam tangan menunggu sang ayah turun dari lift, keduanya saling menatap dengan penuh cinta...
''Apa kau gugup sayang.''ucap Alex dengan senyuman yang tergambar di wajahnya..
Aira tersenyum...
''Sdikit, aku tak tau bagaimana reaksi ayahku melihat aku datang membawa kekasihku..''
''Ralat calon suami..'' bisik Alex mengecup punggung tangan Aira lembut hingga Aira hanya tersenyum malu.
''Baiklah calon suami..''bisik Aira dengan mata berbinar..
Pintu lift terbuka dan sosok paruh baya itu keluar dari sana dengan aura ketegasan yang sempurna di wajahnya, ia sedikit terkejut melihat sang putri datang bersama seorang pria yang dewasa...
Henry menyimpan semua pertanyaan di kepalanya, yang jelas ia sangat bahagia melihat kepulangan sang putri..
''Putriku......'' desah Henry membuka tangannya menyambut Aiar yang memeluk tubuhnya,,
Lama...keduanya tenggelam dalam pelukan yang erat,
''Aku merindukanmu ayah...''
''Aku lebih merindukanmu sayang, apakah ayah melakukan kesalahan sehingga kau..meninggalkan ayah seperti ini..?'' suara Henry berubah menjadi serak..
__ADS_1
''Aku hanya pergi sebentar saja...aku mencari jati diriku,..''
Hnry melirik ke arah Alex dan tersenyum ramah...
''Dan kau kembali bersama kekasihmu...''bisik Henry yang membuat Aira tersenyum malu...
Pelukan itu terlepas dan Aira segera memperkenalkan Alex sebagai kekasihnya, mereka pun saling berjabatan tangan dan memberikan senyum.
''Senang bertemu dengan anda tuan Henry..
''Alex Rule..namamu teerkenal dan selama ini aku menyimpan keinginan untuk bertemu denganmu namun,...dunia memang kecil..''
''Aku mencintai putri anda tuan Hanry..''ucap Alex dengan ketegasan yang meluncur dari bibirnya..
Henry mengangguk tentu saja ia setuju, siapa yang tak mau punya menantu seorang Alex Rule yang terkenal di dunia bisnis dan Mafia..dua AA yaitu Alex dan Arkana sudah terkenal memliki jaringan yang luas dan punya cabang perusahaan dan Hotel dimana-mana..hingga para pembisnis berlomba-lomba menjadikan mereka sebagai patner bisnis, Henry tentu menyambut baik niat Alex apalagi pria ini bersikap hormat dan sangat sopan..
''Aku akan sangat bahagia jika kau mencintai putriku, Alex..dia putri tunggalku dan aku memang pemilih terutama untuk jodohnya..''
Alex mengedipkan matanya pada Aira yang hanya tersenyum...
''Anda tidak salah tentang aku...'' puji Alex dengan bangga.
Ketiganya tertawa dengan renyah sehingga suasana menjadi sangat akrab, mereka duduk dan saling bercerita dan menjadi lebih dekat,..
Namun...
''Putriku...kau akhirnya pulang nak...''bisik Rosi langsung meraih Aira berdiri dan memeluknya sembari berbisik yang hanya didengar oleh mereka berdua...
Jangan pernah berpikir kau akan mengadukanku kepada ayahmu Aira aku,...tak akan pernah melepasmu..
Aira tertawa......
Jangan coba-coba mengancamku Ibu tiri kau tidak tau siapa di belakangku, nasibmu ada di dalam genggamanku, bukankah kau harus bersikap seperti seorang penjilat sekarang...?
Aku akan menghancurkanmu Aira...lihat saja...
Aku tak sabar lagi melihatnya ibu tiri, satu satunya alasanku menahan diri karna ayahku,...kau dengar itu...
Pelukan itu terlepas dengan senyuman yang merekah seolah tidak terjadi apapun..
''Aku terkejut ibu mengkhawatirkan aku...aku sangat...bahagia..'' Aira tersenyum dengan sangat manis..
''Anak nakal..kau sama sekali tak tau jika aku menangis sepanjang malam..'' tatap Rosi bersandiwara..
''Ibu...aku sangt terharu meski dunia ini bilang mempunyai ibu tiri ibaratnya kau memelihara penyihir namun, aku yakin ibu Rosi sangat mencintaiku..'' lirik Aira penuh makna..
''Karna itu kau harus berbakti kepadaku Aira..'' desis Rosi menaikan sudut bibirnya..
__ADS_1
Sementara Henry dan juga Alex saling menatap dengan bingung melihat candaan Aira dan sang ibu tiri yang garing, namun mereka hany diam dan saling meleparkan tatapan pasrah...
Rosi kemudian duduk di samping Henry dan juga Aira duduk di samping Alex...
''Ibu kenalkan ini kekasihku Alex Rule...''
Rosi membeku melihat sosok Alex yang tampan dan dingin dalam sekali lirik, sungguh pria ini sangat gagah.
''Kau sangat tampan dan gagah, ibu yakin kau bisa menjaga putri kesayangan kami dengan sepenuh hati.'' ucap Rosi dengan tulus.
Alex tersenyum, ia tau benar yang ada di pikiran Rosi ia juga tau apa yang terjadi antara Aira dan juga ibu tirinya..
''Aku akan membahagiakan Aira di atas kebahagiaanku ibu..'' balas Alex dengan senyuman tulus.
Dan Henry merasa lega mendengarnya..
''Itu artinnya kita akan menentukan tanggal pernikahan sekarang..''
''Tentu saja...tuan Henry,...aku tak sabar lagi untuk menikahi Aira..''
Henry tersenyum bersama Rosi, sesaat kemudian muncul dari pintu sosok Nela, ia baru saja pulang dari pesta dan terkejut melihat ada pertemuan keluarga disini,terutama ada Aira dan seorang pria yang sangat tampan...
Nela melebarkan matanya terpana melihat ketampanan Alex yang membiusnya...Rosi berdehem dan menatap tajam ke arah Nela...
''Nela...mari sambut adik dan calon adik iparmul..'' ucap Rosi penuh penekanan...
Nela membeku, sesaat menatap Aira yang tersenyum dingin kepadanya..
******************************************************
Rio mengerutkan dahi ketika Dave menatapnya dengan sangat tajam, seakan punya firasat yang buruk Rio menurunkan pandangannya pada pistol di tangannya, ia melonggarkan tenggorokannya..
''Tuan Arkana, apa maksudnya ini...apa yang harus kulakukan..''
Dave melirik Azura di belakangnya sembari menaikan sudut bibirnya,...
''Aku ingin kau membunuh Maya...''
Deg!!!!!!!!
Wajah Rio berubah pucat pasi...
''Tuan Dave.......''
Dave tersenyum seraya mendekati Rio dan menepuk bahunya....
''Ini saatnya kau membuktikan kesetiaanmu kepadaku Rio, bunuh Maya tebak dia hari ini juga di depan semua orang.''
__ADS_1
Rio menghela nafas............