Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Sakit Sekali


__ADS_3

Ana membeku ketika ia membuka mata dan hal pertama yang ia liat adalah tubuh suaminya Arkana rubuh membentur lantai, sementara ada banyak dara segar mengalir dari balik kemeja putih yang mencolok dengan warna darah...


Tubuh Ana gemetar ketika ia merasa seperti mimpi, tatapannya berlaih pada Maya yang terlihat begitu syok...


Tidak...tidak mungkin.....nafas Ana menjadi satu-satu, seiring airmatanya yang menetes di wajahnya,...tidak...desahnya dengan wajahnya yang pucat....


Tanpa menunggu...


Ana melangkah terhuyung menghampiri tubuh Arkana yang lemah di sana...


''Arkana...'' suara Ana seperti tercekik di tenggorokannya,


Tubuhnya tersungkur dan meraih kepala Arkana agar berbaring di pangkuannya...sementara sebelah jemarinya menahan perut Arkana yang terus mengeluarkan darah segar...


''Sa,...saayang...aku mohon...bertahanlah kau mohon...'' tangis Ana pecah dengan begitu kesakitan....


Arkana mencoba untuk tetap tersadar namun sayang....sesaat kemudian, kegelapan segera mengambil alih kesadarannya...


Gaun panjangnya seketika berubah menjadi warna merah, hatinya hancur lebur menyadari jika Arkana mulai kehilangan kesadaran sementara sebagian tubuhnya berbuah menjadi dingin...


Ana mengangkat wajahnya dan berteriak keras...dan tepat saat itu juga Alex muncul entah dari mana dengan tatapan mata yang basah...melihat Arkana yang jatuh bersimbah darah jantungnya berdegup dengan kencang hingga Alex sungguh merasa hancur....


''Arkana...'' desah Alex mengerang.....


Alex segera membuka jassnya dan berlari menghampiri Ana dan Arkana...


''Arkana.,....apa yang terjadi...'' teriak Alex dengan mata yang basah...


''Alex...tolong...Maya...Maya menembaknya Alex...dia menembak suamiku..'' jerit Ana dengan rasa putus asa yang begitu kuat....


''Apa.....''


''Aku mohon tolong dia...ya Tuhan...aku akan mati tanpanya Alex aku mohon...'' isak Ana sesegukan.....


Alex menyentuh bahu Ana dan menatap mata Ana yang tidak fokus...


''Semua akan baik-baik saja...kau harus percaya kepadaku...Arkana pria yang kuat...dia pasti bisa bertahan...kau harus tenang Ana..'' ucap Alex dengan suara yang sedikit meninggi..


Ana hanya mengangguk dengan airmata yang terus menetes..hatinya sungguh sakit sekali..dunianya seketika berubah menjadi gelap...sangat gelap hingga ia takut...


''Kita akan membawanya ke rumah sakit...''ucap Alex tegas...


''Dia akan selamat kan Alex...dia tidak akan meninggalkan aku kan...'' isak Ana dengan histeris...

__ADS_1


Alex menganggukan kepala dan langsung menggendong tubuh Arkana berdiri...sementara Dave juga berlari menghampiri Alex...keduanya bertatapan tajam...


''Aku akan membantu,....''ucap Dave dengan tegas....


Alex tak punya pilihan karna nyawa Arkana lebih penting dari segalanya....ia pun mengangguk dan keduanya membawa tubuh Arkana yang tak sadar menuju mobil sementara Ana masih berdiri dengan tatapan beku..tubuhnya seakan kehilangan tenaganya...masih berdiri disana Ana merasa ini hanyalah mimpi...


Tidak mungkin......airmatanya menetes..ini tidak mungkin.....isaknya dengan hati yang hancur.......


Sementara Hani dan beberapa keluarga mereka mendekatinya dengan tatapan sedih....


''Kakak....''jerit Hani dengan isakan yang hancur,....bahkan ia masih memakai gaun pengantin...


Namun Ana seperti kehilangan jiwa..ia berdiri seperti patung dengan tatapan mata yang kosong.....hingga Hani menyentuhnya dengan pelan,....


Namun saat itu juga...tubuh Ana rubuh jatuh pingsan dan mengejutkan semua orang..... Ana jatuh pingsan dengan sisa airmata yang menggenang di wajahnya.....


*****************************************


Sementara Maya berhasil kabur...ia bersembunyi dari anak Dave yang konsentrasinya terpecah...


airmatanya menetes penuh rasa bersalah...tidak..ia tau pasti dia belum melepas tembakan itu..tidak mungkin dia menembak kak Arkana tidak...


Maya menghentikan langkahnya dan memejamkan matanya...tidak...bagaimana jika terjadi sesuatu pada kak Arkana...bagaimana jika dia meninggal...??


Lari Maya..kau harus melarikan diri lebih dahulu baru melakukan sesuatu....yah...


Maya berdiri dengan tatapan hancur...kemudian berlari keluar dari gedung namun tidak lama...karna seseorang menghadang langkahnya....Maya sungguh terkejut melihat sosok Hani yang menatapnya dengan mata yang tajam....makeupnya sudah luntur oleh airmata..


''Kau sangat menjijikan...aku pastikan kau akan membusuk di penjara...aku akan memastikannya Maya...''


Hani begitu marah hingga ia mendekat dan menampar wajah Maya hingga gadis itu tersungkur..seolah tidak puas ia kembali meraih gadis itu dan melayangkan pukulan bertubi-tubi untuk melampiaskan amarahnya...


''Kak Arkana dan Ana sangat baik kepadamu Maya...mengapa kau tega menembaknya..kau bukan manusia...''tangis Hani semakin menyerang Maya dengan membabibuta...


Hingga Maya tak berdaya..hanya airmata yang menetes dari matanya...sungguh ia tidak melepaskan tembakan itu....


Rambut Maya acak-acakan bajunya terkoyak karna kemarahan Hani yang begitu kuat....


''Hani....tolong dengarkan aku...''


''Kau yang harus mendengarkan aku Maya...dengarkan aku baik-baik...aku akan memastikan kau menderita...aku akan memastikan kau membayar mahal semua perbuatanmu...kau sangat menjijikan sehingga kau tidak akan di terima oleh siapapun....Maya.....mengapa kau tega melakukannya...'' jerit Hani sungguh merasa akan gila...di pesta pernikahannya justru menjadi tragedi berdarah....


Ia sungguh tak akan bisa memaafkan Maya..tidak bisa....ia tidak bisa memaafkan gadis ini...

__ADS_1


Hani lalu menelfon polisi......sedangkan Maya hanya bisa menunduk pasrah..........


*********************************************


ANa membuka matanya dan begitu terkejut melihat ia berada di sebuah rumah sakit...wanita itu terkejut ketika ingatan terakhirnya memukul kesadarannya..


Ana segera bangkit dan hendak turun dari ranjang rumah sakit namun...rasa sakit di tangannya mencegahnya untuk turun...


''Hoh.,...Arkana,....'' desahnya dengan airmata yang menetes..


Bagaimana suaminya...bagaimana Arkana...??tidak...


Ana baru akan mencabut jarum infus di tangannya ketika sosok Alex membuka pintu....


Keduanya bertatapan tajam......


''Ana...''


''Alex......'' desah Ana dengan mata yang basah...


Alex segera menghampiri Ana dan memeluknya erat...airmata Ana menetes di pelukan Alex dengan penuh rasa sakit..


''Arkana...aku ingin menemuinya...dimana dia... desah Ana dengan suara yang serak...''


Alex melepaskan pelukannya dan menatap Ana yang tampak sangat rapuh....menatap matanya mencoba menguatkan Ana....


''Arkana masih berada di ruang operasi Ana...''


''Apa....''desah Ana dengan airmata yang menetes.....


''Dia akan baik-baik saja.....kau harus tenang dan kuat, dia membutuhkanmu...dia membutuhkan kita...''


Ana menggelengkan kepalanya dengan kesedihan yang dalam....


''Ini kesalahanku Alex...ini salahku...aku benci diriku sendiri..aku benci...''tangis Ana semakin tenggelam dalam tangisan sedih....


''Yang harus kau lakukan adalah tenang dan menyerahkan segalanya pada Tuhan,....hanya itu yang bisa kita lakukan...''


Ana menggelengkan kepala tak ingin percaya jika ini semua menimpa hidupnya...


Arkana...tolong bangun...Arkana aku mohon.......


Alex sungguh merasa sedih melihat Ana yang begitu terluka...yah ia terlihat sangat hancur...dan rapuh....

__ADS_1


ALex kembali membawa Ana di dalam pelukan...membiarkan wanita itu menangis...melepaskan perasaannya....dan Alex akan selalu ada untuk Ana dan Arkana....


__ADS_2