
Ana tak sanggup lagi menahan perasaannya, wanita itu berbalik dan meraih Maya berdiri...keduanya bertatapan dengan airmata yang mengalir...
''Mengapa jadi begini...Maya, mengapa semua terjadi seperti ini..''
Maya memejamkan mata ketika airmatanya menetes dengan begitu derasnya, ia sungguh-sungguh menyesal atas semua yang terjadi..ia sungguh minta maaf.
''Aku tak tau...mengapa aku berubah kakak, aku tidak tau jiwa keserakahan mana yang mempengaruhiku hingga aku mampu menyakitimu dengan begitu dalam, aku sungguh minta maaf kakak...aku mohon.....''
Ana menganggukan kepalanya dan meraih Maya di dalam pelukannya yang erat, tangisan keduanya pecah dengan sakit hati....keduanya menyesal mengapa harus seperti ini, mengapa harus ada penghianatan di anatar mereka...
''Kau adik kecilku Maya..meski aku marah dan kecewa...namun aku selalu berharap kau selalu baik-baik saja..aku selalu berdoa dan berharap kau akan berubah...''
Maya mengangguk tanpa suara, hanya isakan yang terdengar pilu di dalam pelukannya, dulu ketika dia menangis maka pelukan Analah yang mampu menenangkannya,....tapi semua itu hanya akan menjadi kenangan manis....
''Maafkan aku...mengecewakanmu, maaf...adik kecilmu tersesat dalam keserakahannya sendiri, aku sadar dan sangat berterimakasih kau...sangat baik kakak.....aku berharap kakak sangat bahagia...''
''Hal yang sama kakak doakan untukmu Maya, taukah kau aku berharap kau bisa bahagia karna kau pantas,..tidak mengapa melakukan kesalahan..kita masih manusia...itu wajar, tapi Maya...bangkitlah dari kesalahan itu dan tegarlah..dan temukan kebahagiaanmu sendiri hum...''
Maya menganggukan kepala dengan patuh, ketika pelukan itu terlepas, masih dengan tangisan yang tumpah....Ana melepaskan kalungh miliknya dan memasangkannya kepada Maya dan menghapus airmata Maya yangs seolah tidak mengering...
''Kau tau jika kalung ini adalah kalung keberuntungan kakak,...''
Maya membeku, ia ingin menolak karna sungguh dia tidak pantas menerimanya namun, Ana memaksa...
''Kakak.....aku tidak bisa...''
''Kau adalah adikku, seorang kakak akan selalu memaafkan adiknya ketika melakukan kesalahan...'' isak Ana dengan rasa sakit di dadanya....
''Oh..kakak...aku minta maaf...''
''Aku sudah memaafkanmu, berhati-hatilah menghadapi Dave, beritau Arkana atau Alex unutk membantumu...''ucap Ana..
Namun Maya menggelengkan kepalanya....
''Aku akan menyelesaikan sendiri apa yang telah aku mulai kakak...''
''Jangan lakukan hal bodoh Maya..''
''Tenang saja...aku memakai kalung keberuntungan kakak bukan,....aku akan baik-baik saja...'' Maya berusaha tersenyum di sela isakannya..matanya bengkak karna terlalu banyak menangis...
Ana kembali memeluk Maya memberi kekuatan, ia hanya bisa berdoa untuk Maya sekarang...
Sebelum pergi, Maya memberikan sebuah surat untuk Ana, dan Ana mengerutkan kening...
''Surat untuk siapa..'' Ana menatap amplop berwarna putih itu dengan sedih..
''Alex.....'' kali ini airmata Maya kembali menetes sangat hancur...namun sekuat tenaganya ia menguatkan hati,....ia menatap Ana dengan senyuman getir..
''Alex..'' ulang Ana dengan kerutan di dahinya,...
__ADS_1
''Aku hanya ingin meminta maaf kepadanya kak...aku bahkan tidak sanggup menatap matanya lagi, Maya tersenyum walau airmatanya menetes..aku senang bisa melihatnya bahagia....dan aku akan menjadi tenang, bebanku berkurang kak Ana...''
Ana sungguh kehilangan kata....sungguh takdir mengatur semuanya tanpa bisa di cegah, oleh mereka..Ana yang semula mengatur perjodohan Maya dan Alex kemudian harus menerima kenyataan kalau takdir berkata lain dan mereka tidak berjodoh..
Ana meraih jemari Maya dan menggenggamnya........
''Jika Alex sudah menemukan kebahagiaannya, maka kau juga akan mendapatkan kebahagiaan...berjanjilah padaku Maya...'' ucap Ana membelai rambut Maya dengan lembut...
Keduanya bertatapan dengan kesedihan yang sama....
''Aku tak yakin namun...aku akan mengingat semua perkataanmu kakak....''
Ana mengangguk dengan kelegaan yang luar biasa, Maya kemudian pamit...dan melangkah...
''Aku pergi kak Ana....''ucap Maya lalu membungkukan badannya tanda ia sangat menghormati Ana dan menyesal.....
Gadis itu melangkah menuju mobil dan sesaat kemudian pergi meninggalkan rumah yang menjadi kenangan baginya...Ana dan Maya masih saling bertatapan, dan senyuman perpisahan yang menyedihkan...
Ana memejamkan matanya...
Berbahagialah Maya,...Tuhanku...aku titip adikku, biarkan dia merasakan arti cinta sebenarnya.,....aku memohon kepadamu ya Tuhan.....desah Ana dengan airmata yang menetes....
**************************************************
Maya turun dari mobil dan menatap ke arah sebuah pelabuhan yang sepi, terlihat sebuah kapal besar berlabuh di pantai...Maya menghela nafas, hari ini ia melakukan sesuatu di luar dugaan..dan Maya sudah mengambil resiko untuk melakukan ini, resiko jika Dave akan membunuhnya karna marah...
Melangkah satu demi satu langkah mendekati kapal yang terlihat banyak penjaga pria...tekad Maya sudah bulat hari ini ia akan menyelesaikan semuanya...
Dari jauh, tampak seorang anak buah Dave mendekatinya...
''Dimana Nyonya Ana..mengapa kau sendirian Maya..'' teriaknya kasar...
Maya tersenyum...
''Aku ingin bertemu Dave...cepat katakan dimana dia sekarang..''
''Tidak...kau harus...''
''Baiklah..aku akan melapor pada tuan Dave bahwa kau sengaja menghalangiku dan kita liat apa yang akan tuan Dave lakukan kepadamu...'' tatap Maya tajam...
Ana buah itu akhirnya mengalah dan memberi Maya jalan, gadis itu kemudian melangkahkan kakinya...menuju pintu kapal, lalu ia di arahkan ke kamar Dave....
Ceklek.......
Pintu kamar terbuka dan Maya menghela nafasnya, melihat Dave berdiri disana dengan bertelanj*ng dada, memakai celana panjang hitam..
Dave mengerutkan dahinya ketika menatap Maya...
''Kau....dimana Ana...mengapa kau..sendirian..''
__ADS_1
Maya gemetar ketika anak buah Dave mendorong tubuhnya masuk dan menguncinya...
Kini tinggallah Maya bersama Dave di kamar....matanya menjadi panas, tak bisa memungkiri kalau ia begitu ketakutan melihat tatapan tajam Dave kepadanya...
Pria itu tersenyum kejam...
''Kau...sedang membohongiku...Maya..''
Maya tersenyum......dan mendekat...
''Kau sangat pintar aku mengakuinya, kau tidak punya pilihan Dave....polisi, Arkana...dan juga Alex sedang menuju kemari...kau akan di penjara selamanya, kau adalah buronan nomor satui di negara ini...selain pergi dan menghilang kau sama sekali tak bisa kembali...''ucap Maya dengan suara tajam....
''Apa...''
Dave menggertakan gigi, beraninya gadis ini...beraninya dia..melaporkan Dave ke polisi dan membuat dia menjadi buronan di negaranya sendiri....
Jemari Dave terkepal dengan kuat...mendekati Maya dan mencekik leher gadis itu...namun Maya sama sekali tidak meronta atau melakukan perlawanan.....
''Aku akan membunuhmu sekarang juga....apa kau sudah gila dengan melaporkanku...kau mau mati Maya...''
Airmata Maya menetes....
''Yah...aku mau mati sekarang aku sudah sangat lelah.....cepat akhiri ini saja karna aku benci dengan hidupku sendiri...'' isak Maya berusaha kuat...
Dave membeku....
''Apa maksudmu Maya...''
''Aku lelah....dan aku hanya ingin tenang...''
Deg!!!!!!!!!
Cengkraman di leher Maya melunak, membuat tubuh Maya rubuh jatuh tersungkur di lantai....airmatanya menetes....
Sementara Dave memerintahkan anak buahnya agar mengangkat jangkar dan pergi dari pelabuhan ini sebelum polisi datang....
Pria itu sangat marah dan mengancurkan semua barang di kamarnyal.....namun masih belum puas, ia tak bisa membayangkan melepaskan Anastasya wanita yang begitu ia cintai..dan semuanya karna gadis ini...
''Aaarrggghhhh......Maya......''
Dave meraih gadis itu berdiri berhadapan dengannya dan menatapnya tajam...
''Kau akan membayar mahal dan menjadi budakku seumur hidupmu Maya....aku akan menghancurkanmu tanpa belas kasihan,...'' teriak Dave dengan mura...
Pria itu menampar wajah Maya dan menggiringnya paksa menuju ranjang...sementara pria itu menatapnya...
''Aku akan mengahancurkanmu Maya...'' desis Dave lalu mendekat...
Merobek paksa pakaian Maya....
__ADS_1