Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Gangguan


__ADS_3

Lula tak berhenti menatap Aira tak berkedip..


''Tunangan....'' ulangnya dengan nada kecewa..


Alex lalu berdehem membiarkan Aira yang menjelaskan semuanya, jika ia yang bicara Aira pasti marah dan ia meraca cukup untuk membuat gadis ini marah..


Aira menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ekpresi bingung, ia menatap mata Alex yang tajam ke arahnya, mengapa ia malah bilang tunangan, bukankah ia juga setuju untuk berpisah..? mengapa bibirnya malah keceplosan bilang kalau ia adalah tunangan Alex.


''Ehm...maksudku sebelum kakakku bertunangan atau nanti menjadi milik orang lain maka dia adalah milikku...''ucap Aira menatap mata Alex yang terlihat kecewa..


Aira memalingkan wajahnya dengan cepat.....


Lula tersenyum lega, ia hmpir patah hati dengan candaan Aira, Lula menatap Alex yang dari tadi hanya diam dan menatap Aira...


''Ehm.....aku akan berulang tahun malam minggu nanti, apakah kau...akan datang kak Alex..''


Aira menoleh tajam....


''Kakak sangat sibuk Lula....''


''Mengapa kau jadi mengaturnya sih...aku ingin mengundang kalian berdua...''


''Baiklah aku dan adikku akan menghadiri pestamu Lula...''


''Bagus.....aku juga suka warna pink sepertimu kak Alex, aku rasa kita cocok...jadi...jika kau membawa kado untukku pastikan itu juga berwarna pink.''


''Hah.....Pink..'' ulang Alex mengerutkan kening, sejak kapan pria suka pink, dia bukanlah pria pelangi....


Tatapan Alex mengarah kepada Aira yang sedang tersenyum menang, Aira menyipitkan matanya tajam ke arah Alex...


''Baiklah Lula kami harus pulang sekarang jadi...sampai jumpa....''ucap Aira lalu mengalungkan tangan Alex tanpa sadar dan setengah menariknya menjauh dari tatapan Lula yang tajam, astaga gadis ini benar-benar gadis penggoda..dan Aira tak tahan melihat caranya menatap Alex..


Keduanya akhinya masuk ke dalam mobil dan meningglkan kawasan parkiran kampus, Aira meringis kesal dan menatap ke arah Alex...


''Kau benar-benar menikmati bersamanya yah, kalian sangat cocok....yah...apa kau benar-benar akan menyukainya Alex...? asal kau tau dia adalah gadis penggoda di kampus, hampir semua pria bahkan dosen pernah bersamanya dia gadis yang liar, dia juga sangat licik...''


Alex hanya diam saja dan memilih fokus di jalan, Aira semakin terbakar cemburu menyadari Alex diam saja setelah tau gadis seperti apa yang mendekatinya....


''Hoh..aku kesal sekali.....'' desah Aira memalingkan wajahnya ke luar jendela,.


Saat itulah Alex menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menoleh ke arah Aira, menarik seketika tubuh Aira dan berbalik menatapnya, sekejap saja...wajah Alex mendekat dan bibirnya mendarat mulus di bibir Aira dan melum**** dengan penuh perasaan, ketika Aira membuka mulutnya untuk protes Alex mengambil kesempatan untuk mengul** bibirnya dengan ahli..sementara lidahnya menjelajah masuk dan menggoda bibir Aira yang hangat...


Aira membeku tentu saja, mengapa rasannya sangat indah dan penuh getaran aneh ketika bibir mereka saling mencecap dan beradu dengan indah.


Alex melepaskan ciumannya dengan lembut, menikmati wajah Aira yang merah merona karna malu...pria itu lantas mengecup dahi Aira dengan lembut..dan kembali mata mereka saling menatap dengan tajam.

__ADS_1


''Jika kau bertanya kepadaku apakah aku tergoda jawabanku adalah tidak Aira...


Mengapa....?


Karna aku hanya tergoda denganmu, tubuhku hanya ingin menjadi milikmu dan sebaliknya aku ingin tubuhmu hanya milikku..aku bahkan tidak perduli ada banyak gadis cantiok dan sexy di luar sana, aku hanya menginginkanmu...Aku ingin kau tau jika aku akan melakukan apapun untuk menembus dosaku karna memutuskanmu Aira, aku sangat menyesal dan...benar-benar menyesal.''


Deg!!!!


Kata-kata manis dari mulut Alex benar-benar menumbuhkan bunga-bunga indah di hati Aira hingga tanpa sadar ia tersenyum..namun hanya sebentar, Aira segera memalingkan wajah memerahnya..


''A..aaku lapar....''ucapnya dengan senyuman tipis di wajahnya..


''Baiklah tuan putri Aira....kau mau makan dimana...''


''Restoran langgananku bersama ayah.''


Alex membeku sesaat menyadari perubahan di wajah Aira menjadi sendu, ia pun lalu mengangguk...


''Yah...aku juga lapar sekali...'' balas Alex berusaha menghibur...


Mereka pun akhirnya menuju sebuah restoran mewah di tengah kota. dan melangkah bersama, Alex lalu meraih tangan Aira untuk menggenggamnya membawanya masuk ke dalam restoran mewah itu..


Namun ketika baru akan masuk melalui pintu, langkahnya terhenti melihat seorang pria muda, sekejap saja Aira melepaskan genggaman Alex hingga Alex menoleh protes namun hanya sebentar ketika ia melihat seorang pria yang sangat tampan, berusia sekitar 25 tahunan, pria itu tampak gagah dalam balutan jasnya...


Alex menyaksikan tatapan itu, tatapan berbeda dari seorang Aira kepada pria di depannya, tentu saja..Aira bahkan melepaskan gengamannya tanpa keraguan sedikitpun...


''Aira...sudah lama sekali...'' bisik pria itu dengan senyum mematikan..


''David....'' balas Aira dengan senyuman gugup...


''Yah...apa kabar Aira.....''


''Aku baik-baik saja David...bagaimana denganku...''


Alex benar-benar cemburu...yah, bagaimana mungkin ia..di acuhkan oleh Aira sekarang demi pria muda ini..? jika di lihat wajah mereka lebih pantas, mereka sama-sama masih muda, dan serasi..


Alex mengutuk pikirannya.....namun inilah kebenarannya, Aira melupakan dirinya ketika pria ini datang...


''Aku dengar ayahmu meninggal Aira, maaf..aku tak sempat datang...aku benar-benar berduka atas meninggalnya ayahmu dengan tragis..


Mata Aira menjadi panas.....


''Terimakasih David...''


Aira mengangkat wajahnya dan baru sadar melihat tatapan Alex yang beku di sampingnya...

__ADS_1


''Ehm...David...kenalkan dia adalah, Alex dia....''


''Apakh dia pamanmu Aira.....''


''Hah........'' suara Aira tertelan..


Sementara Alex tersenyum dan menatap pria di depannya, menurunkan pandangan pada uluran tangan pria itu...


''Yah...aku adalah pamannya, namaku Alex dan siapa kau....''


David tersenyum....


''Aku David, aku adalah mantan kekasih Aira yang masih berharap kepadanya...''


David memalingkan wajahnya dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Aira yang bingung, matanya terus terarah kepada Alex yang tampak tidak menunjukan emosi apapun...


dan mau tak mau Aira menjadi sedih...


Apakah hanya dia saja yang merasakan perasaan cemburu..? ketika AIra melihat Lula mendekati Alex, emosinya naik ke level maksimal dan dia berharap setidaknya Alex juga merasakan perasaan cemburu kepadanya walau hanya sedikit dan Aira akan senang namun...Alex malah memperlihatkan wajah datar...


''Jadi Aira berapa nomor ponselmu, aku ingin menghubungimu..'' ucap David..


Deg!!!


**********************************************


Aira mengaduk supnya dengan malas, padahal ini adalah makanan kesukaannya mengapa malah tidak suka...?


''Makanlah Aira katanya kau lapar...''ucap Alex dari seberang meja menembus lamunan Aira..


Mereka saling bertatapan......


''Alex.....tadi pria itu dia adalah.....''


''Jika kau menyukainya maka silahkan saja....'' ucap Alex dengan sangat dingin..


Wajah Aira berubah kusut...lalu meletakan sendok dengan tidak berselera...


''Aku ingin eskrim saja...'' desah Aira dengan nada kesal...


Alex menoleh...


''Eskrim...'' desahnya sedikit malas..


Alex sangat membenci eskrim...

__ADS_1


__ADS_2