Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Membujuk Alex


__ADS_3

Alex mendekat mengulurkan tangannya meminta kunci yang aa di genggamann Ana namun wanita itu menghindar dengan tatapan kesal..


''Kalian berdua harus mendengarkan aku dulu...aku tidak akan menyerahkan kunci ini sebelum kalian mendengarkan aku..kita bicara oke....? tanpa kekerasan aku tidak ingin kalian melukai Aira....''


Arkana bercakak pinggang, ia tak habis pikir mengapa Ana selalu saja jatuh dalam perangkap yang sama wajah lugu di tambah cerita sedih maka kau akan langsung mendapatkan hati dan kepercayaannya, karna hati Ana yang terlampau polos hingga Dave dan Maya memperalat dirinya namun, Arkana tak akan membiarkan istrinya jatuh pada lubang yang sama...


''Jadi namanya Aira....''


''Aira Putri, dia melarikan diri dari rumahnya karna ibu tirinya yang kejam...'' Ana mencoba bercerita sembari melangkah menjauh dari kedua pria ini yang sama sekali tidak melepasnya...


Alex dan Arkana saling menatap dan tersenyum dengan satui pikiran yang sama..mereka tidak percaya sedikitppun cerita Ana...


''Apakah gadis itu akan di bunuh ibunya...''ucap Alex menebak...


Wajah Ana menjadi cerah...yah...Alex sangat pintar menganalisa bahkan ketika dia belum mendengar cerita...Alex sungguh hebat..dan Ana mengakuinya...


''Kau..tau dari mana...''


Alex memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana sambil menatap Ana dengan tajam....


''Cerita yang klasik Ana..kau hanya membuang waktu, bagaimana kalau dia memang suruhan Dave,...aku harus segera menghentikan dia sekarang...''ucap Dave tak sabar...


''Ana...dengarkan ALex dan jangan keras kepala sayang, kemarikan kuncinya agar Alex menyelesaikan ini dengan cepat lalu keluarga kita akan aman....''ucap Arkana mulai membujuk...


Ana sungguh marah pada kedua pria ini, ia menggeleng tegas....


''Aku tak akan pernah menyerahkan AIra kepada Mafia kejam seperti kalian...yang benar saja..dia hanyalah seorang gadis lemah berusia 18 tahun, dia bahkan berwajah Barbie,...''


''Cih..wajah seperti Barbie apanya...'' Alex menggeleng, justru Yuni yang berwajah Barbie..dia sangat cantik dia manis dan...memuaskan...sial...Alex akan tersiksa malam ini.


''Ana....''


''Tidak mau.....berjanjilah kali ini saja..aku tidak ingin dia terluka, aku punya bukti jika dia bukan mata-mata Dave, dia tidak seperti Maya....aku bisa memberi kalian bukti,''


Arkana dan Alex sungguh tak bisa mengerti apa yang telah gadis itu berikan pada Ana hingga Ana membelanya mati-matian dan berbalik menantang mereka...


''Apa kau sedang di hipnotis sayang....''


Ana memutar bola matanya jengah...


''Yah..kau memfitnahnya lagi Arkana..aku tidak akan memaafkan dirimu...''


Arkana membeku jika Ana sudah mengeluarkan ancaman mengerikan itu, maka Arkana menyerah...atau hasratnya tidak bisa di salurkan malam ini karna sudah pasti Ana akan menendangnya keluar dari kamar, dan akibatnya Arkana akan kesakitan sepanjang malam...tida...resiko terlalu besar untuk membuat Ana marah...


Arkana menatap Alex dengan senyuman

__ADS_1


pasrah...


''Alex...kau tau kelemahanku bukan, Ana akan membunuhku malam ini..''ucap Arkana memisahkan diri dari kubu Alex...


Alex hanya menggeleng...yah..wanita selalu saja bisa mengancam, dan selalu membuat para pria bertekuk lutut pada mereka...


Dan Arkana pasrah,....setelah bisa menguasai Arkana, tatapan Ana berpindah pada Alex yang sama sekali tak mudah untuk di bujuk....


''Alex....''


''Aku tak bisa mengambil resiko dengan apa yang terjadi pada keluarga kita Ana....kau lihat jika Dave sangat kejam...bahkan saat ini dia menjadi buronan saat ini, Dave tau benar jika Arkana telah membohonginya tentang penembakan itu..kita tidak boleh lemah..aku tidak mau berkompromi Ana...bagaimana jika dia mengirim orang yang lemah karna tau kelemahanmu...lalu melukai salah satu dari kita...''


Ana memejamkan matanya dengan frustasi, ia sangat percaya kepada Aira bagaimana mungkin gadis itu menjadi mata-mata....namun ucapan Alex ada benarnya, keluar mereka sedang dalam incaran Dave dan anak buahnya....jadi ANa harus memikirkan nasib semua orang...


Alex menghela nafas, ketika Ana mulai meneteskan airmata...siapapun gadis itu dia pasti sangat pintar karna mampu membuat Ana sesedih ini untuk seseorang yang baru dikenalnya...


Mustahil....Alex yakin ini pasti anak buah Dave...


''Ana...''


''Dia hanyalah gadis yang butuh pertolongan kita..mengapa kau sangat kejam...''


''Aku hanya ingin melindungi keluarga kita...''


''Tapi bukan berarti kau menganggap semua orang adalah mata-mata...oh....aku sedih sekali, malam ini aku ingin tidur sendiri..tanpa Arkana juga Aleysa...


Ana melirik dari sudut matanya Alex terpengaruh kata-katanya, yah...Aleysa adalah kelemahan Alex, dan Ana tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menekan pria ini...yah ia hanya ingin memastiakn kalau Aira aman...


''Ana...bagaimana bisa kalu melakukan itu pada menantuku..''


''Yah,...kau pikir aku perduli..kau saja kejam pada adik baruku Aira...jadi mari kita saling menguji...''tantang Ana...


Sementara Arkana hanya menggeleng merasa lucu pada keduanya..dia mendekati keduanya, dan menjadi wasit di antara mereka,


''Bagaimana kalau kalian berdua bersepakat saja..'' ucap Arkana sambil memijit dahinya..


Alex menoleh...


''Arkana....''


''Biar bagaimanapun Ana ada benarnya, kita harus hati-hati namun bukan berarti semua kita curigai...itu tidak adil...''


Ana mengangguk setuju...lalu mengalungkan tangannya di lengan suaminya, ia senang karna Arkana membela dirinya...


''Wah...kalian berdua sangat cocok..''ucap Alex menggeleng kesal...

__ADS_1


''Bagaimana jika kau menemuinya namun kau bisa bertanya padanya dengan sopan, dia hanyalah seorang gadis lemah...aku peringatkan padamu jangan sampai mengusirnya, dia benar-benar tidak punya tempat tinggal..''


Alex akhinya mengalah ia pun menganggukan kepalanya dan menatap Ana...


''Jangan sampai aku mendengar suara menantuku menangis Ana kalau tidak gadis itu akan....''


Sebellum Alex menyelesaikan kata-katanya Ana sudah mengangguk dengan cepat...


''Aku jamin menantu tersayangmu Aleysa akan kenyang dan tidur dengan lelap malam ini...besok aku ingin melihat Aira di kamarnya okey...''


Alex akhirnya menganggukan kepala..ia sama sekali tak bisa melawan keputusan Ana...


''Yah..kita sepakat..''ucap Ana mengulurkan tangannya...


Alex lalu mengangguk dan mengulurkan tangannya...


''Sepakat...''


Ana akhirnya memberikan kunci kamar di toko gedung sebelah kepada Alex, lalu Arkana membawa istrinya untuk naik ke kamar sementara Alex mengerang kesal...


''Gadis licik...kau akan kuberi pelajaran...'' desis Alex melangkah....


Akhinya Alex sampai juga di gedung sebelah dan membuka pintu, seorang pelayan menunduk ke arahnya...


''Dimana gadis itu...''


''Di kamar lantai atas tuan Alex..''


''Baiklah...sekarang kau kembali ke kamarmu..''


''Baik...''


Pelayan itupun pergi lalu Alex mengunci pintu di belakangnya...lalu langkahnya pelan menaiki tangga satu demi satu hingga sampai di lantai atas...pria itu tersenyum ketika sampai di depan kamar..lalu membuka pintu menggunakan kunci....


Sementara Aira terkejut ketika gerakan pintu terbuka..gadis itu tersenyum...itu pasti kak Ana...


Aira melompat dan mendekati pintu....


Ceklek....


Pintu terbuka dan menampakan sosok Alex di hadapannya...


Hening ketika mereka saling menatap, jantung Aira berdebar begitu juga Alex ketika mengenali gadis di hadapannya....


''Yuni...''

__ADS_1


''Kau..'' jerit Aira dengan pandangan syok...


🥰🥰🥰🥰


__ADS_2