Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kemarahan Damian


__ADS_3

Ponsel yang berada di dekat ranjang segera di raih Damian dan mengangkatnya....


Damiann diam saja dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun sementara ia menunggu lawan bicaranya berkata...


Arden : Aleysa....ini aku, bisakah aku menunggumu di Resto Mutiara besok jam 11 siang,...aku ingin bicara tentang suamimu dan juga mantan tunanganku karna itu aku memintamu berdiskusi,.....


Damian menatap tajam ke arah Aley dan memintanya menjawab....


Aley : Baiklah....Arden, aku akan menemuimu segera....


Arden : Baikllah...aku tak sabar lagi...


Ponsel langsung dimatikan sementara Damian menatap Aley dengan tajam....karna sesaat kemudian ponsel itu hancur di lantai kamar dengan bunyi yang begitu mengerikan..


Tubuh Aley menegang ketika Damian bergerak memasuki tubuh Aley dengan kej*ntanannya yang mengeras di bawah sana...


''Aku akan menemuinya Aley...dan dia tak akan selamat kali ini...'' desis Damian dengan suaranya yang parau...


Aley menjadi takut sendiri....


********


Damian meraih pistolnya di dalam laci penyimpanan sementara Aley mendekatinya dengan gusar...


''Damian...apa yang akan kau lakukan...''


''Membun*h pria itu,....'' desis Damian dengan ketenangan yang mengerikan,


Aley memejamkan matanya sebentar...


''Damian..jangan melakukan hal bodoh, antara kami tidak ada hubungan apapun mengapa kau tidak percaya kepadaku..'' teriak Aley...


Damian menghempaskan pegangan tangan Aley dan tersenyum dingin...


''Hal ini sama dengan yang terjadi kepadaku bukan, betapa kerasnya aku mengatakan kalau aku dan Seila tak ada hubungan apapun namun kau sama sekali tidak percaya padaku...Aleysa...kini hubungan kita bahkan sudah hancur karna tak ada kepercayaan di dalamnya..mungkin juga cinta...'' ucap Damian dengan dingin...


Aley menghela nafas,.......


''Apa maksudmu Damian...''


''Kini alasan kita bersama hanya demi anak bukan,..jadi Aley aku ingin berterus terang kepadamu bahwa.....mari hidup bersama sampai mati tanpa cinta sedikitpun karna aku juga muak mengharapkan cinta darimu...''


Damian mendorong tubuh Aley sedikit menjauh dan melangkah ke arah pintu...sementara Aley membeku...mengapa Damian bisa berubah dalam sekejap dan mengapa ia harus takut...?


Damian sampai di pintu kamar lalu menghentikan langkahnya...


''Jangan pernah melangkah kan kakimu sampai ke pintu karna penjaga akan mematahkan kakimu jika kau nekat..'' desis Damian lalu keluar dari sana...


******


Damian menuruni tangga dengan tatapan membunuh yang kentara...segera ia menelfon anak buahnya yang telah menunggu

__ADS_1


Aku ingin kau membawa bukti yang telah kau dapatkan, kita bertemu di Resto Mutiara..


Damian lalu melangkah keluar rumah sembari memberi pesan kepada para pelayannya...


********


Aley berdiri di atas balkon dengan sinar mata tajam....menatap mobil Damian yang meluncur pergi meninggalkan kediaman mereka...


Aley mengepalkan tangannya ia sangat kesal karna tak bisa melawan Damian.....


ia di kurung di dalam rumah dan merasa bingung dengan hidupnya...ponselnya juga sudah di hancurkan Damian...ia sudah tidak memegang ponsel lagi..


Sementara.....ia melihat telp di kamar dan tersenyum....bagaimana kalau ia menelp papa..yah..papa akan membantunya bukan,,...??


Namun ketika ia hendak menelfon, ternyata telp di rumah ini sudah di putuskan..Damian benar-benar membuatnya gila...


**********


Arden duduk di dalam Resto dan menunggu dengan tak sabar, hatinya berdebar penuh rasa senang...membayangkan jika Aley akan datang dan dia sudah siap melakukan segala cara agar Aley percaya kata-katanya...yah.....ia sudah terlanjur jatuh cinta dan melangkah sejauh ini ia tak akan menyerah...harapannya adalah Aley dan Damian segera bercerai...benar-benar bercerai..


Sambil melirik jamnya, Arden memesan minum lebih dahulu...sudah hampir setengah jam...dan Aley belum juga datang..ia mulai cemas..


Namun ketika ia mengangkat muka ke arah pintu, pintu pun terbuka dan sosok Damian malah muncul di hadapannya berdiri dengan tatapan membunuh kepadanya...


''Damian...''


Damian tersenyum dingin dan melangkah mendekati Arden yang begitu terkejut menatapnya...


''Mengapa wajahmu pucat...apakah kau menunggu istriku dengan tidak sabar, kau mengharapkan dia datang lalu kau bisa membujuknya bercerai...begitu...''


''Apakah kau sedang takut menghadapi kenyataan Damian....?''


Damian mengeraskan wajahnya...


''Apa maksudmu....''


''Cinta itu sudah tidak ada lagi..Damian, mengapa kau tidak menyerah saja...ceraikan Aley maka kalian berdua akan bahagia dengan pasangan masing-masing.....''


Damian tersenyum kejam.........lalu mendekat...meraih tubuh Arden dan dalam sekejap..


Buggghh!!!!!


Sebuah pukulan telak menghantam wajah Arden seketika itu juga pria itu pingsan....


Damian lalu memberi isyarat pada anak buahnya untuk membawa tubuh Arden keluar dari dalam resto..


Damian pun keluar dari sana dengan sorot mata dingin.......


*************


Arden terkejut dari pingsannya ketika tubuhnya di siram air dingin....

__ADS_1


Byyyurrr!!!!!


Arden terbatuk-batuk seketika....matanya melebar tak percaya melihat Damian duduk dengan santai dan menatapnya sementara tubuhnya terikat di kursi...


''Damian,....bagaimana mungkin kau melakukan ini kepadaku...''


Damian menatapnya dengan tenang..


''Aku hanya ingin mengatakan kepadamu kalau kau mungkin tidak akan melihat hari esok...''desis Damian dengan dingin....


Arden sungguh terkejut, sekuat tenaga ia meronta namun tubuhnya terikat kuat ia mulai ketakutan apalagi melihat anak buah Damian yang begitu banyak menatapnya dengan tajam.....


''Damian aku mohon.......''


Buggghh.....


''Beraninya kau menginginkan istriku, beraninya kau....memintaku bercerai..apa kau sudah gila....?? Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkannya jangan pernah bermimpi....'' desis Damian mengeluarkan pistolnya...


Arden mengeraskan wajahnya di tengah kesakitan....


''Damian.....aku minta maaf...aku mohon, aku akan segera kembali keluar negri..jadi aku tak akan mengganggu kalian lagi........''


Damian tertawa.......


''Benarkah haruskah aku senang....kau dan saudaramu sengaja ingin menjebak istriku bukan,,....Cleo dia ingin menjatuhkan Aley dan memanfaatkan dirimu, lalu dengan bod*hnya kau ikut begitu saja,....kau salah memilih lawan Arden....''


Damian mengarahkan tembakannya pada Arden....lalu


Dorr!!!!!


Damian menaikan sudut bibirnya....


*********


Hari sudah malam.....


Aley melangkah kesana kemari dengan wajah yang cemas, ia di kurung di dalam rumah seharian ini,.,..teganya Damian kepadanya....


Suara mobil memasuki gerbang rumah membuat Aley mengangkat wajahnya....ada dua mobil yang masuk, dan entah siapa yang datang, dalam hati Aley ia berharap salah satu orangtuanya akan datang dan Aley akan mengadukan semuanya bila perlun ia akan meninggalkan rumah ini dengan cepat...


Aley tak bisa hidup lebih lama dengan suami yang berselingkuh apalagi menjauhkannya dengan teman-temannya....


Aley mengepalkan tangannya...


Begitu pintu terbuka ia sedikit terkejut melihat Damian pulang tidak sendiri, namun dia membawa Cleo dan juga Seila....wajah kedua wanita itu memucat dengan sangat ketakutan....


Damian menatap mata Aley dengan tajam....


''Kau harus mendengar kebenaran dari mulut para penipu ini Aleysa...''


Deg!!!!

__ADS_1


Mengapa Aley merasa begitu takut sekarang...? mengapa...ia sangat takut...?


''Aley sebenarnya.........'' suara Cleo bergetar.....


__ADS_2