
Alex menatap Maya yang berdiri dengan mata yang memerah, pria itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya kepada Maya, gadis itu pun membalas mengulurkan tangannya.
Keduanya bertatapan dengan dalam...
''Aku akan menceritakan semuanya kepadamu Maya..apakah kau..ingin mendengarnya..''
''Tentu..'' balas Maya dengan mata berkaca-kaca, sejuta perasaan berkecamuk di dadanya saat ini.
Alex lalu berdiri dan menarik May menjauh, pria itu membuka pintu mobil dan menuntun Maya masuk ke dalamnya, dan ia pun segera masuk lalu mobil itu melaju meninggalkan toko.
*********************************************
Sebuah pantai yang sepi menjadi tempat Alex membawa Maya, pria itu mematikan mesin mobil dan terdengar suara ombak yang menyapa bibir pantai..
Maya menoleh...
''Apa yang sebenarnya terjadi..mengapa aku berpikir bahwa kau sedang mempermainkan aku..apakah seperti itu cara orang dewasa bertindak..aku sungguh-sungguh kecewa..''ucap Maya tak tahan..
Alex menoleh dan tersenyum sementara matanya menatap lurus ke depan ia pun menghela nafas, sesungguhnya hatinya benar-benar belum sembuh, yah...Alex mengakui bahwa melihat Ana lagi seperti mimpi baginya, kenyataannya hatinya tak pernah siap untuk bertemu Ana...Alex sudah melepaskan namun kenyataannya hatinya punya mau sendiri..
''Anastasya adalah mantan kekasihku,...lebih tepatnya aku sangat mencintainya..dulu aku bahkan ingin menikahinya''
Deg!!!!
''Apa maksudmu kakak adalah mantan kekasihmu...apakah kau sungguh-sungguh...bagaimana bisa...'' ucap Maya dengan nada lemah..
'' Itulah kenyataannya Maya dan satu hal yang pasti..aku tak ingin mendengarnya dari orang lain selain aku..aku juga tak ingin kau mengetahuinya setelah aku melamarmu...bukankah sama saja aku menipumu.''ucap Alex..
Maya memejamkan matanya..jadi kakak dan Alex..mereka adalah sepasang mantan kekasih...dunia sangat kecil bagi mereka..
''Lalu mengapa hubungan kalian berakhir.'' tatap Maya ingin tau...ia benar-benar penasaran, karna Maya bisa melihat bahwa Alex menatap kak Ana dengan pandangan yang lama..
''Yah....masalah di antara kami sangat rumit dan panjang Maya, dia kini telah menikah dengan Arkana seperti yang kau tau..''
''Apakah karna itu kakak sangat terkejut melihatmu tadi..''
''Kami sama-sama terkejut Maya,..dengarkan aku..aku hanya ingin jujur kepadamu tentang semuanya karna aku tau kau berhak untuk memutuskan dan aku tak akan memaksa...''
Maya hanya terdiam dan mendengarkan penjelasan Alex yang hati-hati...bahkan pria ini masih memikirkan perasaannya, mau tak mau hati Maya di liputi kehangatan..ia sangat kagum dengan sosok Alex.
''Lalu....apakah itu artinya kau masih mengharapkannya karna itu kau masih ragu dan mengurungkan niat untuk melamarku Alex.''
Alex menoleh.............
''Aku hanya merasa tidak adil jika kau tidak mengetahui sejarah antara aku Ana, lalu aku dengan egois langsung melamarmu Maya...kau tau benar usiaku tidak lagi muda, aku tak ingin jika kau tau setelah aku melamarmu lalu kau malah menolak ketika mengetahui hubunganku dengan Ana sebelumnya,....''
Maya menghela nafas.....
''Kau pria yang baik..''
__ADS_1
''Aku hanya tak siap untuk terluka lagi Maya...bahkan luka di hatiku belum sembuh....karna itu aku juga tak ingin membuatmu terluka dengan ketidak jujuranku..''
Keduanya bertatapan tajam.....
Dan....
Maya menganggukan kepalanya.....
''Apakah kakakku meninggalkanmu..''tatap Maya dengan mata yang panas,...
''Aku menyebutnya takdir Maya, kakakmu dan aku mungkin tak berjodoh...namun aku menyayanginya...dan aku ingin jujur itu padamu..jika Ana masih berada di dalam hatiku walau saat ini mungkin dia seperti adikku.''
Airmata Maya menetes..sungguh Alex pria yang sangat baik, tadinya ia sangat marah...yah tentu saja, secara tidak langsung Alex sudah mempermalukannya namun.,..setelah mendengar penjelasan Alex saat ini hatinya menjadi tenang...pria ini bahkan memikirkan perasaannya di detik terakhir dan memilih tidak bersikap egois dengan langsung melamar...Maya merasa ia sangat beruntung bisa mengenal sosok Alex yang menurutnya sangat baik dan pengertian.
''Yah...apakah kau benar-benar menyukaiku..maksudku walau hanya sedikit.''
Alex menatap Maya dan melihat binar mata Maya yang terlihat bening....
''Aku menyukaimu namun jika cinta...'' kata-kata Alex terputus,
Ketika Maya meraih jemari Alex dan menggenggamnya,
''Aku akan menunggu dengan sabar..aku akan mendapatkan hatimu lagi..biarkan aku mengejarmu..''
''Tidak....akulah yang akan mengejarmu Maya..aku akan merasa lega karna kau telah mengetahui masa laluku, yang selama ini menjadi bebanku Maya..''
Maya tersenyum....dan menatap buih di bibir pantai..
Alex menatap kesungguhan Maya dan mengangguk...
''Aku ingin mengatakan satu hal padamu Maya..''
''Katakan...''
''Jika aku sudah mencintai maka aku tak akan mudah melepaskan..jadi jangan pernah berubah Maya...berikan aku waktu agar hatiku terbiasa...berdamai dengan masa laluku.''
Maya mengangguk....
''Jadi apakah kita harus jujur kepada kakakku..''
Alex mengangkat bahunya...
''Kurasa suasana hati kakamu sedang tak baik....aku takut dia pikir aku hanya bermain-main denganku dan akan marah..''
''Kakak sangat mengerikan ketika ia marah...''balas Maya membenarkan..
Alex menatap mata Maya..
''Maafkan aku Maya..''
__ADS_1
Gadis itu tersenyum....
''Aku gadis yang kuat, dan tenang saja...aku akan membuatmu jatuh cinta padaku..'' ucap Maya dengan penuh janji..
Alex mengangguk setuju..syukurlah Maya mengerti dengan semua penjelasannya...satu hal yang tidak ia katakan dengan jujur bahwa..ia masih sangat mencintai Ana..namun kali ini ia akan mencoba membunuh rasa itu walau ia tau..itu tak mudah....
*****************************************************
''Keluar dari kamarku Arkana..''
Ucap Ana seraya menuju sofa santainya untuk duduk sebentar perutnya sedang nyeri sedari tadi mungkin ia terlalu terkejut hari ini..melihat Alex dan Arkana berdirin di hadapannya sungguh tak mudah..ia terlalu terkejut..
Arkana menutup pintu di belakangnya dan menguncinya..sekilas ia memandangi kamar milik Ana di toko ini yang cukup luas, semua perlengkapan kamar tidur tersedia disini dan memudahkan Ana...
Pria itu lalu melangkah mengabaikan tatapan Ana yang penuh peringatan..
''Arkana....mengapa kau masih di kamar ini...''
Arkana tersenyum terlihat tak perduli, ia malah mendekati Ana dan duduk di samping Ana...sementara tangannya naik dan menyentuh permukaan perut Ana..sedikit menekan seolah menegaskan bahwa Ana adalah miliknya...
Pria itu menatap na dengan pandangan tajam yang menusuk..
''Apa kau lupa jika toko tutup maka aku bukan lagi karyawanmu namun.,..aku adalah suamimu.''
Ana memejamkan matanya kesal...ya..pria ini memanfaatkan situasi dengan baik...
''Aku tak ingin bertengkar...''
''Aku juga sama Ana..dan bagaimana jika kau tidak terus mengujiku mulai dari sekarang...? bisakah kau menerima kenyataan kalau aku adalah suamimu...''
Ana menatap Arkana...ia sudah sangat lelah saat ini dan tak ingin berdebat dengan Arkana, ia kehabisa tenaga,....
''Baiklah...aku ingin tidur sekarang,...''ucap Ana menyerah..
Ana kemudian berdiri dan Arkana juga ikut berdiri, memeluk tubuh Ana dan membawanya ke ranjang...
Malam itu Arkana bahagia karna ia bisa tidur dan memeluk Ana..hanya memeluk...hal yang selama ini ia rindukan..
********************************************
Di sebuah ruangan gelap...........
Seorang pria menatap foto milik Arkana dan Alex...lalu tersenyum dengan dingin...
''Apa kabar kalian berdua...bukankah ini saatnya kita....bermain-main...''
Hhahahahahahah.........
Tawa itu menggema di ruangan sepi itu dan pria itu mengepalkan tangannya...
__ADS_1
Ia sudah tidak sabar lagi....menghancurkan kedua mafia itu dengan cara apapun..