
Dave masih bermain-main dengan baby Aleysa, putri kecil Ana sangat lucu dan menggemaskan...hingga pria itu betah menatapnya lama..
Sedang Ana hanya tersenyum...
Kasihan Dave,...ia hidup sendirian dan menjadi sebatang kara, apa artinya uang dan segalanya jika tidak punya siapapun yang tulus padamu...?
''Berapa usiamu tuan Dave,...''
Suara Ana menembus lamunan Dave..pria itu berbalik...dan tersenyum...
''28 tahun...lalu kau...''
''Aku..usiaku 21 tahun...''balas Ana dengan senyuman..
''Kita tidak berbeda terlalu jauh..hum..bagaimana jika kau memanggila namaku saja...jika kita sedang berada di luar kerjasama kita...''
Ana menatap dengan canggung.........
''Tapi itu akan terlihat tidak sopan...''
''Tidak sopan...?'' ulang Dave tertawa...
''Yah,..aku merasa tidak enak..''
''Tolonglah,...bagaimana dengan kau menjadi sahabatku..dengan begitu tak ada rasa canggung lagi bukan..'' tawar Dave..
Ana tersenyum..tak ada salahnya menambah sahabat bukan...?
''Baiklah Dave,..''
''Bagus...aku suka caramu memanggiku.'' Dave kembali menatap ke arah baby Aleysa dengan senyuman misterius..
Ketika mereka masih saling bercanda, pintu terbuka lagi dan kali ini Alex yang masuk...
Dave menoleh dan langsung bertatapan dengan mata Alex yang tajam..sinar tajam keluar dari tatapan mereka masing-masing..
Ana yang melihat kedatangan Alex langsung tersenyum dan menyambut Alex...
''Apakah ini adalah suamimu nyonya Ana...''
Deg!!!!!!
Ana dan Alex saling menatap....Alex tersenyum dan mendekati Dave dengan sinar mata yang tajam..
''Aku adalah Alex Rule..aku kakak dari Ana..apakah kau keberatan.'' desis Alex sudah mulai curiga...
Ia jelas pernah melihat wajah ini tapi sedikit melupakannya.,..
''Ow..kakaknya.'' Dave tertawa....ketika ia sudah mendapatkan jawaban yang akan membuatnya bermain dengan halus...
''Apakah ini terasa lucu bagimu...siapa namamu..'' Alex tak mampu menahan emosinya...
''Aku Dave....rekan kerja adikmu nyonya Ana..apakah itu cukup bagimu.''
''Dave...?''
__ADS_1
Jemari Alex sudah terkepal dengan kuat ketika ia sadar bahwa musuh sebenarnya ada di hadapannya...
Dave menganggukan kepalanya dengan tatapan beku...sungguh ironis ketika bibirnya malah tersenyum..mereka saling melemparkan tatapan tajam hingga melupakan Ana yang sedang menatap mereka dengan kerutan di dahinya...
''Kalian tidak akan saling membunuh di hadapanku dan anakku bukan...''
Suara Ana mampu memutus kontak mata Dave dan Alex yang saling membunuh...Alex sadar jika belum saatnya Ana tau...ia takut jika Ana akan syok dan menjadi stres mendengar berita mengejutkan ini...
Dave dan Alex saling melepaskan tatapan dan merubah wajahnya dalam sekejap hingga hanya ada senyuman di depan Ana...
Ana menatap mereka dan menjadi sangat lega....
''Alex..dimana Arkana...''?
''Aku pikir Arkana sudah di sini jadi aku datang untuk menemuinya...''
''Apakah terjadi sesuatu yang serius...''
''Kurasa...semua baik-baik saja..aku telah menemukan akar masalahnya..'' ucap Alex menatap ke arah Dave,...
Pria itu hanya tersenyum menunjukan wajah malaikatnya di hadapan Ana...tentu saja..ia harus terlihat bagi bukan..? atau penilaian Ana akan berkurang padanya...
''Baiklah...sepertinya aku harus pergi Ana..''ucap Dave pamit sambil melirik jam di tangannya..ia tersenyum penuh permintaan maaf...
''Semoga cepat sembuh Ana..aku sangat menantikanmu di Hotel...aku tidak sabar lagi..'' ucap Dave lembut,..
Dave pun menoleh kepada Alex yang sedang menatapnya dengan tajam..
''Tuan Alex Rule..aku pamit..tapi aku pasti akan kembali menjenguk Ana..dia sahabatku sekarang jadi..sebagai seorang kakak..kau..tidak keberatan bukan...'' pria itu tersenyum menang...
''Tentu saja...aku akan menyetujui siapapun yang menjadi sahabat Ana namun...untuk beberapa kasus aku sedikit protektif karna bahkan para penghianat justru orang yang mengaku sahabat..'' lirik Alex tajam..
''Kau tak akan menemukannya padaku tuan Alex...karna aku bersih..'' ucap Dave memutus kontak mata mereka dan menoleh menatap Ana...
''Kuharap kau menyukai semua pemberianku Ana...aku harus pergi sekarang.''
''Tentu saja...terimakasih Dave,'' balas Ana ramah..
Dave menalngkah sampai di pintu namun Alex tak ingin melepaskannya...ia menatap Ana sebentar...
''Aku juga harus pergi Ana....tapi Hani akan segera datang...aku harus menemui Arkana..''
''Baiklah ALex...hati-hati.'' ucap Ana...
Alex tersenyum lembut dan menganggukan kepalanya..
Kedua pria itu pun keluar dari ruang perawatan Ana tatapan membunuh yang kentara...
Begitu sampai di pintu keluar Dave dan Alex sama-sama menghentikan langkahnya...
''Aku ingin bicara padamu.''ucap Alex tajam...
Dave pun mengangguk....
''Aku tak sabar lagi..'' balasnya mengikuti langkah Alex menuju parkiran mobil mereka yang tampak sepi dan privat..
__ADS_1
Kedua pria itu saling menatap dengan tajam........masing-masing dengan kepalan tangan yang tertahan disana....
''Kau sangat pintar dengan mendekati Ana..tapi jangan kau pikir aku...akan membiarkanmu Dave Morgan...aku tidak akan pernah mengampunimu....''
''Hahaha.....Alex Rule...kau punya hutang besar padaku karna kau membunuh kakakku kau belum melupakannya bukan..''
Alex tertawa hingga Dave mengepalkan tangannya...
''Aku bahkan tidak pernah menyesal telah membunuh bajingan itu..jika ia masih hidup sekarang maka aku pasti akan melakukan hal yang sama dan tidak akan menyesal..apa kau mengerti..''
''Bagus...aku senang mendengar dari mulutmu secara langsung Alex Rule jadi aku...tidak akan menahan diriku lagi untuk menghancurkanmu...lihat saja..kau akan membayar apa yang kau lakukan pada kakakku..'' desis Dave penuh peringatan..
Alex mendekat...mencengkram ujung Jass Dave....
''Apa kau pikir aku takut kepadamu..dengarkan aku Dave Morgan..jika dulu aku membunuh kakakmu tanpa ragu maka hal yang sama akan kulakukan kepadamu..aku akan mengancurkanmu jika kau berani menyentuh Ana..''
''Ana...wah,...kau sangat perhatian kepadanya....apakah sebenarnya kau masih mengharapkan Ana...'' tatap Dave curiga..
Alex tersenyum...
''Cintaku bahkan lebih luas dari itu...dan sayangnya itu bukan urusanmu Dave Morgan...''
'''Aaah,....benarkah...? maka aku akan mengatakan jujur kepadamu tuan Alex...jika kau masih mengharapkan Ana maka satu hal yang harus kau ingat bahwa...aku adalah salah satu pesaing terberatmu..''
''Apa maksudmu Dave...''
''Aku akan merebut Ana darimu dan Arkana..dengan caraku,...bagaimana kalau kita bersikap adil....''
''Brengsek..kau pikir Ana adalah sebuah barang yang di perebutkan...dia wanita yang sudah menikah dan aku tak akan membiarkan kau menghancurkan pernikahan mereka.''
''Tapi aku akan melakukannya Alex Rule karn apa...? aku jatuh cinta kepadanya dan dia pasti akan menjadi milikku.''
''Bajingan.....''desis Alex kesal....
Alex kehilangan kesabaran hingga ia memukul wajah Dave...
Bugghhh!!!
Dave terjatuh di badan mobilnya, ada darah menetes di sudut bibirnya akibat kerasnya pukulan Alex kepadanya..
Sial....
Dave bangkit dari sana dan tersenyum misterius.....
''Aku akan mengingat hari ini Alex....kau akan membayarnya dengan sangat mahal..'' desis Dave lalu masuk ke dalam mobil dan segera masuk dan meninggalkan rumah sakit itu dengan cepat...
Sementara Alex hanya menghela nafas....mengapa ia merasakan sesuatu yang tidak enak...apa yang akan terjadi...? jemarinya masih mengepal dengan kuat...
Tiba-tiba dari arah belakang Arkana menghampirinya..wajahnya teramat marah...
''Arkana.....kau dari mana aku...''
''Bisakah kita bicara di suatu tempat..''ucap Arkana langsung masuk ke dalam mobilnya dan meminta Alex ikut masuk...
Alex lalu menganggukan kepalanya.....
__ADS_1