Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Saling Menuduh


__ADS_3

Alex berdiri tegak dan kini sama-sama mengarahkan pistol kepada Arkana, kedua mafia itu saling menatap tajam dengan geraman yang terlihat begitu mengerikan.....apa maksud Arkana dengan mengatakan ia menyembunyikan Ana, apa yang terjadi sebenarnya...


''Jangan pernah menuduhku atas apa yang tidak kulakukan Arkana..jelas aku mengalah karna Ana lebih memilihmu, dia lebih memilih hidup bersama denganmu...apa kau sudah gila dengan mencarinya padaku.'' suara Alex meninggi sangat marah....


Deg!!!!!!!!!!


Arkana membeku mendengar kata-kata Alex, tidak..apa maksud Alex sebenarnya, Ana memilihnya....? apa yang sesungguhnya terjadi...? Arkana terlihat syok dengan wajahnya yang pucat, pistol masih tertahan di udara..ia menatap Alex...


''Kau mau mencoba berbohong padaku, apakah kau dan Ana sudah bersekokongkol untuk mengelabuiku...katakan dimana dia katakan.....''


Alex tak terima mendengar tuduhan Arkana, sekejap saja menggunakan gagang pistol Alex memukul wajah Arkana


Buuggghhhh!!!!!!!!!!!


Tubuh Arkana yang memang tak siap, ia terlalu frustasi dengan kepergian Ana, akibatnya tubuh Arkana jatuh tersungkur dengan pistol yang terlempar dari genggamannya, bibirnya pecah dan darah menetes dari sana, akibat kerasnya pukulan Alex kepadanya...


Alex mendekati Arkana dengan kemarahan yang menguar dari dalam dirinya, pria itu kemudian menarik Arkana berdiri sejajar dengannya, mencengkram ujung Jass Arkana hingga pria itu hanya diam saja, Aneh bagi Alex...Arkana seakan kehilangan taringnya.betapa menyedihkannya Arkana saat ini....


Keduanya saling bertatapan tajam....


''Ana tidak ada bersamaku Arkana, walaupun akui sangat ingin memilikinya...kau tau benar jika aku mencintainya dengan seluruh hidupku....betapa aku menginginkannya di setiap hembusan nafasku....mata Alex berkaca-kaca seketika...membayangkan merelakan pilihan Ana adalah yang paling tersulit bagi hatinya,...bahkan saat ini lukanya masih basah, bukankah sangat keterlaluan jika Arkana menuduhnya dengan kejam...''


Arkana menggertakan giginya...


''Ana juga meninggalkan aku, dan dia bilang dia ingin menikah denganmu dan masih sangat mencintaimu..padahal aku..tak bisa hidup tanpanya, rasanya duniaku hancur tanpanya,...mengapa dia berkata seperti itu,...mengapa...? jadi katakan sejujurnya Alex..dimana Ana, aku akan melupakann masa lalu kita aku akan melupakan dendamku atau apapun...''


''Sudah kubilang jika Ana tidak bersamaku.''


Kau berbohong padaku Alex, cepat katakan dimana Ana.....''teriak Arkana begitu Frustasi...


Keduanya kembali saling mencengkram jas masing-masing, ketegangan begitu nyata di antara mereka hingga siapapun yang melihatnya akan menjadi gemetar, kedua Mafia itu saling menyalahkan satu sama lain bahkan menunduh dengan rasa frustasi yang besar..


Arkana merasa sangat putus asa ketika menyadari ia kehilangan Ana, pria itu terlihat sangat marah..


Sementara Hani ada disana berdiri dan menatap kedua pria itu dengan pandangan dingin, sembari ponselnya di arahkan pada keduanya yang masih saling menyalahkan..

__ADS_1


Arkana akhirnya mencoba menurunkan nada bicaranya..agar bisa membujuk Alex untuk mengatakan dimana Ana sekarang, bagaimanapun Alex pasti tau dimana Ana..tidak mungkin jika Ana pergi tanpa bantuan orang asing atau pergi sendiri, Ana tidak mungkin hilang begitu saja bukan....


Pandangan Arkana meredup, ketika menatap Alex, ia menoba menurunkan egonya..


''Alex jujurlah...dimana Ana sekarang aku bahkan bisa meminta maaf kepadamu Alex, asal...kembalikan Ana...dia istriku...''


ALex tertawa dingin.....


''Kau menyebutnya istri kau bahkan bangga mengatakannya Arkana, namun apakah arti istri dimatamu..apakah hanya sebatas pelampiasan di tempat tidur...? mata Alex menjadi basah karna terlalu emosi....pernahkah kau mengatakan cinta kepadanya..pernahkah kau mengerti apa yang ia mau...? bukankah kau selalu memaksakan kehendakmu padanya...selalu seperti itu sejak kau menculiknya dariku...kau bajingan Arkana,...aku tak akan memaafkan dirimu jika terjadi sesuatu kepada Ana..lihat saja...''


Arkana mengeraskan tatapannya.....


''Aku mencintainya ALex, aku mencintainya tapi mengapa dia selalu saja ingin pergi...mengapa dia selalu saja ingin pergi dariku.''


Alex menjadi kesal...


''Mengapa kau tidak berpikir mungkin saja dia lelah dengan sikapmu Arkana...kau tau di hari terakhir dia memintaku bertemu...? Ana bilang dia tak bisa meninggalkanmu karna ia sangat mencintaimu...yah dia mencintaimu....kau brengsek jika tidak menyadarinya...''


Hening........


Arkana....Tak bisakah kau percaya kepadaku sekali saja Arkana...aku mencintaimu....aku mencintaimu....


Arkana memejamkan matanya ketika ingatan perkataan Ana kembali memukul kesadarannya sekaligus menyakitinya...


''Tidak.....''


''Dia sangat mencintaimu dan rela melepas cintanya kepadaku, kau pikir mudah bagiku untuk menerimanya...'' airmata Alex lolos begitu saja...


Alex terlalu mencintai Ana...terlalu cinta hingga hampir menjadi gila ketika wanita itu menolaknya demi Arkana,...bahkan saat ini ia masih sangat merindukan Ana.


Arkana menatap kesungguhan di mata Alex dan menjadi hampir gila sendiri..


''Alex jangan mencoba berbohong karna aku tidak akan pernah memaafkanmu.......''


''Kau pikir aku takut padamu Arkana..tidak, aku menahan diriku selama ini hanya karna Anasatasya memilihmu namun kesabaranku juga habis jika kau...menyia-nyiaakannya..''

__ADS_1


''Aku bahkan telah kehilangannya saat ini Alex,...aku akan melakukan apapun agar bisa bertemu dengannya...tidakkah itu cukup menggambarkan perasaanku.'' ucap Arkana geram.


''Jangan bilang jika sesuatu terjadi Arkana jangan bilang kalau Ana tidak bersamamu..katakan kalau kau juga berbohong.'' teriak Alex tak mampu lagi menahan perasaan takutnya..


Keduanya saling melemparkan tatapan tajam dan akhirnya mendapatkan kebenaran jika memang mereka sama sekali tidak berbohong..mereka telah kehilangan Ana...?


''Dia meninggalkan aku di tengah malam ketika aku telah tertidur, dia pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun Alex...tidak...dia akan membunuhku jika dia meninggalkanku...'' ucap Arkana dengan suara yang bergetar menahan rasa sakitnya..


''Apa.....'' desah Alex dengan mata melebar syok...


Saat itulah kedua pria itu menyadari sesuatu yang salah, mereka baru sadar jika Ana telah membohongi keduanya,


Cengkraman itu terlepas ketika Alex kehilangan kekuatannya....tubuhnya jatuh tersungkur hal yang sama terjadi pada Arkana kedua Mafia itu kehilangan kekuatannya...


Masing-masing dengan pikirannya sendiri yang mengembara mencoba meraih bayangan Ana..mencoba menebak kemana wanita itu pergi. mengapa Ana pergi dengan membawa kehamilannya seorang diri..


Hal itu sangat mengganggu pikiran Alex hingga pria itu sangat kesal sekarang..bagaimana mencari Ana sekarang, bahkan tak ada satupun petunjuk..mereka bisa mengirimkan anak buah dan mencari Ana, namun sekali lagi tak mudah dan akan memakan waktu...kota ini luas jadi...Ana pasti sudah perghi jauh sebelum mereka menemukannya,


Ana menghilang seperti sebuah jarum di tumpukan jerami, sangat mustahil mencari dan mendapatkannya dengan cepat..Alex menundukan kepalanya terus berpikir, sementara Arkana juga berusaha memikirkan kemungkinan kemana Ana pergi...


Dan pandangan ALex jatuh kepada Hani yang masih berdiri dengan tatapannya yang dingin,....


''Hani....'' desahnya dengan suara tegas...


Tatapan Arkana juga jatuh pada objek yang sama..


''Hani...?'' desis Arkana mengepalkan tangannya....


Hai...para readersku tercinta, maaf agak sedikit telat dari bab ke bab berikutnya karna Author langsung nulisnya di aplikasi Noveltoon, jadi perlu jeda waktu buat Author mikir ide buat nulis bab berikutnya,...


Jadi mohon pengertiannya yang readers tersayang...❀❀


Terimakasih sudah menyukai Novel ini, terus dukung Author dengan Like, Komen, dan Vote yah...


Jaga kesehatan kalian yah.....Love U All❀πŸ₯°πŸ˜‡πŸ™

__ADS_1


__ADS_2