
Maya membuka mata dan rasa sakit di perutnya begitu kuat menyerangnya hingga wanita itu mengerang, memegangi perutnya dan segera menyadari jika ada perban yang membalut perutnya yang basah...
''Kau tidak boleh bergerak...''ucapan seseorang membuat Maya menoleh kearah sumber suara...dan menemukan Rio tersenyum kepadanya...
''Rio...''
Maya berusaha tersenyum sembari menatap sekelilingnya, ini seperti di rumah sakit...
''Kau memang benar ini di rumah sakit Maya...''
''Yah...rumah sakit di kota asalmu...''
Kata-kata Rio separti hujan yang turun di tengah kemarau panjang, wajah Maya begitu cerah menyadari jika ia sudah kembali ke kota asalnya, itu artinya dia menghirup udara yang sama dengan kak Ana, kak Arkana dan Alex...?
Mata Maya memanas itu artinya adalah kesempatan untuk melarikan diri dari Dave..ya ampun, Tuhan mendengar doanya dengan cepat...
''Maya.....'' panggil Rio mendekat dan menatap wajahnya dari dekat..
Hening ketika Maya merasa sangat gugup dengan tatapan Rio..
''Rio...''
''Apa yang membuatmu tersenyum..? aku sangat penasaran.'' bisik Rio dengan senyuman misterius.
Wajah Maya merona merah...
''Ehm....apakah peluru itu sudah di angkat dari perutku.'' tanya Maya mengalihkan pembicaraan..
''Yah...kau akan segera pulih dan Dave akan kembali membawamu ke pulau..kalau itu maksudmu Maya.'' ucap Rio dengan jujur.
Maya sontak menggeleng..
''Pulau...'' ulangnya dengan wajah yang yang pucat..
Rio mengangguk dengan cepat, lalu kembali menjauhkan diri dan membelakangi Maya...
''Bagaimana kalau aku menawarkanmu kebebasan dengan melarikan diri denganku.''
Deg!!!!!!
Maya menatap punggung Rio yang masih membelakanginya sembari berpikir, ia tak boleh memutuskan segalanya dengan emosinya...
__ADS_1
Rio kembali berkata-kata.....
''Kau tidak punya pilihan selain ikut aku pergi dari kota ini, aku akan membawamu pergi dan melepaskanmu dari Dave Morgan bagaimana..'' tawar Rio menoleh tajam.
Maya menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan menyipitkan matanya, bagaimana mungkin ia mengikuti Rio yang baru saja ia kenal..? namun bersama Dave bukanlah hal yang mudah dan kali ini Maya benar-benar bingung sampai kepalanya terasa pusing.
''Biarkan aku sembuh dari luka ini dan aku akan mengikutimu Rio..''ucap Maya begitu saja,
Rio tersenyum dengan wajahnya yang cerah, lalu melangkah mendekati Maya dan menatapnya dari jarak dekat..
''Baiklah...kau akan ada disini selama sebulan..''
''Mengapa lama sekali..'' tatap Maya terkejut..
Rio mengangkat bahu, ia juga tidak tau mengapa harus sebulan, dan mengapa harus selama itu...namun itulah yang dikatakan Dave kepada mereka. Dave sedang pulang dan mandi mungkin sebentar lagi dia akan kesini karna itu Rio tak ingin menyia-nyiakan waktu untuk meyakinkan Maya untuk pergi bersamanya, Maya begitu manis dan ia jatuh cinta. sulit baginya untuk berpaling dari pesona Maya yang begitu kuat, ia akan membawa Maya pergi dan mereka akan memulai hidup baru bersama.
''Aku tak tau mengapa namun mungkin Dave tak ingin mengambil resiko dengan kambuhnya luka operasimu ketika sampai di pulau nanti.''
Maya hanya mengangguk dengan patuh, namun sambil itu otaknya berpikir keras, ia harus bisa melepaskan diri bagaimanapun caranya,
Ketika mereka sedang berbicara pintu terbuka dan sosok Dave masuk bersama Azura di belakangnya, tatapan Dave mengeras ketika melihat sosok Rio dan Maya yang sedang bercanda entah apa, namun bekas senyuman itu ada di wajah Maya, dan kenyataan itu membuat Dave tak suka.
Maya adalah miliknya, bahkan ada anaknya yang bertumbuh dalam rahim Maya karna itu Dave tak akan pernah membiarkan mereka dekat meski sekarang Maya tak tau apapun tentang kehamilannya karna Dave akan memberitahunya nanti.
Dave tersenyum dengan sangat lembut sedangkan Azura menatap sebaliknya ia menatap dengan sangat dingin dan tajam kepada Rio.
Dave mendekat kepada Maya dan sontak gadis itu membalikan wajahnya, ia tak ingin melihat wajah Dave sedikitpun..
Azura memberi isyarat kepada Rio untuk meninggalkan ruangan, sehingga dengan berat hati Rio meninggalkan kamar itu, meninggalkan Dave dan Maya sendirian..
Dave menghela nafas, sejak tadi ia tak bisa memalingkan wajahnya dari perut Maya, menyadari makluk kecil yang menjadi milikknya sedang berada di dalam diri Maya dan bertumbuh di dalam sana dan bergantung kepada Maya untuk hidup. kenyataan itu membuat segenap kemarahan Dave menguap begitu saja..
''Maya...''
''Apakah kau kecewa Dave.....''
Hening...........
''Apa maksudmu...'' lirik Dave dengan kerutan di dahinya sambil duduk di pinggir ranjang,....
Maya menundukan kepalanya, ketika airmatanya menetes...
__ADS_1
''Aku masih hidup dan bernafas, bukankah kau gagal membunuhku..''
Kali ini ia menatap mata Dave dengan begitu tajam hingga keheningan kembali melanda mereka saat ini..
Dave menatap Maya dengan tajam....
''Kenyataannya sekarang adalah aku telah menyelamatkanmu lagi Maya...''
''Mengapa...apakah kau tidak rela membiarkan aku mati dan lebih memilih membiarkan aku hidup dan menderita..begitu maksudmu..''tatap Maya dengan airmata yang tertahan di wajahnya..
''Aku sudah melupakan semuanya Maya, tentang masa lalu kita yang buruk..''
''Apa....'' desah Maya masih tak percaya..
Dave membeku melihat kesakitan di wajah Maya saat ini dan hatinya tersentuh...
''Maya....aku ingin kau tau, jika kau sembuh maka keadaan akan berubah aku berjanji..''
''Apa maksudmu....''tanya Maya, ini terlalu mengejutkan untuk dirinya bagaimana mungkin Dave berubah secepat ini..?? baru kemarin ia ingin menikahi Maya dan memberi siksaan namun sekarang pria ini sungguh berubah..
Maya menyadari itu lewat tatapan mata Dave yang tak lagi tajam ketika menatapnya, ini pertama kalinya sejak ia mengenal Dave pria itu menatapnya dengan lembut. dan Maya tak berhenti bertanya di dalam hatinya..
''Aku akan brsikap baik kepadamu Maya...''ucap Dave merendah..
''Tapi mengapa kau harus bersikap baik, adakah yang terjadi kepadaku, mungkinkah aku....sedang sakit keras sehingga kau tak perlu repot membunuhku begitu...''
''Maya...berhentilah berpikiran buruk tentangku...tak ada yang terjadi kepadamu kau baik-baik saja..''balas Dave tajam..
''Lalu apa alasanmu Dave, aku sungguh akan menjadi gila karna setiap saat akan ketakutan dengan sikapmu yang berubah-ubah..bagaimana mungkin aku bisa percaya...bagaimana bisa aku berpegang kepadamu jika aku tak tau apapun...kita saling membenci Dave, jangan lupakan kenyataan itu..''jerit Maya tertahan di tenggorokannya..
Dave membeku...lalu mendekati Maya dan menggenggam jemarinya dengan erat lalu ia melakukan sesuatu di luar dugaan Maya, ia sama sekali tidak menyangka jika Dave melakukannya.
Pria itu mendekat dan menyentuh bibirnya dengan bibirnya, sembari melum** bibir Maya dengan lembut hingga Maya membeku karna terlalu terkejut dengan perlakuan Dave yang terlalu tiba-tiba...
Namun.....
Ada rasa hangat yang indah ketika bibir mereka saling beradu, berbagi dan saling menyesap.....
Ini gila..haruskah ia percaya seorang Dave...? bahkan dalam mimpipun Maya tak akan percaya...
Maya memejamkan matanya, memilih membiarkan Dave menciumnya sambil mencari cara untuk pergi....
__ADS_1
Jemari Maya mengepal...dengan kuat...