Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Malam Pertama


__ADS_3

Aley membeku di tempatnya berdiri, ucapan Damian membuatnya merasa pusing untuk sesaat, apa maksud Damian sebenarnya...apakah maksudnya adalah Aley akan tinggal selamanya terkurung di pulau mengerikan ini..?


Airmata Aley menetes dengan dramatis, ia sunggh tak dapat menerima kata-kata Damian, tidak bisa..


''Apa maksudmu dengan orangtua kita telah pergi dari pulau ini,...mengapa harus pergi...lalu bagaimana dengan kita...aku...aku,....aku di tinggalkan disini...''


Sangat menyakitkan yang di rasakan oleh Aley saat ini betapa hatinya hancur menyadari orangtuanya meninggalkannya seorang diri bersama Damian..?


Aley tertegun ketika, tubuhnya di tarik paksa hingga tenggelam dalam pelukan posesif Damian, keduanya bertatapan tajam...


''Untuk apa kau menanyakan orang tua kita lagi...bukankah ada aku disini..'' desah Damian menekan Aley di dalam matanya..


Namun tatapan itu sangat dingin dan datar...Aley bahkan menatap sinis..


''Aku ingin ibu, aku ingin ayah, aku ingin papa dan mama aku.....ingin pulang, mengapa aku harus bersamamu mengapa...katakan Damian, katakan apa yang sebenarnya terjadi hah,.....mengapa mereka membiarkan kita di tempat ini sendirian..mengapa...?


Damian mengeraskan wajahnya.......


''Mulai sekarang disinilah tempat tinggal kita..sebelum kau mendapatkan ingatanmu kembali..sebelum, kau sadar dan menerima pernikahan ini maka kita akan tetap berada di pulau selamanya...''


Wajah Aley begitu syok nyaris pucat...ia menggeleng tak ingin percaya dengan ucapan Damian namun, pria ini jauh dari kata bercanda...


''Tidak....Tidak Damian...bagaimana kau bisa.......''


''Yah...aku bisa...aku bisa melakukannya karna aku adalah suamimu Aley, suamimu yang sah,...''


Aleysa merasa dadanya sesak mendengar ucapan percaya diri dari sosok Damian...


''Kita akan bercerai......bukankah itu yang akan kita lakukan Damian...''


Damian terkekeh...lalu menarik dagu Aley mendekat, matanya bersinar tajam..


''Sudah ku bilang kalau aku tidak akan melepaskanmu.....''


''Tidak.........''


Damian meraih jubah Alea dan melepaskannya dengan sedikit kasar....wajah Aley memutih, betapa ia di lecehkan oleh pria tidak waras ini, bagaimana pun mereka tidak pernah....


Aley masih berusaha menutup tubuhnya dari pandangan nakal Damian yang membuatnya kesal...


''Damian.......hentikan, aku tidak siap aku belum pernah........''


''Belum pernah apa....kita sudah melakukannya kedua kalinya apakah kau melupakannya sayang.......''

__ADS_1


''Menjauhlah....kau benar kurang ajar, beraninya mengatakan hal itu kepadaku, kau tidak tau malu aku tidak pernah menyerahkan tubuhku pada pria gila sepertimu.....''


Damian menutup senyumnya ia mendekat menarik Aley dengan cepat ke dalam pelukannya dan kali ini dengan cepat melepaskan pengait bra milik istrinya...


Aley meronta tentu saja..ia melakukan perlawanan walau...tubuh Damian tidak terpengaruh sedikitpun....


''Saatnya kita melakukan malam pertama bagaimana sayang, aku sudah tidak sabar lagi...''


''Bajingan jangan coba-coba....''


Aley menjerit keras ketika tubuhnya di banting pelan ke ranjang empuk di belakang mereka dan Damian mulai menciuminya dengan penuh hasrat...


''Damian lepaskan...aku akan menuntutmu....'' Aley masih saja meronta namun, jemari Damian malah dengan nakalnya menyentuh ujung pa yu da ra nya dan meremasnya pelan....


Sensasi itu mulai di rasakan Aley namun tentu saja, ia mengabaikannya..kebenciannya terlalu besar...


Jemari besar itu dengan mudah menyingkirkan kedua tangan yang melindungi pa yu da ra nya....mata Damian bersinar penuh gairah..


''Silahkan tuntut aku Aley, dan aku akan menghadapimu...aku akan berkata dengan jujur di pengadilan bahwa sebagi istri kau menolak melayani kebutuhan suamimu di tempat tidur.kita liat siapa yang akan malu......''


''Kau memaksaku...pernikahan ini tidak sah.......'' jerit Aley keras..


Namun....


Mata Aley terbuka dengan penuh rasa terkejut ketika Damian sudah melum** pa yu da ra nya dengan membabi buta seolah dia sedang kehausan dan Aley adalah pelampiasan dahaganya..


Tubuh Damian melingkupi tubuhnya dan mengunci pergerakan Aley hingga ia bahkan tak bisa bergeser sedikitpun dari cumbuan Damian yang membuat Aley di kepung perasaan yang bercampur aduk....


''Tidak....lepaskan aku, Damian.....''


''Kau harus menerimaku Alea kau harus menerimaku...''


''Aku tidak mau........''


''Tidakk....maka nikmati saja dan jadilah patung hidup dan jangan pernah membuatku kehilangan kendali dalam diriku Aleysa Rule.....'' desis Damian menggertakan gigi..


Aley membeku..ia sungguh ketakutan,.....melihat tatapan Damian yang tak biasa sungguh membuat Aley tak bisa berkata...ia mengigit bibirnya menahan perasaannya...Ketika Damian kembali mengarahkan bibirnya di kedua pa yu da ra Aley dan menghis*pnya bergantian sementara....


Jemarinya yang lain beranjak turun dan menyentuh milik Aleya yang basah...Aley mengerang ketika jemari itu menyentuh miliknya dengan posesif..jemarinya menjelajah masuk dan mulai menari disana menciptakan sengatan gairah yang besar...Aley mulai kehilangan fokus,..Damian menyentuhnya dengan liar dan panas....bibir mereka saling berpagutan, membangkitkan kenangan lama,....


Aley memejamkan matanya ketika sentuhan Damian mulai bisa di terimanya..Aley telah terbuai dan....tenggelam dalam pusara gairah dari sang suami..


Setelah cukup puas mencumbu tubuh Aley, pria itu kemudian bergerak naik dan mengarahkan miliknya yang menegang dan tampak besar dan mulai mendesak pada milik Aley yang basah dan siap...

__ADS_1


Aleysa membuka matanya dan menjadi ketakutan ketika menyadari jika ia akan tersakiti..


Mata Aley menjadi panas bercampur takut, ia menggeleng dan memohon dari dalam matanya..Damian mendekat...mengecup bibir Aley...


''Kau tak akan merasakan sakit...aku akan membuktikan bahwa kita sudah pernah melakukannya sebelumnya...percayalah...''


Aley hanya diam saja sembari menutup mata...menekan perasaan takutnya hingga Damian hanya mampu menatapnya....


Pria itu lalu bergerak, menghentakan tubuhnya dalam-dalam memasuki milik Aley yang begtu rapat dan hangat membungkus milikknya..pria itu tersenyuum mana kala kenikmatan itu mulai menyebar dan membuatnya melayang..saat itulah Aley membuka mata dan keduanya bertatapan,...


''Apa kau merasakan sakit sayang.......''


Alea menggeleng........tidak..''


Damian terkekeh..


''Aku berkata benar sayang, aku bukanlah pria asing...aku mencintaimu meski aku sedikit gila..kita sudah pernah melewatkan malam panas dan percayalah kita berdua menikmatinya....''


Deg!!!!


Aley terdiam....menyimpan perasaannya........


************************


Diza menutup telp dengan malas...


''Bagaimana bisa mereka setua itu masih minta ijin untuk bulan madu,....bagaimana bisa mereka hanya menitipkanku pada Bunda...? yang benar saja.......'' Diza terus mengomel pada ponselnya..


Ke empat orangtua mereka masih ingin berbulan madu, selama seminggu..waktu yang lama...


Diza hendak beranjak bangun dari ranjang namun menoleh sebentar ketika ponselnya mendapat pesan baru...Diza mengambil ponselnya dan membuka pesan...


Mark..


Malam ini bisakah kita bertemu, aku mohon Diza...


Diza menghela nafas, mengerutkan keningnya,..tak berapa lama kemudian, ia kembali mendapatkan pesan kali ini dengan Dilan..


Dilan..


Anak kecil, bisakah kau menemaniku ke sebuah tempat..? aku ingin mengatakan sesuatu..


Diza menjadi lebih bingung, ada apa dengan mereka berdua,...?

__ADS_1


Diza merasa dilema...


''Apa yang harus kulakukan.."


__ADS_2