
Hani melangkah mendekati Ana yang sedang menghias cake favoritnya, gadis itu tersenyum dan memeluk ANa dari belakang...
''Aku akan merindukan pelukanmu kakak..''mata Hani berkaca-kaca seketika dan Ana pun tersenyum, menyelesaikan sentuhan terakhir untuk merias cakenya, lalu menoleh...
''Kau sangat cantik Hani...kau tau kalau pelukan kakak akan selalu ada untukkmu...aku sayang padamu Hani.''
Airmata Hani menetes.....betapa ia sayang pada Ana..betapa ia begitu menghormati wanita yang begitu baik ini, sungguh Hani teramat berat meninggalkan Ana...setelah pernikahan, meski memang ia masih membantu Ana namun mereka tidak akan serumah lagi, dan Hani akan merindukan itu semua....
''Terimakasih untuk segalanya kakak..aku akan sangat merindukanmu.''isak Hani pelan...
Ana juga ikut meneteskan airmatanya, ia mendekati Hani dan menatap Hani dengan senyuman lembutnya, 7 hari dari sekarang mereka akan menikah dan segala persiapan sudah di lakukan tinggal kesiapan mereka berdua, Steve dan Rebeka beserta anak mereka juga sudah ada di negara ini, hubungan Ana dan Rebeka juga sudah membaik, hal itu juga termasuk Fania yang datang bersama suami dan juga anaknya...
''Kakak....terimakasih untuk segalanya,...terimakasih karna kakak telah melindungi dan mencintaiku selama ini..terimakasih...''ucap Hani dengan mata berkaca-kaca hingga Ana juga terlihat meneteskan airmata penuh haru mendengar perkataan Hani yang menyentuh hatinya bagaimanapun Hani sudah menemani semua perjalanan hidupnya...
''Berhentilah berterimakasih..aku adalah kakakmu juga Hani...''
''Tentu....''balas Hani mengangguk
Ana menghela nafas dan mengenang.,....
Ketika ia menatap mata Hani pertama kali di ruang makeup,ia sudah jatuh hati kepada gadis manis ini, tatapan matanya yang teduh dan kesetiaannya kepada Ana tak perlu di ragukan lagi,...bahkan gadis ini rela melakukan apapun demi melindungi Ana dan kenyataan itu sungguh membuat Ana bersykur memiliki Hani di dalam hidupnya.
''Aku berharap kau selalu bahagia Hani...tuan Danar pria yang baik dan kau pasti bahagia bersama dengannya..jangan keraskan hatimu...kau harus menerima kenyataan jika kalian akan menjadi suami istri...''
Hani menundukan kepalanya ketika ia mengingat Jeremi yang begitu kecewa ketika ia memutuskan hubungan mereka, pria itu tampak terpukul dan tak bisa menerima walau akhirnya ia harus berhenti kerja dan memilih pergi dari negara ini...
Isakan Hani semakin dalam saja sehingga Ana langsung meraihnya di dalam pelukannya dan mengusap punggungnya...Ana tau betul perasaan Hani, karna ia juga pernah mengalami hal yang sama ketika hubungannya dengan Alex harus terpisah dulu...Ana memejamkan matanya...
''Semua akan baik-baik saja...Hani...semua akan baik-baik saja..''bisik Ana berusaha membujuk Hani..
''Yah,...aku akan menerima semuanya kakak...aku akan menerimanya...''balas Hani dengan airmata yang menetes..
Pelukan itu terlepas dan mereka saling menghapus airmata,
''Cake ini kakak buatkan khusus untukmu Hani,...cake kesukaanmu dari greetea...apakah kau menyukainya..''
Mata Hani berbinar ketika menerima potongan cake yang cantik itu dengan senyuman...
''Kau adalah kakakku yang terbaik..terimakasih pada Tuhan karna mempertemukan aku dengan kakak..'
__ADS_1
''Kau mulai menggombal..''
Ana lalu meninggalkan Hani sendiri, membiarkan Hani menikmati cake itu dengan bahagia..
**************************************************
Arkana memeluk Ana dari belakang ketika wanita itu sedang berbaring miring di ranjang...pria itu menciumi pundak Ana yang mulus seringan bulu, hingga membuat waniat itu terbangun, ketika merasa perutnya mulai terasa aneh...ada kram dan tidak nyaman..
''Sayang........''bisik Arkana pelan..
''Arrrgghh....sakit...'' desah Ana merintih..
Arkana langsung melompat seketika dari ranjang, dan menjadi panik segera ia meraih ponselnya dan menelfon Alex.. setelahnya Arkana melangkah cepat ke arah Ana dan membantu istrinya duduk...Keringat mulai membanjiri wajahnya...dan ia mulai merintih tak tahan...
''Arkana.....'' desahnya pelan...
''Sayang aku disini...''
''Sakit sekali...mengapa terasa sakit...''
Seumur hidup Ana baru pertama kali merasakan sakit di perutnya..hingga membuatnya tak tahan, sementara Arkana menjaid bingung...
Arkana mengecup bibir Ana memberi kekuatan, sesaat kemudian Alex dan Hani juga Maya sampai...Maya menatap dingin ketika Alex tanpa ragu memeluk Ana dan membantunya berdiri,
Kedua pria itu sangat memeperhatikan Ana..mereka berdua memapahnya kiri dan kanan untuk membawanya keluar, sementara Hani...pembantu itu sangat setia, ia terlihat mengambil barang-barang Ana untuk di bawa kerumah sakit...
''Maya...''
Suara Hani menembus kesadarann Maya hingga gadis itu terkejut dan menatap Hani...
''Ada apa...''
''Bantu aku membawa barang-barang kak Ana..kita akan kerumah sakit sekarang..''ucap Hani sedikit keras karna sedari tadi Maya hanya berdiri dan menatapnya..
Maya akahirnya menganggukan kepala, lalu mulai membantu Hani menganggkut barang-barang Ana...walau matanya sedari tadi mengawasi Ana dengan pandangan penuh rasa iri..
''Sakit sekali...astaga...'' Ana mulai menangis..
Arkana dan Alex merasa bingung namun satu hal yang pasti mereka harus membawa Ana kerumah sakit...
__ADS_1
''Aku akan menggendongmu..''ucap Arkana mengangkat tubuh Ana....
Dan Alex menunjukan jalan...mereka lalu melangkah keuar kamar, dan menuruni tangga dengan pelan...lalu menuju mobil,.....Hani dan Maya mengikuti dari belakang...
Alex membuka pintu mobil dan segera masuk...
Maya henadak masuk kedalam mobil yang sama namun Hani mencegahnya...
''Kau ikut saja bersama mobilku Maya..'' lirik Hani dengan tegas...
Insting Hani penuh curiga kepada Maya entah mengapa...ia melihat ada sesuatu yang mempengaruhi Maya...tatapannya berbeda,..dan Hani berharap ini hanya perasaannya saja...
Maya menatap Hani dengan tajam,..namun memilih mengalah,....dan masuk ke mobil milik Hani..
Dan mereka segera meluncur menuju rumah sakit...
Di dalam mobil Ana terus menjerit keras, karna kesakitan yang tak bisa di tahannya, sementara Arkana menjadi semakin panik dan terus memeluk istrinya..hal yang sama dirasakan Alex..berulangkali ia melirik ke arah kaca dan mengawasi Ana dengan rasa khawatir yang begitu kuat...
''Bertahanlah Ana..kita hampir sampai.''ucap Alex berusaha menenangkan walau dirinya di landa panik luar biasa...
Movbil akhirnya sampai di halaman rumah sakit dan para petugas perawat mulai menjemput tubuh Ana untuk di bawa masuk..
Alex dan Arkana sama-sama melangkah menuju ke ruangan hingga seorang dokter keluar dari sana dan menatap keduanya secara bergantian...
''Maaf...ssiapa suami dari nyonya Ana..''
ALex melirik Arkana....
''Aku suaminya dokter..'' ucap Arkana dengan wajah yang pucat...
Seumur hidup ia tak pernah takut apapun namun kali ini berbeda,...ia sangat takut.....
''Nyonya Ana akan segera masuk ruang operasi karna air ketubannya hampir habis, dan detak jantung bayi mulai melemah...''
''Aaapa...''
Alex dan Arkana terdengar syok mendengar penjelasan sang dokter....
Visual Davè ada di grup chat ya....😘❤🙏
__ADS_1