
Ketika Dilan asik menciumnya dan Diza sempat terhanyut...gadis itu bahkan memejamkan matanya menikmati ketiika bibir Dilan melum** bibirnya dengan lembut, Diza tak ingin berhenti...tubuhnya seakan di paku di tempat bahkan ciuman itu bahkan mulai berlanjut ketika jemari Dilan mulai bergerak masuk ke dalam tshit longgar Diza dan meremas pelan bukit kembarnya...
Sementara kaca mobil di naikan dan menjadi gelap...cuaca yang mendung dan mulai menghitam menambah kesunyian dan panas di dalam mobil mewah milik Dilan...
Petir mulai menyambar lalu lintas terlihat sepi,...Dilan terus melancarkan aksinya menggoda Diza yang polos...
Diza mendesah seolah gila ketika t-shirtnya sudah terlepas menyisakan bra yang menutup gumpalan kenyal yang menggoda Dilan, pria itu tau betul bagaimana menyentuh wanita karna dia seorang playboy sejati...
Jemari Dilan mulai bergerak lancang, membuka pengait bra milik Diza hingga sontak Diza terkejut seakan sadar dengan tindakan mereka yang sudah terlalu jauh...
Ciuman itu terlepas dengan tatapan mereka yang masih di kuasai gairah...tatapan Dilan menajam ke arah pa yu da ra Diza yang menantangnya...membakarnya dengan cepat di tengah hujan deras..
''Dilan......cukup....'' desah Diza menggeleng berusaha menutup dadanya dengan kedua tangannya, menghalau pandangan nakal dari pria yang baru saja menyataan cinta kepadanya...
''Diza.....aku menginginkanmu sayang..kau juga menyukai sentuhanku bukan, kau juga menyukainya...''
Diza merasa beku, sementara hujan masih sangat deras di luar sana..bahkan pandangan pengguna jalan juga terbatas...suasana yang sepi membuat Dilan tidak menahan diri.
Namun..........
Ada bunyi telp dari Mark hingga Diza terkejut...hal yang sama di rasakan Dilan... buru-buru Diza memberbaiki cara duduknya meski Dilan masih terus menggodanya..
Diza menghela nafas.....sebelum mengangkat telp,
Diza : Mark..........?
Mark : Kau dimana....aku ada di depan kampusmu...aku khawatir kau akan kehujanan..
Diza : ( Berpikir sebentar ) Aku sudah di jalan pulang menggunakan taxi Mark, jadi aku...baik-baik saja...
Mark : Mengapa tidak menelfon aku....?
Diza : Maaf aku tidak sempat, aku minta maaf....bagaimana kalau kita bicara nanti saja, hujan sangat deras aku tak bisa mendengarmu..
Mark : Aku akan menjemputmu Diza...
Diza : Yah....
Mark : Sampai jumpa sayang.......
Ketika Diza menutup telpnya, Dilan langsung melum** bibirnya...
''Dilan hentikan.....Dilan.....cukup.....''
Namun pria itu tak mau beranjak dari bibir Diza ia kembali menciumnya paksa...
''Yah.....Dilan kendalikan dirimu..''
''Diza...aku menginginkanmu...''
''Jika kau mencintaiku Dilan maka buktikan saja padaku...aku memberimu kesempatan......''ucap Diza tajam....
Nafas Dilan memburu...
''Ohh...Shhitt...kau sangat nikmat Diza...''
__ADS_1
Gadis itu memukul kepala Dilan dengan kesal...
''Jangan samakan aku dengan gadismu...Dilan...'' ucap Diza terkekeh..
''Aku mencintaimu dan aku ingin malam ini kau juga memutuskan hubunganmu dengan pria tua itu...Mark...aku ingin kalian putus..''
''Yah..aku setuju.....'' balas Diza tersenyum...
Diza mendekat kali ini dia yang memulai duluan dengan mencium Dilan...
dan ciuman panas di mulai........
Deg!!!!!!!!!!!
Malam harinya......
Diza sudah memakai dres berwarna cream yang manis, ia terlihat sangat cantik dan dewasa..tepat pukul 8 malam, mobil milik Mark berhenti di depan halaman rumah, Diza keluar dengan senyuman yang lebar..Mark tampak sangat tampan dan berwibawa di dalam balutan jassnya...
''Selamat malam Diza..''
''Dokter Mark....selamat malam, boleh aku mengatakan sesuatu...''
''Ya...silahkan Diza....''
''Kau sangat tampan...''
''Kau sangat cantik dan pintar...''tatap Mark tajam..
Diza hanya mengangguk menahan senyumnya, hari ini dia sangat bahagia karna ia akan jujur kepada dokter Mark kalau dirinya dan Dilan saling mencintai..dan ini adalah makan malam terakhir mereka...
Diza pun masuk dengan senyuman..di ikuti Mark yang masuk...
mobilpun melaju ke sebuah apartemen mewah dengan penjagaan yang ketat..hingga Diza mengerutkan kening ia menoleh pada Mark, mengapa mereka malah ke apartement?
''Dokter Mark........''
''Aku ingin menunjukan apartement yang telah ku beli dan akan ku berikan kepadamu ketika kita menikah nanti...''
Deg!!!!
''Menikah.........'' ulang Diza...
Kata-katanya terputus ketika Mark sudah lebih dahulu keluar dan membimbingnya ikut keluar mobil...
Mark menggenggam tangan Diza dan menuntunnya masuk ke dalam apartement itu....entah mengapa jantung Diza mulai berdebar cemas....
Menaiki lift akhirnya mereka sampai di ketinggian lantai 50. Diza begitu terkejut ketika di lantai ini hanya ada satu kamar milik Mark..ia mulai cemas..
Pintu terbuka dan sosok Mark setengah mendorongnya masuk...lalu mengunci pintu di belakangnya..
Deg!!!!!
Diza melangkah pelan ke tengah ruangan....tubuhnya sedikit merinding ketika melihat isi ruangan yang di dominasi warna hitam,..terlihat misterius dan menakutkan..
''Duduklah dengan santai Diza...kita akan segera makan malam.......'' ucap Mark dengan nada lain yang berbeda.
__ADS_1
Diza lalu segara duduk....dengan gelisah..tiba-tiba Mark lalu meraih jemarinya dan tersenyum...
''Kita ke balkon sayang....''
''Balkon........'' ulang Diza dengan tatapan gugup namun ia sama sekali tidak punya pilihan lain selain ikut..
Hoh...mengapa Dokter Mark terlihat menakutkan...?
Pintu balkon terbuka dengan udara malam yang lembut menyapa kulit di atas meja telah tersedia makan malam yang lezat namun dengan pemandangan mengerikan di bawah sana.....Apartemen yang sangat tinggi ini punya pemandangan yang membuat lutut Diza menjadi lemas...
''Bagaimana kalau kita makan malam saja sayang...''
''Lebih cepat lebih baik...''ucap Diza yang mulai makan dengan sedikit cepat..
Diza memang sengaja ingin makan dengan cepat lalu mereka pergi dari ruangan menakutkan ini..berada disini rasanya Diza menjadi sesak nafas....ia takut semua yang ada di ruangan ini..
''Kau sangat lapar atau..kau sedang menghindariku Diza....''ucap Mark tenang dari seberang meja..
Deg!!!
''Apa........''
''Makanlah..dengan pelan, kita menikmatinya...bukankah begitu sayang, ataukah seseorang sedang menunggumu jadi kau menjadi cemas...........''
Diza mengangkat wajahnya...dia memijit pelipisnya dengan kerutan di dahi..
''Dokter Mark...''
''Kau mau menemuiku dan memintaku melepaskanmu agar kau bisa bersama Dilan begitu...''
Kini sorot mata Mark semakin tajam....
''Aaa...aku tidak tau maksudmu dokter Mark..''
''Aku melihatmu berciuman dengannya di dalam mobil, kau berbohong dengan bilang menaiki taxi...kau pikir aku bodoh........''
Wajah Diza benar-benar pucat sekarang.......
gadis itu berdiri...walau tubuhnya menjadi goyah karna ketakutan...
''Aku sudah selesai makan malamnya dokter Mark....aku...''
Kali ini Mark yang berdiri dan melangkah mendekati Diza yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca..
''Kau pikir aku adalah pria kecil yang mudah kau tipu dan permainkan DIza Rule...''
Nafas Diza menjadi sesak........
''Apa maksudmu.....''
Mark menarik tubuh Diza mendekat dan menyeringai tajam..
''Kau adalah milikku dan bukan milikknya...malam ini kau akan benar-benar menjadi milikku.....'' desis Mark mendekatkan wajahnya..
Diza menggeleng...
__ADS_1
''Tidak..........''