Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Tak Bisa Ditemui


__ADS_3

Ana mengerutkan kening ketika ia tak bisa menemui suaminya sendiri dan hanya bisa menatapnya dari sebuah kaca transparan yang memperlihatkan tubuh Arkana disana terbaring dengan tak berdaya, sementara berbagai selang memenuhi tubuhnya...sementara Ana memilikih ruangan khusus untuk menatap suaminya setiap hari namuin tak bisa menemuinya secara langsung.


Hancur hati Ana ketika ia hanya bisa meletakan jemarinya di dinding kaca yang tebal itu dan menangis disana..sementara Alex setia di sampingnya dan terus menenangkan dirinya...


''Maaf..dengan terpaksa kami harus melakukan ini, pasien mengalami serangan jantung dan kami harus mensterilkan ruangannya, dengan berat hati saya harus mengatakan pada anda nyonya jika tuan Arkana dalam keadaan koma..'' ucap seorang dokter yang menangani Arkana saat ini..


Dokter tampak sangat menyesal,....


Ana hanya terpaku di tempatnya dengan kerutan di dahinya, Alex sampai harus mendudukan tubuhnya di sofa ruangan yang terhubung itu dengan kondisi Ana yang lemah...


Airmata Ana kembali menetes........


Ketika ia sudah tak bisa mengatakan apapun dari mulutnya, setiap detiknya ia hanya meneteskan airmata di wajahnya yang sendu..


Ana memutuskan ingin menginap di kamar ini menunggui suaminya walau mereka tidak bisa bertemu namun paling tidak ia bisa menjaga Arkana dan menjadi tenang..


Alex pun menyanggupinya, ia pun mengurus segala sesuatunya agar Ana bisa mendapatkan fasilitas itu, Ana hanya pulang untuk menyusui anaknya lalu kembali ke rumah sakit...


''Jadi berapa lama kami bisa menemuinya dokter...setidaknya biarkan Ana menyentuh suaminya..''ucap Alex mencoba meminta kepada sang dokter...


''Dua minggu...setelah dua minggu dari sekarang kita akan melihat kondisi pasien jika pasien stabil dan kondisinya baik maka nyonya Ana akan di ijinkan menemui tuan Arkana..''


''Mengapa harus selama itu dokter..''tanya Ana tak mampu menyembunyikan kesedihannya...


''Semua demi kebaikan tuan Arkana, saya hanya takut jika virus yang di bawa orang yang menjengkuk dari luar ruangan akan membuat kondisinya memburuk dan akan membahanyakan suami nyonya...karna ruangan harus tetap steril.''


Ana memejamkan matanya, lalu menganggukan kepala dengan berat hati yah...ia akan melakukan apapun untuk kesembuhan suaminya...tidak masalah jika ia hanya puas menatapnya dari kaca, menatap alat-alat mengerikan yang di pasang di tubuh Arkana dan menyakitinya...bagi Ana ia bahkan mampu melakukan segalanya demi bisa melihat hidup Arkana. bahkan ia tak masalah jika harus menunggu Arkana seumur hidupnya....


Dokter akhirnya pergi meninggalkan Alex dan Ana di ruangan itu....


''Kau harus makan yang banyak.....Arkana akan marah jika anaknya kekurangan asupan gizi..'' ucap Alex sambil meletakan kotak makanan di hadapan Ana...


Ana mengangguk....an menatap Alex yang duduk di hadapannya dengan senyuman yang menenangkan...


''Terimakasih...kau selalu ada..''ucap Ana ingin menangis lagi namun ia terkejut ketika melihat Alex mengarahkan telunjuknya tepat di bibir Ana..


Keduanya bertatapan.....


''Aku sudah lelah melihat airmatamu, kau selalu menangis dan jika Arkana tau dia akan sangat marah...''

__ADS_1


Ana berusaha tersenyum walau terasa hambar, lalu menatap Alex sambil mulai makan, sesuap demi sesuap nasi berusaha di telannya agar ia bisa memberikan asi yang baik buat putrinya, walau rasanya ia sedang mengunyah duri di dalam mulutnya....namun ANa harus tetap kuat demi putrinya...


Darah daging Arkana begitu tergantung kepadanya, bahkan wajah mereka sangat mirip dan membuat Ana semakin terpukul dan menyesal....


''Alex...''


''Hmmm....''


''Aku sangat menyesal tidak jujur dari awal tentang pesan yang di kirimkan misterius kepadaku....suara Ana tercekat di tenggorokannya...''


Alex menghentikan makannya dan menatap Ana dengan kerutan di dahi...


''Pesan...'' ulangnya tertarik...


Ana kemudian menyerahkan ponselnya kepada Alex, dan pria itu mengambilnya....


''Seseorang mengirimkan aku pesan yang kupikir itu dari Maya...pada malam sebelum penembakan Arkana menanyakan padaku apakah aku mendapat teror atau semacamnya.....''kata-kata Ana terputus ketika rasa menyesalan sungguh memukul telak dadanya...


''Biar kutebak kau...tidak menceritakannya kepada Arkana...''tatap Alex mengerang...


Ana mengangguk penuh airmata, ia sungguh menyesal karna terus berbohong kepada suaminya dan Alex..ia sungguh menyesal melakukannya..ia menyesal karna kebodohannya Arkana malah tertembak....


Alex menghela nafas lalu mengusap wajahnya dengan kasar...ia menatap Ana, ingin marah namun tidak sanggup tapi..kesalahan Ana sangat fatal...


''Aku tau...aku sangat menyesal Alex, dan aku sungguh minta maaf....aku benar-benar tidak menyangka bahwa semuanya akan menjadi seperti ini..aku sangat menyesal....''isak Ana dengan sesegukan hingga Alex merasa iba...


''Sudahlah Ana...semua sudah terjadi, aku harap kau mulai belajar bahwa kau harus terbuka pada suamimu, jika ada masalah...agar kau juga tak mudah untuk di manfaatkan oelh orang yang ingin menghancurkanmu Ana...dunia tidak sebaik yang kau pikir....''


Ana mengangguk penuh airmata...


''Jika waktu bisa di putar maka aku tidak akan pernah melakukannya...aku tak pernah tau jika semua yang kulakukan justru menghantarkan Arkana menuju kehancuran...jika aku bisa menukar maka biar aku saja yang tertembak dan bukan dirinya...''


Alex kehilangan kata...ia menganggukan kepalanya dan mencoba tersenyum dan menghibur Ana...


''Kau sudah dewasa yah...''


Ana menganggukan kepala dengan airmata yang menetes.....


''Aku ingin bersamanya Alex....aku hanya ingin bersama dengannya....aku tau..aku penuh kekurangan, aku selalu membangkang...aku selalu keras kepala, aku....selalu melakukan apa yang aku mau..namun...ketika melihatnya terbaring disana...aku sadar, aku tak bisa apapun tanpa dirinya...''

__ADS_1


Ana tampak frustasi.....


''Bagaimana kalu dia koma dalam waktu lama....? apakah kau..mau menunggunya...apa kau masih mau mempertahankan alat itu di tubuhnya.??''tanya Alex ingin tau.....


Ana mengangguk tanpa keraguan....


''Mudah bagiku menjalani hidupku walau dia terbaring disana, aku akan menunggunya sampai dia bangun, aku..akan melakukan apapun untuk mempertahankan Arkana untuk terus hidup....aku tak bisa melepaskan suamiku aku sungguh tak bisa....''


Tubuh Ana sampai gemetar karna tidak mampu menahan kesedihan...


Dan Alex sungguh kagum dengan cinta Ana yang begitu besar hingga ia menatap ke arah dinding kaca transparan yang memperlihatkan tubuh Arkana yang masih terbaring tenang...


Arkana....dia benar-benar mencintaimu...apakah kau puas sekarang...???


Alex lalu meraih tubuh Ana ke pelukannya.....dan kembali menenangkan wanita cantik itu...


''Arkana pasti bahagia mendengarnya...''bisik Alex membujuk Ana....


''Yah...dia harus mendengarku dan segera bangun kalau tidak aku akan menghukumnya lagi..'' balas Ana dengan suara serak...


Alex menjauhkan tubuhnya dan tersenyum...


''Mengapa nyonya James Arkana suka sekali menghukum...''tanya Alex penasaran...


Ana menoleh dan menatap tubuh Arkana yang terbaring....lalu tersenyum....


''Karna aku adalah istri dari James Arkana, seorang Mafia yang kejam..aku juga adik kesayangan Mafia kejam lainnya bernama Alex Rule..''


''Kau sangat pintar...'' ucap Alex tersenyum misterius...


Pria itu lalu menatap ke dinding kaca dengan senyuman lega.....


**********************


Tengah malam Ana sudah tertidur di ranjang tepat di sebelah ruangan Arkana,


Pintu kamar terbuka dan seseorang masuk dengan langkah hati-hati...mendekati wanita yang tertidur sangat lelap karna kelelahan..ada sisa airmata di sudut matanya yang sembab...


Ia tersenyum......

__ADS_1


Menundukan tubuhnya...lalu menaikan selimut sampai lehernya Ana. hingga Ana terlihat nyaman...lalu sesaat kemudian ia melum** bibir Ana yang lembab walau tak lama.....


Kemudian menarik dirinya dan pergi..........


__ADS_2