Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Memilih


__ADS_3

Dilan sungguh tak menyangka ketika Divara memberikan pertanyaan seperti itu kepadanya...keduanya bertatapan...


''Divara....apa maksudmu kau memintaku memilih...apa kau sedang mengancamku karna kau sedang berada di atas angin...karna kedua orangtua kita membelamu..'' Dilan mengepalkan tangannya....


Divara tersenyum dingin....


''Yah...anggap saja aku sedang mengancammu Dilan...bercerai itu tak mungkin karna kita baru saja menikah aku tak bisa menghancurkan hati kedua orangtuamu Dilan, namun aku tak bisa melupakan apa yang kau lakukan kepadaku Dilan..''


Dilan tertawa sinis...


''Baiklah...katakan kepadaku bagaimana jika aku tetap memilih Sinta...'' tatap Dilan menantang...


Divara menganggukan kepalanya dengan senyuman dingin...


''Kalau kau memilihnya maka.....kau tidak bisa menyentuh tubuhku lagi...jika kau menemuinya maka hubungan di ranjang kita akan terputus dan menjadi dingin Dilan...''

__ADS_1


Dilan berdiri dengan amarah yang keluar beraninya Divara menngancamnya..wanita miskin yang seharusnya bersyukur ia angkat dari jalanan...kini mulai berani mengangkat wajahnya di hadapan Dilan...beraninya Divara kepadanya...


Divara terkejut ketika Dilan meraih tubuhnya dan membenturkannya di tembok kamar dan menekannya dengan kuat...hingga leher Divara seperti tercekik....


''Bagaimana kalau aku membunuhmu saja...kau baru menjadi istriku sehari dan kau sudah berani melawanku...''


''Bunuh saja....aku bahkan sudah siap sejak lama Dilan...''airmata Divara menetes...


Dilan melemah ketika airmata DIvara mempengaruhinya...


''Lakukanlah sesukamu Dilan, tapi aku tak bersedia tubuhku di sentuh lagi olehmu...''


''Kau sudah gila Divara...kau istriku, bagaimana mungkin kau melarang aku menyentuhmu..''


''Sebaliknya kau adalah suamiku...bagaimana bisa kau terang-terangan memilih wanita lain di hari pertama aku menjadi istrimu...apakah semalam kau tidak merasa puas...katakan.......katakan kepadaku Dilan.....''

__ADS_1


Dilan melepaskan cengkramannya..membiarkan DIvara mengambil nafas, DIvara lalu melangkah lebih dahulu keluar dari kamar dan menenangkan dirinya di balkon dan menangisi hidupnya disana...bagaimana mungkin, hidupnnya berubah..bagaimana bisa Dilan menghianati pernikahan mereka walaupun mereka baru saja mengenal...walaupun dia gadis miskin namun Divara tak bisa membiarkan Dilan melakukan itu kepadanya...


Sementara Dilan merasa hancur, apa yang harus ia lakukan sekarang...bagaimana menghadapi kedua wanita ini...apa yang harus dia lakukan..?? memilih antara Sinta yang selama ini selalu menjadi pelampiasan hasratnya atau Divara yang telah menjadi istrinya...


Untuk pertama kali dalam hidupnya Dilan merasa bingung dalam memilih....


***********


Mereka pulang dari Hotel dengan kebekuan yang begitu terasa,...Divara tak sedikitpun menatap ke arah Dilan yang sedang membawa mobilnya....mereka pulang dan menyapa kedua orangtua mereka di hari pernikahan seperti tradisi, mereka akan menginap selama 3 hari lalu pulang ke rumah pribadi yang di siapkan Dilan..


Divara tidak memperlihatkan sesuatu yang aneh dengan Dilan, dia bersikap sangat manis sehingga Dilan merasa bingung sendiri mengapa Divara masih bisa bersikap tenang di hadapan orang tuanya dam malah bersikap manis seolah tak ada masalah di antara mereka...Divara tersenyum dan berbicara kepada Dilan dengan penuh cinta..walau itu hanya kepalsuan...


Namun ketika mereka sampai kamar..sikap dingin Divara kembali terlihat..ia sama sekali tidak bicara atau menanggapi Dilan, namun tetap melakukan kewajiban sebagai istri dengan menyiapkan semua yang di butuhkan Dilan, dari air minum dan pakaian..namun tidak di ranjang..bahkan Divara rela tidurpun di sofa dari pada bersama Dilan di atas ranjang yang luas...


Dilan semakin frustasi...

__ADS_1


__ADS_2