
Malam yang paling di tunggu-tunggu akhirnya tiba yaitu malam resepsi pernikahan, sang penganti memang adalah bintangnya mereka bagai raja dan ratu di atas singgasana, ada banyak tamu penting dari kalangan atas yang hadir dan mampu memeriahkan acara, bintang kedua di pegang oleh Kiara Naira, kecantikan masa mudahnya terpancar, tubuhnya sangat tinggi melebihi usianya..senyumnya manis, sikapnya santun dan...ia seperti bunga yang sedang mekar-mekarnya di antara para kumbang..
Sedari tadi Divara terlihat tidak nyaman hingga Dilan menoleh kepadanya..
''Apa kau sakit...''
''Tidak aku baik-baik saja..tapi..aku hanya...gugup..''
''Mengapa gugup sekarang...''
Divara menoleh menatap mata Dilan yang berbinar terang..
'Apa kau tidak lelah Dilan..''
''No...kalaui maksudmu membujukku untuk menunda malam pertama maka kau salah..aku sudah mempersiapkan segalanya..segala hal yang bisa membantuku menyiksamu...'' desis Dilan dengan jujur.
''Yah..aku melihat kau bersemangat sekali...''
''Tentu saja...ini mengenai kenikmatan,...''
DIvara memutar bola matanya dengan jengah..
''Semoga malam ini kau lelah dan tertidur..'' Divara memohon doa pelan..
''Aku akan tetap terjaga sayang..'' bisik Dilan seolah mendengar suara Divara yang lembut...
__ADS_1
Divara hanya menggeleng kesal..
**********
Kiara tertegun ketika tiba-tiba Deniz mendatanginya dan memintanya berdansa, Kiara bersedekap...
''Maaf....''
''Ayolah berdansa denganku.....maaf aku punya pasangan sendiri..memangnya dimana pasanganmu kakak....apakah dia meninggalkanmu..''
''Yah...aku minta maaf soal penolakan itu Kiara...bukankah kita hanya akan berdansa sebagai sepasang saudara..lihatlah para orangtua sedang menatap kita..belum lagi para saudara kau tidak akan menolakku di depan mereka bukan...''
Kiara menatap sekelilingnya dan memang benar banyak yang sedang memperhatikan mereka..
Denis akhirnya mampu membawa Kiara ke lantai dansa dan membuat heboh para keluarga...dan terjadilah perdebatan, para pria bilang mereka cocok namun bagi para wanita mereka tidak cocok sama sekali...
Jemari Denis menggenggam jemari Kiara dan membimbingnya hati-hati ke lantai dansa..tubuh mereka sangat pas dalam balutan gaun indah dan jass yang pas di tubuh Denis..
Mereka bertatapan sepajang dansa itu berlangsung....
''Dimana kau akan kuliah nanti,.....''
''Masih tahun depan kakak jadi..kau bisa menanyakan kembali di tahun depan..'' ucap Kiara ketus..
Denis tersenyum...
__ADS_1
''Kau masih marah padaku...''
''Tidak..'' Kiara memalingkan wajahnya..
''Yah...wajahmu mengatakan kau ingin menghancurkanku...'' ucap Denis jujur..
''Tidak juga...aku bahkan tidak perduli apapun...'' Kiara menepis anggapan itu..
Denis mengangguk pasrah...Kiara sedikit keras kepala di banding Divara yang penurut jadi dia memutuskan untuk berhenti membuat gadis ini semakin kesal.
Malam yang indah itu Denis berhasil membawa Kiara untuk berdansa kesekian kalinya....
namun Kiara yang terlanjur kesal sama sekali tidak menanggapi perhatian dari Denis yang tampak menunjukan bahwa dia menyukai Kiara..
Malam semakin larut, semua tamu mulai pulang bahkan para keluarga dan orangtua...sedangkan pengantin masih akan menginap di Hotel untuk melakukan malam pertama yan bersejarah bagi mereka..
Dilan menggenggam jemari Divara menuju lantai paling atas kamar pengantin...mereka menikah di salah satu Hotel terbesar berbintang 5 milik Dilan, dan disinilah mereka akan menghabiskan malam yang indah..
Ceklek!!!!
Pintu kamar pengantin terbuka dan Dilan langsung menutp pintu...Divara menghela nafas...apakah ini akhir dari pelariannya..??
''Divara apakah kau sudah siap..''
Dilan mendekat dengan senyuman kemenangan...
__ADS_1