Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kehilangan


__ADS_3

Rosi gemetar di pertengahan tangga bersama putrinya Nela, ia begitu syok melihat tatapan tajam Henry kepadanya, ada banyak polisi yang datang dan ia tau jika mereka datang menangkapnya. akhirnya rahasia yang selama ini ia simpan terbongkar juga..


''Rosiii..............'' teriak Henry dengan murka hingga Rosi tergopoh-gopoh melangkah mendekati Henry yang menatapnya dengan tajam. wanita itu mulai bersikap munafik di depan Henry dan masih berusaha menyembunyikan kejahatannya.


''Suu..suamiku...''


Suara Rosi merendah sambil melirik Aira yang menatapnya dengan sangat tajam, apakah ini adalah akhirnya...tidak mungkin Rosi akan kalah secepat ini bukan...??


''Ibu.....jangan mencoba berbohong lagi..mengakulah kepada ayahku...kau sangat kejam..'' jerit Aira dengan mata yang basah..


Rosi mengepalkan tangannya...


''Apa maksudmu Aira..mengapa kau menuduh ibumu, sayangku aku tidak pernah ingin membunuh putri kita......'' Rosi masih mencoba berkilah.


Packk!!


Suara tamparan itu begitu keras memenuhi ruangan, tubuh Rosi jatuh tersungkur di lantai dan membuat suasana tambah mencekam....


''Aku menikahimu untuk memberimu segalanya Rosi dan memberi ibu bagi anakku, aku memberimu kekuasaan itu Rosi...aku sungguh tak menyangka jika kau merencanakan pembunuhan keji kepada putriku...apakah kau bukan manusia....'' teriak Henry dengan murka.


''Suamiku aku tidak........''


''Ada rekaman cctv, ada juga Ramon dan kekasih Nela yang memberi kesaksian..apakah itu belum cukup bagimu ibu....'' teriak Aira sungguh merasa terluka..


Aira merasa hancur dan sendirian, ibunya telah menghancurkannya sampai ke akar,.....Alex meninggalkannya dan sudah pasti sang ayah akan terluka bertubi-tubi karna penghianatan ibunya dan juga luka yang akan di torehkan Aira sebentar lagi...


Rosi menatap sosok Ramon yang muncul dan menatapnya dari jauh, cih...bajingan itu menghianatinya, padahal sedikit lagi Rosi akan mendapatkan segalanya..dan menguasai harta ini. Rosi mengangkat muka melihat semua pelayan seakan menertawainya, ia akan di penjara dan jatuh miskin..bagaimana mungkin ini terjadi kepadanya...


Mata Rosi menangkap sebuah pistol yang di pegang salah seorang polisi dan ia pun bangkit dari sana dan dengan cepat tanpa di duga....Rosi merebut pistol milik sang polisi dan mengarahkannya kepada Aira, ia sungguh marah gadis ini mampu menghancurkan dirinya dengan cepat.bagaimana kalau ia membunuh putri kesayangan Henry saat ini juga. ia sudah terlanjur malu bukan..? Rosi menggertakan giginya.


Hening........


Alex pun mengeluarkan pistol ke arah Rosi, sembari menghalangi tembakan yang mungkin akan mengenai Aira..saat itulah keduanya saling menatap...

__ADS_1


''Berdirilah di belakangku Aira,..aku akan melindungimu..''ucap Alex dengan suara yang tegas..bercampur khawatir.


''Tidak....'' balas Aira menggeleng..hingga Alex mengerutkan kening....


Airamata Aira menetes dan itu mempengaruhi Alex hingga hatinya bergetar....


''Cukup..jangan membahayakan hidupmu untuk orang asing Alex...terimakasih untuk segalanya namun..ini adalah masalahku, dan bukan masalahmu...kuharap kau tau benar batasanmu....tinggalkan aku.'' ucap Aira dengan nada dingin.


Deg!!!


Alex merasa sesuatu di hatinya begitu nyeri mendengar perkataan Aira. seharusnya dia baik-baik saja bukan...? seharusnya dia tidak terpengaruh bukan..? ia yang menginginkan perpisahan mengapa rasanya sangat menyakitkan kini..


Usai berkata Aira melangkah mendekati Rosi sementara polisi yang lain menatapnya dengan tajam sembari mereka mengarahkan pistol kepada Rosi...


''Minggir kalian semua atau aku akan menembaknya...aku bersungguh-sungguh ancam Rosi dengan suara lantang...'' ia begitu membenci Aira...karna gadis ini semua rencananya hancur berantakan dan ia kehilangan segalanya. tentunya ia tak ingin jatuh sendirian bukan?


Alex mengerang ia mendekat, meski ia bilang hubungan mereka berakhir namun melihat Aira mendekati kematiannya sendiri membuat Alex tak bisa menerimanya...tentu saja....


''Rosi...jika kau menembaknya maka kau akan kehilangan Nela...'' suara Alex lantang di udara ia sudah memegang Nela saat ini...


''Anak bodoh itu...aku sama sekali tak perduli kepadanya..tidak....bunuh saja dia...'' teriak Rosi yang membuat wajah Nela sangat syok mendengar perkataan ibunya...


Air matanya menetes dan seketika ia melihat ke arah Ramon yang juga menatapnya..saat itulah Nela sadar jika cinta sesungguhnya adalah dari sang ayah..betapa menyesalnya Nela telah melukai hati pria yang selama ini memberi perhatian kepadanya...??


Rosi bersiap melepaskan tembakan dan ketika tembakan itu meluncur, sang ayah Henry berlari dan memeluk tubuh Rosi dan membuat tembakan itu melesat dan mengenainya..


DOORRR!!!!


Hening.....


Ketika Henry tertembak di bagian dada, pria itu lantas mengerang dalam posisi masih memeluk Rosi,...keduanya bertatapan tajam..


''Aku tak akan membiarkanmu melukai putriku Rosi..tidak akan pernah...''desah Henry tersungkur bersama Rosi namun sebelum ia benar-benar kehilangan kesadaran...Henry merebut pistol di tangan Rosi dan sekejap saja....

__ADS_1


DOORR!!!!!


Sebuah tembakan melesat dan menembak diri Rosi sendiri, ternyata Henry yang menembak Rosi sebelum akhirnya keduanya jatuh bersimbah darah di lantai..tubuh Rosi jatuh membentur lantai dekat dengan sosok Henri sang suami.


Hening......


Aira seperti bermimpi melihat sang ayah tertembak dan tidak sadarkan diri....tubuhnya gemetar sembari mendekat, nafasnya menjadi sesak penuh rasa sakit..


''Ayah....suara Aira serak dengan rasa sakit yang mulai menyerangnya....Ayah........'' tangisan Aira pecah di ruangan itu..gadis itu berlari dan memeluk sang ayah yang terbujur kaku...Henry meninggal bersama Rosi di tempat kejadian..darah sang Ayah mengenainya dan menambah duka yang tak akan pernah habis..


Ayahnya meninggal tanpa meninggalkan pesan apapun, hingga Aira merasa ingin mati saja...apalagi kenyataannya adalah ayahnya meninggal setelah menghalangi peluru yang seharusnya mengenai dirinya...


Terlalu menyakitkan hingga...


Tubuh Aira seakan kehilangan jiwa ketika melihat tubuh sang ayah tak bernafas, kepalanya menjadi berputar karna rasa sakit yang begitu kuat dan tak mampu di tanggungnya...


''Ayah............'' tangis Aira berusaha membangunkan sang ayah namun tubuh pria itu tidak bergerak sama sekali hingga ia semakin frustasi..


''Ayah bangunlah...ayah....bagaimana denganku kalau kau pergi...ayah.....'' Aira meronta sekuat tenaga sementara ia juga telah kehilangan kekuatannya.


Pada saat yang sama....


Alex menangkap tubuhnya yang akan jatuh, hingga rasa sakit yang di rasakan Aira semakin besar saja, Alex mendekatinya karna kasihan...yah...


''Aira......'' desah Alex memeluk tubuh Aira yang meronta tak terima jika ayahnya harus meninggal di depan matanya..


''Ayah....ini kesalahanku ayah......'' isak Aira begitu terguncang dengan kenyataan yang tak mampu di terimanya..sekuat apapun Alex menenangkannya Aira sama sekali tidak bisa menenangkan dirinya..


''Ayah.....'' teriak Aira sekali lagi dengan histeris..


Alex menghela nafas..peristiwa ini tidak bisa di duganya, bagaimana mungkin di saat ia memutuskan Aira di saat yang sama Aira kehilangan orang tuanya....?


''Aira...tenanglah...'' bisik Alex sedih...

__ADS_1


Ayah Aira bahkan menitipkan Aira kepadanya...kepadanya....


__ADS_2