Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kedatangan Dave


__ADS_3

Ana terbangun pagi sekali untuk melihat keadaan Arkana dari dinding kaca, ia menghela nafas lega karna melihat ke layar monitor detak jantung Arkana stabil. itu cukup membuat Ana melewatkan harinya dengan penuh ketenangan..


Ana mengerutkan kening ketika sadar pagi ini ada yang aneh...semalam ia memakai selimut hanya samapi lutut karna itu adalah kebiasaanya namun, pagi ini malah selimutnya naik ke lehernya...


Siapa yang melakukannya..? tidak mungkin ada orang yang masuk bukan..?ini di rumah sakit mahal, segalanya melalui penjagaan ketat, bahkan pengunjung rumah sakit di beri kartu pengenal dan tidak sembarang orang bisa masuk apalagi di tengah malam..??


Ana menjadi pusing ketika tak berhasil menebak siapa yang menemuinya semalam..??


Ana menatap ke arah Arkana yang terbaring, lalu ia buru-buru menggeleng...


Kau akan menjadi gila Ana ya ampun...


Apakah Hantu...? tapi apakah hantu jaman sekarang bisa menaikan selimutnya,....??


Ana tanpa sadar tertawa...merasa lucu dengan pikirannya yang terbang kemana-mana..


Mungkin ia sendiri yang melakukannya dan tidak sadar...Ana segera bangun dari sana dan merapikan tempat tidurnya lalu sesekali melempar pandangan pada suaminya yang masih belum sadar..


Mata Ana menjadi panas...mendekati kaca menyentuhnya dan tersenyum...


''Apa kau bisa mendengarku sayang...? Ana tak ingin menangis namun pada akhirnya airmatanya tak dapat di bendung lagi..


''Selama ini kau yang mengejarku, menungguku dan mencintaiku jadi Arkana......aku akan melakukan hal yang sama...aku akan mengejarmu, menunggumu dan akan selalu mencintaimu....yah...aku tak pernah mengatakan ini sebelumnya Arkana.....aku sangat mencintaimu...aku mencintaimu...entah sejak kapan tapi aku tak bissa kehilanganmu jadi....berjuanglah okey...ayo kita berjuang bersama demi Aleysa....demi anakmu yang begitu kau cintai.......


Ana menyandarkan kepalanya di dinding kaca tebal itu lalu meneteskan airmatanya untuk kesekian kalinya...meski penantian ini terasa tak berujung namun Ana akan terus menanti...yah..ia akan terus menanti samapi suaminya bangun.....Ana tak akan menyerah walau sedetikpun...


Hari ini Alex akan membawa baby Aleysa ke rumah sakit, karna permintaan Ana,..dia ingin membawa baby Aleysa agar menemani sang Ayah yang masi terbaring koma, setidaknya Arkana bisa merasakan kehadiran anaknya meski ia sama sekali belum sadar....


Ana menuju toilet untuk membersihkan dirinya, lalu keluar dari sana dengan wajah segarnya..ia sudah mencuci rambutnya dan tampak sangat cantik pagi itu...Ana langsung memeriksa sarapan yang ia pesan di sebuah restoran kesukaannya, ia tersenyum lalu menatap ke arah kaca....


''Aku akan makan sayang, aku akan menjadi lebih kuat demi dirimu dan anak kita...'' bisik Ana dengan senyuman paginya...


Ana duduk di sofa dan segera membuka kotak makanan, Ana baru saja akan sarapan ketika ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya.


Siapa yang datang sepagi ini..apakah Alex..tapi bukankah dia akan datang siang nanti.??


Ana lalu meletakan sarapannya di atas meja dan menghampiri pintu dan membukanya....


Dan Ana tertegun dengan kedatangan Dave...

__ADS_1


''Selamat pagi Ana....boleh aku masuk..'' Alex meredupkan matanya...


Ana mau tak mau langsung menganggukan kepala, tidak mungkin ia menolak kedatangan Dave bukan...?


''Dave.....hmm...mengapa kau datang pagi sekali, tapi apapun itu terimakasih...dan silahkan masuk..''


Ana mencoba bersikap baik, sambil menatap ke arah kaca, dalam hatinya ia meminta maaf pada Arkana, karna ia mengijinkan Dave masuk.., pria ini datang menjenguk dan..tidak mungkin dia mengusir Dave apalagi terakhir kali Dave lah yang menangkap Maya setelah insiden penembakan itu..


''Duduklah Dave...maaf, aku baru akan sarapan sebelum kau datang tadi jadi sedikit berantakan..''ucap Ana sambil membereskan sarapan yang belum ia sentuh itu..


Dave tersenyum dan meletakan sebuah kota di hadapannya...


''Pagi ini sebelum ke kantor aku meminta salah satu chef terbaik di restoran langgananku untuk membuatkanmu sesuatu yang bisa membuatmu lebih bersemangad Ana..aku tau melewati setiap harinya pasti tak mudah bagimu....Dave menatap ke arah kaca penghubung yang memperlihatkan betapa lemahnya seorang James Arkana ketika harus bergantung dengan semua alat mengerikan itu..dalam hati Dave ia merasa puas...


Ana ikut menatap ke arah kaca dengan pandangan sedih...


''Terimakasih Dave...kau baik sekali.''


Dave tersenyum...


''Ada apa dengan bahumu...kau terluka..'' tanya Ana ketika menyadari pria ini tampak kaku di bagian bahu kirinya..


Mengapa Arkana tidak langsung mati saja..?? merepotkan sekali jika ia harus koma...bukankah itu melelahkan..?? Dave menatap ke arah dinding kaca dan menyipitkan matanya...


Menyerah saja Arkana dengan begitu, Ana akan menjadi milikku jika kau tak bisa,..maka biarlah aku membantu mempercepat kepergianmu...


''Dave.....''


''Yah........''


''Menagpa kau malah melamun dan menatap kesana...''


Ana sungguh teka mengerti...


Dave lalu menegakan tubuhnya...


''Aku sama sekali tak menyangka Maya mampu menembak kakak iparnya, mengapa gadis itu di penuhi kebencian...dan yah...kau bertanya mengapa bahuku terluka...?'' tatap Dave dengan tajam.


Ana mengangguk....

__ADS_1


''Setelah aku menangkapnya, Maya pura-pura bersikap lembut dengan memohon ampun namun pada saat aku lengah tidak kuduga..dia menembakku dan mengenai bahuku..'' Dave terlihat geram..


Ana begitu terkejut sampai terngaga dengan pernyataan Dave...jemarinya terkepal..


Maya..mengapa Maya berubah menjadi sosok yang mengerikan..? mengapa adiknya begitu jahat...??


''Bukankah...dia sudah di kantor polisi...''


''Dia melarikan diri dari sana...polisi dan anak buahku sedang mengejarnya Ana..jadi..aku datang kesini sekaligus memperingatkan mu, jika kau melihat Maya maka jangan ragu menghubungiku atau dia akan melukai salah satu dari kalian...''


''Tapi bukankah lebih baik menghubungi polisi saja..''sambung Ana...


''Aku dan polisi sedang bekerja sama Ana...kau tidak liat dia sudah menembak dua orang...? jangan beritau siapapun termasuk Alex...atau Alex juga akan menjadi korban selanjutnya...''


Ana menghela nafasnya....kepalanya terasa nyeri, bahkan Maya mampu melumpuhkan pria-pria kuat ini, ya ampun....itu artinya kata-kata Dave ada benarnya...


Maya sangat berbahaya...


''Aku akan menelfonmu jika aku melihatnya Dave...''


Pria itu tersenyum dengan sangat lega....


''Aku hanya ingin kau tau jika aku sangat mengkhawatirkanmu Ana..''


Ana mengangguk.....


''Terimakasih atas perhatianmu Dave...aku akan terus berjuang demi suamiku..''


''Yah...berjuanglah Ana...sampai akhir..''ucap Dave penuh arti..


Sesaat kemudian, bunyi ponsel milik Dave berdering, dengan santai ia segera mengangkat telp dari Rio..ia tak sabar lagi mendengar kabar baik...


sambil meminta waktu pada Ana untuk ia mengangkat telp..Dave berdiri dan segera mengangkat telp...


Dave : Rio...apakah kau membawa kabar baik...?


Rio : Kabar buruk tuan...gudang penyimpanan obat terlarang kita terbakar habis....dan tidak ada yang terselamatkan...


Dave sungguh terkejut hingga tubuhnya menjadi goyah...Ana yang melihatnya tampak bingung...namun memilih diam..

__ADS_1


''Apa.........'' teriaknya geram...


__ADS_2