Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Pertengkaran Para Wanita


__ADS_3

Nira tak menyerah, ia pun menundukan kepalanya dengan penuh rasa hormat dan tersenyum..


''Tentu saja tuan Arkana siapa yang berani mengusik milik tuan Arkana...'' liriknya tajam kepada Ana.


Ana pun menganggukan kepalanya, menerima tantangan Nira lewat mata mereka, baiklah..saatnya memainkan drama, bukankah dia lihai dalam hal ini..


''Sayang....nyonya Nira benar, kami harus berkumpul agar saling mengenal..''


Arkana akhirnya setuju, lagi pula ia harus menemui rekan bisnisnya untuk membahas suatu hal dan mau tak mau ia harus melepaskan Ana walau sebentar..


Arkana lalu mengalah ketika istrinya menjauh bersama Nira ke tempat lain di gedung ini, sedangkan Arkana lalu bergabung bersama teman-temannya yang lain untuk membahas soal bisnis gelap mereka.


Melewati kerumunan beberapa tamu, Ana kembali menoleh dan mencari sosok yang ia liat tadi. ah...apakah hanya kebetulan, ia mungkin salah liat..


''Sebelah sini nyonya Arkana..'' ucap Nira.


''Bisakah kau menyebut namaku saja...tolonglah, ataukah aku harus menyebut nama tuan Antonio kepadamu..''


Nira menghentikan langkahnya dan mengerutkan kening, mendekati Ana yang menatapnya tanpa ragu..


''Kami memanggil nama pasangan kami di sini apakah itu membuatmu tidak suka..''


''Namaku Anastasya Arkana, panggil saja namaku...semua juga tau siapa kita dan suami kita, lagi pula ini perkumpulan para wanita bukan..'' Ana bersedekap menantang..


Nira memutar bola matanya kesal lalu melangkah lagi dan membiarkan Ana mengikutinya dari belakang, sebuah pintu besar di hadapan mereka,


Nira kemudian menekan tombol disana dan pintu terbuka, Ana masuk dan membeku melihat beberapa wanita yang sangat anggun dan berkelas mereka sangat cantik dan nyaris tanpa cela semua mata tertuju kepada Ana dan Nira yang melangkah bersama..


''Selamat malam semuanya...''


Salah seorang dari mereka tampak seperti ketua gengnya, ia memakai baju yang mahal, ada berbagai macam berlian menghiasi tubuhnya, mulai dari anting, kalung gelang dan cincin yang besar..ada juga bros bermata elang di gaunnya ia terlihat seperti sebuah toko berlian yang mempunyai kaki...Ana tak tahan untuk tidak tersenyum..


Namun...rupanya senyumnya membuat sang nyonya tersinggung, ia pun mendekat....

__ADS_1


''Apa kau sedang menertawaiku..'' tatapnya membunuh..


Sementara mereka yang ada di ruangan ini tampak diam dan menunggu apa yang terjadi kepada kedua wanita ini...Ana menutup senyumnya dan menegakan tubuhnya..


''Maaf.....tapi aku sama sekali tidak menyinggungmu, aku hanya merasa senang bisa bertemu dengan kau dan lainnya..'' Ana kembali tersenyum tanpa rasa bersalah..


Wanita itu mendekat dan menatap keseluruhan Ana yang membuatnya cemburu, yah..wanita ini tidak memakai perhiasan yang mencolok namun ketika ia datang di pintu auranya sudah mampu menyedot perhatian seluruh anggota disini, bahkan beberapa di antara mereka tersenyum kagum dan berbisik tentang siapa dia, istri dari mafia yang mana, seberapa besar kekuatan suaminya di dunia mafia, dan pengaruhnya sehingga ia begitu percaya diri dan cantik..


''Nyonya Alda..biar aku perkenalkan dia adalah..''


Alda menoleh tajam kepada Nira dan menaikan alisnya, siapa yang membuat peraturan disni, mengapa Nira memanggil namanya dan bukan nama pasangannya..sudah bosankah dia hidup...?


''Apa kau tidak salah bicara, mengapa memanggil namaku,..dan bukan nama tunanganku...''


''Tunangan..''ulang Ana dengan suara yang keras,...


Bahkan terlalu keras hingga membuat seisi ruangan menjadi hening, Ana seperti menyebut kata terlarang dan mereka menjadi takut...Nira melonggarkan tenggorokannya menatap kesal kepada Ana karna sekali lagi wanita ini melakukan hal di luar kendali, namun..dia adalah istri sah dari tuan James Arkana, mafia yang paling di segani di antara para tamu undangan...dan Nira sama sekali tidak punya kekuatan untuk membantah Ana...


Alda menatap Ana dan tak terima dengan ucapannya,


''Nyonya Alda, hentikan..''suara Nira meninggi walau ia tak ingin..namun peringatan tuan Arkana sangat jelas, menyinggung Ana itu artinya menyinggung dirinya dan tuan Arkana akan menghancurkan mereka..


Alda sungguh tidak terima ketika Nira terkesan membentaknya, ia malah semakin menantang Ana yang dari tadi diam saja..


''Yah...kau tau aku adalah tunangan seorang Mafia terkenal yaitu Alex Rule, aku seorang artis dan model dan aku sebentar lagi akan menikah dengannya,...apakah itu cukup menjadikan aku penting di ruangan ini...'' jerit Alda keras..


Deg.......


Tunangan Alex Rule..? Ana membeku sesaat ketika ia terlalu terkejut dengan berita ini. Alex sudah memiliki tunangan dan berani berkata kepadanya untuk mengejarnya...? Ana tertawa dengan sangat kesal, lalu segera mengeraskan hatinya yang rapuh...ia menatap wanita sombong di hadapannya..


''Hanya seorang tunangan Mafia...astaga kau membuatku kasihan..''


''Apa maksudmu...'' Alda mengepalkan tangannya..

__ADS_1


Senyum Ana menguap dan menikmati wajah penuh emosi Alda yang berbanding terbalik dengannya...


''Aku dengar jika di dunia mafia ada seribu wanita yang bisa menjadi teman tidur berkedok tunangan, tentu saja aku tak mengharapkan itu terjadi kepadamu nyonya Alda..tapi aku ingin memberitahumu sesuatu....aku adalah istri dari James Arkana, aku istri sahnya.....Ana mengangkat alisnya sembari memperlihatkan cincinnya kepada semua wanita yang ada di ruangan itu..


Mereka pun terkejut dan menjadi pucat, termasuk Alda yang tentu saja tau siapa tuan Arkana sebenarnya.....wajahnya memucat seakan mematahkan sikap kerasnya tadi, Alda kehilangan kata...


''Aku tidak mengatakan ini agar semua orang takut kepadaku tidak, aku hanya ingin berteman tanpa memandang status, apakah itu mungkin kudapatkan di ruangan ini...'' Ana mengedarkan pandangan ke sekelilingnya


Hening.............


Nira dan beberapa wanita di ruangan ini membeku, masing-masing saling menatap dalam diam...


''Baiklah aku rasa tak ada gunanya aku disini..silahkan lanjutkan saja pertemuan kalian..''


Ana membalikan tubuhnya namun Nira berdehem..


''Nyonya Ana....kami punya beberapa agenda termasuk mengadakan arisan, apakah nyonya bisa ikut bersama kami.'' tawar Nira dengan sangat sopan..


Ana tersenyum, lalu membalikan tubuhnya lagi menatap Alda yang diam seolah kehilangan taringnya, Ana mendekat...


''Jadi nyonya Alda apa kau mau ikut bersama kami, aku hanya ingin kau juga hadir.''


Alda mengepalkan tangannya, ia tak bisa menolak namun hatinya juga merasa panas,..


''Baiklah nyonya Ana..'' Alda mengalah dan membuat Nira menghela nafas dengan lega...


Pertemuan mereka pun dimulai, sepanjang acara hanya di isi dengan bualan tentang kekayaan dan harga diri, Ana hanya mencoba berbaur tanpa ingin menonjol karna ia tak nyaman berada dalam kelompok ini.


*************************************


Ana melangkah keluar dari ruangan karna dia merasa tak nyaman berada di antara para penggosip dan pemuja harta, langkah Ana pelan menyusuri lorong panjang di hadapannya..


Namun, Ana begitu terkejut ketika salah satu pintu kamar terbuka dan seseorang menariknya masuk kedalam....

__ADS_1


dan membekap mulutnya........


Ana meronta mencoba melepaskan diri........


__ADS_2