Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hati Ana Yang Kecewa


__ADS_3

Ana seperti kehilangan separuh jiwanya..tidak mungkin gadis yang ia anggap sepeti adiknya mampu melakukannya..bahkan Ana tak ragu sedikitpun ketika memberi kepercayaan penuh kepada Maya..


Wanita itu sungguh tak percaya...bagaimana mungkin Maya tega membunuhnya..bagaimana mungkin Maya bisa melakukan itu..?


Mengapa...? Ana selalu memberikan apapun yang terbaik untuk Maya..bahkan sewaktu di panti dulu, dari sekian banyak adik-adik mereka disana, Ana justru lebih menyayanginya..setelah ia keluar dari panti ia tetap mengawasi perkembangan Maya disana..


Maya sudah seperti adik kandungnya sendiri..mengapa Maya mampu melakukannya,...mengapa...?


Seakan pertanyaan itu hanya menguap begitu saja...ia tak punya jawabannya...airmatanya menetes...


''Mengapa...apa kau tau mengapa Maya melakukannya...? apakah kalian bisa memberitahuku mengapa Maya bisa setega itu...? dia dulu adalah gadis yang polos..tidak mungkin dia berubah seperti itu..tidak mungkin....''


Ana sungguh tak ingin mempercayainya namun apa daya ini adalah kenyataan bahkan bukti itu sangat kuat untuk di sangkalnya,...dan apa yang ia rasakan saat ini adalah rasa sakit yang tak bisa di bayar..rasanya sangat menyakitkan....dan ia tak bisa menahan rasa sakit itu, di hianati oleh oarng yang di percaya adalah hal yang paling menyakitkan...


Isakan Ana pecah di dalam pelukan Arkana yang masih setia menenangkannya..


''Maafkan aku kak...sebenarnya..aku sudah mencurigai sikap Maya sejak lama...secara diam-diam ia menatap kakak dengan tatapan tajam yang kentara..aku mendiamkannya karna kupikir...usianya masih belia...merasakan cemburu adalah hal yang wajar,..dan sering di alami para saudara di keluarga manapun tapi...semenjak kak Alex datang bersama tuan kak Arkana...sikap Maya semakin aneh...dia semakin menjauhkan diri dan menghilang dengan tiba-tiba...


Aku memutuskan akan mengawasinya dulu sampai aku yakin baru aku katakan..karna ini adalah Maya...kakak saynag mencintainya...dan aku tak ingin kkak salah paham dan mengira akulah yang cemburu...'' ucap Hani hati-hati..


Ana menoleh menatap Hani dengan pandangan sedih...mengapa Hani yang justru tidak pernah ia pikirkan mampu setia dan mencintainya dengan tulus...bahkan Hani hanyalah mantan pelayannya, sekaligus adik kandung dari mantan sahabatnya...


Ana mengulurkan tangannya hingga Hani mendekat dan keduanya saling menggenggam tangan...


''Mengapa kau menolongku...? padahal aku bukan siapa-siapamu Hani....atas seagala yang kau lakukan aku berterimakasih kepadamu..jika bukankau...''


Airmata Hani menetes haru,...jemarinya bergetar dalam genggaman tangan Ana...mantanya memerah karna terlalu banyak airmata yang menetes...


''Apakah kakak ingat ketika kita petama kali bertemu di ruang makeup..? ketika nyonya pemilik butik membentak dan mengatai kemiskinanku...dan kakak membelaku yang hanya seorang pelayan rendahan..padahal kakak bisa saja bersikap sama....''


Ana mengangguk ketika mengingat peristiwa itu....

__ADS_1


''Aku merasa sakit ketika melihatmu di bentak Hani...aku melihat diriku di dalam dirimu..''


Hani mengangguk...


''Aku pun menganggap hal yang sama kakak, sejak saat kakak menolongku aku telah berjanji dalam hatiku aku...akan terus berada di sisih kakak dengan setia....aku tidak akan pernah menghianatimu demi apapun .....''isak Hani begitu menyesal menyadari Maya telah memilih jalan yang salah.....


''Kau tau betapa berartinya kau dalam hidupku Hani...? terimakasih selalu ada dan setia kepadaku,...terimakasih...''bisik Ana..


Hani mengangguk dan merekapun saling memeluk dengan erat, Arkana yang melihat pemandangan itu ikut terharu, ia tau benar betapa Hani selalu ada di samping Ana...dalam keadaan apapun dan bersyukur untuk itu, ia juga mengingat ketika Hani dulu yang menolong Ana ketika mereka bertengkar dan ia mengusir Ana dari rumah...


Gadis ini benar-benar baik....


Namun berbeda dengan Maya..meski dia adik angkat Ana..namun ia dan Ana tak pernah melewati hal yang menyentuh bersama...


Entah apa yang ada di pikiran Maya. ketika ia memutuskan menikam orang yang sudah membantunya..yang pasti tidak ada tempat lagi untuk Maya di dalam rumah ini..dia gadis yang sangat licik...


''Kakak dan kak Arkana adalah kakakku dan aku...tidak akan pernah meninggalkan hubungan ini demi apapun...'


Rasa sakit itu semakin membuatnya tak sabar untuk bertatap muka dengan mantan adik angkatnya itu, bukankah Ana berhak tau apa yang terjadi, mengapa Maya berubah....?


''Kau tau jika...aku sangat bangga padamu Hani....tolong jangan pernah melakukan hal yang sama kepada Ana...apapun yang akan terjadi di depan....''


Hani menunduk hormat dan berjanji.....


Mereka akhirnya menjadi lega, dan suasana menjadi lebih santai....Ana perlahan mulai meyakinkan hatinya agar melepasakan rasa sakitnya kepada Maya...


Arkana yang melihat tatapan Ana yang masih rapuh segera memeluk tubuhnya dan memberi kekuatan kepada istrinya itu..jemarinya membelai rambut Ana dengan lembut...


''Semua akan baik-baik saja sayang...aku dan Alex..juga Hani dan Danar akan selalu melindungimu dan anak kita Aleysa...jangan terlalu sedih sayang..'' Arkana mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang...


Ana mengangguk.....

__ADS_1


''Aku...akan segera melupakannya sayang...aku hanya sedih..mengapa Maya melakukannya..mengapa...aku hanya ingin tau alasannya...''bisik Ana pelan.....


Belum selesai pembicaraan mereka...terdengar suara mesin mobil yang memasuki garasi...mereka saling menatap dengan keritan di dahio sebab mobil itu memasuki halaman rumah dengan kasar...


Alex...suara mobil itu adalah milik Alex.....mereka bertiga saling menatap penasaran, dan menunggu kejutan di pintu....


Ceklek!!!!!


Pintu ruang utama terbuka lebar, betapa terkejutnya Ana, Hani dan Arkana ketika sosok Alex masuk ke dalam ruangan tidak sendirian namun membawa seseorang yang mampu mengubah ekspresi mereka dengan sangat cepat...bahkan mereka seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat..


Ana berdiri dengan tatapan terkejutnya...


''Maya.....'' desahnya dengan suara yang bergetar..


Arkana dan Hani saling menatap dengan rasa marah yang sama...


Alex mencengkram lengan Maya dan membawanya ke tengah ruangan, sembari matanya menatap ke arah mereka bertiga dengan senyuman...


''Aku membawa tersangkanya disini....aku ingin kau Ana mendengar sendiri dari mulutnya, aku ingin kau mendengar langsung pengakuannya dari Maya..." ucap Alex dengan geraman....


Hening........


Ana menghela nafas ketika matanya bertemu dengan mata Maya yang tajam,..tidak..hati Ana sakit sekali ketika ia sadar...Mayanya yang dulu sudah hilang..tatapan polos, manja dan juga ceria itu telah berganti dengan tatapan dingin dan menakutkan dari seorang Maya....


Sungguh hati Ana begitu sedih........


Maya menatap mata Ana lurus dengan sorot mata yang masih menyimpan amarah...lalu menundukan kepalanya hingga membuat Ana menghela nafas...


''Aku kesini untuk minta maaf padamu kak Ana..'' bisik Maya dengan suara yang merendah....


Ana menyipitkan matanya........

__ADS_1


__ADS_2