
Aira membeku di tempat duduknya ia menatap pria di sampingnya sekali lagi untuk meyakinkan pendengarannya, pria ini akan menyentuhnya...?
Aira mengepalkan tangannya dengan kuat...
''Turunkan aku....turunkan aku disini...''
Pria tampan di sampingnya hanya melirik sinis sama sekali tidak terganggu dengan teriakan Aira yang menjadi histeris..ia malah semakin memacu kendaraan itu menuju luar kota, mobil itu melaju kencang membelah kegelapan di hadapannya.. dan Aira semakin ketakutan.
Ia tidak punya pilihan selain menyerang pria yang baru saja ia kenal dengan membabi buta...namun serangannya membuat sang pria menjadi marah dan seketika...
Pacckk!!!
''Diam atau aku akan melemparmu dari dalam mobil dan kau akan mati saat ini juga...''
''Mengapa kau melakukan ini...mengapa........''jerit Aira dengan teriakan histeris..
Pria di sampingnya hanya tersenyum dingin...
''Nela adalah kekasihku, dan ironisnya dia menginjinkan aku mencicipi saudaranya...aku sangat beruntung bukan..'' ucap pria itu dengan sinar mata tajam..
Tubuh Aira bergetar seketika...
''Tidak.........Nela.,..bukankah aku sudah bersikap baik kepadanya..''tangis Aira pecah saat itu juga..
Sang pria hanya menatap dingin, bukankah...itu bukan menjadi urusannya, Nela bilang setelah dia menghancurkan gadis ini, lalu membunuhnya maka ia akan mendapat bagian dalam warisan nanti..mereka akan membagi rata karna dia eksekutornya.
Aira duduk dengan gemetar sesekali melihat ke luar jendela mobil yang hanya kegelapan malam disana..gadis itu terus menangis menyadari jika mungkin ini adalah akhir hidupnya...
Nela..gadis itu..mengapa semuanya menjadi seperti ini bagaimana bisa Nela melakukan ini kepadanya, Aira pikir dia berbeda dengan ibunya karna beberapa kali bicara, Nela tampak mengutuk sang ibu yang telah jahat kepada Aira dan membuat gadis itu percaya, ternyata ibu dan anak itu sama saja...mereka sama-sama licik dan jahat...
Aira memejamkan matanya begitu takut, ia seakan pasrah akan hidupnya dan saat ini entah mengapa ia malah merindukan Alex kekasihnya, Aira sangat menyesal mencurigai Alex apalagi kak Ana tadi mengirim pesan kalau Maya sudah bersama calon suaminya..dan itu berarti Alex sama sekali tidak punya perasaan apapun pada Maya,..dan murni hanya menganggap Maya adiknya...
''Diam....bisakah kau tidak menangis, telingaku sakit mendengar tangisanmu..'' bentak pria di samping nya dengan mata melotot...
Namun tiba-tiba di kegelapan malam sebuah mobil menyalip mobil mereka hingga mobil yang di tumpangi Aira berhenti mendadak..
Aira gemetar ketika menyadari mereka sudah berada di padang yang gelap, tidak ada satu cahaya lampu disana..airmata Aira menetes lagi...siapa yang menghadang mereka, apakah itu penjahat lagi...??
__ADS_1
Belum sempat Aira berpikir, kaca mobil pria di sampingnya di pecahkan seketika.....dan tubuhnya di tarik keluar, AIra menjerit ketakutan melihat tubuh pria itu di pukul bertubi-tubi..ini pertama kali dalam hidupnya melihat kekerasan di depan matanya...
Aira memejamkan matanya sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan, ketika sebuah tangan besar membuka bagian mobilnya...
''Aku mohon lepaskan aku......'' isak Aira masih menutup wajahnya ia begitu ketakutan ketika suara pria yang menculiknya itu berteriak keras setelah terdengar bunyi tembakan..
Pria itu pasti sudah mati dan sekarang...mereka mengincarnya..ya ampun....Aira sungguh ketakutan setengah mati...
Ketika tubuhnya di sentuh ia menjadi histeris hingga terdengar suara lembut yang memanggilnya...
''Aira.....''
Aira tertegun ketika ia begitu hafal suara pria itu, Aira membuka mata dan menemukan Alex menatapnya dengan kawatir....
''Alex....ow....kaukah itu...Alex....'' jerit Aira dengan tangisan yang pecah...
Tubuh Alex di peluk dengan begitu erat sampai tubuhnya gemetar..sedangkan Alex hanya diam sembari membalas pelukan Aira yang begitu terguncang..
Lama.....Aira menangis seakan tak mau melepaskannya, ia sama sekali tidak menyangka jika Alex datang dan menolongnya, Alex menyelamatkan hidupnya...
''Tenang Aira...semua sudah berakhir...'' bisik Alex mengusap punggung Aira dengan gerakan menenangkan..
Sepanjang perjalanan pulang Aira sama sekali tak mau jauh dari Alex, ia duduk di pangkuan Alex dan memeluk tubuhnya dengan erat, Alex tak sanggup menolak meski ia sedikit kesal karna Aira berani pergi bersama pria lain,..sementara ada penghalang antara supir dan tempat duduk penumpang jadi mereka bebas berpelukan tanpa risih...
Aira menaikan tatapannya...
''Maafkan aku Alex....'' bisik Aira menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alex..
''Aku akan mengantar pulang ke rumah ayahmu Aira....istirahatlah disana..kita akan bicara lagi nanti...''
''Aku tidak mau...'' Aira semakin merapatkan pelukannya tak ingin terlepas...
Alex menghela nafas......
''Lalu kau mau kemana...''
''Ke apartemenmu saja...aku ingin bicara....'' suara Aira menjadi serak penuh rasa bersalah..
__ADS_1
''Aku sedikit sibuk jadi aku akan berada di ruang kerja sepanjang malam.''
''Aku akan menunggumu di kamar sampai kau selesai bekerja Alex.....''
''Tapi Alea....''
''Jangan mengusirku Alex...aku mohon..aku tidak tau harus kemana lagi jika kau juga acuh padaku....'' airmata Aira menetes...
Alex akhirnya menyerah...
''Baiklah...menginaplah di apartemen, sementara aku bekerja..besok pagi kita akan bicara....''
''Terimakasih Alex...'' Aira tersenyum lega..
********************************************
Pintu apartement terbuka dan Alex lalu menatap kepada Aira yang tampak berantakan, ada bekas tamparan di sudut bibirnya yang membuat pria itu menjadi kesal..pria itu, beraninya dia memukul Aira..Alex akan memastikan jika ia akan mendapat pukulan keras darinya..
''Mandilah Aira..aku telah memesan makanan, setelah itu kau harus makan dan istirahat...''ucap Alex hendak melangkah namun...
Alex membeku di tempatnya ketika Aira memeluk tubuhnya dari belakang...dengan sangat erat..
''Jangan bersikap dingin padaku Alex...aku mohon...''
Alex melepaskan pelukan Aira tanpa menoleh kepadanya...
''Aku harus ke ruang kerjaku sekarang Aira..bukankah aku memintamu untuk bersabar....kita akan bicara lagi besok...''
Alex lalu melangkah meninggalkan Aira dengan kebekuan yang begitu menyakitkan hingga gadis itu kembali menangis,...yah..salahnya karna ia tidak percaya..salahnya karna lebih percaya Nela, salahnya juga pergi dengan pria lain dan wajar jika Alex sangat marah,....
Alex......Alex......maafkan aku, aku mencintaimu.....tangis Aira pecah di tengah ruangan itu..
Sementara Alex mendengar tangisan Aira dan berdiam di tempatnya, ia sengaja berkata bahwa ia ada pekerjaan dan sengaja mengacuhkan Aira agar gadis ini belajar untuk percaya kepadanya bahwa Alex benar-benar mencintainya..dan tak mungkin berganti hati...
*********************
Tengah malam...
__ADS_1
Alex terbangun untuk minum seperti kebiasaannya namun Alex tertegun ketika Aira tertidur di dalam pelukannya, gadisnya tampak tak ingin jauh darinya walau dalam keadaan terlelap....
Alex hanya tersenyum lega......