Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Sikap Arkana


__ADS_3

Ana melangkah dengan cepat menuruni beberapa tangga Restoran, seluruh tubuhnya bergetar ketika mendapati Arkana duduk bersama gadis lain..yah..mengapa rasanya sakit sekali mengapa...?


Ana menghentikan langkahnya ketika ia sudah tak sanggup untuk menahan kesedihannya..pandangannya berkabut, ketika melihat ke depan khusus parkiran namun ia tidak bisa menemukan mobilnya...


''Dimana Hani....'' desah Ana memejamkan matanya ketika rasa pusing kembali menyerangnya..


Ana harus segera pergi dari sini agar Alex tidak melihatnya, jika ALex tau dia berbohong maka Alex akan sangat marah dan Ana tak akan punya kesempatan untuk pergi...


Ana mengepalkan tangannya dengan kuat mengabaikan rasa sakit yang menyerang hatinya dan airmata yang kembali menetes, Ana melangkah menuju jalan di hadapannya, ia berharap ada taxi pada siang seperti ini.


Ana mengernyit ketika panas terik di atas kepala dan dia berjalan di pinggir trotoar sembari matanya melirik taxi yang entah mengapa sepi sekali...


Keringat mulai membanjiri wajahnya...Ana mulai kelelahan apalagi kehamilannya membuatnya semakin payah dan kehilangan tenaga....Ana memutuskan terus melangkah di bawah terik matahari sampai sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di hadapannya...


Ana mengerutkan kening dan spontan memeluk perutnya dengan gerakan melindungi. Arkana keluar dari mobil tidak sendiri namun bersama wanita tadi yang di lihatnya di restoran. wanita itu duduk di dalam mobil, sembari menurunkan kaca mobilnya matanya terlihat sinis, ia cantik dan punya tubuh yang bagus...


Yah...seharusnya ANa ikut bahagia bukan...? ini yang ia inginkan...?


Arkana mendekati Ana dan menatapnya tajam...


''Apa yang kau lakukan di restoran itu...''ucapnya dengan tajam..


Ana yang terlalu kesal dan cemburu menghela nafas...


''Bukan urusanmu....''


Ana memutuskan untuk melangkah meninggalkan tempat itu karna sungguh, rasa cemburunya mulai terbakar seperti api dalam sekam, ia tak tau mengapa...bahkan ia tak punya alasan untuk cemburu bukan...? siapa dirinya...? Arkana berhak memeiliki wanita lain..lalu mengapa dia mencegah Ana sekarang....


Namun sekali lagi...kesabaran Ana di uji ketika Arkana mencekal tangannya dan memaksa wanita itu berbalik...


Keduanya bertatapan tajam.......


Deg!!!!!!!!!!!!

__ADS_1


''Kau masih istriku ingat...''ucap Arkana tak menyerah..


''Istri...? Ana menatap ke arah wanita yang tampak menjadi orang ketiga di antara mereka...bukankah kau menginginkan perceraian denganku Arkana...kapan aku menandatanganinya,...aku sudah tak sabar lagi untuk menikah dengan Alex.'' ucap Ana tajam...


Namun Ana tak memperhitungkan jika kata-katanya mampu membangkitkan kemarahan Arkana...


pria itu lalu berbalik arah dan menuju mobilnya membuka pintu dan menatap wanita yang duduk di dalam mobil..


''Keluar dari mobilku Shela....sekarang.''


Shela sang model begitu terkejut ketika menyadari Arkana sedang mengusirnya...ingin sekali ia marah karna di permalukan namun, ia tau benar siapa Arkana..menentangnya itu berarti siap menyerahkan nyawa dan Shela tak mau itu terjadi kepadanya, padahal ia sudah berangan-angan jika ia bisa merebut hati tuan Arkana yang kaya raya ini dan menjadi nyonya baru..mendapatkan kemewahan dan dunia akan berada di bawah kendalinya..


Namun.,...pria ini malah menjadikannya hanya sebagai alat untuk membuat istrinya cemburu sialan...


Dengan terpaksa Shela keluar dari sana walau dengan hati yang jengkel, ia malu di turunkan di tengah jalan apalagi sedang ramai saat ini...


Sedangkan Ana hanya menjadi semakin kesal melihat Arkana sedang memamerkan arogansinya, Ana berbalik dan melangkah meninggalkan lokasi mobil Arkana yang masih terparkir hingga kesabaran Arkana habis....


''Ana.....jangan pergi..''


Pria itu mengepalkan tangannya lalu masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti langkah Ana yang cepat sekaligus meninggalkan Shela di pinggir jalan dengan penuh rasa malu, bahkan semua orang menatap kepadanya...bagaimana mungkin model mulus sepertinya terdampar di pinggir jalan...? beberapa pejalan kaki yang melintas bahkan mulai mengerubuninya meminta foto dan tanda tangan, Shela tak berhenti mengutuki Arkana....ia buru-buru menghubungi managernya untuk menjemputnya segera...


***************************************


Ana menggenggam tasnya dengan erat untuk terus berlari..namun tak bisa terlalu cepat, ia takut jika terjadi sesuatu dengan bayinya...


Ana menghentikan larinya untuk mengambil nafas....di saat yang sama mobil milik Arkana langsung memotong jalannya...Ana membeku menyimpan rasa kesal, ia lalu melangkah lagi seolah punya kekauatan lebih untuk menghindari Arkana...


Namun...ia hanyalah waniat hamil yang sedang lemah, karna dengan mudah Arkana bisa mencekal tangannya hingga tubuh Ana sontak berbalik arah dan setengah tenggelam dalam pelukan Arkana...


Pria itu membeku....


Mennyentuh Ana dan memeluk seperti ini seolah ia, sedang menggenggam hidupnya kembali...betapa lega hatinya ketika rasa lembut kulit Ana bersentuhan dengan kulitnya..

__ADS_1


Mengapa...jantungnya masih berdebar untuk ANa...? mengapa ia masih merindukan Ana dengan begitu besar meski tau wanita kecil ini berusaha menghianatinya berkali-kali...? jika di pikir-pikir Ana tak sepenuhnya salah...ia yang terlalu bodoh dengan mengalah bukan...


''Lepaskan aku...'' desis Ana dengan mata melebar, sial...mengapa ia justru ingin menangis menyadari Arkana sudah menggantinya secepat itu...?


Mengapa ia tak rela..mengapa..??


Wajah Arkana mendekat..hingga mengikis jarak di antara mereka....pemandangan itu bag adegan film di drama korea hingga pemandangan itu menjadi tontonan gratis setiap pengendara yang lewat..beberapa dari mereka tampak menatap dengan penuh rasa iri..


''Masuk ke mobil sekarang Ana..'' ucap Arkana dengan suara seraknya yang dingin..


Ana menggeleng.....


''Kau sudah gila..lepaskan aku, bukankah kita akan bercerai...''


''Tentu saja...jika kau ingin perceraian itu secepatnya maka masuk ke mobilku sekarang...kita akan ke kantor pengacaraku lalu menandatanganinya bersama dan kau bebas...''lirik Arkana memberi saran..


Ana sempat terlena...yah...mereka bercerai secepatnya adalah keinginan terbesarnya..namun..pergi bersama Arkana...


''Kau bisa mengirimkan salinannyaa kau bisa...''


''Keras kepala...'' ucap Arkana sedikit tak sabar.


Pelukan itu terlepas dan Ana sedikit lega karna berpikir Arkana akan melepasnya namun sekali lagi salah..pria itu tersenyum...lalu membungkuk sebentar..menggendong tubuh Ana Bridal Style membuat Ana sangat terkejut dan tak memperhitungkan jika Arkana akan menggendongnya...


Wanita itu meronta namun tak bisa..tubuh Arkana sekras batu, lagi pula terlalu banyak orang disini, semakin ia meronta akan membuatnya semakin malu...


Arkana akhirnya berhasil memasukan tubuh Ana ke dalam mobil tanpa perlawanan yang berarti..pria itu sedikit tersenyum lega..perasaan lega seperti seorang yang sedang berburu selama berbulan bulan dan akhirnya mendapat mangsa yang ia incar.....


Arkana lalu segera masuk ke dalam mobil mengabaikan tatapan tajam wanita di sampingnya...Ana seperti ingin menangis karna ketakutan..Arkana semakin suka..


Arkana mendekat Ana..lalu mengambil sabuk pengaman dan memakaikannya pada Ana..tatapan mereka tak luput untuk saling menatap...


''Kau mau kemana...'' suara Ana bergetar takut..

__ADS_1


''Sstt.....tegakan tubuhmu, aku akan sedikit kencang membawa mobil untuk cepat sampai...bukankah kau ingin perceraian dengan cepat...'' ucap Arkana tajam...


__ADS_2