Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Mulut Manis


__ADS_3

Damian menegakan tubuh Aleysa hingga gadis itu berdiri dengan sempurna, sementara mereka masih menjadi tontonan gratis para mahasiswa yang lalu lalang, beberapa dari mereka tampak iri dengan keromantisan keduanya sementara yang lain hanya mampu tersenyum dan patah hati terang saja di kampus, baik Damian maupun Aleysa adalah idola..mereka punya masing-masing penggemar garis keras.


''Apa kau tidak punya mata hah...''


''Ya ampun...'' desis Aleysa sinis...


Kesempatan itu rupanya di gunakan Dilan dan Diza untuk kabur dari incaran Aleysa..


Dilan menggenggam jemari Diza dan hendak membawanya pergi namun...


''Jangan coba-coba pergi...'' jerit Aleysa menoleh dan saat itu juga Dilanmenghela nafas ia tak bisa kemanapun apalagi tatapan Damian yang memintanya menyerah...


Aleysa lalu meninggalkan Damian dan mendekati Dilan yang sudah tersenyum, pria itu lalu meraih lengan Aleysa dan mulai membujuk dengan memijit bahu gadis cantik itu agar menghentikan penghukuman atas dirinya..sedang Diza ikut membujuk Aleysa agar tidak marah.


''Dilan..kau tak akan lolos...


''Aku minta maaf Aley,...lagi pula Diza yang mau ikut,...''


Diza menoleh kesal...


''Kau yang mengajakku Dilan astaga....pandainya kau memainkan kata....''


Dilan mengedipkan matanya ke arah Diza yang cemberut...


sementara Damian melangkah pelan di belakang mereka menuju mobil masing-masing...


''Aku ikut mobil kak Damian boleh kakak...'' tanya Diza menatap sang kakak kembar...


Damian menghentikan langkahnya menuju mobil, seketika ia melirik adikya Diza...


''Bukankah Mom Hani ingin memberikanmu sesuatu, ikutlah bersama Dilan...aku dan Aleysa akan ke kantor papa...'' ucap Damian singkat dan langsung masuk ke mobil.


Aley lalu menatap Dilan...


''Jangan membawanya berkeliling dan mengajarkan hal yang tak baik Dilan...''


''Siap tuan putri Aleysa, kata-katamu adalah perintah untukku..''


''Ckckck....Diza...katakan pada kakak jika dia membawamu menemui pacarnya...''


''Baik kakak ipar...'' ucap Diza tersenyum..


Aleysa lalu masuk ke mobil karna Damian membunyikan klakson mobil dengan tiba-tiba hingga mengejutkan mereka...


Mobil milik Damian lalu meninggalkan parkiran kampus..sementara Dilan dan Diza juga meninggalkan kampus, di ikuti mobil Deniz...

__ADS_1


Sementara Dayse yang keluar paling terakhir tak sengaja membuang pandangan ke arah Mr. Derrek yang masih menatap tajam ke arah mobil Damian yang menjauh..gadis itu tersenyum sembari mendekati Mr.Derrek yang masih berdiri seolah tenggelam dengan pikirannya sendiri.


''Selamat siang Mr. Derrek..''


Pria itu menoleh dan mengerutkan kening....


''Siapa kau...''


''Aku mahasiswi jurusan sejarah, namaku Dayse Morgan, aku sekelas dengan Aleysa Arkana, dan bukan itu saja...aku adalah teman dekatnya..''


Derrek mnatap dengan tertarik informasi tentang Aleysa dan ia pun mengangguk.


''Mengapa kau mengatakan semuanya kepadaku Dayse...''


Gadis cantik itu tersenyum dengan tatapan yang tajam...


''Aku ingin kita jujur saja Mr. Derrek, aku tau benar dari mata anda ketika menatap Aleysa di aula tadi aku yakin jika anda menyukai Aleysa...''


Deg!!!


Derrek menatap Dayse, gadis ini tampak memiliki wajah lugu dan anak yang pemalu, apa sebenarnya yang dia inginkan...


''Baiklah....katakan kalau aku menyukainya lantas, mengapa kau tertarik...bukankah kau temannya, kau tau dia sudah bertunangan,....''


''Aku menyukai Damian, aku menyukai tunangannya dan aku pikir...kita bisa bekerja sama untuk mendapatkan siapa yang kita sukai bukan...''


Dayse tertawa...membayangkan sosok Aleysa sudah membuatnya memendam iri sejak lama. di keluarganya sosok Aleysa adalah putri emas, orangtuanya sangat mencintai ALeysa begitu juga sang kakak...mereka bahkan tidak pernah memujinya di setiap kesempatann dan hanya memuji Aleysa...Aleysa...dan Aleysa....Dayse menjadi sangat muak pada gadis sok cantik itu dan bertekad akan menghancurkannya. meski dia tau benar bahkan kakaknya sendiri akan memebla Aleysa di banding dirinya...


''Aku hanya mengikuti kata hati Mr.Derrek..bukankah cinta harus di kejar...dan setiap pemenang haruslah orang yang berjuang...'' desisnya menatap tajam ke arah Derrek..


''Baiklah....ikut aku ke kantor sekarang Dayse..kita akan membicarakan beberapa hal...''


Dayse tersenyum dengan sangat manis..lalu mengikuti langkah Derrek menuju ruang kerjanya..


****************************


Di dalam mobil, Aleysa hendak membuka kemeja milik Damian namun jemari Damian mencegahnya...


''Jangan coba-coba membukanya Aley, kita akan ke kantor papa..kau akan mendapat tatapan tajam dari para pria di perusahaan..''


''Aku kesal sekali Damian,....aku masih muda...''


''Tapi aku tak ingin karna kemudaanmu lantas kau bersikap murahan,....aku tak rela jika para pria menatap tubuhnya dan menjadikanmu fantasi se* mereka..'' ucap Damian tajam..


''Haiss...''

__ADS_1


Aleysa lalu memakai kembali kemeja lengan panjangnya dan menatap ke arah jalan dengan tatapan kesal.


Damian tak perduli dengan kemarahan Aleysa, ia sangat posesif dalam hal pakaian...Aleysa sangat cantik dan di anugrahi tubuh yang sempurna jadi Damian tak akan mengijinkan siapapun menatap miliknya..


Mobil itu akhirnya memasuki sebuah parkiran sebuah gedung yang tinggi, itu adalah perusahaan sang papa Alex.


Damian lalu membuka pintu mobil dan melangkah ke sisi bagian pintu Aleysa dan membuka untuknya, mereka pun akhirnya melangkah masuk ke dalam gedung..


''Seperti yang sudah di ucapkan Damian jika Aleysa akan menjadi pusat perhatian, dan benar saja begitu memasuki ruangan, ia di sambut tatapan memuja para karyawan pria disana hingga membuatnya ngeri sendiri..


Hampir semua karyawan yang mengenal Damian langsung memberi hormat kepadanya, namun tetap saja tatapan mereka tak bisa lepas dari sang gadis yang bagai bunga mekar yang cantik..


Aley lantas mendekati Damian dan mencari perlindungan dari pria es ini, Damian hanya tersenyum ketika Aleysa mengalungkan lengannya dengan sedikit erat dan meminta Damian melangkah cepat menuju lift.


Mereka pun lantas sampai di lift...


''Astaga tatapan mereka begitu mengerikan..''


''Ku bilang juga apa....jaga pakaianmu...dari mata nakal lelaki...'' ucap Damian dingin..


''Beruang kutub...'' desis Aleysa dengan wajah kecut..


Ting!!!


Pintu lift terbuka dan mereka pun keluar dari sana, di sambut sekertaris sang papa....mereka pun di antar menuju ruangan...dan ketika ruangan terbuka, Aleysa lalu menghambur memeluk sang papa Alex yang sudah tersenyum sedangkan Damian hanya menggeleng melihat tingkah mereka..ia sedang menghitung mundur sebelum suara sang papa akan menceramahinya....


3


2


1


''Damian....kali ini apa lagi yang kau lakukan pada putri papa hah...'' ucap Alex dengan wajah kesal...


Damian menatap ke arah Aleysa yang sudah memeluk sang papa dengan tatapan kemenangan....


''Papa....aku tidak.....''


*******************************


Derrek menjatuhkan tubuhnya di sofa santainya dan menatap Dayse dengan tajam....


''Jadi katakan Dayse..semua yang kau tau tentang seorang Aleysa Arkana...aku tidak sabar lagi mendengarnya..'' ucap Derrek penasaran..


Dayse tersenyum sembari memajukan tubuhnya....

__ADS_1


''Aleysa Arkana dia........


__ADS_2