
Diza melangkah menuruni tangga, dengan terburu-buru.. malam ini ia sedang menginginkan eskrim dengan begitu besar, hingga memutuskan akan pergi keluar sendirian, sementara sudah semakin larut, dan seperti yang sudah di janjikan Mark bahwa ia tidak boleh merepotkan Mark selama kehamilannya jadi Diza memutuskan ia akan mencari eskrim di tengah malam mungkin di temani seorang pelayan,
Namun begitu sampai di ujung tangga seorang pelayan menundukan kepalanya di hadapan Diza..
''Nyonya Diza...jangan keluar di tengah malam, tuan akan marah....'' ucapya berusaha membujuk..
Diza meradang...
''Aku ingin eskrim malam ini, lalu kau memintaku jangan keluar...'' tatap Diza tajam..
''Saya akan membelinya untuk nyonya Diza atau kita bisa mendatangkan eskrim dari pabrik, mereka akan membawa dalam jumlah banyak kalau nyonya mau...''
Diza menggeleng dengan tegas...
''Aku ingin pergi dan membelinya sendiri, aku ingin pergi sendiri...jangan menghalangiku atau aku akan menghukummu..'' ancam Diza tegas...
Sang pelayan hanya bisa menghela nafas, melihat sang nyonya tetap melangkah menuju pintu keluar...dan pelayan terus mengikutinya dengan wajah yang cemas, tentu saja dia khawatir karna tuan Mark sangat posesif pada nyonya..jadi jika tuan pulang dan tidak mendapati nyonya dirumah maka mereka semua akan mendapat masalah besar..dan hukuman yang berat..
Diza sudah mencapai halaman di depan rumah ketika ia berhenti...ketika sadar Diza lupa membawa uang dari dalam dompetnya karna terlalu terburu-buru..
''Aku lupa membawa uang....'' desis Diza kesal..
Diza lalu membalikan tubuhnya dan menatap pelayan..
''Berikan uang padaku, nanti aku akan menggantinya..''ucap Diza..
Sang pelayan pun langsung mengaggukan kepala, ia lalu mengambil beberapa lembar uang dan memberikannya kepada Diza..
''Nyonya tidak perlu di kembalikan, pakai saja..'' ucap sang pelayan menundukan kepala lagi..
''Kau ikut aku sekarang....'' ucap Diza lalu menghampiri mobil dan segera masuk,.
Sementara sang pelayan ikut masuk ke dalam mobil...
Namun baru saja mobil hendak keluar dari garasi, terdengar gerbang yang terbuka..dan mobil milik Mark seketika masuk dan berhenti di depan mobil milik Diza yang hendak keluar..
Mark tampak tak sabar ia segera keluar dari mobil dan melangkah lebar menuju mobil milik Diza yang terparkir..
''Keluar Diza...'' tatap Mark dengan tajam..
__ADS_1
Diza hanya menggeleng kesal....
Mark mengetuk kaca mobilnya dan meminta Diza keluar..dan dengan berat hati Diza akhirnya keluar dari dalam mobil dan menunjukan wajahnya yang kusut...membiarkan Mark menggenggam jemarinya dan membawanya menjauh dari mobil...mereka menuju taman dan duduk disana, betapa Mark lega karna menemukan istrinya masih di rumah..
''Diza...kau tau ini jam berapa...kau mau kemana malam-malam begini...'' tanya Mark tampak sedikit kesal...
''Aku ingin makan Eskrim dan aku hanya akan keluar sebentar...lagi pula kenapa kau pulang buru-buru dan hanya untuk melarang aku pergi...bukankah kau sedang bertemu dengan teman-temanmu...''
Mark menyipitkan matanya...
''Aku melihatmu dari cctv kalau kau.....''
''Kau memantauku walau kau sedang bersama teman-temanmu Mark..'' jerit Diza melebarkan matanya tak percaya...
''Yah...bukankah itu wajar jika aku mengawsi keadaan rumah,....''
''Tidak wajar kau sedang memata-mataiku meski kau sedang makan malam dengan teman-temanmu mengapa kau malah bisa memataiku...''
Diza berdiridia mulai terlihat kesal...dan melangkah, sementara Mark hanya memijit pelipisnya dengan kuat, sejak kehamilan Diza ia menjadi sering uring-uringan sendiri, ia begitu takut kalau makluk kecil itu akan menyulitkan Diza dan tentu saja dia akan bertindak..
''Diza tunggu...Diza...kau mau kemana...''
''Kau ingin memukulku..''
''Yah...'' balas Diza...
Mark bersedekap...
''Lihatlah bayi itu bahkan belum lahir dan dia sudah mengontrolmu untuk membenciku, dia penghasut kecil..'' ucap Mark kesal...
''Terserah apa katamu Mark, kau bisa kembali ke tempat makan malammu karna aku tak jadi keluar...''
Diza berbalik ingin melangkah namun, jemarinya di cekal oleh Mark dan memaksanya berbalik jatuh ke dalam pelukan Mark, keduanya bertatapan..
''Kau masih mau eskrim...''
''Aku bisa menundanya besok, aku mau tidur dan lepaskan aku.....'' ucap Diza masih kesal..
Mark semakin memeluknya dengan erat hingga Diza tak mampu melepaskan diri...
__ADS_1
''Aku tau tempat eskrim yaang enak...aku pikir aku juga ingin makan malam ini...''
Diza melebarkan matanya tak percay...
''Kau juga ingin makan eskrim..''
''Yah....''
Diza melompat senang, dan langsung menghambur memeluk Mark dengan bahagia...
''Baiklah mungkin aku harus mengembalikan uang pelayan tadi........''
''Diza kau....mengambil uang pelayan..''
''Aku hanya pinjam kok...aku akan mengembalikannya...''
Mark sungguh kehilangan kata....kehamilan Diza sungguh merubah Diza menjadi aneh, dan siapa lagi kalau bukan makluk mengerikan itu... Mark sungguh kesal pada bayi yang belum lahir saja sudah meepotkan..
Diza lalu melompat ke dalam mobil, dengan Mark yang duduk di sampingnya...mobil akhirnya meluncur keluar ke tempat eskrim kesukaan Diza...tanpa sadar Mark juga menginginkan hal yang sama... yaitu Eksrim..
*************
Day baru saja selesai mandi dan mendapatkan pesan dari Derrek yang memintanya bertemu...Dayse melompat senang karna ia akan merasakan bagaimana pacaran normal, tentu saja masa mudanya terenggut dengan paksa oleh pria bernama Will namun ia tak akan pernah menginjikan pria itu merenggut seluruh hidupnya...Dayse tak akan membiarkannya..
Day lalu mulai mempersiapkan dirinya, memakai dres terbaiknya yang manis...perasaan berbunga-bunga begitu indah di rasakan Dayse, ia sungguh bahagia..
Sebuah dres manis berwarna putih dengan hiasan bunga-bunga membuat tampilannya manis, tentu dia masih sangat muda. Day sungguh tak sabar untuk bertemu Derrek,..tak lupa kalung berlian indah yang di berikan Will menempel di lehernya menambah kesan manis dan juga mahal kepadanya..
Dayse lalu bergerak keluar dari kamar dan melangkah mendekati pintu dan segera keluar dari sana setelah seharian terkurung di dalam apartemennya, hembusan angin malam menerpa kulitnya hingga Dayse semakin bahagia, beruntung para bodyguard Will sudah pergi tentu saja mereka tak berhasil menemukannya dan menjadi gila sendiri, namun Dayse sama sekali tidak perduli..ia akan meraih sendiri kebahagiaannya dan Derrek adalah kebahagiaannya..Day tak pernah seyakin ini sebelumnya tentu saja..
Karna tidak membawa mobil maka Day meminta Derrek menjemputnya dengan memberikan pria itu alamat apartemenya..
Dayse menunggu di pinggir jalan dengan gelisah, tak berapa lama kemudian. sebuah mobil berwarna biru berhenti tepat di pinggir jalan, pintu bagian stir mobil terbuka, seorang pria keluar dari sana dan mendekatinya dengan senyuman tajam..
Ketika Day mengangkat wajahnya ia terkejut karna pria itu sudah berdiri di hadapannya..
Mata mereka bertemu dengan tatapan yang dalam...
Deg!!!!
__ADS_1