
Day begitu terkejut ketika tubuhnya berada di dalam mobil milik Will, yang sedang mencengkram tangannya, Day meronta airmatanya menetes,setelah berusaha lari dan pergi pada akhirnya Will bisa menemukannya kembali,..Day mengerang merasa sangat marah pada kebodohannya sendiri,
Day teringat kepada Derrek yang tadi sudah mengejarnya namun ketika ia menoleh, hati Day seperti di remas dengan kuat ketika ia menemukan Derrek masih berlari mengejarnya namun pria itu berhenti dan menjadi bingung sendiri..karna ia menghilang dengan cepat, tentu saja ia menghilang dengan cepat karna Will lebih dahulu menangkapnya...
Betapa hancur hati Dayse saat ini, ia harus Rela berada di dalam rengkuhan Will lagi, seorang pria asing yang jauh dari lembut, yah....ketika Derrek mengatakan cinta tadi, ia sudah mulai goyah,...dan hampir saja menerima Derrek karna yah..Derrek sempurna, dia pria yang gagah dan tampan, dia berpendidikan tinggi, dia sempurna dan punya nama baik di bandingkan Will, hidupnya penuh kegelapan dan kekerasan, bahkan Day sangat menyesal menyadari kenyataan kalau ia dan juga Will telah menikah...ia adalah isti dari Mafia yang kejam, bahkan Will mani*k S*x dan membuat Day sering kewalahan karna Will tidak melepaskannya sedikitpun..
Dayse memejamkan matanya dengan penuh rasa sesak Yah...seharusnya Dayse bisa bersama seseorang seperti Derrek, mengapa malah harus terjebak dan menjadi seorang istri dari Mafia yang mengerikan seperti pria ini..mengapa....
''Dayse........'' suara tegas itu menembus pendengaran Day hingga ia menoleh....
Will menarik bahu Day dan menatapnya dengan tajam, sinar matanya membara ia melihat jelas bahwa pria tampan itu tadi memeluk tubuh istrinya dan tentu saja Will tidak terima...
''Siapa pria itu Day...katakan siapa dia, beraninya dia memelukmu, beraninya dia menyentuhmu....'' suara milik Derrek meninggi di dalam mobil..
Dayse kehilangan kata, itu artinya Will benar-benar mencarinya di seluruh kota...astaga seharusnya ia sadar dsn berhati-hati, tidak mungkin Will melepaskannya begitu saja, mereka hidup bersama hampir setahun di atas kapal, dan pria gila ini menyentuhnya setiap hari, terkecuali ketika ia sedang berhalangan..
Dayse kembali menoleh pikirannya entah mengapa tertuju kepada Derrek, Dayse menghela nafas..ketika ia masih menemukan Derrek berdiri dengan kebingungan di pinggir jalan. hatinya berdebar..ia lalu menatap Will yang mulai hilang kesabaran..
''Dia sahabat kecilku Will, aku bertemu dengannya karna kami akan mengadakan reuni sekolah, kami adalah teman..'' ucap Day berbohong...
Kata-kata Day terputus, ketika Will membawa tubuhnya mendekat...hingga keduanya saling menatap tajam...
''Mengapa jika dia seorang teman,kalian berpelukan, kau pikir aku akan menerimanya, kau adalah istriku kau milikku Dayse....atau kau mau liat aku menghancurkannya.''
Deg!!!!
Dayse membeku tak tau lagi harus menjawab apa..yang pasti ia tak ingin terjadi sesuatu kepada Derrek, ia bahkan mulai membuka hatinya untuk Derrek, yang ada di pikiran Day saat ini adalah Derrek, ia harus bisa bercerai dari Will dan menerima Derrek, mereka lebih sepadan dan setidaknya Derrek bersikap lebih lembut, dan Day lebih dahulu mengenal Derrek, Wil semakin marah menyadari Day malah diam dan mengabaikannya...sontak Will menariknya mendekat...
''Apa arti sikap diammu Dayse,...''
Dayse berdehem..ia mencoba mengendalikan suasana hatinya..
''Aku hanya bingung Will, bukankah aku sudah bilang dia sahabatku, mengapa kau malah ingin menghancurkannya..itu akan sangat menyakitkan aku...'' ucap Day sedih..
__ADS_1
''Sahabat...'' ulang Will mulai melembut..
''Tentu saja Will...aku dan dia hanya sahabat, bisakah kau tidak melakukan kekerasan lagi, kepalaku mau pecah saat kau mulai mengancam...''
Deg!!!
Will terdiam, entah mengapa kata-kata Day bagai perintah untuk dirinya....pria itu mengalah dan terdiam, Dayse lalu menoleh...ia kembali gugup kalau-kalau ia telah membuat Will tersinggung...
''Mengapa kau bisa menemukanku...mengapa...'' suara Day melembut..takut-takut...
Will menoleh kepadanya...
''Kau melarikan diri dariku, apa kau tau betapa putus asanya aku.....''
''Jangan lupa kalau pernikahan kita itu hanya terpaksa Will, seluruh keluargaku adalah mafia jadi kau tidak bisa menekanku lagi........'' jerit Day meronta...
''Benarkah...Will tertawa, bukankah akan semakin bagus sayang, aku tak sabar lagi untuk bertemu dengan keluargamu mungkin kami bisa saling bertukar cerita tentang dunia mafia.''
Namun........
Kata-kata Day terlanjur membuat Will terbakar, ia tersenyum dengan kejam....
''Beraninya kau ingin pergi dariku, aku adalah suamimu yang sah Dayse,..pernikahan kita sudah tercatat dan biar aku tegaskan kepadamu kalau kita tak akan pernah bercerai..aku tak akan pernah menceraikanmu......Dayse...jadi menyerahlah...''
Will lalu memerintahkan supirnya membawa mereka ke salah satu gedung apartemennya di kota ini, sementara itu ia menghubungi temannya bahwa mereka batal bertemu karna ia menemukan istrinya..
Day menjadi gusar ketika ada telp masuk dari sang ibu...dan Will mempersilahkan dia mengangkat telp meski tubuh Dayse kini berada di dalam pelukannya...
Dayse mengusap wajahnya..bagaimana menjelaskan pada orangtuanya jika dia...telah menikah dengan pria ini..bagaimana bisa...??
''Mengapa kau malah tidak mengangkapt telp ibumu..'' tatap Will tajam..
Dayse mengigit bibirnya, mengapa ketika pulang ia bahkan jauh dari kata tenang dalam hidupnya..?
__ADS_1
Dayse : Ma.....
Maya : Kamu dimana sayang, mama menunggumu dari tadi..jangan membuat mama khawatir sayang pulang sekarang atau kau mau kakakmu menjemput..
Day menatap Will yang masih memeluknya, tampaknya Will ingin menghabiskan waktu dengannya dan ia sama sekali tidak bisa melepaskan diri..
Dayse : Ma...aku akan menginap di rumah temanku, kami sudah lama tidak bertemu jadi....
Maya : Baiklah kalau kau akan menginap yang penting bagi mama kau baik-baik saja sayang...
Dayse : ( Menghela nafas...) Aku baik-baik saja,...aku akan pulang besok..
Maya : Baiklah sayang, sampai jumpa..
Dayse : Sampai jumpa Mah....
Dayse menutup telp dan kembali tenggelam di dalam lamunannya sehingga Will mengecup pucak bahunya yang mulus..
Deg!!!!!!
Dayse menoleh dan menemukan tatapan dingin Will, dan Dayse pikir ia harus bisa menyerah sebelum melarikan diri lagi...Will tak mungkin bisa ia lawan dengan kekerasan...jika dia melaporkan Will ke polisi maka sama saja, mereka suami istri dan polisi akan melepaskan Will..satu-satunya cara adalah mengambil hati Will sebelum melarikan diri lagi...
Day berdehem dan menatap Wil yang memang tak beranjak dari matanya, Dayse kemudian duduk di pangkuan pria itu dan memeluk Will....
''Will...aku sama sekali tak mengerti mengapa kau malah mencariku, bukankah kau tinggal memilih banyak wanita untuk menggantikanku..''
Will tersenyum...
''Karna kau adalah istriku, meski hubungan kita di awali dengan kekerasan namun, aku sadar...aku butuh istri dan bukan hanya teman tidur atau pemuas nafsuku saja.....dan wanita yang aku inginkan hanyalah dirimu Dayse.''
Dayse menganggukan kepalanya..ia lalu tersenyum dan menatap mata Will yang coklat terang...betapa ia tak sabar meninggalkan pria ini astaga....Day tak bisa hidup selamanya bersama Will..
Mobil meluncur ke arah Apartement...
__ADS_1