
Semua terkejut betapa kerasnya Ana menampar Aley hingga Alex dan Arkan mendekat dan menahan tangannya ketika dia mencoba memukul Aley sekali lagi...
''Ana cukup sayang.....'' bisik Arkana membujuk sementara Alex melindungi Aley dari kemungkinan serangan Ana yang begitu kuat..
Bahkan bibir Aley sampai berdarah...
''Tak akan ada perceraian di antara kalian...kau dengar itu Aley,...mengapa kau menyusahkan Damian hah...mengapa..'' suara Ana meninggi..
''Mungkin ini bukan sepenuhnya salah Aley, mungkin saja Damian memaksanya....'' ALex mencoba membela...
Damian berdiri dan mendekati Aley dan menatapnya...
''Jangan pernah bermimpi untuk bercerai Aley...aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup...kau lupa ada Aura di antara kita...kau tidak....''
''Kau selalu bersembunyi pada anak demi mengikatku Damian...kau sama sekali tidak mengerti aku..papa..'' tangis Aley bersandar di pelukan Alex..
''Damian..sebagai pria kau harus mengalah...''
''Papa selalu membelanya, itu sebabnya jika dia sedang kesal maka dia mulai mengadu dan membuat seolah aku yang bersalah..'' tatap Damian tidak terima..
Alex sungguh kesal..
''Lalu apa yang kau inginkan Damian, bukankah sudah papa bilang kau harus bisa mengerti istrimu...''
''Bisakah papa juga mengerti aku...''
Arkana menggelengkan kepalanya lalu berdiri di tengah-tengah mereka...
''Bisakah kalian mendengarkan aku...''ucap Arkana dengan tatapan beku...
Semua menjadi hening....
''Aku mencoba untuk tidak membela siapapun disini..
Dan setelah aku pikirkan..untuk sementara Aura akan di asuh oleh kami orang tua sedangkan kalian berdua akan tinggal sendiri tanpa anak kalian..bukankah anak menjadi persoalan...kau Aley...kau telah menjadi seorang ibu, tak bisakah kau dewasa dan menerima kenyataan kalau kau bukan seorang gadis lagi...dan kau Damian...ayah ingin agar kau dan Aley mengulang kembali perasaan kalian dari awal..kau bebas mengatur istrimu karna kau adalah suaminya... tapi sebelum kalian berdua menyadari kesalahannya jangan pernah menengok Aura..ayah mau lihat seberapa cinta kalian kepada Aura...''
Deg!!!
Arkana akhinya meninggalkan ruang pertemuan dengan kegeraman di belakang sementara Alex juga tak bisa berbuat apapun dia tau benar kalau Arkana telah memutuskan yang terbaik..dan semoga anak-anak mereka menyadari kesalahan..
__ADS_1
''Papa...Mah...bagaimana ini...'' tanya Aley mengadu.
Aira melirik pada Alex yang akan memberi keputusan, Alex membelai rambut Aley..
''Apa yang di katakan Ayahmu benar...kau dan Damian harus bisa menyelesaikan masalah kalian berdua...Alex mendekat dan berbisik pada Aley...jangan takut menelfon papa jika Damian mulai membuatmu marah...''
Damian hanya tertawa kesal...papa benar-benar membuatnya kehilangan kata...yang benar saja, papa malah mengajarkan hal yang buruk pada Aley, terang saja Aley selalu merengek dan tidak menjadi dewasa..Damian menatap sang ibu..dan mendekatinya...
''Ibu...''
Ana tersenyum sembari membisikan sesuatu di telinga menantu kesayangannya, dan Damian mendengarkan...
''Jika Aley masih melawan kau harus lebih tegas Damian...ibu akan membelamu sayang..''
''Bagus...aku mencintaimu ibu...'' bisik Damian tersenyum...
Diskusi selesai dengan keputusan Arkana,untuk sementara mereka berempat akan mengasuh Aura dan membiarkan Damian dan Aley hidup bersama dan menyelesaikan persoalan mereka..karna tak akan ada perceraian seperti keinginan Aley...semua orangtua menolak dengan tegas..
Akhirnya malam itu Aley juga Damian pulang ke rumah mereka dan meninggalkan Aura di rumah orangtua Aley dan akan di asuh bersama dengan orangtua Damian..
Begitu pintu di buka, hanyalah keheningan....Damian melangkah lebih dahulu meninggalkan Aley yang masih berdiri di tengah ruangan, menatap foto pernikahan mereka lalu dalam bingkai yang besar, ooh..Aley kesal sekali kepada Damian...
Namun sebuah foto Aura dalam bingkai besar memakai bando pink membuat hati Aley seperti di remas...
Aley memegang kepalanya lalu mencoba menenangkan pikirannya..ia pun melangkah menuju lantai atas..namun ia tak ingin sekamar dengan Damian..ia masih kesal sekali..namu langkah Aley malah terarah pada kamar Aura..bahkan bau khas bayi begitu terasa di hidungnya..
Aley lalu naik ke ranjang dan tidur disana.....sampai pagi hari...sementara, Damian di dalam kamar mereka..
Damian sungguh tidak mengerti mengapa sikap Aley berubah siapa yang membuatnya berubah,....mengapa ia menjadi pembangkang dan keras kepala...? Damian sungguh tak tau harus bagaimana menghadapi Aley...
Namun ibu bilang dia harus bersikap keras jika Aley melawan karna Aley adalah tipe yang sangat manja dan akan selalu merengek...
Apakah pergaulan Aley di kampus begitu mempengaruhinya..? kalau ya maka Damian akan mengambil langkah yang tegas....pria itu memejamkan matanya...ia harus bisa menyelesaiakan masalah keluarganya...
Aura...astaga dia sudah merindukan putri kecilnya...namun demi membuat Aley berubah maka Damian akan mencoba kuat lagi pula ibu bilang akan menelfonnya dan membeeri dia waktu untuk bertemu Aura jika orang rumah tak ada,...Damian sedikit lega...ibu Ana memang selalu berpihak kepadanya...
Damian kemudian tertidur...
********
__ADS_1
''Yah,....aku akan berangkat sekarang...tenang saja Cleo...yah..tunggu aku..'' ucap Aley dengan senyuman di wajahnya...kali ini ia sedang bersiap-siap..teman-teman segengnya di kampus sudah menunggunya mereka akan melakukan arisan bulanan dengan drescode warna pink, Alea menatap tampilannya di cermin dan pada saat yang sama Damian keluar dari kamar mandi..
''Kau mau kemana sepagi ini..''
''Arisan....'' jawab Aley ketus..
Damian mendekat...
''Apa stok asi Aura sudah kau siapkan..''
''Sudah Damian....kau cerewet sekali sih...aku akan mengadukanmu pada papa...'' ucap Aley kesal..
'Damian meraih lengan Aley dan menatapnya tajam..
''Jangan mulai mengancamku Aley aku suamimu..''
''Aku tau dan aku tidak sedang berselingkuh Damian, tapi kau selalu saja bersikap seolah aku melakukann kesalahan besar...''
Damian mencoba bersabar...
''Aley....aku tidak mau tau..kau harus pulang sebelum makan siangku karna apa...aku ingin kau makan siang denganku...'' ucap Damian tajam...
Aley mengeraskann wajahnya sungguh ia kehilangan kesabaran namun tak bisa melawan Damian...
''Yah...aku mengerti..bisakah kau melepapaskan aku...teman-temanku sudah menungguku..''ucap Aley kesal..
Damian mengangguk...
''Ganti bajumu Aley kau bukan seorang gadis lagi...jadi jika kau masih tetap ingin pergi maka ganti bajumu sekarang juga....''
''Astaga Damian tolonglah..semua teman-temanku memakai begini..''
Damian tersenyum dingin...
''Jangan membantahku atau aku akan benar-benar memutuskan pertemanan kalian...yang tidak berguna...''
''Kau.........aku benar-benar akan mengadu pada papa...'' ucap Aley dengan mata berkaca-kaca..
Dengan sangat terpaksa ia pun pergi mengganti pakaiannya sesuai dngan standar Damian...
__ADS_1
Aley semakin kesal pada Damian...ia sedikt menyesal mengapa menerima pria ini dan menikahinya...??
Visual Aura yukk ke grup chat ❤️❤️