Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Cemburu


__ADS_3

Mobil memasuki gerbang rumah milik James Arkana, Alex mematikan mesin mobil dan menatap Maya dengan penuh senyuman,


''Apa kau sudah siap bertemu dengan kakakmu Maya..''bisik Alex dengan lembut..


Maya yang sedang memeluk beberapa kantung berisi spageti menganggukan kepala dengan cepat. ia tersenyum di wajahnya yang cerah..


''Aku tidak sabar lagi...''ucap Maya lalu membiarkan Alex membuka pintu mobil dan membawanya masuk..


Sementara......


Aira sedang menggendong Aleysa sambil menunggu kepulangan Alea, pernikahan mereka sudah di depan mata dan ia sangat sibuk mempersiapkan pernikahan mereka..Aira tampak bahagia karna kak Ana juga ikut memilihkan model gaun pernikahan untuk dirinya..


Bunyi pesan masuk di ponselnya membuat Aira menoleh dan mengambil ponselnya, ada kiriman foto dari Nela kakaknya...


Aira membuka file foto yang di kirimkan dan sanggup membuat wajahnya pucat seketika itu juga...perubahan itu terlihat di wajahnya dan membuat dadanya terasa sesak, dalam foto itu terlihat Alex sedang tertawa bersama seseorang yang di kenalnya sebagai Aira sebagai Maya gadis dari masa lalu Alea, beberapa kali Alex tampak memeluk Maya dengan tatapan khawatir, Maya kembali.....?


Mata Aira berkaca-kaca seketika hampir menangis namun berusaha ia tahan, tentu saja Aira sadar dia sedang berada di rumah kak Ana dan Aira tak mau membuat kak Ana menjadi khawatir.


''Aku pikir gaun terbuka pantas untukmu Aira..kau punya pundak yang bagus..'' ucap Ana sembari melihat wajah fashion ternama..


Ada banyak pilihan gaun dan mereka berdua merasa sangat bingung untuk memilih.


''Yah...kita akan menentukan nanti kakak...ada banyak pilihan dan tentu aku sangat bingung..'' ucap Aira dengan suara yang serak..


Namun Ana tidak menyadarinya....


Suara bel di pintu menghentikan pembicaraan mereka, Ana dan Aira menatap ke arah pintu ketika pelayan membukanya...Ana pikir itu pasti Alex yang datang, Arkana sedang mandi dan akan turun untuk makan malam...


Dan.....


Betapa terkejutnya Ana melihat sosok Maya melangkah bersama dengan Alex, matanya melebar dengan sangat syok menemukan Maya berdiri di hadapannya dan masih hidup...?


Maya dan Ana saling menatap dengan rasa rindu yang tak bisa di bendung, bahkan majalah yang di pegang Ana sampai jatuh dari genggaman karna ia terlalu terkejut melihat sosok Maya berdiri di hadapannya..


''Maya....tidak mungkin....''


''Kakak.....'' isak Maya dengan airmata yang sudah berguguran..pada saat yang sama Arkana juga turun dari tangga dan menatap Maya dengan rasa haru yang menguar, bagaimana pun Maya telah mengorbankan dirinya untuk keluarga mereka...


Ana melangkah dengan pelan sementara Maya juga melakukan hal yang sama mendekati Ana dengan rasa sakit yang begitu nyata di wajahnya....


''Kakak...hoh...''


Maya setengah berlari menubruk tubuh Ana keduanya saling memeluk dengan erat hingga tangisan itu pecah memenuhi ruangan yang di penuhi rasa haru..

__ADS_1


''Maya...oh..Tuhan..ini benar kau Maya..'' isak Ana semakin mempererat pelukannya,..


''Aku merindukanmu kak,...aku rindu...''


''Mengapa kau pergi tanpa bilang hah....taukah kau betapa sakitnya aku,....'' jerit Ana sesegukan...


''Maafkan aku kak Ana, aku sudah kembali bukan..? adikkmu sudah kembali....''


Ana mengangguk dan semakin mempererat pelukannya...sementara Arkana tersenyum menatap mata Alex yang juga basah, sayangnya mereka terlalu larut memberi perhatian pada Maya dan melupakan sosok Aira yang berdiri dengan hati yang pedih ia merasa seperti di acuhkan di ruangan ini, bahkan Alex tak melihat ke arahnya sejak datang bersama gadis ini..


Aira mengepalkan tangannya berusaha menelan rasa kecewanya dengan dalam..


Pelukan itu terlepas dan Ana tampak sangat bahagia, ia memperbaiki anak rambut Maya yang sedikit berantakan, perhatian sebagai seorang adik itu tak pelak membuat Aira sedikit iri kepada Maya...


''Bagaimana bisa kau dan Alea bertemu....''


Alex mendekati Ana dan meletakan spageti milik Maya di atas meja...


''Ana....biarkan Maya makan duluan lalu dia akan bercerita kepadamu...''


Maya tersenyum bahagia ketika ia sudah berada di tengah keluarganya, ketika Arkana mendekat ia segera memeluk Arkana...


''Apa kaba Maya, kau tau setia malam Ana selalu menangis dan merindukanmu..''


Arkana mengangguk penuh senyum, dan memberi isyarat pada Ana kalau ada Aira disini, dan Ana pun seolah tersadar ia sedikit melupakan Aira...


''Maya...saat itu kau belum berkenalan dengan Aira..sekarang...saatnya kalian berdua saling mengenal...''ucap Ana menuntun Maya kepada Aira yang berdiri dengan sedikit gugup...


Sosok Maya sangat manis, ia punya bibir yang indah dan mata yang tajam dan indah....Maya tersenyum dan mengulurkan tangannya...


''Hai...maaf waktu itu aku tidak sempat berkenalan langsung denganmu, namaku Maya...''


Aira menurunkan pandangan dan tersenyum, walau ia tak bisa menepis rasa cemburunya...namun Aira menahan diri..


''Namaku Aira,...kau pasti sudah tau siapa aku..'' ucap Aira seolah ingin mempertegas hubungannya dengan Alex..


Semua yang ada di ruangan itu menjadi hening termasuk Maya...dan ucapan Aira membuat Alex sedikit tidak senang.


Maya menganggukan kepala...


''Aku tau Aira..dan aku sangat bahagia mendengar hubungan kalian berdua,..aku mendukung.'' ucap Maya...


Aira mengangguk walau ia tetap saja tak bisa menghapus rasa tidak nyamannya berada dekat dengan Maya...

__ADS_1


''Baiklah kalian sudah berkenalan sekarang dan....bagaimana kalau kita makan malam saja...'' tanya Ana basa basi untuk mencairkan suasana...


Aira lalu menggeleng dengan tegas....


''Kak Ana maafkan aku.....tapi aku harus segera pergi, ayah sedang menunggu...'' ucap Aira berbohong..


Ia tak ingin berada dekat dengan Maya terlalu lama...dan Alex pun mengerti,


''Kalian makan saja dulu...aku harus mengantar Aira pulang lalu aku akan kembali..'' ucap Alex.


Pria itu lantas menarik tangan Aira untuk pergi dari sana...


Dan Maya memijit dahinya...ia menatap Ana...


''Kakak...sebenarnya aku juga harus pergi sekarang..''


Ana melebarkan matanya tak mau melepas Maya...


''Tidak kau harus tinggal bersamaku bukan...''


''Tapi aku tak ingin menjadi masalah...Aira sepertinya dia cemburu kepadaku kak Ana...''


Ana menghela nafas,,...


''Dia masihsangat muda, ALex akan menjelaskan kepadanya dia akan mengerti,...ayo sebaiknya kita makan saja dulu Maya...''


Maya akhirnya tak punya pilihan ia harus tetap tinggal disini....


Pelayan sedang menyiapkan makan malam dan Maya tetap saja memilih menu spageti...


Mereka pun akhirnya makan bersama namun, terdengar suara keributan di luar hingga Arkana bangkit lebih dahulu dan meminta Ana dan Maya tenang....


Namun seakan mendapat alarm di kepala, Maya tau siapa yang datang...sialan Dave...ia pasti akan mengacaukan segalanya...


Maya bangkit dari kursi dan di ikuti Ana.....


Arkana keluar dari ruang tamu dan menemukan Dave berdiri dengan tatapan dingin....


Dave mendekat......


''Apa kabar James Arkana....''


Arkana mengepalkan tangannya.....

__ADS_1


''Dave Morgan.....'' desisnya geram....


__ADS_2