Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Bertengkar


__ADS_3

Divara membeku ketika tubuhnya masih berada di dalam pelukan seseorang yang asing, yah...Divara terlalu larut dalam kesedihannya dia butuh pelukan dan menjadi hilang fokus..


Hingga isakan Divara mulai bisa ia kendalikan, Divara membeku ketika menyadari ia berada di dalam pelukan seorang pria memakai jass hitam pekat, aroma maskulin begitu terasa..


Jantung Divara berdebar keras menyadari jika ia sedang berada di dalam pelukan seorang pria asing,...yah tentu saja..tidak mungkin Dilan yang memeluknya...tubuh ini lebih tinggi...


Dan ketika Divara mengangkat wajahnya ia membeku menatap sosok tuan Mike..wajahnya memucat ketika pria itu juga menatapnya tajam...masih memeluknya...


Divara segera melepaskan dirinya dan menundukan kepalanya dalam-dalam....ia sungguh malu mengapa bisa tak sadar ketika tuan Mike meraihnya dalam pelukan..wajah Divara merah padam...


''Aaa...aaku minta maaf....aaku menangis..''


Mike mendekat...mengusir jarak di antara mereka hingga Divara menjadi pucat...pria itu tersenyum..


''Walau dalam keadaan sedih kau tetap cantik..''


''Hah....''


''Suamimu adalah pria yang paling bodoh Divara....''


Divara berdehem, tuan Mike tidak punya hak untuk ikut campur dalam rumah tangganya...mereka bahkan tidak saling mengenal dengan baik..


karna itu Divara membatasi dirinya kuat-kuat...

__ADS_1


''Apa kau melihat apa yang terjadi padaku dan suamiku...'' tanya Divara memberanikan diri..


''Kau mempermalukan dirimu sendiri di hadapan gadis itu...''


Mata Divara menjadi panas....ia mengangguk..


''Aku mencintai suamiku, aku yakin dia akan kembali kepadaku...jadi aku........''


''Bodoh...kau cantik tapi bodoh...'' ucapan telak Mike membuat Divara tersinggung...


''Apa maksudmu tuan, hey...kau tidak perlu mengataiku bodoh...''


Mike sudah membalikan tubuhnya dan melangkah meninggalkan Divara namun karna harga diri..Divara mengikuti langkah Mike setidaknya pria ini menarik kata-kata bodohnya itu sangat menganggu...


''Tunggu tuan Mike...''


Mike berbalik dan menelusuri Divara sekali lagi..dari segi penampulan, Divara sangat sempurna....ia punya tubuh yang tinggi, di anugrahi tubuh yang indah, lingkar dadanya cukup membuat pria puas bermain-main disana...dia punya mata dan rambut yang indah, bibir yang penuh dan pasti nikmat jika berciuman...membayangkan saja membuat Mike sakit kepala dengan gadis muda ini...


''Apa lagi yang kau inginkan dariku Divara...bukankah kau seharusnya berterimakasih aku memberikan bahuku agar kau menangis...''


Divara mengangguk...namun masih angkuh..


''Terimakasih...'' ucap Divara masih bersedekap..

__ADS_1


''Lalu mengapa kau masih terlihat tidak terima..''


''Kau mengataiku bodoh...''


Tawa Mike pecah saat itu juga dan Divara merasa semakin kesal...


''Tidak ada yang lucu tuan Mike..''


''Kau membuatku merasa lucu...'' tatap Mike tajam...


''Baiklah...kau pria dewasa yang tidak tau menghargai wanita...astaga...aku salah menilai...''


Divara hendak pergi namun jemarinya di tarik hingga Mike sedikit membenturkan tubuhnya ke badan mobilnya...


''Istriku meninggal setelah melewati sakit 4 tahun, aku tidak pernah selingkuh sekalipun dan dia meninggal di pangkuanku Divara..jangan samakan aku dengan suamimu yang tidak pernah bisa menghargai istrinya...dan mengapa aku mengataimu bodoh..pria yang sudah tidur berkali-kali dengan wanita lain hanya akan menganggapmu sampah, dan kau masih berpikir untuk menunggunya...kau memang bodoh..'' desis Mike sangat marah...


Divara membeku menyadari betapa Mike sangat marah...airmatanya menetes lagi...


''Lalu apa yang harus aku lakukan...aku akan menjadi gila karna semua ini...'' jerit Divara keras..


Mike menajamkan tatapannya...seringai muncul di wajahnya..


''Aku bisa membantumu Divara...'' bujuk Mike..

__ADS_1


''Hah.......'' Divara membeku,.....


__ADS_2