
Perjalanan panjang itu di mulai, sudah 4 jam mereka berkendara namun tak ada tanda-tanda sampai, Ana menoleh ke arah Arkana yang tidak terlihat lelah sedikitpun bahkan ia ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu yang di putar, pria ini tampak begitu santai, sementara pikiran Ana terbang pada ponselnya, duduk Dengan cemas Ana berusaha tidak mengingat sebuah pesan yang bergetar di ponselnya, wanita itu memejamkan matanya dengan sedikit gelisah.
Bagaimana cara ia membaca pesan jika Arkana terus berkendara seperti ini, Arkana akan curiga jika ia tiba-tiba melihat ponsel dan bertanya mengapa memegang ponsel dan siapa yang mengirim pesan..ia akan habis jika Arkana tau...
''Aku ingin ke toilet..''ucap Ana tiba-tiba, ia menoleh gugup ke arah Arkana dan menunjukan ekpresi sakit di perut.
Arkana menoleh, menyadari betapa gelisahnya Ana sedari tadi..pria itu mengeraskan rahangnya, namun memutuskan diam saja Arkana kemudian menganggukan kepala,..
''Kita akan berhenti di minimarket kecil aku pikir mereka punya toilet untukmu sayang.''
''Syukurlah...aku sudah tidak tahan.'' Ana kembali memperlihatkan ekpresinya yang kesakitan..
Ana tersenyum lega ketika mendapatkan ide..ia harus segera mengabari Alex atau kekasihnya akan mencarinya. mobil akhirnya parkir di sebuah mini market di pinggiran kota,
''Aku akan pergi sebentar saja..''
''Baik sayang, bisakah kau membelikan aku minuman beralkohol kemasan kaleng disana...aku sangat haus.'' pinta Arkana dengan sangat lembut.
''Baiklah...''
Ana tersenyum lalu keluar dari mobil dan melangkah ke arah minimarket, sementara Arkana memegang stir mobil dengan kuat...tatapannya berubah menjadi sedingin es.
Lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan...
Periksa cctv, setelah Ana keluar dari sana....
Arkana lalu memejamkan matanya sembari tubuhnya bersandar disandaran mobil dengan tatapan beku..
*************************************************
''Maafkan aku....aku tak bisa berbuat apapun, aku harus menemaninya atau dia akan marah.''
Ana menatap ke arah pintu toilet dengan cemas, ia masih takut jika Arkana tiba-tiba masuk dan menyadari dia sedang menelfon..
''Baiklah...aku akan menyiapkan segalanya Alex, baik..aku akan menunggu kabar darimu.'' suara Ana tampak bergetar..
Ana menutup telp sembari menyandarkan tubuhnya di pintu toilet dan merenung disana, jemarinya saling bertautan tanda ia begitu ketakutan, bagaimana kalau Arkana tau..bagaimana jika rencananya tak akan berhasil..bagaimana jika Arkana akan marah jika ia tau segalanya..?
Untuk beberapa saat Ana masih berdiam diri di dalam toilet, masih dengan pikirannya Ana memejamkan matanya sungguh ketakutan...apakah yang ia lakukan ini benar...? yah..bukankah Arkana yang menyakitinya, bukankah ia harus kembali kepada cintanya....
__ADS_1
Cinta.....?
❤❤❤
Ana membuka pintu mobil dan membawa beberapa kantung penuh belanjaan ia di bantu supirnya.
Arkana mengerutkan kening...
"Mengapa banyak sekali..."
"Aku akan memasak disana, pasti sangat menyenangkan..."
Arkana hanya mengangguk patuh, ia tersenyum...
"Mana pesananku.."
Ana mengeluarkan air mineral dan bukan minuman beralkohol yang di minta Arkana. pria itu memejamkan matanya tak mengerti mengapa Ana malah memberinya air mineral...
"Mengapa..."
Ana melirik Arkana lalu membuka tutup botol, dan membantu Arjana untuk minum, anehnya Arkana hanya diam saja dan menurut...
Arkana hanya terus memperhatikan gerak bibir Ana yang lucu ketika ia sedang mengomel, mata bulatnya membesar dengan ekpresi melotot. sungguh Arkana terpana...Ana seperti seorang istri pada umumnya yang cerewet..namun ia menyukainya...Ana terus berkata-kata dengan suara yang meninggi lalu mengeluarkan Roti Pizza dan meminta Arkana membuka mulutnya...
"Makan dulu...bukankah perjalanan kita akan sangat jauh.."
"Kau tau makanan kesukaanku." tatap Arkana penuh arti..
Ana tersenyum dan itu terlihat manis sekali.......
"Aku selalu mengamatimu Arkana,apa yang kau suka dan tidak suka....aku istrimu bukan...? dan aku memberimu pizza sekarang karna di vila nanti kau akan mulai makan makanan sehat buatanku.."
Arkana mengunyah Pizza dalam diam...sembari pikirannya terbang sendiri...ia kemudian tersenyum...
"Apakah selamanya kau akan terus memperhatikanku seperti ini Ana.....
Deg!!!!!!
Ana membeku.....mengapa Arkana menanyakan ini..? mengapa Arkana terlihat lemah di hadapannya, seakan-akan..seorang Mafia kejam yang menempel sebagai jati dirinya di tanggalkan di depan Ana..haruskah Ana senang...mereka seperti pasangan normal sekarang..tak ada tatapan tajam, suara kasar apalagi ancaman...Arkana sungguh menunjukan sisinya yang lain..
__ADS_1
"Aku akan selalu memperhatikanmu Arkana, mau bagaimana lagi...kau suamiku..."bisik Ana mengedipkan matanya..
Arkana menganggukan kepala dengan ekspresi misterius....meletakan roti di sampingnya dan mengambil jemari Ana dan menggenggamnya dengan erat,sambil memenjara kedua mata Ana yang teduh..
"Aku akan mengatakan ini kepaďamu Ana....aku James Arkana akan menyerahkan hidupku kepadamu...mulai dari sekarang...."
"Arkana...."
"Aku hanya meminta kepadamu...jangan pernah pergi...jangan pernah menghianatiku atau kau.....akan kehilangan cinta dariku.."
Ana melonggarkan tenggorokannya, mengusir ketegangan yang tergambar jelas di wajahnya..
"Aku akan selalu setia denganmu Arkana, bukankah aku sudah mengatakannya berkali-kali kalau aku adalah istrimu..."
Anastasya...jika kau sampai menghianatiku maka kau akan melihat siapa James Arkana sebenarnya...gumam Arkana di dalam hati..
Senyumnya terbit dari bibirnya, sementara jemari kokohnya naik dan menyentuh permukaan bibir Ana dengan sedikit kasar, namun posesif..
"Aku tak sabar lagi untuk sampai di vila.." gumam Arkana dengan suara parau.. pria itu tampak menahan sesuatu.
"Kau tak sabar untuk tidur yah...karna itu aku bilang kau membawa supir saja tadi...bukankah itu akan lebih mudah..."
Arkana terkekeh mendengar ucapan polos Ana...
"Aku bukannya ingin tidur sayang..."Wajah Arkana mendekat dengan seringai tipis yang menggoda sementara Ana tak juga mengerti...
Namun otaknya langsung bereaksi ketika bibir Arkana , tanpa permisi menyentuh bibir Ana yang terbuka, lid*hnya bergerak masuk dan kembali menggoda Ana hingga wanita itu tak bisa bergerak apalagi menghindar..pria itu terus mengul** seakan tak ingin di lepaskan...
Suasana dalam mobil begitu panas oleh besarnya gairah Arkana yang di balut emosi...
Ana hampir kewalahan menghadapi ciuman Arkana yang begitu ahli dan ketika Ana sudah mulai terengah-engah, Arkana baru melepaskannya...
Ana sungguh tak mengerti mengapa gairah Arkana seolah tak pernah habis kepadanya...
Sementara Arkana hanya menatap Ana dan sedikit iba melihat istrinya kewalahan dan kehilangan tenaga..tentu saja, Arkana tidak pernah membiarkan satu malampun tanpa menyentuhnya..
''Aku ingin kita cepat sampai....aku ingin memasukimu, bercinta denganmu dan menjadikanmu satu-satunya milikku..'' ucap Arkana tajam...
Wajah Ana begitu pucat...
__ADS_1