
Hening....
Divara tak juga membalas panggilan Dilan kepadanya, masih mematikan semua lampu Divara tidur meringkuk di atas ranjang miliknya, matanya masih bengkak karna terlalu banyak menangis...ia sungguh merasa begitu bersalah karna tubuhnya sudah di sentuh pria lain yang buukan suaminya,...meski Dilan lebih dahulu berselingkuh namun bukan berarti dia membalasnya dengan cara yang sama..sungguh Divara tak bisa memendam rasa sakitnya...
Sementara...
Dilan terus mengetuk seolah tidak lelah dari luar...ini pertama kalinya Divara tidak menanggapinya dengan pertengkaran,..mungkinkah kata-kata Dilan telah melukai hati Divara..yah..ia ingat dengan menyebut kata murahan kepada Divara dan merasakan pelan namun pasti rasa bersalah itu mulai menguasai hatinya...Dilan menatap pintu yang masih tertutup rapat...
''Baiklah...aku akan meninggalkanmu namun aku akan menunggumu untuk makan malam Divara..jika kau tidak turun maka aku tidak akan menyentuh makananku..''
Dilan lalu melangkah meninggalkan kamar Divara dan kembali ke kamarnya...
*******
Divara tidur dengan tidak tenang..ingatan sentuhan Mike pada tubuhnya membuat ia sungguh merasa jijik pada diri sendiri dan merasa tidak berharga.,..
Seharusnya dia tidak bermain api sehingga ia terbakar sekarang..ia benar-benar terbakar...
Divara masih menangis sampai menutup matanya hingga ia tertidur,....
**********
__ADS_1
Setelah makan malam....
Divara memutuskan untuk segera turun menuju ruang makan, ia tidak sedikitpun bicara hingga sampai dipintu melihat sosok Dirly yang menatapnya...Divara langsung merasa ia sangat kotor dan tidak berharga...ia adalah wanita pendosa sekarang...
Divara menundukan kepalanya, sikap diamnya sungguh membuat Dilan membeku...merasa heran, seharusnya Divara protes kepadanya,...biasanya mereka akan bertengkar di manapun dan kapanpun....
''Divara.....''
Divara menundukan kepalanya lalu melangkah dalam diam dan duduk di posisi terjauh di meja hingga Dilan sedikit tak terima..
''Divara duduk di dekatku...''
Divara tersenyum sembari memulai makan malamnya...
Dilan menatap wajah Divara yang seakan menghindari tatapan matanya....
''Divara....''
Divara hanya diam sembari menahan perasaannya...namun Dilan mulai kehilangan kesabaran....
''Divara.....'' suara Dilan meninggi di tengah ruangan hingga Divara mengangkat wajahnya..
__ADS_1
Keduanya saling menatap tajam........
''Aku sudah menyerah Dilan jika kau ingin bercerai maka...lakukanlah...aku siap, aku tak akan meminta apapun darimu....jika orangtua kita bertanya salahkan aku saja...aku bersedia menanggung kesalahan demi kau...''ucap Divara menutup wajahnya dengan tangan...ia sungguh terluka dengan apa yang menimpa dirinya sendiri dan rumah tangganya..
Kali ini Divara benar-benar tak sanggup menghadapi semua permasalahan dalam hidupnya...
Dilan sungguh tak menyangka melihat wajah tersiksa yang di tunjukan Divara saat ini...ia hanya diam dan mengamati ketika Divara berdiri...
''Aku sudah selesai makan.....''
Divara melangkahkan kakinya keluar dari ruang makan dan menuju tangga...
Namun ia begitu terkejut ketika tiba-tiba dari arah belakang...Dilan memeluk tubuhnya dengan erat hingga Divara membeku di tempat...
Hening....
''Maafkan aku Divara...'' bisik Dilan tak ingin melepaskan pelukannya...
Deg!!!!
Airmata Divara menetes di wajahnya, hatinya sungguh merasa nyeri..mengapa maaf dari Dilan datang ketika semuanya sudah terlambat....mengapa semua sudah sangat terlambat..ketika Mike juga telah memiliki tubuhnya....?
__ADS_1
Divara merasa hancur saat ini........